
"Enggak usah bos,enggak apa-apa saya ngerti kok,kalau mereka enggak suka saya,saya yang harus intropeksi bukan mereka yang intropeksi."
Bos yang mendengar itu hanya tersenyum,tidak bisa berkata apa-apa lagi karena kebaikan calon istrinya,yang tiada tara.
"Sayang,kenapa sih kamu baik banget."
"Mungkin karena ada kamu kali ya disisi aku,jadi aku baik sama orang."
Bos yang mendengar itu hanya tersenyum,tidak tau mau berkata apalagi,setelah itu bos mengecup kening Regina.
"Maaf ya sayang,aku enggak selalu bisa bantuin kamu."
"Iya enggak apa-apa aku ngerti kok,lagian mau gimana lagi,semuanya udah jadi begini,kita hanya bisa belajar aja dari pelajaran."
Bos mendekap Regina dengan erat,kasian sama Regina takut Regina merasa trauma dengan semua kejadian ini.
"Iyaudah kamu mau tidur? Tidur gih."
"Iya,kamu juga ya,malam sayang."
Regina pergi ke kamarnya,saat tidur handphone Regina ada pesan dari mantan suaminya,Heri.
"Sayang,kamu ke mana? Aku rindu sama kamu,pulang ke apartemen kita ayo."
.
.
Regina bangun keesokan paginya,setelah bangun melihat ke arah dapur udah ada bos.
"Pagi bos,bos ngapain di sini?"
"Saya mau bersih-bersih rumah."
"Loh kok bersih-bersih rumah di dapur?"
"Masaklah sayang,ngapain lagi ada-ada aja kamu."
Regina tersenyum,saat mendengar Heri ingin masak,setelah masak akhirnya Regina duduk di meja makan.
"Kita hari ini makan apa sayang?"
"Kamu mau makan apa?"
"Aku masakin?"
Regina diam dan bos melihat ke arah Regina,sembari Regina menghampiri bos dan mendekap bos dari belakang.
"Bos."
"Hmm,aku sayang sama kamu."
Bos yang mendengar itu kaget sekaligus,senang karena mendengar langsung dari mulut wanita yang ia cintai.
"Coba ulang."
"Aku sayang kamu."
__ADS_1
Bos membalik badanya melihat ke arah Regina,sembari merapikan rambut Regina yang berantakan.
“Coba bicara lagi kayak tadi? Aku mau dengar.”
“Hmm,kamu mau dengar apa sayang?”
“Yang tadi.”
“Iya-ya aku sayang kamu.”
Bos yang mendengar itu sontak bahagia dan langsung peluk Regina,tanpa ragu setelah itu bos teringat,kalau Regina sudah memiliki suami dan menjauh darinya.
“Eh sayang,ada apa?”
“Aku lupa,kalau kamu udah ada suami,maafin aku terlalu semangat.”
Bos melanjutkan masak,sedangkan Regina menanggis sembari peluk bos dari belakang,bos bingung mengapa bajunya basah.
“Re? Kamu nangis?”
“Hmm.”
“E-eh kenapa?”
Regina tidak mampu untuk menjawab perkataan bos,bos merasa tidak enak dan langsung mendekap Regina tanpa bertanya.
“Iyaudah,jangan jawab apa-apa,diam aja maaf ya.”
“Hmm.”
Regina melihat ke arah bos,sembari bos mengusap air mata yang ada di dekat pipi,Regina dengan tatapan tulusnya.
“Hah? Kenapa? Kan kamu udah ada suami,kenapa saya harus tetap sama kamu.”
“Saya sama dia cuman nikah kontrak,enggak ada apa-apa.”
Bos yang mendengar itu sontak kaget dan bingung,mengapa Regina mau emangnya Regina mengangap pernikahan itu seperti apa.
“Kenapa kamu mau nikah kontrak sama dia? Apa kamu enggak cinta sama dia?”
“Saya cinta sama dia,tapi orangtuanya tidak mendukung hubungan kami dan malah saya di suruh cerai dengan anaknya,tanpa sepengetahuan anaknya.”
Bos yang mendengar itu merasa kasihan kepada Regina,ingin bertanya lebih lanjut tapi takut menyakiti hati Regina.
“Iyaudah,kalau gitu kamu mau pulang kerumah orangtua kamu?”
“Enggak bos,saya takut orangtua saya khawatir sama saya,saya udah pernah bilang ke mereka,kalau saya enggak mau sampai mereka gimana-giamana sama saya.”
Bos mendekap Regina dengan erat,seperti Regina terhadapanya,setelah itu bos melihat ke arah Regina.
“Kamu wanita hebat Re dan menurut saya kamu,hebat bisa sampai di titik ini aja,udah kemajuan menurut saya,dan menurut saya kamu bebas memilih,siapa orang yang pantas untuk kamu.”
“Makasih bos,maaf kalau saya sudah sering buat bos kecewa kepada saya.”
Bos tersenyum,sembari mengeleng kepala dan pegang kedua pundak Regina,sembari memandangin wajah Regina dengan penuh ketulusan serta kepedulian.
“Kata siapa? Kamu udah banyak bikin saya sedih justru saya senang dan kagum sama wanita kayak kamu.”
__ADS_1
“Hmm,kok bisa pak? Padahal saya banyak loh kecewain bapak,bisa-bisanya bapak kagum sama wanita kaya saya.”
“Re,hanya beberapa orang yang bisa liat keunikan kamu,walau kamu udah tutupin tapi kalau kamu emang dasarnya unik,hal itu enggak akan bisa hilang sayang.”
Bos selesai masak dan mengajak Regina makan,setelah di meja makan bos pegang tangan Regina,sembari makan bersama.
“Udah jangan kebanyakan mikir,saya yakin pasti suami kamu,sayang banget sama kamu.”
“Ih,bukan suami bos,tapi mantan suami saya.”
“Iya,maksud saya itu galak banget sih,emang kalian udah sah cerai?”
Regina hanya menghela nafas sembari makan,setelah itu bos sepertinya sadar kalau Regina kurang senang dengan topik yang ada.
“Iyaudah ayo makan,habis itu kita ke kantor.”
“Bos,kalau hari ini saya enggak ke kantor boleh enggak?”
“Boleh,kamu mau kemana?”
“Dirumah aja.”
Bos pegang tangan Regina,sepertinya bos sadar mengapa Regina ingin dirumah saja,seperti takut akan seseorang yang tidak bisa di jelaskan.
“Kamu takut sama orang kemarin yang rudung kamu di kantor ya.”
“Hmm.”
“Tenang aja,orangnya udah saya keluarin kok dan dia enggak bisa kerja di tempat saya dan tempat lain.”
“Loh kenapa gitu bos?”
Bos tersenyum kepada Regina,Regina bingung ada apa dan kenapa bos,tersenyum kepadanya sembari itu.
“Sayang,kalau kamu emang enggak mau kerja enggak apa-apa,kamu boleh ke mall kok,nanti di temanin sama pengawal gimana?”
“Hah? Buat apa,nanti kalau kamu mau pakai gimana?”
“Enggak,aku masih ada kok intinya kamu aman itu udah berarti untuk aku.”
Regina baru kali ini,merasakan dirinya di ratukan oleh bos,sedangkan mantan suaminya dulu tidak pernah begitu,sebelum dia memberi tahu kalau dirinya suka pada mantan suaminya.
“Iyaudah aku pergi ya,bye kalau ada apa-apa kasih tau aku.”
Regina hanya tersenyum,sontak di otaknya berpikir ke mall dengan kartu yang ada di tanganya,dirinya di beri akses oleh bos,untuk pergi beli apa yang dia mau,akhirnya dia ke mall membeli semua barang untuk dirinya dan juga keluarganya.
Sampai dirumah orangtua Regina,kedua orangtuanya tersenyum melihat kedatangan Regina,akhirnya Regina masuk ke dalam rumah.
“Ma,pa apa kabar?”
“Baik sayang,kamu sendiri gimana?”
Walau sebenarnya dirinya tidak lagi baik-baik saja,tapi Regina tidak ingin memberi liat bahwa dirinya ada masalh melainkan memberi tahu kalau dirinya tidak apa-apa.
“Baik-baik aja kok ma.”
“Heri baik kan sama kamu.”
__ADS_1
Regina seraya terbungkam saat mama menanyai hal tentang Heri,Regina bingung ingin menjawab apa sampai akhirnya mama melihat ke arah Regina,pegang kedua tangan Regina.