Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
84.Tidak Rela


__ADS_3

“Gua enggak tau gimana caranya bilang,ke Regina,kalau gua masih sayang dia,mungkin gua pria bodoh.”gumam Heri.


Regina melihat ke arah Heri,selesai dekap akhirnya Regina melihat ke arah Heri,begitu juga dengan Heri yang terus memandangi wajah orang yang ia cinta,mungkin sampai akhir hayatnya.


“Bye Re,jaga diri lu baik-baik ya,gua enggak mau lu kenapa-kenapa.”


“Hmm,siap.”


Regina balik keruangan Sam,Sam balik keruangan dan enggak lama Sam kembali mendekap Regina,dengan erat.


“Kamu kenapa sayang?”


“Aku rindu sama kamu.”


“Hmm,aku juga kok.”


“Wangi kamu beda,kamu habis ketemu siapa sayang?”


Regina terdiam sebentar saat Sam berkata demikian,enggak lama Sam tersenyum dan melihat ke arah Regina.


“Kamu ganti parfum ya?”


“Enggak,tadi aku ketemu sama Heri.”


Sam sontak melepaskan dekapan tersebut,melihat Regina dengan tatapan sinis,Regina sontak enggak berani melihat ke arah Sam.


“Dia cuman mau perpisahan aja kok,enggak ada maksud apa-apa. Aku sama dia juga enggak macam-macam,kamu percaya kan sama aku?”


“Hmm,terus kenapa dia tiba-tiba ke sini?”


“Enggak ada alasan,maaf ya aku harus jujur ke kamu,aku enggak mau kamu dengar dari oranglain.”


“Iya! Tapi aku cemburu sama kamu!”


Regina sontak diam dan bingung harus berbuat apa kepada Sam,Regina pegang kedua wajah Sam serta melihat ke arah Sam.


“Sam,aku sama dia pernah ada di hidup bersama wajar kalau kita tetap berhubungan baik,aku juga enggak bisa jahat sama dia karena dia enggak jahat sama aku,yang jahat sama aku kan keluarga dia,bukan dia jadi buat apa aku cari musuh?”


“Tapi kamu enggak sadar,dia masih sayang dan ada rasa sama kamu.”


“Iya ta-”


Handphone Sam berdering dari Ella,sontak Sam mematikan telepon tersebut,setelah mematikan akhirnya Sam melihat ke arah Regina.


“Itu siapa?”


“Ella, aku aja bisa ngabaiin dia demi kamu,kenapa kamu enggak bisa? Berarti aku emang enggak sepenting itu untuk kamu Re!”


Sam pergi dari ruanganya,Regina hanya diam sembari menghela nafas enggak lama,Regina beli makan dan pulang kerumah.


“Hi ka,habis darimana?”


“Hi sayang,ini habis beli makan,kamu suka kan?”


Adik-adiknya mengambil makanan dari tangan Regina sontak mereka makan,bersama setelah selesai makan papa menghampiri Regina.


“Regina,kamu kenapa?”


“Enggak apa-apa kok pa,emang aku kenapa pa?”

__ADS_1


“Kamu benaran enggak apa-apa sayang?”


“Iya pa,aku enggak apa-apa kok.”


Regina diam aja selesai beberes Regina sontak bersih-bersih dirinya dan ke kamar,selesai ke kamar Regina memilih tidur.


.


.


“Apa gua udah keterlaluan ya sama Regina? Duh kangen.”


Sam melihat handphonenya,enggak lama mencoba untuk menghubungi Regina,tapi melihat jam sepertinya Regina udah tidur,lebih baik Sam mengerjakan pekerjaanya.


.


.


Handphone sam berdering dari Regina,Sam sontak bangun dan menjawab telepon tersebut,saat menjawab senangnya bukan main.


“Regina!”


“Sayang! Kamu lagi apa?”


“Aku lagi a lagi.”


“Baru bangun tidur kan kamu?”


Sam hanya tersenyum malu,saat dirinya ketawan oleh Regina enggak lama,Sam melihat ke arah handphonenya.


“Sayang,kamu masih marah sama aku?”


“Enggak,kenapa?”


Regina menghela nafas,Sam hanya diam dan enggak biasa mendengar Regina seperti itu,enggak lama Sam mencoba bertanya lagi.


“Sayang,kamu benaran enggak apa-apa?”


“Iya,aku enggak apa-apa,kenapa?”


“Hmm,benaran? Kok kayaknya beban hidup kamu berat,mau aku bantu enggak?”


“Bantu apa?”


Sam berpikir,saat Regina berakta demikian,selama beberapa menit Sam diam,akhirnya Regina tertawa sembari melihat ke arah teleponya.


“Aku kangen kamu sayang.”


“Sama,aku juga kangen kamu kok nanti aku jemput dirumah kamu mau?”


“Hmm,emang kamu enggak kerja?”


Sam berpikir lagi, apa dia ada kerjaan atau tidak,ternyata kerjaanya banyak. Sontak saat Sam ingin berkata.


“Enggak apa-apa sayang,aku ngerti kamu kerja aja ya,nanti kalau kamu kosong,kamu kasih tau aku,aku enggak apa-apa kok karena aku paham juga kerjaan kamu kayak gimana,kalau gitu aku pergi dulu bye.”


Regina mengakhiri telepon tersebut,Sam terdiam saat Regina melakukan demikian,enggak lama Sam menyelesaikan semua pekerjaanya,jam 3 sore Sam menghubungi Regina.


“Sayang.”

__ADS_1


“Hmm.”


“Kamu dimana?”


“Lagi di kafe sama adik-adik aku.”


Sam yang awalnya semangat,jadi enggak semangat ketika Regina berkata demikian,sampai akhirnya Regina mencoba untuk mencairkan suasana.


“Kamu mau ke sini? Aku tungguin? Kalau kamu mau.”


“Hah? Boleh sayang.”


“Iya boleh.”


Sam merasa bahagia saat mendengar perkataan Regina,enggak lama Sam bersiap-siap sembari naik mobil.


“Iyaudah kalau gitu aku ke sana sayang.”


“Iya hati-hati ya.”


“Iya sayang.”


Telepon berakhir,adik-adik Regina melihat ke arah Regina.Regina bingung ada apa enggak lama Regina tersenyum.


“Adik-adik kakak,ada apa?”


“Enggak,kakak senang banget sama kak Sam? Beda pas sama kak Heri,kayak gak sayang gitu.”


“Eh,kalian belajar darimana kalimat itu,padahal kakak enggak pernah ajarin kalian,emang ya kalian ini hebat banget.”


Mereka ketawa sembari dengan topik pembicaraan itu,enggak lama Sam sampai di kafe yang ia bicara lewat telepon bersama Regina.


“Halo semuanya,maaf ya kak Sam telat.”


Regina tersenyum saat Sam ingin mendekap Regina,Regina mendorong Sam dan Sam memanyunkan bibirnya serta duduk di dekat Regina,ditatap oleh adik-adik Regina.


“Kakak kenapa?”


“Eh? Enggak apa-apa adik cantik,emang kakak kenapa?”


“Hmm kakak kayak enggak senang gitu,ada kita.”


Sam hanya mengeleng kepala dan tidak berakta apa-apa,setelah pesan makan akhirnya Sam memberi kue tart,kesukaanya kepada adik-adiknya di kafe itu.


“Kalian suka kue nggak?”


“Suka kak,kakak suka juga?”


“Sukak banget,ini buat kalian aja nanti kakak beli lagi.”


“Wah makasih ya kak,maaf ngerepotin.”


Sam menghelus kepala adik-adik Regina,Regina yang melihat itu merasa senang dengan sikap Sam,sekaligus merasa bangga kalau Sam suatu saat jadi papa untuk anak-anaknya.


“Sayang,kenapa kamu senyum?”


“Emang aku enggak boleh senyum,ayo adik-adik kakak pulang.”


Sam hanya mengeleng kepala,sembari ketawa saat keluar dari kafe ada motor yang melaju,ingin menabrak Regina dengan adik-adiknya,ditahan oleh Sam dan tangan Sam lecet kena gagang pintu kafe.

__ADS_1


“Aw,sakit aduh apa-apaan sih itu orang,enggak bisa pakai motor apa gimana ya gak ada otak emang.”


Regina sontak menanggis melihat luka yang ada di tangan Sam,Sam bingung ada apa dengan Regina dan mengapa Regina menanggis.


__ADS_2