
“Pagi.”kata Heri.
Regina hanya membalas senyum kepada Heri,Heri merasa dirinya ada salah ya dengan Regina,kok Regina cuman balas senyum aja.
“Her,ini makananya udah aku masukin ke lemari ya,mau makan yaudah enggka juga enggak apa-apa,aku mau pergi dulu bye,semangat kerjanya.”
Regina langsung pergi dari hadapan Heri tanpa ada kecupan pagi,untuk ke aktivitas masing-masing,Heri merasa dirinya ada salah walau sebenarnya dirinya tidak tau apa.
.
.
“Regina,kamu keruangan saya ya.”kata bos
Regina bergegas keruangan bos,sambil membawa laporan tentang presentasi hari ini,bos melihat Regina.
“Reg.”
“Iya bos,ada apa?”
“Kamu temanin saya rapat ya hari ini,kamu enggak ada kerjaan kan?”
“Enggak ada sih pak,baik pak kalau gitu.”
Akhirnya Regina pergi bersama bosnya, ke rapat. Setelah sampai di tempat rapat Regina duduk jauh dari bosnya,dan pesan makanan.
“Hmm,enak sih kayak gini tapi kadang,kerjaan gua banyak kali ya di kantor pft,jadi kangen Heri apa gua kirim pesan ke Heri ya.”
Regina baru saja mau mengirim pesan kepada Heri,sudah di ajak pergi dengan bosnya,dan untungnya dirinya sudah selesai makan.
.
.
“Re,tadi pagi kamu telepon aku,ada apa?”
“Hmm,aku kangen kamu makanya aku telepon.”
“Kalau kangen,kenapa di matiin.”
Regina langsung pergi bersih-bersih,tanpa menjawab perkataan Heri,selesai bersih-bersih langsung memanaskan makanan dan duduk di sebelah Heri.
“Bos aku bawel soalnya,jadi mau enggak mau aku nurut deh sama dia.”
“Kalau bawel,kenapa kamu masih kerja sama dia Re.”
“Terpaksa.”
“Karena?”
“Aku enggak mau terlalu banyak nyusahin kamu Her,aku tau kamu orang baik tapi enggak semua masalah harus aku limpahin ke kamu.”
Heri hanya diam dan tidak bisa menjawab perkataan Regina,yang membuatnya salah tingkah makanan selesai di panaskan,Regina langsung menyiapkan.
“Her,makan ayo.”
“I-iya.”
Heri bergegas pergi ke meja makan,hampir saja jatuh di tangkap oleh Regina,Regina langsung membantu Heri berdiri sambil dengan nada khawtir dan mengecek,bagian tubuh Heri.
“Her,kamu enggak apa-apa.”
__ADS_1
“Hmm,aku enggak apa-apa kok,tenang aja.”
“Iyaudah kalau kamu enggak apa-apa,lain kali hati-hati ya,ayo makan.”
“Iya makasih ya,aku minta maaf udah buat kamu khawatir.”
“Hmm,enggak apa-apa udah jadi tanggung jawab aku kok,tenang aja ok.”
Selesai makan,mereka langsung ke kegiatan masing-masing,Regina menunggu Heri selesai kerja,sedangkan Heri melihat Regina dengan tersenyum.
“Kenapa Re?”
“Lu pernah bosan gak sih,sama kerjaan lu,Her.”
“Pernahlah kenapa sih nanya gitu,lagi bosan sama kerjaan sendiri.”
“Hmm,enggak nanya aja,boleh kan?”
“Bolehlah,masa enggak.”
Regina langsung menguap karena hari sudah malam,dan akhirnya Regina izin ke kamar duluan pada Heri.
Heri bingung,ad apa dengan Regina di kantornya,kenapa Regina terlihat tidak semangat,seperti takut akan sesuatu.
.
.
“Pagi Her.”
“Pagi Re.”
“Kok enggak semangat? Kenapa,enggak kayak biasanya.”
“Iya.”
Regina selesai masak dan langsung taruh di meja makan,makan bersama Heri di meja makan.
“Enggak kok,biasa aja.”
“Hmm,ok kalau enggak mau cerita enggak apa-apa kok,tapi kalau mau cerita bilang aja,pasti aku dengarin kok.”
“Hmm,makasih Heri.”
“Sama-sama Regina.”
Regina melihat ke arah jam dinding,setelah itu terburu-buru makan,sampai akhirnya Heri makan sendiri di meja makan.
.
.
“Re,”
“Iya pak.”
“Keruangan saya,sekarang.”
“Baik pak.”
Bos Regina,memberi Regina banyak perkerjaan agar,Regina hari ini pulang malam serta lembur di kantor.
__ADS_1
Handphone Regina berdering dari Heri,tapi Regina tidak dengar karena di matikan suaranya dan hanya mode hening.
“Re,hari ini makan di luar ayo,udah lama enggak makan di luar.”kata Heri mengirim pesan kepada Regina.
Regina yang masih fokus dengan perkerjaan,membuat Heri menunggu dirinya di restaurant yang sudah di janjikan.
Sampai rumah Regina bingung kemana Heri,Heri pulang dengan muka kusut yang penuh dengan kecewa,masuk ke kamar Regina melihat Regina kelelahan membuatnya luluh,balik ke kamar pribadinya.
.
.
“Pagi Heri.”ucap Regina dengan senyum manisnya.
Heri hanya diam dan langsung pergi dari hadapan Regina,Regina bingung ada apa dengan Heri,hari ini mengapa terlihat berbeda dengan kemarin.
“Loh? Enggak sarapan Her,aku udah masak loh untuk kamu.”
Heri tetap pergi dan tidak mau mendengarkan perkataan Regina,Heri menghela nafas serta bingung ingin kemana,tidak ada tujuan.
Regina yang sampai di kantor,hanya bisa diam dan bingung apa salahnya kepada Heri,mengapa Heri hari ini cuek kepada dirinya,apa kemarin dirinya melakukan kesalahan.
“Regina.”
“Iya pak bos.”
“Makan siang bareng ayo,ada yang mau saya bicarakan dengan kamu.”
“Baik pak.”
Regina makan siang dengan bosnya,walau dirinya terlihat baik-baik saja di luar,tapi tidak di dalamnya,Regina mengecek handphonenya sontak kaget,langsung mengerti kenapa Heri marah.
“Pak,maaf saya duluan,masih ada kerjaan yang mau saya selesaikan,makasih ya pak.”
Bos hanya diam dan membiarkan Regina pergi dari hadapanya,Ella menelpon bos(Sam) yang lagi di tengah orang sepi.
“Sam.”
“Iya Ella,kenapa?”
“Gimana? Udah berhasil belum,dekatin Regina.”
“Maaf,dia susah banget buat di dekatin.”
“Alah,masa lu enggak bisa sih ladenin cewe kayak dia,dia gampang kok,lu gimana sih jadi cowo heran gua.”
“Iya- dih dimatiin gimana dah ini cewe,kebiasaan banget.”
Sam langsung pergi keruanganya,sembari melihat Regina yang fokus dengan kerjaanya.
“Her,maaf aku enggak tau kalau kamu ajak aku makan,aku seharian sibuk kerja jadi aku enggak liat pesan kamu,maafin aku ya dan aku janji bakal teraktir kamu,biar kamu enggak marah lagi sama aku,aku kangen sama kamu Her.”
Heri yang tidak tau handphonenya bunyi hanya diam,sambil menikmati pemandangan yang ada di depan mata. Walau sesekali dirinya rindu akan Regina,tapi dia juga harus tau kalau di hati Regina bukan untuknya.
“Re,kok belum pulang? Kata Sam yang bingung,ada apa dengan Regina.
“Iya pak,masih ada perkerjaan yang harus saya selesaikan.”
“Baik kalau gitu,kalau udah pulang ya jangan sampai tidur di kantor,atau kamu mau saya temanin sampai selesai.”
“Enggak usah pak,enggak apa-apa saya mengerti kok bapak capek dan saya enggak enak juga sama bapak,makasih ya pak.”
__ADS_1
Sam tersenyum melihat Regina,Regina hanya diam sambil balik ke kerjaannya,demi bertemu dengan Heri,sampai dirumah Regina menunggu Heri,ternyata Heri enggak pulang.