
“Halo pak,ada apa?”kata Regina yang dengan nada takut.
“Enggak,saya cuman mau ingatin itu makananya di makan ya,biar kamu baikan lagi,saya enggak tau si urusan kamu apa,tapi saya harap makanan saya dapat mengatasi masalah kamu ya.”
“Hmm,saya enggak apa-apa kok pa,tapi sekali lagi makasih ya pak.”
“Baik,malam Regina.”
“Malam pak.”
Regina mengakhiri teleponya,sambil berjalan ke arah meja makan bersama Heri,Heri yang menyantap makan dengan lahap hanya diam saja.
“Jadi gini Her.”
Heri masih diam dan melihat ke arah Regina,Regina yang di tatap seperti itu membuat dirinya semangkin cangung untuk menjelaskan pada Heri.
“Itu bos aku Sam,dia itu baik banget orangnya.”
“Terus?”
“Aku bilangnya aku belum punya suami.”
Heri yang mendengar itu sontak berhenti makan dan mengakahiri makan,ditahan oleh Regina.
“Tunggu,aku jelasin dulu.”
Heri menurut kepada Regina,sampai akhirnya duduk di depan Regina sambil,mendengar penjelasan Regina.
“Aku itu waktu itu,belum menikah sama kamu,makanya aku bilang lajang.”
Heri masih terdiam sambil melanjutkan makan,walau sebenarnya dirinya sudah tidak mau makan,apalagi gimana-gimana.
“Tapi,aku butuh kerjaan ini Her,aku mau buktiin ke kamu kalau aku nikah sama kamu,walau cuman kontrak aku gamau apa-apa melibatkan kamu dalam masalah aku,dengan kamu udah bantu keluarga aku aja aku udah cukup bersyukur.”
Heri yang mendengar itu hanya diam dan menghela nafas sambil melihat,ke arah Regina yang bersungguh-sungguh untuk menjelaskan.
“Udah kamu jelasinnya Re?”
“Udah,kamu marah ya?”
Heri hanya diam dan tidak bicara apa-apa,saat ingin pergi Regina hanya diam lalu tidak menahan Heri lagi.
“Heri.”
Regina menghampiri Heri,dengan memanyunkan bibirnya menandakan dirinya merasa tidak enak kepada Heri.
Heri yang melihat itu tertawa dan spontan mengecup bibir manyun Regina,Regina diam tidak bisa berkata apa-apa.
“Maaf Re.”
“Hmm,enggak usah minta maaf enggak apa-apa.”
“Makasih ya.”
Regina menganggukan kepalanya menandakan dirinya baik-baik aja,walau sebenarnya dalam hatinya merasa senang karena di kecup oleh Heri.
“Re.”
“Hmm.”
__ADS_1
“Aku enggak masalah kalau kamu kerja sama bos kamu yang namanya Sam itu.”
Regina diam dan mendengerkan apa perkataan,Heri setelah itu Heri mendekap kedua tangan Regina.
“Gini,aku paham kamu enggak mau aku terasa di repotin,makasih tapi aku enggak pernah mikir begitu,karena aku pribadi juga senang kalau kamu repotin.”
Regina tersenyum mendengar perkataan itu dari Heri,langsung mendekap Heri dengan erat tanpa berkata apapaun.
“Heri.”
“Hmm.”
“Makasih ya.”
“Makasih kenapa?”
“Karena lu selalu menjadi suami yang pengertian.”
Heri hanya nyengir kuda,walau sebenarnya dirinya ingin berbuat lebih,mau gimana? Regina kan kenyataan tidak suka Heri yang Heri tau.
“Oh ya,aku mau kamu rahasiain ini ya.”
“Hmm,tenang aja,gua enggak bakal ganggu kegiatan lu kok,saling menghargai aja ok.”
Regina hanya menganggukan kepalanya,menandakan dirinya bahagia,walau bagaimanapun ia tetap merasa senang,walau pura-pura tetap aja keliatan lebih indah,andai hal ini bisa menjadi kenyataan untuk keduanya.
“Re.”
“Hmm.”
“Lu enggak tidur? Udah malam loh.”
“Iya ini mau tidur,malam.”
“Hati-hati ke kamarnya Re.”
“Iya,tenang aja makasih ya.”
Heri yang melihat Regina dari jauh,membuat dirinya terhibur dan tidak menyangka,kalau wanita itu lucu adalah istrinya yang selama ini dia cintai selama kurang lebih 7 tahun.
.
.
“Pagi Heri.”
“Pagi.”
Regina menghampiri Heri yang sedang masak,sambil Heri melihat ke arah kananya ada Regina sontak kaget.
“Re,kenapa sih,suka bikin kaget? Heran deh gua sama lu.”
“Dih,emang kenapa sih?”
“Iya enggak apa-apa sih,emang kenapa?”
Regina sambil mencicipi makanan yang di masak Heri,walau ada rasa yang asin dan tawar,itu membuat Regina tetap tersenyum mencicipnya.
“Enak gak Re?”
__ADS_1
“Enak,gak sabar mau makannya.”
Heri merasa Regina sedang berbohong kepadanya,saat Heri mencobanya Heri langsung membuang tanpa ragu-ragu Regina hanya tersenyum melihat semangat Heri.
“Iyaudah enggak apa-apa,biar gua yang masak oke.”
“Hmm,makasih ya maaf gua ngerepotin lu.”
“Enggak kok,udah jadi tugas gua tenang aja ya.”
Heri langsung duduk di meja makan,sembari menunggu Regina selesai masak dan membalas pesan patner kerjanya.
“Her.”
“Hmm.”yang udah malas menjawab karena enggak bisa membantu apa-apa untuk Regina.
“Kamu,mau enggak aku ajarin masak?”
Heri sontak semangat,mendengar Regina berkata seperti itu,kepadanya sampai akhrinya Heri jalan ke hadapan Regina.
“Kamu serius? Enggak bercanda kan?”kata Heri dengan semangat yang tinggi,mau di ajarin Regina masak.
“Hmm,tapi kamu jangan berpikir ketinggian ya,aku enggak terlalu jago masak,kalau masak yang susah-susah aku belum bisa,kalau yang sederhana bisa enggak apa-apa kan?”
“Enggak apa-apa kok,itu aja aku udah senang,makasih ya Re.”
Heri langsung mendekap Regina dengan erat,di tengah-tengah keromantisan mereka ada yang datang ke apartemenya pagi-pagi.
“Aku aja yang buka pintu Re.”
“Iya.”
Heri langsung ke arah pintu dan membuka pintu,saat melihat Heri sontak kaget merasa enggak nyangka.
“Ella!”
Ella spontan mendengkap Heri dengan erat,dan berlinang air mata yang kadang membuat Heri merasa muak dengan wanita ini.
Di meja makan mereka hanya diam-diaman tanpa ada berkata apa-apa,sembari melihat sekitar lingkungan ruangan.
“Hai Ella.”kata Regina yng mencoba untuk menyapa Ella.
“Hi.” jawab Ella dengan ketus karena kesal kepada Regina yang sudah merebut pacarnya.
“Semoga kamu suka ya sama semua makanan ini.”
“Ini siapa yang masak.”
“Heri.”
Heri langsung melihat ke arah Regina,Regina hanya diam tidak berkata apa-apa kepada Heri.
“Wah,aku enggak tau loh kalau kamu bisa masak sayang,enak loh.”
“Enak kan? Di makan yang banyak ya,Heri pasti senang kalau kamu makan banyak.”
Ella tersenyum dengan manis,sedangkan keduanya menjadi canggung atas kehadiran Ella membuat semuanya,merasa bingung dan tidak tau harus berbuat apa.
“Makasih ya atas makananya,enak banget aku enggak sabar dimasakin lagi sama kamu sayang.”
__ADS_1
Regina yang mendengar itu hanya diam,tidak membalas apa-apa walau bagaimanapun,dulunya juga mereka pasangan jangan gara-gara Regina,mereka lepas kontak begitu aja.
Ella pergi dari hadapan mereka,mereka hanya diam sembari duduk di sofa,Regina pergi kerja sedangkan Heri pergi ke luar,tidak ada perkataan di antara mereka,karena kejadian pagi ini.