Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
61.Hanya dengan kamu,aku merasa nyaman


__ADS_3

“Udah,sekarang lu pergi ya,gua minta tolong banget,jangan ganggu gua,gua enggak suka kalau lu ganggu gua,karena gua mau kehidupan baru gua lebih tenang dan kalau bisa,lu lupain gua aja gua enggak masalah kok kalau lu lupain.”


Regina sontak pergi dari hadapan Heri,Heri mendekap Regina dari belakang,bos yang mau bergerak tiba-tiba terhentak melihat Regina,memberhentikannya.


“Udahlah Her,apaan sih? Lu mau gua ngapain sekarang?”


“Balikan ayo?”


“Pleaselah dewasa dikit,gua itu enggak suka lagi sama lu,ini jari gua masih kurang buat lu.”


“Itu hanya di pakai,tapi beda dengan hati lu gimana sih?”


Regina hanya mengeleng kepala sembari,melepaskan pelukanya Heri kepada dirinya.


“Udah ah! Her cukup! Gua muak dengan semua ini,beri gua ketenangan Her,lu enggak kasihan apa sama gua,selama gua sama lu,gua enggak pernah sebahagia ini tau,mama lu itu enggak suka sama gua,apa lu enggak sadar ya kalau cinta tanpa restu orangtua itu,sama aja gak ada hasil apa-apa,jadi stop untuk berharap Her!”


Heri yang mendengar itu terdiam,sembari mengeluarkan air mata yang membasahi pipinya.


“Maaf,gua baru jujur sekarang,gua enggak mau hubungan lu sama mama lu,rusak karena gua,seharusnya gua jujur sama lu lebih awal,dan bukan malah menutupi maaf ya.”


“Hmm,enggak apa-apa harusnya gua lebih bisa terbuka sama lu,harusnya gua juga bisa lebih melindungin lu,kalau udah gini,gua jadi paham gua yang enggak tau malu,bukan lu lagi.”


Regina melihat ke arah bos,bos hanya diam sembari mengerti gimana,perasaaan Heri.


“Iyaudah,kalian pergi berdua aja,sayang hari ini kita enggak jadi pergi,kamu sehari pergi sama Heri,setelah itu enggak boleh ketemu Heri lagi.”


Regina yang mendengar itu hanya tersenyum,dengan sikap baik bos. Bos pergi tanpa berkata apa-apa,saat itu Heri menarik tangan Regina. Regina menahan tangan Heri.


“Bentar,gua mau ketemu suami gua dulu.”


“Ok,gua tunggu di luar ya.”


“Hmm.”


Akhirnya Regina,pergi bertemu dengan bos,sampai di ruangan bos. Bos hanya diam sembari berdiri dekat jendela.


“Bos?”


“Iya sayang,kenapa?”


“Bos marah? Kalau bos marah,saya enggak bakal pergi sama dia kok bos,daripada saya nanti harus berantam sama bos.”


“Hmm,enggak apa-apa kok,dia keliatan banget mau pergi sama kamu,itu liat aja di jendela dia udah semangat banget.”


Regina melihat ke arah jendela berdekatan dengan bos,bos yang melihat Regina hanya tersenyum,sembari menghelus kepala Regina.


“Aku percaya kok sama kamu,yaudah pergi deh,kalau ada apa-pa,kasih tau aku aja ya.”

__ADS_1


“Iya sayang,makasih ya kamu baik banget.”


Regina mendekap bos dan bos membalas dekapan Regina,setelah itu bos mengecup kepala Regina.


“Hmm,yaudah kamu hati-hati ya.”


“Iya sayang,bye sayang.”


“Bye,aku selalu sayang kamu Re.”


“Sayang kamu juga sayang.”


Regina pergi dari hadapan bos,bos merasa berat walau bagaimanapun,ini harus kalau tidak begitu Heri akan,mengunakan cara lebih gila lagi.


“Ayo Her.”


Bos yang melihat dari arah jendela hanya diam,sembari mengusap air matanya,walau dirinya tau ini menyakitkan tapi apa daya,semua sudah terjadi,tidak ada yang bisa ia lakukan.


“Lu mau ajak gua kemana.”


“Dinner romantis sama gua,ini salah satu list gua,mau ya.”


“Iyaudah ya,udah ke sini mauu gimana lagi,enggak mungkin kan gua pulang,ingat ya ini terakhir enggak ada hari besok.”


“Iya bawel,lu sayang banget ya sama suami lu itu?”


“Yah enggak apa-apa,siapa tau lu ada hutang budi sama dia,makannya lu merasa enggak enak sama dia,jadi keterusan deh.”


Regina hanya tersenyum,sembari minum yang ada di meja makan,melihat ke arah Heri yang cemburu dengan Regina.


“Jujur ya Her,selama gua jadi istri bohongan lu,gua enggak ada perasaan apa-apa dan gua mau jujur,tapi takut lu enggak terima.”


“Kenapa?”


“Iya,karena gua kan kerja sama lu,gua juga harus tau dirilah kerja sama orang masa enggak tau diri,benar enggak?”


“Iya benar sih,tapi kenapa?”


Makanan mereka datang,akhirnya mereka makan bersama,setelah selesai mereka jalan ke arah taman,sembari melihat air yang tenang.


“Tenang ya suka deh.”


“Iya,kayak di dekat lu tenang,makannya gua suka.”


“Dih,yang gua bilang sungainya,bukan di sebelah lu,gr banget si heran.”


Heri tersenyum,melihat kegalakan Regina yang membuat dirinya,rindu akan bersama Regina.

__ADS_1


“Gua kangen deh kalau lu galak sama gua,enggak tau kenapa gua lebih suka cewe galak,daripada cewe manis.”


“Hmm,maksud lu apa? Gua galak gitu,enggak ada manisnya.”


“Iya kurang lebih begitu.”


Regina memukul kecil kepada Heri,Heri hanya diam tersenyum,sembari menangkap tangan dan hampir mau mengecup Regina. Regina menjauh.


“Kita enggak harus lakuin ini Her,ingat kita bukan siapa-siapa,gua enggak mau kalau suami gua salah sangka,gua sayang banget sama dia,gua juga enggak pernah berpikir untuk menghianati dia.”


“Segitu sayangnya kah lu sama dia? Sampai lu enggak bisa liat,orang yang ada di depan lu sekarang.”


“Maaf ya,gua selalu percaya sama suami gua,gua enggak mau kehilangan rasa kepercayaan dari dia,maaf sekali lagi gua enggak beramaksud,kalau gitu gua pulang ya.”


Heri menahan tangan Regina dan mendekap Regina dengan erat,Regina hanya diam tidak bisa berkata apa-apa.


“Gua minta maaf soal diri gua,gua janji enggak bakal gitu,tapi gua minta tolong jangan pulang,karena besok gua udah enggak bisa ketemu lu,gua mau hari ini jadi hari istimewa untuk kita.”


“Selalu istimewa kok kalau sama lu,gua enggak pernah nganggep lu enggak istimewa di hati gua,jadi lu jangan berpikir yang enggak-enggak ya.”


Heri hanya diam dan merasa,kalau dirinya susah mencari pengganti yang lebih baik dari Regina,mungkin hanya dirinya wanita satu-satunya yang memahami dia. Takaan terganti.


“Iyaudah kalau gitu,lu mau ngapain lagi,ini udah malam loh?”


“Hmm,gua juga bingung,liat bintang aja kali ya mau?”


“Boleh.”


Regina merasa tidak nyaman meninggalkan bos sendirian dirumah,sampai akhirnya Regina ke toilet dan mengirim pesan kepada bos.


“Sayang,kamu lagi apa? Udah makan.”


Bos yang mendapat pesan dari Regina senang,karena akhirnya dirinya mendapat pesan dari istri tercintanya.


“Hmm udah kok sayang,lagi kerja kenapa?”


“Hm,kenapa kerja? Kok enggak tidur?”


“Iya bentar lagi.”


“Sayang.”


Regina merasa kesal karena bos tidak menanya dirinya,mengapa belum pulang dan masih betah di luar,seraya bos tidak peduli kepada Regina.


“Apa?”


“Kamu enggak nanya kapan aku pulang?”

__ADS_1


Bos hanya senyum dan emang menunggu Regina berkata demikian,agar dirinya bisa bertanya dengan leluasa tanpa harus merasa enggak enak.


__ADS_2