
“Iyaampun kamu itu ya masak mie instan aja enggak bisa,gimana kamu mau jadi suami,udah kamu duduk aja biar aku yang masak.”
Regina langsung mengambil alih begitu saja,tanpa memberi Heri kesempatan untuk memasak di dapurnya sendiri,Heri diam dan tertegun tidak bisa berkata apa-apa.
“Tapi ka-”
“Udah enggak ada tapi-tapi,biar aku aja kamu duduk aja,nonton lah apa lah,apa yang bisa kamu kerjain aja ya,enggak lama kok bentar.”
Heri mengalah kepada Regina,walau bagaimanapun Heri juga udah merasa kalau Regina,istri yang cocok walau hanya pura-pura.
“Nah,ini udah selesai ayo makan.”kata Regina yang mengajak Heri untuk makan bersamannya.
Heri bergegas pergi dari sofa ke meja makan,sambil melihat makanan dengan mata berbinar.
“Kamu kenapa? Enggak pernah makan mie instan,senang banget kayaknya ini cuman mie kok,bukan yang lebih gimana gitu.”
“Yah aku senang aja.”
“Senang kenapa?”
“Ada yang buatin,biasa dirumah pembantu aku yang buat.”
“Dih,enggak bersyukur sama aja,intinya kan di masakin,udah makan.”
Regina mengajarkan banyak hal kepada Heri,Heri merasa bersyukur bahwa cinta pertamanya ialah Regina,bukan oranglain.
“Oh ya Regina.”
“Iya.”
Regina tersenyum melihat noda yang ada di tepi bibir manis pria tersebut,langsung mengusap pake tisu.
“Iya,tadi kamu mau bicara apa?”
Heri tiba-tiba memerah bagaikan tomat yang baru di rebus,Heri langsung membuang muka dari padanagan Regina,Regina bingung dan tetap lanjut makan.
.
.
“Sini aku bantuin cuci piring.”kata Heri yang ingin membantu Regina,karena Regina sudah memasakan untuknya.
“Enggak usah dan lagian,emang kamu bisa kalau nanti enggak bisa gimana? Aku juga kan yang kerja bukan kamu.”
Heri merasa enggak guna untuk Regina,Heri langsung pergi menunggu Regina,sampai ketiduran.
.
.
“Kasian sampai capek.”
Regina langsung mengambil selimut di ruangan kerja Heri,setelah memakaikan selimut Heri langsung mendekap Regina dan menginggau.
“Regina.”
“Hmm.”
__ADS_1
“Aku senang,ada kamu di sisi aku.”
Regina yang mendengar itu juga ikut bahagia dan tersenyum dengan lebar,sambil tidak sadar mengecup pipi Heri lalu pulang kerumahnya.
.
.
“Ma,aku pulang.”
Regina bingung tiba-tiba ada orangtua Heri yang datang kerumahnya,langsug menampar Regina tanpa mendengar penjelasan Regina.
“Kamu jauhi anak saya! Heri,saya enggak mau liat muka kamu lagi! Asal kamu tau,kalau kamu menikah dengan anak saya,saya tidak akan hadir.”
Heri yang tidak tau menau hanya diam,selang dua minggu dia tidak mendengar kabar dari Regina.
Suatu ketika Heri sampai dirumah Regina,Regina yang keluar dari pintu rumahnya mencueki Heri.
“Re,aku ada salah apa?”
Selly langsung mendorong Heri untuk menjauh dari kakaknya,sedangkan Regina hanya diam dan tetap fokus mengantar Selly ke sekolah.
.
.
“Kak.”
“Iya sayang,ada apa?”
“Kalau bos kakak masih ganggu kakak,kasih tau Selly,pasti akan selly pukul biar kakak enggak sedih lagi.”
.
.
“Regina!” suara dari ujung sanah yang terus,menghantui Regina.
Regina tidak tahan dan langsung menarik tangan pria itu,ke arah yang sepi sambil melihat dengan pandangan empat mata yang dalam tidak biasanya.
“Kenapa? Kamu mau ngusik keluarga aku lagi! Aku tau,aku emang bukan orang kaya dan aku emang enggak pantes! Jadi kamu jangan ganggu aku lagi bye.”
“Kenapa? Kok tiba-tiba ini ada hubungan sama mama aku? Atau papa aku? Yang ganggu kehidupan kamu.”
Regina hanya diam sambil pergi dari hadapan Heri,Heri tidak terima dan langsung mengendong Regina masuk ke dalam mobilnya,sampai di Taman tempat kesukaan Heri.
“Kamu enggak mau keluar? Pemandangan di luar bagus loh.”kata Heri yang mencoba membujuk Regina untuk cerita.
“Ada apa sih? Langsung aja?”jawab Regina dengan nada malas untuk bertemu dengan Heri.
“Aku enggak tau kamu kenapa,tapi aku minta tolong,jelasin! Ada apa sebenarnya.”
Regina mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,sampai Heri memberhentikan Regina di apartemenya,lalu ia pergi lagi kerumah orangtuanya.
“Ma!”teriak suara Heri yang dari luar untuk memanggil mamanya.
Papanya yang mendengar langsung menojok Heri,tanpa memberi Heri penjelasan lebih dalam dan lanjut.
__ADS_1
“Kamu kurang ajar ya! Udah kamu yang angkat kaki dari rumah ini,sekarang kamu teriak-teriak kamu kira! Tetangga enggak akan dengan suara kamu yang lantam itu!”
Heri tidak peduli dan tetap ingin bertemu dengan mamanya,walau papanya sudah bersikeras untuk melarangnya bertemu dengan papanya.
“Apa Heri.”ucap mama yang akhirnya keluar juga,ditunggu Heri.
“Makasud mama jahat sama Regina apa? Dia itu calon aku? Kenapa mama jahat sama dia.”
“Maksud kamu apa? Mama hanya melakuakn terbaik gara-gara perempuan gak jelas itu kamu tinggalin Ella,wanita yang lebih pantas untuk kamu.”
Heri merasa kesal karena dirinya tidak di dengar baik-baik oleh kedua orangtuanya,sampai akhirnya dirinya merasa harus menikah tanpa kedua orangtuanya.
.
.
Tok tok tok
Bunyi pintu dari arah luar yang membuat,Regina bergegas keluar dari apartemen,segera membuka pintu.
“Heri!” suara riang yang keluar dari Regina.
Heri langsung tidur dalam dekapan pelukan Regina,Regina yang tau hanya diam dan mendekap Heri dengan erat.
.
.
“Ini teh hangatnya.”
“Makasih ya Regina,aku enggak ngerti lagi,kalau enggak ada kamu.”
“Bicara apa sih? Jadi gimana? Mau lanjut enggak?”
“Apanya yang lanjut.”
Berserakan buku-buku tentang pernikahan,Heri yang melihat itu hanya tersenyum dan langsung memulai untuk belajar lagi dengan semangat.
Sampai akhirnya Regina yang paling semangat tidur duluan,tidak lama akhirnya disusul oleh Heri untuk tidur.
.
.
“Pagi Regina.”kata Heri yang sedang memasak sarapan sederhana untuk Regina.
“Hmm,aku di apartemen kamu ya?”
“Iya,kenapa sih kamu panik kayak gitu biasa aja kali,kan aku suami kamu.”
Regina terbagun dari mimpinya dan merasa mimpi yang tidak nyata,kenyataanya Heri sedang tidur di sebelah kanannya.
Regina pegang kedua wajah Heri dan menghelus kedua wajah Heri,yang membuat Heri tersadar dari tidurnya.
“Kenapa? Aku ganteng ya? udah tau kok emang banyak yang bilang gitu,tapi aku tetap milihnya kamu.”tanya Heri yang setengah sadar,kepada Regina.
Regina yang tau hanya mengeleng kepala dan tersenyum melihat tingkah lucu Heri yang kadang membuatnya akan rindu,kalau Heri sudah menemukan istri yang sebenarnya.
__ADS_1
Regina bangun dari dekapan pelukan Heri,langsung membuat sarapan dan pulang kerumahnya,sampai dirumahnya kedua orangtua Regina melihat Regina dengan tatapan tidak santai lalu membuat Regina merasa tidak nyaman.