
“Regina!”
Regina tersenyum mendengar suara itu,ternyata itu bos dan bukan Heri yang merupakan mantan suaminya.
“Kenapa sayang? Kamu enggak jadi ke kantor.”Regina bingung ada apa dengan bos.
“Kamu ngusir aku sekarang?”
Regina tersenyum dengan terkekeh sembari,membalik badanya melihat bos kesayanganya.
“Aku bukan ngusir,aku kasihan sama orang-orang penting yang cari kamu,mereka itu lebih kangen sama kamu.”
“Eh? Kamu enggak.”
Regina membisikan di kuping bos,sembari bos diam.bingung tidak bisa berbuat apa-apa.
“Kalau kamu udah jadi milik aku,enggak ada yang bisa ngambil kamu dari aku.”
Bos sontak tersenyum mendengar perkataan Regina,enggak lama Regina merapikan baju bos dan bos menghela nafas harus pergi dari hadapan Regina.
“Bye sayang,sampai jumpa nanti.”
“Iya bye,hati-hati ya. Aku temanin deh sampai masuk mobil,biar kamu enggak kabur lagi kasihan loh pak supir tungguin kamu.”
Pak supir hanya tersenyum sedangkan bos hanya diam tidak bisa berkata apa-apa,setelah beneran pergi handphone Regina,berdering dari adik-adiknya.
“Halo adik,ada apa?”
“Kakak lagi apa?”
“Lag dirumah sayang? Ada urusan apa ini,cari kakak.”
“Enggak,kita kangen aja sama kakak.”
Regina tersenyum dan sontak berjalan ke arah sanah,setelah sampai dirumah adik-adiknya mendekap Regina dengane erat.
“Kakak,apa kabar?”
“Baik adik-adik kakak yang cantik,kalian sendiri apa kabar?”
“Baik kak.”
“Kalian,ada apa panggil kakak ke sini.”
Selly dan Tiara sontak tersenyum licik,selesai senyum licik akhirnya mereka hanya diam tanpa berbicara apa-apa.
“Ada apa sih adik-adik kak-”
Regina ditutup matanya,setelah itu Regina di pertemukan dengan orang yang mungkin,akan membuatnya bingung siapa orang ini.
“Ta-da kejutan kak!”
Regina membuka matanya saat melihat ternyata orang itu Heri,adik-adiknya mendorong kakaknya agar di peluk oleh Heri.
__ADS_1
“Heri,ngapain lu ke sini?”
“Hmm,gua sendiri juga enggak tau Re.”Heri membisik kepada Regina begitu juga dengan Regina.
“Hmm terus gimana dong?”
“Emang orangtua lu belum tau,kalau kita udah cerai?”
Regina mengeleng kepala,Heri hanya bisa diam dan tidak berkata apa-apa,enggak lama handphone Heri berdering dari Ella.
“Duh,mampus Ella lagi.”
“Iyaudah jawab aja nanti gua alihin mereka.”
“Makasih ya Re,maaf menganggu lu.”
“Enggak apa-apa santai aja gua ngerti kok.”
Heri tersenyum kepada Regina,ternyata Regina masih menjadi wanita baik,setelah semua yang mamanya lakukan kepadanya.
“Oke kalau gitu.”
Pergi dari hadapan Regina,Heri menjawab telepon Ella dengan ketus,enggak lama Ella sudah marah-marah kepada Heri.
“Sayang! Kamu sengaja ya angkatnya lama-lama,kamu sama Regina kan!”
“Iya! Kenapa emang! Enggak suka!”
Heri sontak mematikan telepon dan pegang jidatnya,Regina yang dari jauh melihat itu sembari pegang lengan Heri,Heri melihat orang yang pegang lengannya.
“Enggak,biasalah Ella lu tau kan,dia gimana orangnya.”
Regina hanya diam sembari menghelus pundak belakang Heri,Heri yang melihat itu diam enggak lama senyum.
“Sabar ya Her,dia itu sayang sama lu dan dia takut kalau kita balik lagi.”
“Iya,gua tau kok tapi cara dia berlebihan kadang,sampai buat semua orang gempar,sama sikap dia pribadi.”
“Iya mau gimana,kan lu tau dia gimana orangnya ketika Ella mau sesuatu pasti,akan dia dapatin enggak perduli cara bersih apa kotor.”
Heri tersenyum dengan terkekeh mendengar perkataan Regina,begitu juga dengan Regina.kedua orangtua terutama papa merasa mereka cocok,tapi kenapa mereka mengakhiri hubungan mereka.
“Her.”
“Iya pa.”
“Ada yang mau papa bicarain sama kamu.”
Heri tampak bingung apa yang ingin papa Regina bicarakan,dan apa papa Regina tau semuanya.
“Re,papa kamu kenapa sama Heri?”
“Enggak tau ma.”
__ADS_1
Selesai keluar dari hadapan mama dan juga Regina,papa dan Heri duduk di taman belakang,sembari itu duduk santai papa melihat Heri.
“Heri.”
“Iya pa.”
Heri merasa takut ketika papanya memanggil namanya,biasanya papanya hanya memanggil dirinya nak atau sebagainya.
“Kamu jujur sama papa ya.”
Heri menganggukan kepala sembari melihat papa dengan tatapan serius,serta bingung ada apa.
“Kamu sayang Regina?”
Heri yang mendengar itu merasa di tusuk oleh pisau belati yang menancap di dalam,tidak dapat di keluarkan kembali.
“Iya pa,tapi semua itu udah masa lalu,aku rasa Regina udah dapat pria yang lebih baik dari aku,aku rasa udah enggak ada kesempatan untuk aku pertahankan.”
“Kamu rela kalau dia sama oranglain.”
“Rela pa.”
Heri mengucap “rela” belum tentu sepenuhnya ia “rela” melainkan,ia merasa tidak ada pilihan antara hubungan ini.
“Papa harap,kamu enggak menyesali pilihan kamu Her,papa tau kamu orang baik,tapi kalau udah berkata lain,harus gimana lagi? Salah satu cara adalah berhasil,di tangan sendiri.”
Heri tidak bisa menahan nangisnya lagi,sampai akhirnya ia menanggis di pelukan papa Regina.
“Heri minta maaf pa,enggak bisa jaga Regina,seperti janji Heri kepada papa dan mama.”
“Ini bukan salah kamu kok,papa tau bagaimana sikap mama kamu terhadap Regina,Regina udah cerita semuanya papa harap,keputusan kamu udah bijak ya dan kamu jangan sesali lagi,jalaninlah hidup kamu dengan baik,papa masih anggap kamu anak papa walau kamu udah enggak ada hubungan lagi sama Regina.”
Regina yang melihat dari jendela rumah hanya tersenyum,melihat kebaikan papa kepada Heri,walau keluarga Heri sudah jahat kepada Regina,papa tetap memberi kesempatan kepada Heri.
Selesai mengeluh kesah,mereka masuk ke dalam rumah,Regina mendekati Heri.Heri hanya diam dan tidak ingin bercerita apapun kepada Regina.
“Walau lu enggak kasih tau gua,gua udah tau kok Her,lu pria yang hebat.”
Regina mengecup kening Heri,Heri yang dikecup seperti itu mengeluarkan air mata dan mendekap Regina dengan erat.
“Makasih ya Re,gua selalu berterima kasih pernah di kasih kesempatan,memiliki lu. Gua paham enggak semua cinta harus kita miliki,dengan sempat memiliki lu aja udah berarti buat gua,walau sekarang di hati lu,bukan gua lagi.”
“Iya,semua udah berlalu tapi gua harap kita bisa tetap dekat sebagai,sahabat.”
Heri hanya tersenyum,papa yang melihat itu senang,enggak terasa mereka udah dewasa,sampai akhirnya mereka bisa menentukan pilihan mereka sendiri.
“Re,kalau gitu gua pulang ya.”
“Hmm,oke kalau gitu.”
“Mau ke kafe situ gak.”sembari Heri menunjuk ke arah kafe.
“Ayo.”
__ADS_1
Heri dan Regina jalan,hampir saja Regina di serempet motor,Heri sontak menarik Regina dalam pelukannya.