Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
99.Semoga gak ada yang memisahkan kita


__ADS_3

"Kandungan kamu udah berapa bulan sayang?"


"Baru 3 bulan ma."


Mama dan papa kaget sekaligus bahagia,mengeluarkan air mata,Regina merasa tidak enak kepada orangtuanya,gak lama Regina mendekap kedua tangan orangtuanya.


"Mama sama papa kenapa nangis? Maaf ya aku salah bicara ya?"


"Gak sayang,mama dan papa gatau,harusnya di usia kandungan segitu,harus banyak berdua maaf ya kalau mama sama papa gak peka sama kamu."


Regina hanya tersenyum gak lama,mama dan papa mendekap tangan Regina dengan erat.


"Sayang,kalau gitu kita pulang aja ya."


"Tanggung ma besok mama udah pulang,besok aja ya sekalian temanin Regina ke dokter kandungan,mama dan papa maukan?"


Mama sama papa menganggukan kepala,Regina senang mendengarnya,gak lam Sam kerumah sakit persalinan,menanya lebih lanjut tentang ibu hamil.


Tok tok tok


"Dok."


"Masuk pak."


Masuk ke dalam ruangan sembari duduk,di depan dokter Sam bingung,kenapa dirinya berakhir di sini,tapi ia mau tau alasan yang jelas tentang istrinya,Regina.


"Ada apa pak? Istrinya mana?"


"Maaf dok,istri saya gak datang kebetulan saya sendiri."


"Iya mau nanya apa pak?"


"Jadi gini dok,istri saya udah masuk ke kandungan 3 bulan,tapi dia suka marah-marah,kenapa ya dok?"


Dokter hanya ketawa sembari melihatkan agenda,kandungan kepada Sam.


"Itu wajar pak,semua wanita akan mengalami itu,karena masih masa-masa sensitif dan bawaan sih bayi,jadi saya harap bapak maklum ya,kalau istri bapak seperti itu."


"Jadi itu wajar ya dok."


"Iya pak,wajar kalau bapak bingung,bapak boleh tanya saya lagi,kalau bisa sering-sering berdua pak,namanya mengandung butuh teman,mungkin sih ibu merasa sendiri jadi butuh teman."


Sam yang mendengar dari dokter,sontak hatinya bergerak dan merasa ada benarnya,gak lama Sam pulang,Regina sampai dirumah sakit bersama kedua orangtuanya.


"Re,kamu tunggu sini ya,mama ambil nomor antrian dulu,kamu gapapa kan? Kalau sendiri nak?"


"Iya ma,pa gapapa kok,biasanya juga sendiri kalau sama Sam."


Mama hanya tersenyum gak lama,papa merasa kasihan kepada Regina dan menemani Regina.


"Loh,papa gak temanin mama,nanti mama marah loh pa?"

__ADS_1


"Gapapa sayang,daripada kamu sendiri,papa gak tega tinggalin kamu."


"Makasih ya pa."


Regina tersenyum dalam dekapan papanya,Sam yang gak sengaja balik,sedih melihat ke arah Regina dan papanya,mungkin yang harusnya menjadi suami Regina bukan dirinya,melainkan Sam.


.


.


Regina masuk ke dalam ruangan kandungan di temanin kedua orangtuanya,orangtuanya senang mendengarnya gak lama mereka pegi ke mall untuk makan.


"Sayang,kamu jangan jauh-jauh ya nanti mama susah cari kamu."


"Iya ma,aku gak kemana-mana kok mama tenang aja."


Papa tetap jagain Regina,Regina terkekeh melihat tingkah papanya,papanya juga tersenyum melihat Regina.Papa mendekap tangan Regina.


"Sayang."


"Iya pa,ada apa?"


"Kalau seadainya,dia gak sayang kamu,kasih tau papa dan pulang kerumah ya sayang."


"Hmm,iya pa siap."


Papa hanya diam dan melihat ke arah mama.papa tersenyum melihat ke mama,Regina juga sontak tersenyum melihat tingkah papa serta mama.


"Iya gimana ya? papa begitu aja sama mama kamu,papa mah nurut aja sama kamu."


"Hmm,enak ya pa nurut sama mama?"


"Daripada mama kamu marah,benar gak kata papa?"


Regina tersenyum mendengarnya,gak lama papa terdiam dan mama kembali kehdapan mereka,mama memicingkan mata kepada mereka.


"Bicara apa? kok diam,pas mama ke sini? pasti ngomongin yan buruk-buruk ya."


"Enggak kok,mana mungkin papa sama Regina bicarain mama yang buruk,itu Regina nanya cara rawat anak gimana? iya kan sayang."


"Iya ma,soalnya kan dulu mama sama papa punya Regina,Regina penasaran aja jaga anak gimana?"


"Enggak usah di pikirinlah Re,masih lama nanti aja kalau udah punya,nanti kamu stress,anak kamu kasian kena juga benar gak?"


Regina tersenyum mendengar perkataan mama,gak lama akhirnya Regina makan dengan mama dan papanya,Sam yang melihat dari jauh merasa bahagia melihat mereka.


"Ma,pa habis ini mau kemana?"


"Terserah kamu sayang,kamu sendiri mau kemana?"


"Bingung,pulang aja kali ya,aku juga udah capek gak kuar di jalan."

__ADS_1


"Iyaudah kalau gitu,nanti papa ambilin kamu kursi roda ya,biar kamu ga banyak gerak."


Regina hanya tersneyum kadang di manja begini,meningatkan dirinya akan masih umur anak kecil,gak lama selesai makan akhirnya mereka pulang kerumah,sampai dirumah Sam tertidur di kamar,Regina melihat Sam dengan senyum sontak mandi.


Selesai mandi Regina menghampiri Sam dan mengecup pipi Sam,Sam terbangun menghirup harumnya aroma ini,seperti Regina saat melihat.


"Re,kenapa? ada yang mau di bantu gak?"


"A-aku mau minta maaf sama kamu,karena aku terlalu sensian,kamu mau kan? maafin aku."


"Iya sayang,mau kok tenang aja ya,aku gak bakal pernah bisa untuk benci apalagi marah sama kamu,kamu selama mengandung mangkin cantik ya."


"Masa sih? bukanya jelek ya? kan jadi gendut aku rasa,kamu muak kali sama aku,apalagi aku suka marah-marah mana ada suami yang betah,sama istri yang kayak gitu."


Sam tersenyum sembari menghelus kepala Regina.Regina terdiam dan di dekap oleh Sam dengan erat. Regina merasa nyaman serta hangat di dekap oleh Sam.


"Kamu bicara apa sih?mana pernah aku mikir gitu,aku aja senang sama kamu yang sekarang,udah cantik,lucu,imut gak tau kenapa gemes aja."


"Gemes kenapa?"


"Iya begitu,susah di jelaskan pokoknya aku gemes aja sama kamu,nanya lagi kenapa? gak ada alasan sayang,jabarin kamu itu gak perlu alasan karena selain kamu lucu,kamu juga imut jadi yah gak perlu di jelasin."


Regina yang mendengar kata Sam,hanya diam gak lama Sam melihat ke arah Regina.Regina diam sembari tersenyum.selain itu Regina bengong.


"Eh anak cantik,jangan bengong,mau di kasih hadiah ya."


"Hm? hadiah apa?"


Sam tiba-tiba mengecup Regina,tanpa salah Regina hanya diam,melihat ke arah Sam.Sam diam dan gak lama mereka tidur bersama.


"Udah tidur ayo."


"Malas tidur."


"Loh? kenapa sayang?"


"Gak ah."


Sam tersenyum dan mengecup kening Regina,gak lama akhirnya mereka tertidur. setelah tertidur mereka diam dan bermimpi indah.


.


.


"Re,mama sama papa pulang ya?"


"Iya ma,pa hati-hati ya makasih udah jagain Regina."


"Selalu sayang."


Kedua orangtuanya melihat ke arah Sam.Sam bingung ada apa sontak kedua orangtuanya menarik Sam,membisikan kepada Sam.

__ADS_1


__ADS_2