
"Surya...."
"Arunika...."
Rupanya gadis yang juga terbalik menu pesanannya itu bernama Arunika, dan Surya mengenalnya.
"Loh, ternyata kamu to Arunika? Kok kita bisa bertemu di sini sih?" tanya Surya sembari jari telunjuknya menunjuk gadis berkulit cokelat bernama Arunika itu.
Arunika pun tersenyum. "Iya, aku kan berasal dari Makassar, Surya ... dulu ke Jogjakarta cuma untuk kuliah." jawabnya sembari menunggu Buras (lontong bersantan) yang dia pesan tiba.
Surya pun nampak menganggukkan kepalanya. "Dunia memang selebar daun kelor ya, tidak menyangka dulu kita satu kampus, sekarang kita ketemu di sini. Tidak menyangka juga, kamu ternyata orang Makassar." ucap Surya sembari tertawa.
"Kamu masih berhubungan sama Bintang?" tanya Surya dengan hati-hati.
Segera Arunika menggelengkan kepalanya. "Tidak ... sudah lama kami lost contact, Sur. Menjalani hubungan jarak jauh tidak semudah itu, lagipula Bintang memiliki keinginan untuk bisa menetap di Jogjakarta, sementara aku inginnya berada di Makassar. Banyak perbedaan di antara kami berdua." ucap Arunika mengingat kandasnya hubungannya dengan Bintang.
Ya, Arunika adalah gadis asli Makassar yang menimba ilmu di Jogjakarta. Gadis manis bernama lengkap Bestari Arunika ini adalah mantan pacar Bintang saat berada di kampus. Keduanya memang dari fakultas yang berlainan, tetapi nyatanya keduanya menjalin hubungan di tahun terakhir kuliahnya.
Usai keduanya sama-sama lulus, Arunika kembali ke Makassar, sementara Bintang tetap berada di Jogjakarta. Hubungan jarak jauh dan berbagai perbedaan antara satu sama lain membuat hubungan keduanya kandas.
"Sudah hampir dua tahun berlalu, Surya ... lagipula, entah mengapa sejak awal aku merasa Bintang tidak benar-benar mencintaiku. Entah, pria itu terlalu dingin dan tidak banyak bicara." ucap Arunika kepada Surya.
Surya pun mendengarkan cerita Arunika, sebagai sahabatnya Bintang tentu Surya sangat tahu bahwa Bintang adalah pria yang dingin, tidak banyak bicara, terkesan cuek. Akan tetapi, Bintang sesungguhnya adalah pria yang baik dan ramah.
__ADS_1
"Jadi hubungan jarak jauh kalian bertahan berapa lama?" tanya Surya yang saat itu sudah menerima pesanannya. Ia sembari mengisi perutnya yang mulai kelaparan dengan semangkok Coto Makassar.
"Euhm, mungkin hanya lima bulan." jawab Arunika. Gadis manis itu pun menjeda sejenak ucapannya. "Bagaimana sekarang kabarnya Bintang, Sur?"
Entah dorongan hati atau sekadar bertanya, bertemu Surya membuat Arunika mengingat kembali tentang Bintang. Surya dan Bintang adalah sahabat baik yang sukar terpisahkan. Di mana ada Surya, di situ ada Bintang. Fakultas keduanya memang berbeda, tetapi mereka sering bersama-sama saat di kampus dulu.
"Bintang tentunya baik-baik saja, Nika. Apa kau juga benar-benar lost contact dengannya? Tidak lagi berkirim pesan? Bukankah walaupun sudah putus, masih bisa berteman bukan?" tanya Surya panjang lebar kepada Arunika.
"Tidak semudah itu, Surya. Ada orang-orang yang tidak bisa menjalin pertemanan dengan mantannya. Salah satunya aku. Terlebih saat kami putus dengan tidak baik-baik seperti ini. Putus melalui panggilan telepon. Sungguh menyesakkan bukan?"
...🌸🌸🌸...
Makassar - Dua Tahun yang Lalu
Dengan perasaan cemas Arunika mencari nomor Bintang dan mencoba menghubunginya. Dengan segera, dia menekan ikon telepon di handphonenya. Menunggu hingga sambungan itu tersambung.
"Halo Bintang ..." ucapnya ketika teleponnya telah tersambung.
Sementara di seberang sana, Bintang pun menerima telepon dari Arunika. "Ya Nika ... ada apa?"
Nika seolah jengah dengan Bintang yang selama ini dingin, bahkan Arunika menilai bahwa Bintang tidak serius menjalin hubungan dengannya.
"Bin ... bagaimana kejelasan hubungan kita? Menurutku, sebagai pria kamu terlalu dingin, Bin. Selalu aku duluan yang mengirimimu pesan, menelponmu. Menjalin hubungan itu perlu keterlibatan dan keaktifan dua pihak, Bin. Terlebih saat ini kita menjalani hubungan jarak jauh, kita harus sama-sama aktif menjaga hubungan ini." keluhnya kepada sang kekasih.
__ADS_1
Sementara di sana Bintang sangat tahu dia memang tidak bisa memberikan perhatian dan sikap peduli yang lebih untuk Arunika.
"Maaf Nika ... aku terlalu sibuk dengan projekku." balas Bintang dengan cukup hati-hati.
Akan tetapi, di seberang sana Arunika merasa bahwa seolah dia yang berjuang sendiri dalam hubungan jarak jauh ini. Sebagai seorang wanita, Arunika juga menginginkan perhatian dan kasih sayang dari pacarnya. Walaupun keadaan mereka sama-sama jauh, bukankah memberi perhatian tidak terbatas pada tempat dan waktu. Melalui gadget pun kita bisa memberikan perhatian dan menyatakan kasih sayang bukan?
Dengan perasaan yang bergemuruh, merasa diabaikan dan sikap Bintang yang terlalu dingin. Membuat Arunika begitu tidak tahan dengan sikap Bintang. Maka dari itu, dengan berat hati Arunika pun mengambil keputusan.
"Bin ... keliatannya kita tidak bisa terus seperti ini. Seolah-olah hanya aku yang berjuang demi hubungan kita berdua. Kamu terlalu pasif Bintang. Dalam komunikasi pun, kamu sangat pasif. Harus selalu aku yang memulai terlebih dahulu. Padahal kunci hubungan jarak jauh adalah dalam komunikasi. Tidak apa-apa kita tidak bertemu, tetapi setidaknya kita saling memperhatikan melalui gadget yang kita miliki. Maaf kan aku, Bin ... aku tidak sanggup lagi. Aku tidak tahan lagi. Sebaiknya kita...." Arunika menjeda sejenak ucapannya dan menyeka air mata yang mulai menetes di wajahnya.
"Sebaiknya kita putus Bintang...." ucapnya yang kemudian mengakhiri panggilan selulernya dengan Bintang.
Flashback Off
...🌸🌸🌸...
Surya mendengarkan cerita Arunika sembari menghabiskan makanannya. Dia sungguh tidak menyangka dengan Bintang yang begitu dingin. Bahkan Bintang pun tidak menceritakan perihal putusnya hubungannya dengan Arunika.
"Mengapa kamu tega memutuskan Bintang melalui sambungan telepon, Nika? Bukankah itu menyakitkan?" tanya Surya sembari mengerutkan keningnya.
Arunika pun menganggukkan kepalanya. "Iya ... itu sangat menyakitkan. Akan tetapi, aku tidak memiliki pilihan lain. Aku tidak bisa berjuang dengan pria yang terlalu dingin dan juga pasif. Sebagai seorang wanita, aku juga ingin dimengerti, diperhatikan, dan sesekali pacarku yang terlebih dulu menghubungiku. Namun, semua itu tidak kudapatkan dari Bintang. Aku merasa Bintang menyukai gadis lain, yang belum aku ketahui siapa dia."
Surya nampak berpikir keras kali ini. "Mengapa kamu bisa merasakan demikian? Bukankah Bintang memang orang yang tenang dan tidak mudah akrab dengan orang lain?" lagi tanyanya penasaran.
__ADS_1
Arunika menghela sejenak nafasnya. "Karena aku tahu, pria seperti Bintang ketika dia sudah benar-benar jatuh cinta, dia akan menjaganya sebisa mungkin. Menjadikan gadis yang dicintainya sebagai pemilik hatinya satu-satunya. Dia memang tidak mudah mengutarakan perasaannya, tetapi tatapannya dan perilakunya akan sangat menunjukkan jika dia menjaga orang tersebut." ucap Arunika dengan sendu. Sebab selama menjadi pacar seorang Bintang Alan Pratama, Arunika sendiri merasa bahwa pria itu memang tidak menaruh perasaan kepadanya.