
Hidup manusia tidak hanya lurus. Sepanjang hidup, Tuhan memberi kita berbagai warna-warni dengan sejuta rasa. Kadang kebahagiaan, kadang kesedihan, kadang sukacita, dan kadang pun dukacita, semua silih berganti dalam fase hidup manusia.
Pun demikian di saat masa pandemi virus Covid ini. Seolah Tuhan tengah menguji umat-Nya. Satu per satu masyarakat terinfeksi virus Corona tanpa memandang usia orang tua, muda, dewasa, bahkan hingga anak-anak. Suramnya geliat usaha. Sektor pariwisata pun seolah mati suri. Hidup yang normal, seketika harus dilakukan di dalam rumah.
"Bapak masih akan berjualan di Pasar?" tanya Bulan kepada Bapaknya yang saat ini sedang melihat siaran televisi di ruang keluarga.
Mendengar pertanyaan dari anaknya, Bapak Hartono lantas mengecilkan suara televisi. "Iya Nduk, Bapak masih berjualan. Ya walaupun omsetnya menurun drastis. Akan tetapi, kalau tidak berjualan ya dapat uang dari mana." ucap Pak Hartono dengan jujur.
Bulan nampak sedih mendengar cerita Bapaknya yang tetap harus bekerja di luar demi mengais rupiah. Bukan berarti hidup keluarga Bulan tidak mampu, namun dalam falsafah hidup orang Jawa mengatakan "ora kerja ora madhang" (tidak bekerja, tidak makan) begitu melekat bagi warga masyarakat. Mengais rupiah, berapa pun yang didapat supaya dapur tetap mengepul dan keluarga tetap bisa makan.
"Di rumah dulu saja Pak, apalagi masyarakat yang terpapar Corona semakin banyak. Insyaallah, Bulan juga sudah memiliki penghasilan tetap, bisa kita gunakan bersama-sama."
__ADS_1
Bapak Hartono tersenyum mendengar ucapan Bulan, putrinya tumbuh menjadi pribadi yang menyayangi orang tua, patuh, dan rasa empati yang besar. "Kamu memang anak Bapak yang cantik dan baik hati, Nduk ... namun, jangan khawatir gini-gini Bapakmu ini masih punya tabungan buat membiayai hidup kita. Penghasilanmu itu hak kamu, disimpan ya, ditabung ... biar kamu juga punya tabungan sendiri." ucap Pak Hartono.
Bulan menatap lekat-lekat Bapaknya yang selalu semangat bekerja. "Kalau orang yang bekerja di kios gimana Pak? Omset penjualan turun drastis, sementara pegawai juga membutuhkan makan. Mereka juga punya keluarga yang harus dihidupi." tanya Bulan.
Kali ini Pak Hartono nampak berpikir keras hingga keningnya berkerut. "Ya mereka masih masuk, Nduk ... Walaupun mereka tidak meminta gaji penuh. Digaji berapa pun tidak masalah, asalkan bisa buat beli beras. Bapak sendiri rasanya mau meliburkan mereka kok ya kasihan. Mereka sudah lama bekerja bersama kita, sudah bertahun-tahun. Jika mereka tidak bekerja, keluarga di rumah tidak bisa makan, padahal ada yang memiliki anak bayi yang butuh untuk beli susu dan diapers." cerita Bapaknya.
Bulan pun trenyuh (terharu bercampur sedih) mendengar cerita Bapaknya. Memang benar pegawai di kios Batik sudah bertahun-tahun lamanya bekerja bersama Bapaknya di Kios Batik Maheswari yang berada di Pasar Beringharjo, Jogjakarta. Jika mereka tidak bekerja, praktis keluarga mereka pun tidak bisa makan. Terlebih para pegawai yang memiliki anak-anak kecil di rumah.
Berbicara tentang e-commerce sontak, Bulan teringat kepada sahabatnya yaitu Bintang, yang memang menjadi seorang Programmer di salah soft ware house. Agaknya Bulan harus segera bertemu dengan Bintang dan meminta tolong padanya.
"Semoga angka sebaran Corona segera turun ya Pak ... ekonomi bisa segera pulih. Sehingga masyarakat juga bisa mengais rupiah lagi tanpa takut dengan bahaya Corona yang bisa mengancam siapa saja dan kapan saja." ucap Bulan.
__ADS_1
Pak Hartono menghela nafasnya. "Ini semua namanya pacobaning urip (cobaan hidup), Nduk... Kemarin itu Ngarso Dalem (Paduka Sri Sultan HB X) mengatakan dalam agenda Sapa Aruh bahwa "Cobaning Gusti Allah awujud Virus Corona". Kita sedang sama-sama diuji, semua kalangan merasakannya. Bahkan kita yang saat ini merasa sehat, nyatanya justru bisa terpapar virus Corona juga to. Maka dari itu, kemarin diingatkan untuk "Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan." Jangan marah bila musibah menimpa diri dan jangan sedih bila kehilangan sesuatu. Harus ikhlas menjalani ini semua. Bapak sudah ikhlas, Bulan. Dengan ikhlas, sabar, dan tawakal, insyaallah Gusti selalu memberikan kita petunjuk untuk berjalan dalam jalan yang terang. Yang penting sekarang saling menjaga diri, menjaga keluarga, menjaga sesama. Juga buat kamu ya Bulan, mungkin sebulan yang lalu kamu merasa hancur, ambyar saat kami mengambil keputusan untuk membatalkan rencana pernikahanmu dan Surya, bahkan setelah itu kamu berpisah dengan Surya karena Surya harus bekerja di Makassar. Tanamkan dalam diri untuk ikhlas. Jangan marah saat musibah datang, karena musibah ini terjadi supaya kita semakin mendekat kepada Sang Pencipta. Jangan marah jika harus kehilangan, karena Tuhan sudah menentukan garis takdirnya masing-masing untuk orang yang mengisi bumi ini."
Bulan tersenyum dengan petuah yang diberikan Bapaknya. Gadis itu pun menganggukkan kepalanya. "Insyaallah, sekarang Bulan sudah ikhlas Bapak. Bulan serahkan semua sama Allah. Jika Bulan dan Surya memang berjodoh, maka Allah yang akan menjaga Surya di sana. Namun, jika Allah memang tidak menghendaki kami bersama, Bulan pun akan mempersiapkan diri. Tujuan Bulan sekarang adalah bisa melakukan yang terbaik untuk keluarga dan untuk Bulan sendiri. Terima kasih petuah-petuahnya ya Bapak. Bulan jadi semakin diingatkan untuk semakin dekat sama Allah, ikhlas, sabar, dan tawakal. Cobaan ini tentu akan ada akhirnya, tetapi tidak tahu kapan. Saat Gusti memberi kita cobaan, tentu Gusti yang akan memberi kita jalan keluarnya."
Bulan menghela nafasnya, lalu kembali berkata kepada Bapaknya. "Pak, Bapak mau tidak mencoba menjual Batik secara online?" tanya Bulan kepada Bapaknya.
Bapak Hartono nampak berpikir sejenak. Merambah bisnis mereka ke bidang digital agaknya memang harus dicoba segera. "Kalau bisa ya pasti mau, Nduk. Akan tetapi, gimana caranya?"
Gadis ayu itu kembali tersenyum. "Nanti Bulan bisa minta tolong Bintang buat membuat toko online di aplikasi e-commerce, Pak. Tinggal di foto-foto saja, diberi keterangan, lalu dijual di sana. Nanti Bulan akan bantu, Pak."
Bapak Hartono kembali menganggukkan kepalanya. "Ya boleh dicoba, sapa tau jika merambah ke bisnis online akan ada sedikit tambahan penghasilan untuk bisa menggaji para pekerja di kios kita. Kita masih bisa makan, tetapi mereka bergantung kepada Bapak, dan Bapak akan membantu mereka. Semoga cobaan hidup ini segera berlalu ya, Nduk. Semua kembali normal pada tempatnya. Manusia cuma bisa berencana dan berdoa, tetapi Tuhanlah yang menentukan semuanya. Semoga bumi ini segera membaik." ucap Bapaknya Bulan dengan tulus.
__ADS_1