
“Ella.”Heri berteriak dari luar pagar rumah Ella.
Pengawal Ella datang dan membuka pagar rumah Ella,melihat ke arah Heri sontak kaget.
“Ada apa tuan Heri?” pengawal yang mendekat kepada Heri.
“Ella mana? Saya mau bicara sama dia.”
“Maaf pak,nona Ella tidak mau bertemu dengan siapapun,termasuk pak Heri,ini surat untuk pak Heri dari nona Ella,permisi pak.”pengawal yang sontak mengunci pagar rumah.
Heri merasa bingung dan ada yang tidak beres kepada Ella,tapi apa yang Ella tutupin mengapa ia terlihat tenang seperti biasanya dan aneh banget,ada apa sebenarnya.
Sampai pulang kerumah mama dan papa hanya diam,tidak seperti biasaya yang menyuruh Heri terus-terus mengejar Ella.
“Ma,pa tau enggak sih Ella kenapa?”
“Mulai sekarang kamu enggak usah,ketemu Ella lagi.”
“Loh? Kenapa? Ada apa? Bukanya biasa mama dan papa paling cepat ya,suruh aku ketemu dia.”
“Iya,setelah mama pikir-pikir kamu layak cari pasangan kamu sendiri,tanpa harus di paksa kamu paham kan maksud mama.”
Mama dan papa pergi dari hadapan Heri,tapi Heri merasa tidak puas serta bingung,ada apa dengan semua ini.
“El,tadi gua kerumah lu,kenapa lu enggak keluar ya?”Heri mencoba mengirim pesan kepada Ella.
Ella hanya diam dan mematikan telepon mencoba untuk tidur,karena tidak mau menganggu kehidupan Heri lagi.
Heri hanya diam dan mencoba untuk tidur,setelah membaca surat dari Ella yang berisi.
“Heri,mulai sekarang gua akan mundur untuk lu,perasaan gua sama lu udah hilang,semenjak gua sadar kalau kita emang enggak pernah di takdirkan bersama,maaf kalau gua suka ngejar-ngejar lu,gua harap kita jadi orang asing kejarlah cinta lu,gua enggak akan ganggu lu lagi.”
Regina dengan senang hati,mengetuk pintu kamar Sam,Sam sudah bangun lebih dulu.
“Re,ngapain?”
“Hmm,bangunin kamu kok udah bangun sih?”
“Oh aku udah bangun,maaf ya.”
Regina mendekap tangan Sam dengan erat,enggak lama mereka duduk di meja makan,setelah Regina selesai menyiapkan makanan.
“Tumben kamu masaknya banyak,ada apa? Kamu ada acara sayang.”Sam bertanya pada Regina,seraya bingung dengan perlakuanya,semenjak pulang dari pantai.
“Hmm enggak,ini buat kamu biar kamu bisa pilih aja.”
__ADS_1
“Sayang,ini terlalu banyak,aku bingung deh,ada apa sih sama kamu? Kamu baik-baik aja kan sayang?”
“Iya baik-baik aja kok,emang aku kenapa?”
Sam mengeleng kepala enggak lama makan,dan semua makananya enak Regina merasa senang saat Sam memakan semua makanan.
“Hmm,kamu kok enggak makan?”Sam bingung kenapa Regina enggak makan.
“Iya aku makan kok,aku senang aja liat kamu makan,enggak apa-apa kan?”
“Iya enggak apa-apa,emang kalau liat aku doang bisa kenyang sayang?”
Regina mengerutkan dahinya dan makan,setelah makan Sam menyuapin Regina,Regina terdiam melihat ke arah makanan enggak lama,ke Sam.
“Ini aku suapin,makasih ya udah masakin sebanyak ini,aku jadi malas makan di luar kalau ada kamu di rumah.”
Regina terdiam dan merasa malu saat Sam berkata demikian,enggak lama Regina makan.
“Enak kan?”Sam tersenyum ketika suapin Regina makan.
“Enak.”Regina menjawab perkataan Sam.
“Iya karena itu alasanya aku selalu senang,makan masakan kamu.”
“Sam,ada yang mau aku tanyain sama kamu.”
“Tanya apa sayang?”
“Kenapa kemarin kamu tinggalin aku sama Heri.”
Saat Sam ingin makan,mendadak makananya berhenti sontak melihat ke arah Regina dengan senyum.
“Kan kamu udah tau,alasanya apa kenapa kamu masih nanya sayang?”
“Hmm,kenapa kamu relain aku buat Heri? Emang kamu udah enggak sayang aku ya.”
Sam menghela nafas sembari jalan ke arah tempat duduk sebelah Regina,pegang kedua wajah Regina.
“Segi mana aku yang enggak sayang kamu?”
“Buktinya kamu iklas kasih aku ke Heri? Apalagi kalau kamu enggak sayang aku?”
“Enggak semua yang ada di kepala kamu,pikiranya kayak gitu sayang.”
Sam mencoba untuk menjelaskan kepada Regina,kadang Regina bingung ada apa dengan Sam.
__ADS_1
“Gini ya,aku sayang kamu jadi apapun yang kamu suka,pasti aku lakuin walau sesuatu itu enggak mungkin,contohnya kayak kamu sama Heri,walau aku enggak rela aku tetap lakuin karena liat kamu sengsara bukan aku banget.”
“Kenapa? Kamu mau lakuin itu semua.”
“Karena,kamu pantas mendapatkan apa yang kamu mau,tadinya aku pikir kalau kamu enggak mau sama Heri,aku bakal rebut kamu lagi eh enggak taunya kamu malah milih aku.”
Sontak Regina mengecup Sam,Sam diam aja tidak bisa berkata apa-apa enggak lama Regina melihat ke arah Sam.
“Awas aja! Kalau kamu berani ngelakuin hal bodoh lagi,aku enggak bakal maafin kamu paham kamu!”
“Eh? Kenapa gitu,kok kamu jahat sih sama aku.”
“Sadar,kamu juga jahat sama aku.”
Handphone Sam berdering dari Ella,Sam hanya diam dan menghela nafas kepada Ella,membuka pengeras suara.
“Apa Ella?”
“Sam,lu enggak perlu lagi ngelakuin pendekatan sama Regina,gua harap kita bisa segera nikah,gua udah iklas Heri sama Regina begitu juga dengan lu,berhenti main-main gua udah sayang sama lu sekarang!”
Regina yang mendengar itu merasa kesal dengan situasi ini dan Sam hanya diam di saat mau jawab,direbut oleh Regina.
“Gua mau berterimakasih sama lu Ella! Karena lu udah kasih Sam ke gua,gua harap lu yang pergi menjauh dari kehidupan gua,paham lu!”
Sam yang mendengar itu sontak kaget,melihat ke arah Regina dan Regina mematikan telepon tanpa bertanya dulu kepada Sam.
“Udah aku blok nomor dia,jangan cari dia lagi! Kalau mau cari dia,minta izin aku dulu!”
Saat Regina mau pergi Sam menahan tangan Regina,Regina hanya diam tidak melihat ke arah Sam.
“Kenapa setelah kamu udah dengar semuanya,kamu malah mau sama aku? Sebenarnya penjahat dari hubungan kamu sama Heri itu,aku bukan Heri? Kenapa?”Sam mencoba meyakinkan Regina,agar Regina lebih terbuka pandanganya.
“Pertanyaan aku sekarang,kamu cinta sama aku apa enggak!”
Sam diam tertegun tidak bisa berkata apa-apa melihat reaksi Regina yang tidak pernah ia lihat,sebelumnya.
“Sa-sayang..terus kenapa?”
“Bagus! Cuman jawaban itu yang mau aku dengar! Enggak pernah ada kata lain.”
“Tunggu! Re,dengar penjelasan aku dulu.”
“Aku udah tau dari awal kamu suruhan Ella dan aku ikutin semua permainan kalian,sampai aku mengorbankan perasaan aku dengan Heri,tapi setelah aku sadar aku jatuh ke dalam jebakan kalian sekarang aku jatuh cinta sama kamu Sam,aku enggak bakal rela sama siapapun yang rebut kamu dari aku,walau dia Ella sekalipun.”
Saat regina ingin masuk ke dalam kamar,Sam sontak mendekap Regina dari belakang dan mengecup kepala Regina.
__ADS_1