Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
83.Perpisahan lebih baik


__ADS_3

“Bye sayang.”


Regina keluar dari mobil Sam,sembari masuk kerumah dan kopernya di bawa oleh supir,selesai semuanya Sam pergi ke kantor.


“Pagi pak Sam.”


Semua orang menyapa Sam,Sam yang enggak keliatan bahagia hanya diam,sembari rapat di mulai.selesai rapat Regina mengirim makanan untuk Sam.


“Sayang makananya di makan ya,aku enggak bisa ketemu kamu,karena ada urusan tapi aku janji akan selesain urusannya dengan cepat.”


Sam hanya menghela nafas sembari menaruh surat dari Regina,di bingkai foto Regina dengan dirinya,sembari makan masakan Regina.


“Kangen banget sama kamu Re,maafin aku yang kayak anak kecil ya Re,selalu kangen kamu dan enggak pernah mau lepas dari kamu.”


Sam sembari makan dan enggak lama ikut rapat,mengunakan laptop. Enggak lama ada telepon dari Regina,sam mengangkat telepon Regina,seketika Sam keluar dari rapat.


“Halo sayang,kamu lagi apa.”


Sam menanggis di depan Regina,Regina bingung ada apa.apa dirinya salah bicara sampai Sam menanggis seperti itu.


“Sayang,Sam kamu kenapa?”


“Aku kangen sama kamu,sampai aku bingung harus berbuat apa sayang.”


“Astaga,aku kira kamu kenapa sayang?”


“Hmm,kamu enggak kangen aku emangnya?”


Regina tersenyum terkekeh enggak lama,Regina diam dan Sam bingung apa teleponya di matiin ya,Regina mengajak video call.


“Hi sayang.”


“H-hi kenapa kamu mangkin cantik?”


“Hmm?kapan sih aku pernah jelek di mata kamu?”


“Enggak pernah dan enggak akan pernah.”


Regina tersenyum kembali sembari melihat muka Sam,Sam yang di tatap seperti itu dengan Regina,merasa tersipu malu.


“Re,kenapa kamu liat aku kayak gitu?”


“Emang kenapa? Enggak boleh?”


“Boleh aja sih,cuman aku jadi bingung mau bicara apa?”


“Bentar ya.”


Sam tersenyum,enggak lama handphone Regina di ambil oleh kedua adiknya,Sam tersenyum melihat kedua adik Regina.


“Hai adik-adik manis,kak Regina ke mana?”


“Kakak suami kakak kita.”

__ADS_1


Sam terdiam mendengar perkataan mereka,sembari tersipu malu dan mengangguk kepada adik-adiknya Regina.


“Iyaudah kak,jangain kakak kita ya,awas aja di bikin nangis.”


“Siap adik-adik imut.”


Regina balik ke teleponya,enggak lama adik-adiknya ketawa dan Sam merasa habis disidang oleh adik-adiknya.


“Sayang,maaf ya adik-adik aku apain kamu?”


“Enggak kok,mereka lucu-lucu dan juga manis-manis.”


“Hmm? Kamu beneran kan? Enggak lagi bohong.”


“Enggak sayang? Mana bisa aku bohong sama kamu,emang aku mampu untuk bohong sama wanita seimut kamu.”


Regina tersipu malu mendengar itu,enggak lama Sam melihat ke muka Regina,Regina juga melihat ke arah Sam.


“Kamu jangan bicara gitu dong Sam.”


“Eh? Emang kenapa sayang? Aku salah bicara ya? Maafin aku sayang.”


“Enggak,aku jadi kangen kamu sekarang kalau bisa ke sana aku mau otewe ke sana.”


Sam yang mendengar itu sontak menelan sulivanya enggak lama,Sam mengakhiri telepon tersebut Regina bingung ada apa.


“Imut banget! Enggak bisa-enggak bisa harus tahan Sam,udah ah tidur.”


Sam memilih untuk tidur,enggak lama tetap membuka mata dan tidak bisa tidur bagi Sam,susah untuk tidur harus melupakan wajah imut Regina.


.


.


“Kak,kenapa?”


“Hmm,adik kemarin kalian bicara apa ke kak Sam?”


Kedua adiknya tertawa terkekeh,Regina mangkin bingung apa yang di lakukan adik-adiknya,enggak lama Regina mengantar adik-adiknya. Sampai di kantor Sam.


“Duh kenapa sih,saya udah bilang nanti rapatnya.”


Saat melihat ke arah yang datang Sam sontak kaget enggak nyangka,malah tadi udah marah-marah enggak lama Regina melihat ke arah Sam penuh emosi.


“Iyaudah,kalau emang enggak mau ketemu aku,aku pulang bye.”


Sam sontak lari dan menjadi anak kecil di depan Regina,mendekap Regina dari belakang sembari mengecup belakang kepala Regina.


“Sayang,kangen urusan kamu udah selesai?”


“Belum.”


Sam sontak cemberut mendengar perkataan Regina,Regina tersenyum kecil sembari merapikan rambut Sam.

__ADS_1


“Sayang,aku khawatir sama kamu,kamu kemarin kenapa?”


“Hmm,aku enggak apa-apa kok emang aku kenapa?”


“Masa? Kalau enggaka apa-apa kenapa matiin telepon tiba-tiba,terus enggak kasih tau dulu.”


Sam tersipu malu saat di ingatin kejadian kemarin,enggak lama Regina terus mengoda Sam untuk berkata hal yang kemarin.


Sam pegang kedua pundak Regina,sembari tidak berani melihat ke arah Regina,sekertaris Sam masuk sontak menutup pintu,melihat bosnya bersama si istri.


“Eh? Aku ganggu kamu kerja ya? Maaf ya sayang aku enggak ada maksud,yaudah kalau kamu enggak mau kasih tau.”


“A-aku.”


“Kamu kenapa?”


“Aku kangen sama kamu,sampai aku enggak tahan ngelihat wajah imut kamu,maaf kemarin aku matiin karena takut enggak tersalurkan perasaanya kalau terlalu ber-”


Regina sontak mengecup Sam,Sam juga membalas kecupan tersebut,enggak lama mereka saling bertatapan.


“Aku juga kangen kamu kok,cuman masalah di keluarga aku bentar lagi selesai,tunggu aku ya jangan genit sama cewe lain! Awas aja mau Ella mau Heri! Enggak boleh!”


“Sayang Heri kan cowo,masa aku sama cowo.”


“Dia juga genit sama kamu,aku enggak mau dia sampai nodain kamu,yang boleh nodain kamu hanya aku seorang.”


Sam melanjutkan kecupan tersebut,enggak lama sekertarisnya mengetuk pintu ruangan bos,tanpa masuk Regina hanya tersenyum,sembari Sam pegang wajah Regina.


“Iyaudah,rapat dulu sanah.”


“Hmm,enggak tau orang masih kangen apa ya?”


“Eh? Kamu itu gimana sih?”


“Iyaudah kamu tunggu sini ya.”


Regina hanya menganggukan kepala,Sam terlihat sangat bersemangat ketika ada Regina di kantor,enggak lama Regina melihat.


“Heri!”


Heri sontak kaget melihat ada Regina,enggak lama mereka berbincang di kantor Sam,sembari Regina melipat kedua tanganya dengan duduk angun nan tegas.


“Lu ngapain ke sini Her? Enggak capek ganggu hubungan gua sama Sam?”


“Tunggu,jangan salah paham gua bukan buat ganggu hubungan kalian kok?”


Regina memicingkan mata dan masih enggak percaya dengan Heri,sampai Heri tersenyum kepada Regina.


“Soal perasaan gua ke lu,gua udah iklas Re,liat lu bahagia udah cukup buat gua.”


Regina menghela nafas,enggak lama Heri jalan ke arah Regina dengan senyum dan santai,Regina melihat ke arah Heri.


“Boleh gua peluk lu,untuk terakhir kalinya,gua mau benar-benar iklasin lu,Regina walau lu sempat jadi bagian hidup gua,tapi gua enggak pernah lupa cinta sejati gua itu lu.”

__ADS_1


“Hmm,lu bicara apa sih nanti kalau kedengaran sama pasangan kita gimana?”


Heri mendekap Regina dengan erat,Regina hanya tersenyum melihat Heri,enggak lama Heri melihat ke arah Regina yang penuh kebahagiaan.


__ADS_2