Antara Cinta Dan Corona

Antara Cinta Dan Corona
Dia yang Pulang Tiba-Tiba


__ADS_3

Kurang lebih hampir satu bulan setelah Idul Fitri, saat pemerintah telah memberi izin bahwa pesawat penumpang dapat kembali beroperasi, di saat itu jugalah Surya berinisiatif untuk mengambil cuti dan kembali pulang ke Jogjakarta.


Kepulangan Surya ini memang dia buat kejutan, karena tidak ada seorang pun yang diberitahunya. Berniat memberikan kejutan kepada orang tuanya. Sudah beberapa bulan berlalu sejak Surya bekerja di Makassar, dan baru kali ini dia bisa mengambil cuti dan pulang kembali ke Jogjakarta. Walaupun hanya beberapa hari, setidaknya itu bisa mengobati rasa rindu kepada keluarga dan kota tercinta.


Dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pria itu telah menunggu untuk segera boarding. Dengan sebuah koper kabin dan juga tiket di tangannya, rasanya Surya ingin segera mendarat di Jogjakarta. Menghirup udara di kota Gudeg yang sudah berbulan-bulan ditinggalkannya.


Pesawat yang dia tumpangi mengudara tepat pada pukul 14.35 Waktu Indonesia Tengah (WITA), dari udara Surya berpikir bagaimana caranya dia akan menemui Bulan dan menyelesaikan masalah di antara keduanya yang masih menggantung.


Selama dua jam berada di udara, hingga pesawat akan melakukan pendaratan di Bandara Internasional Yogyakarta, Surya melihat dari bawah sepanjang pesisir Pulau Jawa yang terlihat dari udara, dan juga hijaunya pulau dengan kepadatan penduduk nomor satu di Indonesia itu. Tidak berselang lama, pesawat mulai mengurangi ketinggiannya di udara, menukik, dan berputar, hingga akhirnya pesawat yang dia tumpangi mendarat dengan sempurna.


Sesampainya di Bandara Internasional Yogyakrta, rupanya Surya tidak ingin segera pulang ke rumah. Pria itu memilih untuk singgah sejenak ke area Malioboro. Berniat untuk menunggu senja di area Malioboro sembari menikmati Jahe Gepuk yang hangat di Angkringan yang berada di area Malioboro.


Sembari menunggu senja dan Angkringan juga dibuka, Surya memilih berjalan-jalan di area Malioboro. Pria itu memandang ke kanan dan ke kiri, mengamati beberapa penjual batik yang masih berjualan di sepanjang jalan Malioboro. Sekalipun Malioboro di masa pandemi menjadi lebih lengang, tetapi masih ada pedagang di sana yang berusaha mengais rezeki untuk mendapatkan Rupiah.


Saat pria itu tengah berjalan-jalan, dari arah berlawanan rupanya dia melihat Bulan dan juga Bintang yang baru saja keluar dari Pasar Beringharjo.


Tiga pasang mata saling bersitatap, Bulan yang semula berbicara sembari tersenyum dengan Bintang sontak saja senyuman di wajahnya hilang. Wajah gadis itu justru berlihat pucat pasi begitu melihat Surya yang tiba-tiba berada di hadapannya. Sekalipun Surya mengenakan masker di wajahnya, tetapi sebagai orang yang berhubungan lama dengan Surya, sudah pasti Bulan bisa memastikan bahwa pria itu adalah Surya.


Sementara Surya yang melihat Bulan dan Bintang tengah berjalan bersama, tiba-tiba menghentikan langkahnya. Pria itu seolah menghadang Bulan.


"Sudah lama tidak bertemu ...." ucap pria itu dengan wajah yang datar.


Sementara Bulan hanya tertegun, dia sungguh tidak menyangka akan bertemu dengan Surya secara tiba-tiba di area Malioboro. Di sisi lain, Bintang nampak tenang. Sesekali dia melirik Bulan, berharap Bulan akan tetap baik-baik saja.

__ADS_1


"Lama tidak berjumpa, sayangnya kalian berdua terlihat sudah nyaman satu sama lain. Ikuti aku sebentar Bulan, ada yang perlu kusampaikan." ucap pria itu yang berusaha meraih tangan Bulan dan membawanya untuk mengikutinya.


Sementara Bintang berusaha mencekal tangan Surya yang tengah menggenggam tangan Bulan. "Lepaskan, Surya. Kamu tidak bisa memperlakukan Bulan seperti ini." ucap Bintang yang memperingatkan Surya supaya tidak bersikap kasar kepada Bulan.


"Jangan ikut campur." ucapnya kepada Bintang sembari sedikit mendorong bahu pria itu, berharap Bintang menyingkar dari hadapannya.


Tanpa mempedulikan tangan Bulan yang mungkin saja kesakitan, Surya membawa Bulan menuju Benteng Vredeburg. Sebuah benteng yang menjadi saksi bisu peristiwa-peristiwa bersejarah di kota Jogjakarta sejak masa penjajahan Belanda di Jogjakarta. Bangunan bersejarah yang berwarna putih itu menjadi saksi begitu panjangnya pergolakan di masa kolonial Belanda di Jogjakarta. Dan kini, di benteng itu pulalah Surya terus berjalan dengan cepat seolah menyeret Bulan untuk mengikutinya.


Sementara Bintang pun tidak tinggal diam, dari belakang dia terus mengikuti kemana Surya akan membawa Bulan. Bintang hanya berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi hingga akhirnya Surya melukai Bulan. Sungguh, Bintang tidak akan membiarkannya.


Begitu telah memasuki area Benteng Vredeburg yang saat itu terbilang sepi, Surya lantas menghempaskan tangan Bulan begitu saja, hingga gadis itu nyaris terhuyung.


"Kamu menyakitiku Surya." ucap Bulan yang melihat pergelangan tangannya memerah lantaran genggaman Surya yang teramat kuat.


Sementara Bulan hanya menundukkan kepala. Pertemuan tiba-tiba dan sekarang mendapat pertanyaan seperti ini sungguh di luar prediksi Bulan.


Surya kemudian memilih melepaskan masker yang menutupi mulut dan hidungnya, bahkan pria itu juga menarik paksa masker yang dikenakan Bulan hingga masker itu pun terlepas.


"Katakan Bulan, jangan diam saja!" setengah membentak pria itu berharap Bulan segera memberi jawaban.


Sementara Bulan nampak kaget dengan bentakan yang diucapkan oleh Surya.


"Lebih baik kita bicarakan lain hari, Surya ... kupikir kamu baru saja tiba di Jogjakarta. Masih ada koper di tangannya. Pulang dan istirahatlah, besok kita bisa sama-sama berbicara saat pikiranmu lebih tenang." ucap Bulan yang berusaha meyakinkan Bintang bahwa tidak baik berbicara dengan kondisi fisik yang lelah dan pikiran yang tersulut emosi.

__ADS_1


Akan jauh lebih baik pembicaraan di antara mereka berdua dilakukan esok hari, saat Surya sudah tidak capek dan tidak naik darah tentunya.


Sayangnya Surya seolah tidak menerima penolakan, pria itu menyeringai dan menatap tajam pada Bulan.


"Apa ini juga bagian dari rencanamu untuk bisa jalan bersama dengan Bintang? Katakan, ha!"


Seolah tidak tahan lagi, emosi di dalam diri Surya sudah tidak mampu tertahan lagi.


Menyadari bahwa Surya tengah emosi, Bulan memilih diam. Meladeni orang yang tengah emosi, tidak ada gunanya. Apa pun yang akan dia katakan nanti, tetap saja dirinyalah yang tertunduh.


"Kenapa kamu tega Bulan ... baru beberapa bulan aku pergi ke Makassar dan kamu menemukan kenyamanan bersama pria itu. Di mana kesetiaanmu yang dulu Bulan?" tanya Surya sembari mengusap kasar wajahnya.


Pria itu mempertanyakan di mana kesetiaan Bulan yang dulu. Seorang gadis yang setia menunggu kekasihnya. Surya seolah kehilangan sosok Bulan yang dulu.


Wajah Bulan yang semula menunduk, perlahan pun terangkat. Gadis itu kini menatap Surya.


"Apa memang sekian lama tidak bertemu, pertemuan seperti ini yang kamu berikan Surya? Sekian waktu lamanya, saat kamu mengucapkan jeda tidakkah kamu memikirkan perasaanku. Aku tahu, aku salah ... tetapi saat kamu mengucapkan jeda dan tidak ada komunikasi untuk sekian waktu lamanya, kamu anggap itu apa Surya?"


tanya Bulan yang nampak menggelengkan kepalanya. Gadis itu mengakui bahwa dirinya bersalah lantaran telah pergi bersama Bintang hingga peristiwa ciuman di Air Terjun Kedung Kayang terjadi. Akan tetapi, Bulan juga merasa Surya yang mendiamkannya beberapa waktu lamanya juga bukan tindakan yang baik.


"Lalu, saat aku diam, kenapa kamu tidak berinsiatif menghubungiku terlebih dahulu?" giliran Surya yang juga bertanya kepada Bulan.


Bulan nampak mendengkus kesal mendengar ucapan Bintang. "Apa kah pihak yang bersalah yang harus menghubungi terlebih dahulu? Sekalipun aku menghubungimu, belum tentu juga kamu akan merespons pesanku." ucap Bulan saat itu.

__ADS_1


Apa yang dia rasakan nampaknya juga tidak bisa terbendung lagi. Hubungan jeda, kecemburuan Surya, dan berbagai sikap posesif yang ditunjukkan oleh Surya selama Long Distance Relationship benar-benar membuat Bulan tidak tahan. Daripada diam dan terus-menerus disudutkan, Bulan berniat untuk mengungkapkan perasaannya sendiri sekalipun justru akan menyulut api dalam hubungan keduanya.


__ADS_2