
“Sayang,kenapa pintu kamu semalam di kunci?”Regina ingin tau apa alasan kamarnya di kunci.
“Oh,kemarin ada Ella takut dia terobos masuk,makanya aku kunci aja pintu kamar aku.”
Regina yang tau Heri merasa takut,sontak mendekap Heri dengan erat,Heri bingung ada apa dan Regina terus mengehlus pungung badan Heri,sambil menghelus kepala Heri.
“Udah enggak apa-apa,aku ngerti kok kalau kamu takut,kamu enggak perlu cerita ke aku kok,aku paham jadi enggak apa-apa ok sayang.”Regina merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Heri dari Ella.
“Hmm,aku enggak apa-apa kok,aku udah biasa ngadepin sikap Ella yang kayak begitu,karena aku tau emang dia udah biasa di manjain dari kecil sama kedua orangtuanya,jadi enggak heran aja kalau dia sikapnya begitu.”Heri mecoba untuk tangguh berbicara dengan Regina,untuk menghilangkan rasa takutnya kepada Ella.
“Udah enggak apa-apa,aku ngerti kok kamu enggak perlu jelasin ke aku,karena aku tau kalau kamu lagi takut sama dia.”
Heri hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa,kepada Regina.Regina melihat ke arah muka Heri dan pegang kedua muka Heri.
“Udah ya,selama ada aku dia enggak akan berani apa-apain kamu,jadi kamu jangan takut oke sayang.”
Heri hanya tersenyum dan akhirnya,Regina mempersiapkan sarapan dengan makan yang tidak nafsu,Regina mencoba suapin Heri di depan Heri,walau Heri bingung ada apa dengan Regina yang perhatian kepadanya.
“Makan aku suapin.”
“Ada apa sih sama kamu,aku jadi bingung.”
“Enggak,emang salah kalau istri sendiri mau suapin?”
Heri langsung menurut kepada Regina,Regina juga menyuapin Heri sampai makanan Heri habis. Enggak lama handphone Regina berdering dari bosnya.
“Bentar ya,kamu makan sendiri dulu nanti aku suapin lagi,ok.”
“Ok.”
Regina menangkat telepon dari bos,menjauh sebentar dari Heri.Heri hanya diam dan tetap lanjut makan,walau kadang dirinya masih suka cemburu akan bosnya.
“Iya bos,ada apa?”
“Kamu dimana? Belum masuk kerja?”
“Ini mau berangkat bos,kenapa?”
“O-oh yaudah hati-hati ya.”
Rergina hanya tersenyum mendengar ucapan bosnya,setelah itu Regina jalan ke arah Heri sembari merapikan semua isi tasnya.
“Sayang,aku pergi kerja dulu ya,kalau ada apa-apa kasih tau aku,aku pasti bakal langsung bantu ok sayang,bye.”
Regina mendekap Heri dengan erat,Heri hanya bisa diam dan terima dengan pasrah,walau sebenarnya dirinya juga merasa kesal kepada Regina,karena lebih mentingin bosnya daripada dirinya.
Heri tetap diam,setelah selesai pelukan dengan Regina,Regina tidak menyadari betapa cemburunya Heri kepadanya,setelah itu Regina hanya diam dan tidak berkata apa-apa.
__ADS_1
.
.
“Pagi bos.”
“Pagi Re,ada apa?”
“Enggak ada apa-apa kok bos.”
Bos hanya terlihat seperti biasa,melihat Regina yang penuh dengan kebahagiaan,walau dirinya tidak tahu Regina bahagia akan dirinya,atau oranglain.
“Re.”
“Iya pak.”
“Nanti makan siang sama saya ya? Atau kamu ada acara sendiri?”
“Enggak ada sih pak.”
“Iyaudah kalau gitu.”
Bos hanya diam dan mungkin Regina memang sudah ada acara sebelum dirinya mengajak untuk makan bersama.
.
.
“Enggak usah pak,enggak apa-apa maaf ya pak,saya ada acara sendiri,sekali lagi makasih pak udah tawarin pulang bareng.”
Regina sontak pergi dari hadapan bos,walau bos bingung ada apa dengan Regin,Regina terkesan menghindar walau sikapnya tetap sama seperti biasa.
Regina berbelanja untuk bulanan dan persediaan di rumah,selesai belanja pulang ke apartemenya untuk bertemu dengan Heri.
“Her!”
Regina mencari Heri,ternyata Heri tertidur di ruang tamu dan setelah itu Regina hanya menghela nafas melihat tingkah laku suaminya sendiri,yang kadang suka membuatnya mikir kenapa ia bisa,menikah bayi besar seperti suaminya.
“Sayang,bangun nanti leher kamu sakit.”
Heri bangun dan melihat ke arah yang memanggilnya,Heri kaget saat melihat itu Ella,lalu Heri menjauh Regina bingung ada apa,emang mukanya seseram itu sampai suaminya takut akan dirinya.
“Kamu kenapa sih? Muka aku jelek banget,sampai kamu takut gitu?”
“Enggak sayang,bukan gitu.”
“Terus apa?”
__ADS_1
Heri mencoba untuk mengucek matanya,sembari melihat itu istrinya apa bukan,setelah meliha ternyata benaran istrinya Regina,bukan Ella.
“Aku kaget aja,tiba-tiba kamu bangunin.”
Heri melihat ke arah jam sontak kaget,melihat Regina yang pulang begitu cepat,biasanya hingga larut malam jam-jam dimana,Heri selalu khawatir kepada Regina.
“Kok tumben kamu hari ini pulangnya cepat,ada apa?”
“Iya,aku mau ketemu kamu lah sayang,emang enggak boleh?”
“Boleh,cuman kan biasa kamu larut pulangnya.”
Regina hanya diam dan memasak sembari meninggalkan Heri,Heri yang udah mengumpulkan stamina kembali kerja,Regina yang meliaht itu langsung mengambil kedua tangan Heri.
“Udah,jangan kerja lagi,aku enggak mau kamu kenapa-kenapa ngerti kan?”
“Hah? Emang aku kenapa? Aku kan emang biasa kayak gitu,emang aku sala?”
“Salah,aku enggak mau kamu kecapean.”
Heri yang mendengar handphonenya berdering,seketika mulutnya kebungkam karena handphonenya berdering dari mamanya,sembari menghela nafas Heri mengangkat telepon dari mamanya.
“Iya ma,kenapa?”
“Kamu lagi apa? Udah makan belum?”
“Udah ma,Regina selalu jaga aku dengan baik kok mama tenang aja ya ma.”
Mama marah besar akan Heri yang selalu membela wanita itu di depanya dan maupun di telepon,Heri bingung ada apa dengan mamanya,mengapa mamanya terkesan enggak suka sama istrinya sendiri.
“Mama,kenapa sih? Aku bingung,ada yang salah ya dari perkataan aku.”
“Kenapa,kamu belain istri kamu terus? Ada apa dengan istri kamu itu,sampai kamu belain terus,bingung mama sama kamu.”
Heri yang mendengar itu hanya bisa diam dan merasa,bahwa mamanya tidak jelas memarah tanpa sebab,terpaksa dengan berat hati Heri mengakhiri telepon tersebut.
“Sayang,kenapa kamu matiin telepon dari mama kamu? Bukannya kamu rindu mama kamu.”
“Hmm,aku emang rindu sama mama aku,tapi setiap kita teleponan kita selalu berantam,aku sendiri juga bingung ya kenapa,tapi yang jelas dia memang marah besar sih sama aku.”
“Maafin aku ya sayang.”
Heri menghampiri Regina dengan senyum,yang sangat tulus sembari menghelus kepala Regina dan sedikit mengecup kepala Regina.
“Kenapa kamu minta maaf? Kan kamu enggak ada salah?”
“Mama kamu kayaknya benci banget sama aku,karena aku tetap mau nikah sama mama kamu.”
__ADS_1
“Hmm,emang mama aku pernah janjiin apa ke kamu,biar kamu enggak nikah sama aku.”
Regina bingung ingin menjawab apa di salah satu sisi,hubungan Regina dengan mama heri aja udah enggak baik,kalau sampai Heri juga enggak baik dengan mamanya,Regina harus berbuat apa.