Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
100.Kenapa lagi ini


__ADS_3

"Kamu jangan sampai berani sama cucu mama dan papa ya,awas kamu! Mama dan papa gak akan tinggal diam!"


Sam bergetar karena takut,dengan ucapan mama dan papanya Regina,Regina bingung mereka sedang bicara apa,gak lama kedua orangtuanya mendorong Sam perlahan.


"Iyaudah Re,kalau gitu mama dan papa pergi ya."


"Iya ma,pa mau aku antar gak?"


"Gak usah sayang,kita bisa kok kamu tenang aja,kamu dirumah aja ya sayang,jangan pusingin kami,ok sayang."


Regina bingung kenapa sikap orangtuanya berubah,gak lama,setelah orangtuanya pergi,Sam menghela nafas Regina menepuk pundak Sam.


"Sayang,ada apa sih?" Regina penasaran dengan apa yang orangtuanya katakan."


"Em,,gak ada apa-apa kok,kalau gitu aku pergi ke kantor ya bye sayang."


Regina terdiam dan menurut dengan apa kata Sam,gak lama Regina sendirian dirumah,sembari berbicara dengan bibik,serta teh hangat.


"Makasih ya bik,udah buatin teh hangat."


"Iya ibu."


"Bik,aku bosan deh,enaknya kemana ya?"


"Loh,ibu kan lagi ngandung,emang enggak apa-apa kalau misalnya jalan-jalan?"


Regina tersenyum dengan perkataan bibik,gak lama akhirnya Regina diam dan melihat ke arah bibik,bibik bingung apa dirinya salah bicara.


"Bik,aku ini mengandung bukan apa-apa,jadi gak masalah juga bik."


Bibik tetap khawatir kepada keadaan Regina,sampai akhirnya Regina juga merasa gak enak kepada bibik dan menuruti apa kata bibik.


"Iyaudah bik,kalau aku gaboleh jalan aku gak akan jalan kok,tapi aku bosan dirumah?"


Regina mencoba telepon Sam,Sam di tengah rapat hanya diam dan mematikan handphonenya,Regina merasa kesal dengan suaminya sendiri seketika Regina rindu akan Heri yang selalu ada untuknya,tapi demi suami serta anaknya Regina tidak mau seperti itu.


Regina pergi ke kamar dengan muka murungnya,sampai di kamar ia bingung ingin melakukan apa,jadinya hanya olahrga ringan serta tidur-tiduran sambil nonton film kesukaanya.


.


.


"Sayang."Sam yang baru pulang kerja.


Saat Sam ingin mengecup pucuk kepala Regina,Regina mengelak tetap lanjut makan,Sam tau apa yang membuat Regina marah,sembari pegang kedua tangan Regina.


"Sayang,maaf tadi aku ada rapat penting,jadi aku gabisa jawab telepon kamu."


Regina tidak mendengarkan alias tidak perduli,gak lama Regina selesai makan sontak pergi dari hadapan Sam,yang ia anggap gak ada orangnya.

__ADS_1


"Sayang."


Bibik menghampiri bapak (Sam),Sam melihat dengan bingung,sembari bibik merasa gak enak dengan keduanya dan mungkin juga mereka berantam karena bibik.


"Maafin bibik ya pak."


"Kenapa minta maaf bik?"


"Tadi sore,Ibu mau pergi tapi bibik larang,karena lagi ngandung takutnya kondisi ibu lemah,mungkin ibu cari bapak untuk bisa jalan,kalau jalan sama bapak bibik lebih tenang,kalau jalannya sama bibik. bibik yang gak tenang karena bibik gabisa jaga ibu."


Sam sontak menghela nafas dan mengerti kenapa Regina semarah itu,gak lama Sam mengetuk pintu kamar,Regina hanya diam tanpa berkata apa-apa.


"Sayang,aku udah dengar semua dari bibik,maaf ya kamu marah sama aku apa sama bibik?"


Regina tetap diam dan main handphone,sontak Sam melihat ke arah Regina pegang kedua wajah istrinya,istrinya melihat ke arah suaminya.


"Iyaudah,besok aku jalan sama kamu seharian ya,aku gak ada rapat besok,tenang aja ok."


Regina tidak perduli dengan semuanya membuka tv serta menonton,tanpa memperdulikan Sam.Sam yang melihat itu sontak mandi serta menunggu Regina lebih baikan dari sebelumnya.


"Sayang,main ayo."


Regina tidur dan tidak perduli dengan perkataan Sam,Sam tetap mendekap Regina dalam tidur walau Regina,masih marah kepada satu rumah itu.


Kebesokan paginya Regina bangun dan melihat dirinya dalam dekapan suaminya,Regina enggak perduli sedangkan lengan Sam,sudah keram tidak bisa digerakan.


.


.


"Makasih udah hibur aku,walau aku masih marah sama kamu,siapa suruh jadi suami ngeselin."


Sam yang mendengar itu sontak senyum dan mendekap Regina dengan erat.Regina hanya tersenyum sembari membalas dekapan Sam.


"Udah Sam bangun,mandi mana janjinya aku tagih."


Mereka berdua sama-sama duduk dengan lengan yang masih kaku,Regina memijitĀ  dengan pelan agar tangan kakunya cepat teratasi.


"Kamu khawatir sama aku?"


"Hmm,kan walau bagaimanapun kamu suami aku,kan lucu kalau aku gak perhatian sama kamu."


"Maaf ya,aku selalu bikin kamu kecewa sama aku,tapi kamu tetap sayang sama aku."


Regina hanya diam dan tetap tersenyum,sontak Sam merasa kalau Regina adalah anugerah terbaik dalam hidupnya yang tidak boleh ia tolak.


"Iyaudah,tanganya udah benar kan?"


"Hmm,kayaknya kenapa sayang?"

__ADS_1


"Udah sanah mandi,bosan."


Sam ketawa mendengar perkataan Regina,sontak Sam mengecup Regina.Regina hanya memicingkan matanya kepada Sam,Sam bergegas mandi Regina hanya tersenyum.


.


.


"Hmm,kamu siapin baju aku Re?"


"Iya,kenapa emangnya? kamu gak suka?"


"Suka,kata siapa gak suka? lucu aja kamu sediain,makasih ya sayang."


Setelah Sam memakai baju pilihan istrinya,istrinya terlihat senang dan Sam juga senang kalau liat istrirnya senang,sembari pegang kedua wajah Regina.


"Re."


"Hmm."


"Kamu mau kemana?"


"Enggak tau,aku mau ke tempat di mana aku gak pernah pergi,ke gunung ayo."


Sam yang mendengar itu sontak ketawa merasa gak yakin dengan perkataan isitrnya,saat istrinya hanya diam ketawa itu menjadi serius.


"Kamu seriusan mau ke gunung?"


"Iya."


"Pantas bajunya kayak gini."


"Kenapa? gak suka? ganti aja,repot banget sama baju dari tadi."


Sam bingung harus gimana, cara hadapin wanita yang sedang mengandung anaknya,gak lama akhirnya Sam menuruti apa mau istrinya.


"Iyaudah kalau gitu ayo jalan."


Perjalanan pun di lakukan,Regina merasa puas dengan pemandangan tersebut,gak lama Sam bingung dengan Regina,handphonenya berdering tapi Sam gak mau angkat.


"Enggak di angkat teleponya?"


"Gak."


"Kenapa?"


"Iya,malas aja kan aku udah janji sama kamu,mau berdua hari ini jadi buat apa juga di angkat,yang ada kamu marah nanti kalau aku angkat,benar enggak? jadi cowo harus bisa pegang omongan biar di sayang istri,kalau gabisa ya siap-siap di benci istri."


Regina terdiam melihat sikap romantis yang di miliki suaminya,kepadanya gak lama Regina tidur di pundak Sam,Sam diam sembari sampai di pegunungan,Sam bingung apa yang mau di lakukan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2