
Saat Regina jalan,sontak Regina teringat oleh bos,sedangkan yang ada di depan matanya bukan bos,melainkan Heri.
“Mau ngapain lu ke sini!”Regina yang seperti merasa acuh tak acuh melihat ke arah Heri,membuatnya muak untuk berbicara lama dengan mantan suaminya itu.”
“Kenapa kamu mau cerai? Sedangkan kamu masih sayang sama aku?”
“Dih! Mana ada mimpi ya? Gua udah ada pria lain yang lebih sayang dan menghargai gua! Bukan kayak keluarga lu yang selalu nuntut tanpa melihat apa,yang gua lakuin buat mereka.
Saat Regina ingin pergi di dekap Heri dari belakang,Regina mencoba untuk melawan tetapi tetap saja,perlawanan Regina sia-sia.
“Aku sayang kamu Re.” Heri yang berbicara tulus dari lubuk hatinya paling dalam,membuat Regina tidak luluh melainkan basi.
“Enggak usah bicara gitu! Lu sama keluarga lu sama aja,sama-sama enggak suka gua,kalau lu suka gua pasti lu ikut gua,bukan ikut keluarga lu!”
“Bukan enggak mau ikut lu! Gua aja di sekap di kamar gua,enggak boleh keluar? Gimana cara gua ketemu,lu sayang.”
Regina yang mendengar itu hanya diam dan tertegun baru saja,Regina ingin melemah kepada Heri,rasa lemah itu hilang serta membuat Regina menjauh.
“Udahlah,gua capek sama lu. Kita emang enggak bisa bersatu percuma mau di paksa kayak gimana? Kalau udah bukan jalannya sama aja lu,mempertahankan yang enggak pasti ngerti enggak.”
“Apaan sih! Gua bingung sama lu,gua itu udah tulus sama lu kenapa? Lu enggak percaya sama gua.”
“Karena dari awal udah sebuah kebohongan,sekarang lu minta gua percaya apa enggak salah ya dari perkataan lu,mikir dong wanita mana yang mau di bohongin terus-terusan?”
Regina mendorong Heri dengan kuat dan lari dari situ,saat ia lari Regina berada di dekapan orang,yang membuatnya memandang siapa orang itu.
“Bos..kok bos bisa di sini?”
“Hai sayang.”
Regina sontak mendekap bos dengan erat,sedangkan bos bingung,ada apa dengan Regina mengapa Regina terkesan seperti takut akan sesuatu dan apa yang membuat dirinya takut.
“Kamu kenapa sayang?”
“Enggak apa-apa bos,aku baik-baik aja,ada apa bos.”
“Hmm,bohong kalau ada apa-apa cerita,suami kamu nyamperin kamu lagi ya,eh maksudnya mantan suami.”
Regina menganggukan kepalanya,mereka berbicara di dekat kafe yang sering ia main bersama adik-adiknya. Bos mengenggam tangan Regina dengan erat,sembari melihat ke arah Regina.
“Re,kamu tenang aja,aku selalu di pihak kamu kok,kalau suami kamu macam-macam kasih tau aku aja,pasti akan aku basmi suami kamu itu.”
Regina yang mendengar itu sontak tersenyum,bahagia walau sebenarnya dirinya juga bingung harus berbuat apa.
“Makasih ya bos,enggak nyangka bos bisa balik ke sini,bos ada apa cari saya?”
“Hm..s-saya..ri.rindu sama kamu.”
Regina tersenyum semeringai mendengar itu,tanpa bos harus melanjutkan perkataanya,Regina sontak mendekap bos dengan erat.
“Makasih bos,bos masih marah enggak sama saya?”
__ADS_1
“Kamu maunya saya marah sama kamu? Bebas sih,kalau emang mau saya marahin kamu aja gimana?”
“Aaa jangan dong,saya aja rindu sama bos. Bos jangan marah lagi ya.”
“Tergantung.”
Regina sontak melihat ke arah bos,sembari memicingkan matanya bingung dengan perkataan bos.
“Kamu bandel apa enggak,kan tergantung benar enggak?”
“Ih,bos jahat banget sih,aku enggak bandel bos juga marah tau.”
“Hmm,mana ada ngaco.”
“Eh sayang maksudnya aa rindu banget.”
“Mau pulang enggak?”
Regina diam dan melihat ke arah bos kembali,sembari bingung dan bos merapikan anak rambut Regina.
“Mau ke rumah kita enggak sayang?”
“Masih mau main sama adik-adik aku,boleh kan?”
“Boleh,kenapa enggak.”
Regina merassa beruntung dirinya bertemu dengan bos sekaligus,pacar yang baik seperti bos.
“Kamu mau makan apa,makan dong jangan enggak makan.”
“Oh ya,makan apa ya aku itu udah ketemu kamu,jadi malas makan.”
Bos hanya tersenyum,tanpa berkata apa-apa kepada Regina,akhirnya Regina pesan makanan untuk dirinya dan juga bos.
“Ini makanan apa Re?”
“Coba aja bos,saya yakin bos suka kok.”
“Kalau saya enggak suka? Gimana?”
“Iyaudah buat saya aja bos,gampangkan.”
Bos hanya mengeleng kepala dan merasa wanita ini,selalu bisa membuatnya menahlukan hatinya,walau bagaimanapun Regina adalah cinta pertama dan terakhir untuk dirinya.
“Re.”
“Iya bos,ada apa?”
“Kamu pernah mimpi enggak,kalau kamu bakal jadi pasangan saya.”
Regina hanya tersenyum,sembari di tanya seperti itu kepada bos,bingung untuk menjawab akhirnya Regina berkata sesungguhnya kepada bos.
__ADS_1
“Iya jujur,saya senang bisa menjadi pasangan bos,tapi kalau bos gimana? Apalagi kan saya udah pernah nikah,pasti bos merasa menyesal ya harus suka sama saya?”
“Kok,kamu bicaranya gitu? Kenapa.”
“Iya,siapa juga yang mau sama bekas bos.”
“Hmm kamu itu bukan bekas,kamu kebetulan ketemu yang kayak gitu aja.”
Regina yang mendengar bos berkata demikian,membuatnya sedikit percaya diri dengan kepercayaan yang bos beri kepadanya.
“Makasih bos,selalu menilai saya dengan berbeda.”
“Hmm,emang kamu berbeda kok tanpa,kamu bicara begitu saya juga udah tau,kalau kamu berbeda sayang.”
Regina tersenyum,mendengar perkataan bos,selesai makan mereka keluar sembari pegangan tangan.
“Yah,bos udah mau pulang ya.”
“Iya sayang,masih ada kerjaan yang mau aku urus,kan aku udah beliin makanan,untuk keluarga kamu,aku harap keluarga kamu suka ya.”
“Pasti suka kok sayang,tenang aja makasih ya. Maaf aku selalu ngerepotin kamu.”
“Aku enggak,ngerasa kayak gitu kok malah aku senang,pengen deh makan keluarga sama keluarga kamu,tapi kayaknya keluarga kamu lebih sayang mantan suami kamu,dibanding aku.”
Regina merasa tidak enak kepada bos,setelah itu Regina mendekap kedua tangan bos sembari melihat ke arah bos.
“Enggak kok,keluarga aku biasa aja sama mantan suami aku,malah aku mau kenalin kamu ke keluarga aku sayang.”
Bos yang mendengar itu sontak bahagia dan mendekap Regina dengan erat,Regina yang melihat bos bahagia dirinya juga ikut bahagia,sedangkan Heri hanya diam tidak bisa berkata apa-apa.
“Kenapa si Re? Kamu harus memilih pria itu,dan enggak pilih aku? Emang kurangnya aku apa?”gumam heri
Heri sontak pergi dari hadapan Regina,sembari itu Regina dan juga bos pulang kerumah,sampai dirumah Regina. Regina tersenyum kepada bos.
“Udah sanah masuk ke dalam.”
“Enggak,mau liat kamu pergi dulu.”
“Hmm,kok gitu? Kenapa.”
“Enggak tau mau liat kamu pergi dulu aja.”
Bos merasa tidak tega kepada Regina,akhirnya bos mendekap Regina,setelah mendekap Regina akhirnya bos hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa.
“Udah sayang,masuk ke dalam angin malam enggak bagus tau.”
“Iyaudah ya ya kamu hati-hati ya.”
“Iya,malam bye.”
Bos sontak pergi dari hadapan Regina,Regina yang udah masuk ke dalam hanya melihat,dari jendela rumahnya dan tersenyum.
__ADS_1