Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
11.Jantung tidak aman


__ADS_3

“Iyaudah,kalau gitu kamu boleh balik ke ruangan kamu dan satu lagi,jangan pernah menghindar dari saya,karena saya gak suka kalau ada yang menghindar dari saya termasuk kamu,ngerti!”


“Ngerti pak.”


Regina langsung keluar dengan terburu-buru,hampir aja kepleset Heri tambah senyum,sambil mengeleng kepala melihat tingkah Regina.


“Dasar ada-ada aja lucu juga ya dia,hmm gemes.” gumam Heri yang tidak tahan melihat sikap polos Regina yang terlalu membuatnya terhanyut.


.


.


“Kenapa Pak Heri gitu ya? Duh kan jantung gua gak aman,masa gua suka sama bos sendiri,walau gua udah di setujuin sih sama mama,ah enggak ah gamau,serem nanti gua di marahin tunanganya lagi.”gumam Regina yang hampir aja kepentok sama tembok.


.


.


“Regina.”


“Iya pak.”


“File yang kemarin saya suruh kamu kerjain,udah kamu kerjain?”


“Sudah pak,sudah saya kirim juga.”


“Ok,makasih oh ya,kamu mau pulang ya?”


“Iya pak,ada apa pak?”


Heri hanya diam dan langsung pergi dari ruangan Regina,Regina hanya diam juga seraya tidak peduli dengan jawaban Heri.


“Kakak.”


“Loh Selly,Tiara kalian kok tau kakak kerja di sini dan ngapain di sini?”


“Mau jemput kakak dong.”


“Duh,adik-adik kakak gemes banget sih,yaudah ayo karena kalian udah jemput,kakak beliin makanan apa aja yang kalian mau gimana?”


“Yey,asik kakak aku mau I-”


Heri yang melihat dari jauh membuatnya senang,melihat adik-adiknya dekat sama calon masa depan,Heri langsung masuk dan balik kerja.


.


.


“Enak gak,satenya?”

__ADS_1


“Enak kak,kakak suka beli ini ya?”


“Enggak sih,kakak baru pertama kali beli ini,dan kakak suka pas ada kalian.”


"Kakak baik banget sama kita."


"Iya dong harus kan kakak cari uang buat kalian dan buat keluarga kita juga, kalau kalau senang kan kakak juga senang."


"Maaf ya kak kalau kita selalu ngerepotin kakak, pasti kakak males banget kayak punya adik kayak kita."


Regina langsung memeluk kedua adiknya sambil tersenyum dan berkata kepada adiknya.


"kakak senang kok punya kalian, punya kalian itu udah kayak sumber kebahagiaan buat kakak. Jadi kalian jangan bikin macam-macam oke."


.


.


"Ma, kita pulang."


Mama langsung menghampiri anak-anaknya dan berkata kepada anak-anaknya.


"Kalian habis ke mana aja sih, Mama sampai takut kalian kenapa-kenapa dan kalian kan tahu kalau di luar sana tuh bahaya Kenapa sih, suka banget bikin mamanya khawatir, kamu juga Regina."


Regina hanya tersenyum terkekeh kepada mamanya sambil memeluk mamanya.


"Ma, kan aku udah dewasa aku mohon masih takut aja sih,kalau aku kenapa-kenapa lagian aku bisa kok jaga diri aku sendiri. Jadi kamu nggak usah takut ya."


.


.


"Kak."


"Iya sayang, ada apa?"


"Kakak bisa bantu aku bentar nggak, kebetulan aku ada tugas tapi aku nggak ngerti tugasnya kayak gimana dan aku mau minta kakak ajarin aku."


Regina, Ya sudah lama tidak belajar merasa dirinya tertantang. Ditantang oleh adiknya, langsung melihat tugas itu.


"Ini fisika ya dek."


"Iya aku kakak tahu padahal aku belum, kasih tahu kakak lho kalau ini pelajaran apa, tapi kayak kakak udah mahir banget nih dalam urusan ini, Kayaknya aku minta ke orang yang tepat."


Regina hanya tersenyum kepada adiknya, sambil menghalus kepala adiknya dan melihat soal yang ada di depan matanya.


"Ini kan Celcius, ada tahu rumusnya di buku coba ya kakak cari dulu."


.

__ADS_1


.


"Nah ini dia rumusnya nih, kamu pakai rumus ini aja udah pasti bener kok jawabannya dan kakak yakin, jawabannya pasti sama kayak di buku."


"Makasih ya kak, maaf aku udah ngerepotin kakak, padahal aku juga tahu kalau kakak lagi capek, ditambah besok kakak harus kerja lagi kan."


"Iya dong cari uang biar kalian tetap bahagia mempunyai kakak kayak kakak."


"Kita udah bahagia kok punya kakak kayak kakak, lagian mana ada kakak yang sebaik kakak."


"Bisa aja kamu bikin kakak senyum-senyum."


Handphone,Regina bunyi dari bosnya, Regina menjauh dulu dari adiknya dan mengangkat telepon dari bosnya.


"Halo pak Ada apa?"


"Kamu lagi di depan laptop nggak? Kalau dia dapat laptop saya mau suruh kamu ngerjain tugas, yang belum selesai dan harus kamu revisi hari ini, hujan kamu banyak yang salah lalu saya perbaiki sebagian, tapi masih ada yang kurang kalau bisa kamu dikerjain sekarang serta kumpulnya sekarang, karena materinya mau dipakai untuk besok, besok pagi tapi."


Regina hanya bisa pasrah kepada Heri, bos yang ganteng dan gila kerja.


"Baik pak, akan saya selesaikan hari ini dan kalau misalkan ada yang salah boleh dikasih tahu ke saya, biar saya perbaiki sekalian."


Heri hanya tersenyum mendengar perkataan Regina, Regina merasa bingung kepada Heri Kenapa senyum terkekeh seperti itu.


"Ada apa pak? saya ada yang bisa bicara ya sama bapak, sampai bapak ketawa gitu gara-gara saya bicara."


"Enggak ada kok! Ya udah kamu kerjain sekarang ya, soalnya saya butuh banget, kamu sih lagian kerja salah-salah gimana sih? bisa kerja nggak sih kamu, udah bilang kalau kamu keberatan tuh kamu nggak usah kerja di tempat saya."


"Enggak kok pak, enggak keberatan sama sekali ini malah mau saya kerjain pak dan saya usahakan tidak ada yang salah, maaf ya pak sekali lagi."


Heri yang mendengar itu harus senyum dan mematikan teleponnya dari Regina.


Regina bergegas mengerjakan tugas sebelum hari deadline.


"Akhirnya selesai juga, Udah jam berapa nih? sekarang malah ngantuk banget lagi."


Regina kaget melihat hp-nya karena sudah jam 03.00 pagi, setelah selesai mengirim akhirnya mendapat balasan dari Heri.


"Kerjaan kamu udah beres dan benar, jangan sampai ada kesalahan lagi kalau bisa ditingkatkan terus ya, kinerja kerja kamu itu bagus tapi kamu teledor aja."


"Baik pak, makasih atas, akan selalu saya ingat kok pak untuk saya ke depannya lebih baik lagi, sekali lagi makasih pak."


Heri langsung mengakhiri pesannya bersama Regina, Regina langsung ke tidur saat mendapat balasan dari Heri.


.


.


"kak bangun kak udah siang, emangnya kakak enggak kerja hari ini kak udah mau jam 08.00 loh, bukannya kakak masukin 09.00 pagi ya."

__ADS_1


Regina sontak langsung kaget dan langsung bersiap-siap untuk pergi kerja, melewati sarapan dan langsung mengantar Selly ke sekolah.


Regina merasa tidak enak walaupun dirinya hampir telat dan pas-pasan masuk ke kantor, langsung mengerjakan tugasnya tanpa berbasa-basi lagi.


__ADS_2