
Makassar, Maret 2019
Pesawat udara yang dinaiki Surya dengan rute penerbangan Yogyakarta - Makassar membutuhkan jarak tempuh selama dua jam.
Kini Surya landing di Bandara Internasional Sultan Hasanudin kurang lebih jam 19.00 WITA (Waktu Indonesia Tengah). Begitu telah landing, Surya langsung mengaktifkan telepon selulernya, dia langsung menelpon Bulan.
Bulan
Calling
"Halo Bulan...." sapa Surya kepada Bulan ketika panggilan selulernya telah tersambung.
"Iya, Surya. Kamu sudah tiba di Makassar?" tanya Bulan yang langsung menanyakan apakah Surya sudah tiba di Makassar.
__ADS_1
Surya menghempaskan dirinya ke tempat tidur yang berada di tempat kostnya. "Aku sudah sampai Bulan ... baru saja tiba di kost. Kamu baru ngapain di sana?" tanya Surya kepada Bulan.
"Aku sedang mempersiapkan bahan ajar untuk mengajar anak-anak besok. Sudah mulai Sekolah Dari Rumah, tetapi gurunya tetap masuk ke sekolah buat ngajar." jawab Bulan.
"Semangat mengajarnya ya Bulan, walau pembelajaran tidak tatap muka, kamu tetap harus semangat." ucapnya memberi motivasi untuk Bulan yang kini menjadi pacar selulernya.
Di seberang sana, Bulan pun tersenyum. "Iya makasih ya Surya. Kamu sendiri gimana, apa besok akan langsung kerja? Apa berlaku Work From Home (Bekerja dari Rumah) juga?" tanya Bulan kepada Surya.
"Aku besok tetap masuk ke kantor. Ada pengarahan untuk semua pegawai, setelahnya mungkin akan WFH juga. Kamu sudah tidak apa-apa kan Bulan? Hmm, maksudku perasaanmu? Aku sungguh minta maaf, sebagai Abdi Negara maka mau tidak mau aku harus mengikuti peraturan pemerintah. Lagipula ini penempatan pertama aku, jadi aku harus sungguh-sungguh kali ini."
Akan tetapi mendengar ucapan selamat dari Bulan, hati Surya justru terasa nyeri. Pria itu sangat tahu dalam kekecewaan dalam suara Bulan. Bahkan saat mengikuti tes Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil pun, Surya tidak memberitahu Bulan. Semua dia lakukan dalam diam. Mengingat semua itu sudah pasti Bulan begitu kecewa.
Surya mengusap kasar wajahnya. "Maafkan aku ya Bulan, semua sudah begini keadaannya. Nanti jika aku bisa bekerja dan memiliki tabungan yang cukup kan juga buat kamu, buat kita berdua. Percayai aku, Bulan ... aku pergi untuk kembali. Sembari berdoa kita sama-sama sehat, keadaan ini akan berlalu dan aku akan kembali mengunjungimu lagi. Kamu bisa berjanji akan selalu setia padaku Bulan?" tanya kepada Bulan melalui teleponnya.
__ADS_1
Di seberang sana, Bulan memijit-mijit keningnya. Selama enam tahun berhubungan dengan Surya, memang dia adalah wanita yang setia. Beberapa ada pria yang mendekatinya, dia selalu menjaga hati dan perasaannya untuk Surya. Namun, kondisi sekarang telah berbeda. Mereka tengah menjalani hubungan jarak jauh, dengan jarak yang membentang antara Jogjakarta dan Makassar. Kunci membina Long Distance Relationship adalah kesetiaan dan kepercayaan. Kesetiaan membuat kita selalu bertaut pada pasangan kita, tidak peduli seberapa jauh jarak yang memisahkan. Kepercayaan membuat kita selalu percaya, teguh, tidak mudah terombang-ambing dengan kabar yang kita dengar.
"Aku hanya berusaha menjalani ini semua, Surya. Maafkan aku ... semoga aku bisa bertahan dengan Long Distance Relationship ini." ucap Bulan dengan penuh pertimbangan.
Mendengar jawaban Bulan yang terdengar tidak ada kepastian, Surya seketika gelisah. Pertama kali, selama enam tahun baru kali ini gadisnya terdengar ragu. "Aku tahu posisimu, Bulan. Menjalani hubungan jarak jauh memang tidak mudah, tetapi kita bisa mencobanya. Kita bisa buktikan bahwa hubungan jarak jauh pun bisa berhasil dan tidak kandas di tengah jalan. Namun, baru kali ini aku mendengarmu begitu ragu, Bulan. Apa kau sudah tidak mencintaiku?" tanya Surya.
Bulan masih ragu, tetapi cintanya masih ada buat Surya. Yang Bulan ragukan buat cintanya, tetapi keadaan yang berubah. Jika dulu dia bisa menahan selama hampir dua minggu ditinggal Surya untuk liburan ke Jakarta, tetapi kini Surya bahkan bisa tidak pulang berbulan-bulan lamanya. Gadis ayu itu menghela nafasnya. "Perasaanku masih sama Surya. Aku masih menyayangimu. Akan tetapi, yang aku ragukan adalah keadaan kita sekarang ini. Sudah pasti kamu akan di Makassar dalam jangka waktu yang lama. Jikalau dulu kamu liburan ke Jakarta, sudah pasti begitu liburan usai kamu akan kembali ke Jogjakarta dan kita akan bertemu lagi. Akan tetapi, sekarang dalam sebulan pun belum tentu kan kita bertemu?" tanya Bulan kepada Surya.
Ya, Surya mencerna semua ucapan Bulan yang terlihat sangat logis. Sekarang dia sedang bekerja, bukan liburan. Jika sekadar liburan, sudah pasti begitu waktu liburan usai ia akan kembali ke Jogjakarta. Namun sekarang berbeda cerita, dia pergi ke Makassar bukan untuk liburan, melainkan untuk bekerja.
"Aku memang tidak bisa menjanjikan seberapa sering aku akan kembali Bulan. Akan tetapi, aku berjanji bahwa aku pergi untuk kembali. Mungkin memang tidak bisa aku pulang ke Jogjakarta setiap bulan, paling cepat per tiga bulan aku akan pulang, Bulan." ucapnya yang memang tidak bisa menjanjikan kapan ia kembali, paling cepat per tiga bulan ia akan pulang kembali ke Jogjakarta.
Di sana Bulan tersenyum getir. Menanti seminggu hingga sepuluh hari lamanya saat Surya liburan ke Ibu Kota tidak masalah baginya. Akan tetapi, menunggu berbulan-bulan tentu sangat berat. "Aku mengikuti apa mau kamu saja Surya. Semoga aku bisa bertahan dengan semua ini. Sebab, ini kali pertama kita menjalani hubungan jarak jauh untuk waktu yang lama. Ditambah dunia sedang pandemi, kuharap kita bisa berusaha menjalani ini semua. Aku juga tidak bisa menjanjikan apa pun, aku hanya akan berusaha menjalani ini semua denganmu, Surya."
__ADS_1
Surya menghembuskan nafasnya secara kasar. Lagi-lagi ucapan Bulan yang tidak bisa memberikannya kepastian terasa nyeri di dadanya. Surya pun sadar diri, situasi ini tidak mudah bagi keduanya. "Baiklah Bulan. Namun, ketahuilah kita tidak sekadar pacaran, kita sudah sama-sama bertunangan. Jadi ikatan kita lebih kuat bukan? Ingatlah selalu cincin yang melingkar di jari manismu. Ingatlah itu sebagai tanda, sebagai pengingat bahwa kita sama-sama berjuang dalam Long Distance Relationship ini. Ingatlah itu bahwa aku pergi untuk kembali. Tiga bulan tidaklah lama jika kita saling mencintai. Tiga bulan tidaklah lama jika kita saling percaya dan setia. Walau aku tidak bisa selalu menemanimu setiap hari, tetapi cintaku selalu ada bersamamu setiap hari. I Love U Bulan...."