
“Sayang,kamu enggak apa-apa kan?”
“Enggak kok.”
Regina melihat sedikit luka di lengan Sam,sembari itu Regina sontak mengobati luka tersebut,Sam tersenyum melihat Regina perduli kepadanya.
“Sayang,makasih ya udah perduli sama aku.”
“Kamu bicara apa sih? Yah perduli lah,kalau enggak perduli gimana aku bisa jagain orang,kalau aku enggak perduli sama orang.”
Sam menghelus kepala Regina,enggak lama handphone Sam berdering lagi,Sam tidak perduli dengan telepon itu.
“Sam.”
“Iya sayang.”
“Kenapa kamu enggak angkat teleponya? Siapa tau penting.”
“Enggak penting,aku udah tau jadi biarin aja.”
Sampai dirumah Sam sontak istirahat di bantu oleh Regina,Regina yang enggak tega dengan Sam,membantu Sam membasuh badanya sampai bersih.
“Regina.”
Sam menginggau saat tidur,Regina tersenyum saat suaminya itu menginggau namanya,sembari itu Regina mencoba isengin Sam.
“Iya sayang.”
“Heri bilang,dia suka kamu dan aku ngerebut kamu dari dia,emang ya?”
Regina yang mendengar itu sontak diam sembari merapikan rambut Sam,dan menghelus wajah tampan suaminya.
“Enggak kok,dia yang ngerebut aku dari kamu,bukan kamu yang ngerebut aku dari dia,jadi kamu jangan pikirin ya.”
Saat Regina mau pergi,di tarik tanganya kepada Sam. Enggak lama Regina hanya diam,setelah itu Regina mendekap Sam.
“Jangan ke mana-mana sayang,aku mau kamu selalu ada di dekat aku.”gumam Sam yang lagi tidur.
Regina hanya mengeleng kepala,melihat tingkah Sam,enggak lama mereka tidur bersama,kebesokan paginya.
“Eh,keram tanganya,aw sakit.”
Saat melihat ke sebelah kanannya ternyata Regina,enggak lama Sam tersenyum kepada Regina,sembari Sam mengecup kening Regina.
“Pagi cantik.”
Regina menahan Sam,Sam yang awalnya mau bangun seketika di dekap oleh Regina,Sam sontak kaget saat melihat Regina yang kuat bisa menarik dirinya.
“Mau kemana sayang?”Regina yang sedang tidur.”
“Mau pergi kerja,kenapa sayang? Enggak boleh ya?”
“Boleh kok,cuman kok cepat kan aku belum bikinin kamu sarapan.”
“Iya,aku tunggu kamu bangun kok niatnya mau mandi dulu,tapi karena di tarik kamu,enggak jadi deh dan aku temanin kamu dulu.”
__ADS_1
Regina sontak diam dan terbangun karena perkataan Sam,Sam bingung ada apa dengan Regina,sembari mengingkat rambut.
“Iyaudah,mandi sanah.”
Sam menahan tangan Regina,Regina melihat ke arah tangan yang di pegang Sam,sembari Sam mengecup Regina.
“Sayang.”
“Hmm.”
“Kenapa kamu kalau baru bangun tidur cantik banget.”
“Kamu bicara apa sih? Malu tau aku dengarnya udah ah,enggak jelas kamu itu.”
Sam terkekeh mendengar perkataan Regina,Regina yang di daput sedang menyiapka sarapan untuk Sam,malah ketawa.
“Hmm masak apa ya,bingung?”
Sam mendekap Regina dari belakang,wangi Sam kadang membuat Regina bisa melupakan semua pria dan hanya wangi ke satu tujuan.
“Sayang,masak apa?”
“Aku suka tau wangi kamu yang ini.”
“Iya,aku tau kok makanya aku pakai parfum ini biar kamu,betah sama aku.”
Regina terdiam saat Sam berkata demikian,enggak lama Sam melihat ke arah Regina dan membantu Regina masak,Regina menahan tangan Sam.
“Sam,aku aja nanti baju kamu bau minyak.”
“Ih! Kamu apaan sih! Sanah ganggu aku aja,dasar genit.”
Sam terkekeh dan pergi duduk ke arah meja makan,sembari melihat tv Regina,yang kadang curi-curi pandang ke arah Sam membuat Sam sadar.
“Re,hati-hati tanganya dari tadi kamu liatin aku terus,kenapa sayang? Suami kamu ganteng ya.”
Regina merasa malu,dengan ucapan Sam,enggak lama Sam melihat ke arah Regina,Regina selesai masak.
“Udah ayo sarapan.”
“Kamu kenapa liatin aku terus? Kamu belum jawab loh pertanyaan aku.”
“Iya,kamu ganteng emang kenapa aku liatin kamu.”
“Hmm,kalau aku jelek kamu enggak mau liat aku dong.”
Regina tertawa mendengar perkataan Sam,enggak lama akhirnya selesai makan handphone Sam berdering,Regina sontak mengambil.
“Hmm,Ella!”
Regina membalikan handphone Sam,Sam terdiam dan merasa takut ketika Regina marah,selain seram Sam kadang bingung harus berbuat apa agar Regina tidak marah.
“Sayang urusan Ella,biar aku yang urusin aja ya,kamu tenang dan sabar di rumah ya,tunggu kabar dari aku baru,aku kabarin kamu gimana?”
“Hm,kenapa kamu mau kasih dia kesempatan lagi,atau kamu enggak cukup punya aku,mau berapa istri emangnya hah? Enggak bisa dia udah ngelangar aturan aku enggak mau dia ngerebut yang punya aku,ngerti kamu Sam!”
__ADS_1
Sam terdiam dan menganggukan kepalanya,seolah menurut kepada Regina,karena emang ketika Regina marah,marahanya seram tidak ada yang bisa tandingin. Handphone Regina berdering dari adik-adiknya.
“Halo adik kakak yang manis,ada apa?”
“Kakak lagi apa sibuk enggak?”
Regina memicingkan matanya kepada Sam,Sam hanya menelan sulivanya,enggak lama handphone Sam terus berdering dari Ella. Regina mengambil handphone Sam dan mematikan handphonenya.
“Bentar ya adik kakak yang manis,kakak segera ke sana bye.”
Menutup telepon,Sam masih menundukan kepala Regina,berjalan ke arah Sam sembari Sam merasa takut,ketika Regina marah.
“Kenapa kamu enggak mau liat aku.”
“Kamu kalau marah seram,aku enggak berani sayang.”
“Hmm,emang siapa yang mau marahin kamu,kamu kadang-kadang ya padahal aku enggak apa-apain kamu loh,yaudah urusan Ella kali ini aku lepasin,tapi pastiin ke dia jangan sampai dia telepon kamu lagi,paham? Aku enggak mau dia telepon kamu lagi benci banget baca nama dia!”
Sam menganggukan kepalanya saja tanpa berbicara apa-apa,Regina menghelus kepala Sam enggak lama Regina mengecup Sam.
“Bye sayang,aku pergi sama adik-adik aku ya.”
“Eh,tunggu.”
“Apalagi?”
“Bareng aja.”
Regina dan Sam pergi bersama ketemu adik-adiknya,sembari di supirin supir,karena mobil Sam ada penghalang di antara pengemudi dan bangku belakang,supir tidak tau apa yang di lakukan tuanya. Sam mengecup Regina sampai tiba di tujuan.
“Sayang,aku pergi ketemu adik-adik aku ya kamu enggak apa-apa kan sendirian?”
“Iya enggak apa-apa kok,udah biasa juga kamu hati-hati ya aku senang,kalau kamu senang sayang.”
“Iyaudah kalau gitu bye.”
“Bye.”
Regina turun dari mobil Sam,enggak lama Sam masuk kerumah dan setelah masuk berdekapan dengan semua anggota keluarga.
“Kakak,kangen banget sama kakak.”
“Sama sayang,kakak juga kangen banget sama kalian.”
Akhirnya Regina bermain dengan adik-adiknya,sedangkan Sam sedang di kantor dan mengurus semua rapat,setelah selesai rapat Sam kepikiran Regina.
“Re.”
“Kok kamu nyalain hpnya?”
“Eh,enggak boleh ya? Yaudah kalau gitu aku beli handphone lagi deh,daripada kamu marah.”
“Buat apa? Ganti nomor aja.”
“Duh sayang,enggak bisa kalau ganti nomor nanti klien-klien aku kabur gimana?”
__ADS_1
Regina berpikir bagaimana cara agar Ella tidak menganggu hubunganya bersama Sam,enggak lama Regina sontak berkata kepada Sam.