Antara Cinta Dan Corona

Antara Cinta Dan Corona
Kapan Kamu Membuka Hati?


__ADS_3

Selang beberapa hari setelah Surya kembali ke Makassar, Bulan kembali disibukkan dengan pekerjaan sebagai guru Sekolah Dasar. Menjadi seorang guru bukan sekadar profesi, tetapi ada sisi pelayanan kepada siswa. Seorang guru bukan hanya mendorong siswa dalam kegiatan belajar dan mengajar, tetapi terkadang seorang guru juga membimbing, menjadi konselor, bahkan harus membangun komunikasi yang baik dengan orang tua siswa. Secara khusus di masa pandemi ini, ketika semua kegiatan mengajar dialihkan secara online, tugas seorang guru justru semakin bertambah. Apabila dahulu setelah masa pandemi, guru hanya mengajar di kelas dan hanya menilai beberapa PR dari siswa di rumah. Sekarang ini, seorang guru di rumah masih harus mempersiapkan bahan ajar dengan laptopnya, belajar cara mengajar dengan menggunakan berbagai aplikasi digital, mengingatkan siswa satu per satu untuk mengerjakan tugas, dan juga membalas setiap pesan yang masuk dari orang tua siswa. Maka dari itu, ada sisi pelayanan dari seorang guru.


Hal yang sama pun dilakukan oleh Bulan. Sang guru muda tersebut, selalu meyakinkan dirinya bahwa tugasnya bukan sekadar menansfer ilmu kepada para siswa, tetapi juga melayani mereka supaya sekalipun belajar dari rumah, para siswa tetap bisa mendapatkan ilmu, pengetahuan, dan juga wawasan.


"Bu Bulan, jadi minggu depan Ibu yang akan mewakili sekolah kita untuk mengikuti program pemerintah untuk pelatihan membuat media belajar digital." Pak Kepala Sekolah yang menunjuk Bulan untuk mewakili sekolahnya untuk mengikuti pelatihan tersebut.


Gadis itu pun menganggukkan kepala. "Baik Pak, di mana acaranya akan dilangsungkan?" Tanyanya untuk memastikan di manakah acara pelatihan tersebut akan dilangsungkan.


"Di Kaliurang, Bu. Nanti bisa langsung berangkat dari rumah. Lagipula pelatihannya hanya satu hari. Pastikan membawa laptop saja, sementara untuk akses internet sudah disiapkan oleh pihak penyelenggara," ucap Pak Kepala Sekolah.


Sepulang dari mengajar, Bulan memilih segera pulang ke rumah. Seharian berkutat dengan laptop, handphone, dan juga tugas-tugas siswa yang dikirimkan ke dalam aplikasi pesannya, membuat gadis itu capek bukan kepalang. Sehingga begitu tiba di rumah, Bulan lebih memilih mengistirahatkan badannya sejenak.


Di satu sisi, Bulan sebenarnya bersyukur karena sekarang dia bisa benar-benar fokus bekerja, tanpa memikirkan hubungannya dengan pria yang memang sudah usai. Akan tetapi, terkadang gadis itu masih mengingat beberapa momen berharga yang sudah dia lalui bersama Surya.


Kamu di Makassar sedang ngapain Surya? Kuharap, di sana kamu selalu sehat dan bahagia. Bahkan bila bisa, kamu akan menemukan pengganti diriku.


Gadis itu bergumam dalam hati sembari memejamkan matanya. Dalam hatinya, dia selalu berdoa supaya Surya akan mendapatkan seorang gadis yang akan bisa menemani, menjadi pasangan yang sepadan untuknya. Bulan pun juga berharap di sini, dia pun akan mendapatkan kebahagiaan yang sama. Sekalipun tidak dalam waktu cepat, setidaknya dia harus mulai membuka hatinya.


Beberapa hari kemudian ....

__ADS_1


Dengan diantar oleh Bapaknya, Bulan tiba di salah tempat yang akan digunakan sebagai tempat pelatihan Media Pembelajaran untuk Guru-Guru Sekolah Dasar. Biasanya sekolah akan menunjuk guru yang terbilang masih muda secara usia, karena merekalah yang masih memiliki semangat tinggi, melek teknologi, dan juga memiliki kemauan belajar yang tinggi pula. Maka dari itulah, sekolah tempat Bulan mengajar mengutus Bulan untuk mengikuti pelatihan tersebut.


Saat memasuki aula tempat dilangsungkannya pelatihan, kedua bola mata gadis itu nampak mengerjap. Kenapa dia merasa mengenal sosok orang yang tengah duduk di belakang laptop. Bulan hanya diam, dan dia melanjutkan untuk mengisi daftar hadir terlebih dahulu dan mengambil modul di meja pendaftaran. Akan tetapi, saat dia selesai dengan bagian registrasi, sosok yang dia kenal itu justru sudah berdiri di hadapannya.


"Bulan, kamu ikut pelatihan ini juga?" Sapa pria itu sembari tersenyum menatap Bulan.


Gadis itu pun mengangguk samar, "eh, Bin ... bagaimana kamu bisa berada di sini?" Tanyanya kepada sosok tersebut yang tidak lain adalah Bintang.


"Bisa, karena yang memberi pelatihan ini dari tempatku bekerja. Tidak menyangka bisa ketemu di sini. Kamu tadi berangkat naik sepeda motor juga sampai Kaliurang?" Tanya Bintang kepada Bulan.


Dengan cepat Bulan menggelengkan kepalanya, "tidak, tadi aku diantar Bapak. Sebenarnya aku mau membawa sepeda motor sendiri, tetapi Bapak khawatir. Jadi Bapaklah yang mengantarku ke sini. Nanti kalau mau pulang, disuruh telepon supaya Bapak bisa bersiap-siap untuk menjemputku ke sini."


"Nanti pulang bareng aku saja, Bulan ... aku antar, kasihan Bapak kalau harus bolak-balik ke sini. Lagipula menjelang petang baru selesai pelatihannya." Ucapnya sembari menatap Bulan.


Melihat Bulan yang nampak diam dan seolah tengah terlihat bekerja, diam-diam pria itu pun menanti dengan penuh harap.


"Gimana ya Bin ... aku enggak enak merepotkanmu." Akunya yang merasa tidak enak merepotkan Bintang.


Sementara Bintang justru menggelengkan kepalanya. "Enggak, enggak repot kok. Buat kamu, aku selalu bisa. Tidak ada istilah repot dalam kamusku." ucap pria itu sembari tersenyum.

__ADS_1


Melihat Bulan yang nampak ragu, Bintang pun kembali meyakinkan Bulan untuk bisa pulang bersamanya. "Jangan terlalu lama berpikirnya," ucap Bintang, "sudah nanti sekalian saja bareng aku. Ya sudah, silakan duduk. Lima menit lagi pelatihannya akan dimulai."


Bulan pun menghela napasnya, dalam benaknya rupanya memang Bintang akan berjuang untuk mendapatkan peluang yang saat ini ada di hadapannya. Setelah itu Bulan tersenyum kepada Bintang, dan dia mengambil duduk dengan memilih tempat yang menurutnya strategis untuk mengikuti pelatihan.


Tepat lima menit kemudian, pembicara menyampaikan penggunaan Media Pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan kepada siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan media pembelajaran bertujuan untuk mendorong minat dan perhatian siswa untuk belajar.


Sebenarnya terkait Media Pembelajaran sudah sangat Bulan ketahui saat kuliah dulu. Sebagai mahasiswa fakultas Ilmu Keguruan, sudah pasti Bulan mendapatkan mata kuliah khusus Media Pembelajaran, sehingga mengikuti pelatihan kali ini seperti untuk mengulang kembali bahan kuliahnya. Bedanya, dalam pelatihan ini semua guru-guru Sekolah Dasar yang hadir tidak hanya mendapatkan teori, tetapi mereka juga dibagi dalam beberapa kelompok untuk membuat Media Pembelajaran secara langsung.


Menjelang sore hari, saat waktunya memakan camilan, nampak Bintang kembali menghampiri Bulan. Pria itu menyodorkan secangkir Teh hangat kepada Bulan. "Tehnya, Bulan."


Satu tangan Bulan pun terulur untuk menerima Teh hangat dalam cangkir keramik berwarna putih itu. "Terima kasih, Bin." Ucapnya sembari tersenyum.


"Kelompokmu tadi keren loh. Media yang dibuat dan diimplementasikan dalam metode belajar yang dipilih jadi bagus." Komentarnya kepada kelompok kerja Bulan.


Gadis itu pun tersenyum, dia tidak menyangka bahwa Bintang memperhatikan terkait media dan metode belajar yang digunakan oleh kelompoknya. "Apa kamu memperhatikannya?" Tanyanya kepada Bintang.


Pria itu pun mengangguk samar, "ya, aku memperhatikannya."


Hening. Keduanya kemudian sama-sama meneguk secangkir Teh hangat mereka dengan sama-sama diam. Hanya helaan napas keduanya yang menyapa di indera pendengarannya.

__ADS_1


Akan tetapi, saat hening itulah Bintang kemudian membuka suaranya, "Bulan, jadi kapan kamu akan mulai membuka hatimu?" Tanyanya dengan menatap wajah ayu Bulan dalam-dalam.


__ADS_2