Antara Cinta Dan Corona

Antara Cinta Dan Corona
Persiapan Bersama


__ADS_3

Hari pernikahan tidak akan lengkap tanpa persiapan dari kedua calon mempelai, bahkan dari anggota keluarga. Akan tetapi, kali ini persiapan menuju hari pernikahan hanya terasa lebih sederhana. Itu semua karena hari pernikahan yang ditentukan oleh keluarga Bulan dan Bintang terbilang singkat dan juga baik Bulan dan Bintang sepakat akan menikah secara akad saja di kediaman Bulan.


Tidak ada resepsi meriah layaknya pesta pernikahan sebelum Covid. Sementara, untuk hari ini Bulan dan Bintang sama-sama mengurus beberapa dokumen yang dia masukkan ke Kantor Urusan Agama untuk mendaftarkan pernikahan mereka. Untuk lebih menikmati proses, pasangan muda itu memang lebih memilih untuk mengurus semuanya sendiri.


"Sudah semua kan?" tanya Bintang kepada Bulan, memastikan bahwa tidak ada yang terlewatkan kali ini.


Gadis itu pun mengangguk, "Iya ... sudah," jawabnya.


Setelah itu, Bulan memperhatikan pada foto keduanya yang masing-masing dalam ukuran 3x4 dan 4x6 sebagai persyaratan mendaftarkan pernikahan. Di dalam hatinya, Bulan tidak menyangka bahwa pernikahannya dengan Bintang akan segera terjadi.

__ADS_1


"Kamu kenapa mengamati foto itu?" tanya Bintang kepada Bulan.


Gadis itu pun lantas tersenyum, "Melihat foto ini, aku tidak menyangka bahwa hubungan kita berdua akan berjalan hingga ke pelaminan," jawabnya.


Dalam pemikiran Bulan saat ini tentu karena sebelumnya dia telah menjalin hubungan sekian tahun lamanya bersama Surya. Akan tetapi, justru foto Bintanglah yang kelak akan terpasang di dalam buku nikah berdampingan dengan fotonya. Mereka yang bersamamu untuk waktu sekian lama, nyatanya terkadang bukan merekalah yang mendampingimu di hadapan penghulu. Ada ironisnya mungkin, tetapi kita memang tidak akan pernah tahu akan hari esok bukan?


Layaknya jodoh adalah rahasia Ilahi, Bulan pun tidak menyangka bahwa bukan Surya yang kelak mendampinginya, melainkan Bintang.


"Sama-sama, Bin. Makasih juga sudah menungguku sekian lama. Menunggu dengan diam dan juga dengan tenang. Bahkan di saat aku tidak tahu bagaimana perasaanmu pun, kamu masih menungguku," ucap Bulan kali ini sembari memperhatikan wajah pria yang duduk di sisinya.

__ADS_1


Bintang pun tersenyum, penantiannya memang berbuah manis. Sekian tahun berlalu, menggenggam cinta sendiri, tetapi bisa dilalui oleh Bintang. Hanya tinggal menghitung waktu, dia akan bersanding dengan gadis yang telah lama mengisi hatinya.


"Persiapan yang lainnya sudah?" tanya Bintang kali ini kepada Bulan.


"Keliatannya sih sudah ... dari kebaya, make-up, dekorasi, dan katering nanti sudah disiapkan." Bulan menjawab sembari melihat daftar cek list di aplikasi pencatatan di handphonenya.


Bintang kemudian mengangguk, "Jika butuh bantuanku, jangan sungkan-sungkan ya. Aku akan siap sedia untuk menolongmu," ucap pria itu dengan penuh keyakinan.


Bulan mengangguk, "Iya Bin, aku pasti akan bilang jika aku butuh bantuan. Sekalipun pernikahan kita terjadi di masa pandemi, aku berharap ada kesakralan dan kebahagiaan di sana." Bulan berkata dengan sepenuh hati. Itulah harapannya untuk pernikahannya nanti.

__ADS_1


Ya, itulah harapan Bulan. Kendati dunia terasa suram dengan hantaman virus Corona, tetapi Bulan pun tetap berharap bahwa hidup keduanya tetap bermakna dan berwarna. Semoga saja, yang pemilik alam semesta masih menyisakan rona kebahagiaan yang hendak mereka gapai bersama.


__ADS_2