
Jogjakarta 2014
Kala itu di SMA Cipta Buana, Bintang tengah duduk di depan Laboratorium IPA. Dari jauh dia memandang, Surya yang adalah anggota OSIS sedang memimpin Pelatihan Baris Berbaris (PBB) untuk siswa yang tengah mengikuti OSPEK. Kala itu, Bintang hanya duduk dan mengamati betapa temannya yaitu Surya adalah anggota OSIS yang sangat rajin.
Di tengah-tengah lamunannya melihat Surya yang melatih baris-berbaris, dia melihat seorang siswa dengan rambut hitam panjang, kulitnya putih bersih, matanya indah dengan tahi lalat di sudut mata kirinya. Siswi itu tersenyum begitu manis dan perangainya begitu lembut.
Dalam diam, Bintang menaruh hati pada siswi yang belum dia ketahui namanya itu. Sejak saat itu, berangkat ke sekolah menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan bagi Bintang. Sangat menyenangkan karena dia bisa melihat siswi cantik yang sudah merebut hatinya sejak pertama melihatnya.
Melihat dan memperhatikan dari jauh itulah cara seorang 'Secret Admirer' atau penggemar rahasia. Menyukai dalam diam, mengagumi dalam diam, dan berusaha mencari tahu siapa gadis itu pun dalam diam.
Bukannya Bintang tidak berani berusaha mengutara perasaannya, tetapi memang itulah cara seorang Bintang menyukai siswi tersebut. Mungkin terkesan naif, tetapi Bintang selalu percaya bahwa jodoh pasti bertemu. Jodoh pasti akan bersatu.
Saat Bintang tengah memperhatikan Bulan dari jauh, tiba-tiba Surya datang membuyarkan pandangannya.
"Hei ngelamun aja sih?" sapa Surya kepada sahabatnya itu.
__ADS_1
Sontak Bintang pun tersenyum dan bersikap biasa saja kepada Surya. "Kamu tidak ingin menjadi anggota OSIS biar kenal sama siswa baru? Atau bisa tambah relasi. Masak sehari-hari kalau istirahat cuma duduk-duduk aja di depan Laboratorium. Emang enggak bosen?" tanya Surya kepada Bintang.
Dengan segera Bintang menggelengkan kepalanya. "Enggak, duduk di sini enak kok. Adem. Rindang juga tempatnya." jawab Bintang sekenanya.
Padahal Bintang memiliki motif tersembunyi. Dari depan Laboratorium ini, dia bisa melihat gadis pujaannya dari jauh. Ya, kelasnya Bulan berada di depan Laboratorium dan Bulan sering kali berdiri di depan kelasnya saat jam istirahat, sekadar mengobrol dengan temannya atau membaca buku. Bintang bisa memandang gadis cantik itu dari kejauhan rasanya hatinya begitu bahagia.
Akan tetapi, Bintang bukan pecundang yang tidak berani mendekati Bulan secara terang-terangan. Hanya saja memang demikianlah caranya mengagumi Bulan. Seperti di masa lampau, ketika orang-orang memuja rembulan dari jauh. Begitu jugalah Bintang, dia memuja gadis cantik bernama Bulan itu dari jauh. Membiarkan hatinya memujanya, menyebutkan namanya, tanpa berusaha menggapainya.
"Kamu terlalu pasif, Bin ... apa ada cewek yang mau sama kamu kalau kamu aja sepasif ini dan lebih suka menyendiri?" tanya Surya kepada sahabatnya itu.
Bintang hanya mengedikkan bahunya. "Pasti ada ... suatu hari nanti. Pasti ada yang mau sama cowok pasif sepertiku. Lagipula kita tidak harus mengubah diri kita hanya untuk mendapatkan perhatian dari seorang wanita. Jika benar-benar cinta, pasti akan menerima apa adanya." jawab Bintang dengan tenang.
"Kalau berubah itu proses Sur ... Kalau pura-pura berubah hanya untuk supaya gadis itu menyukai kita ya buat apa. Mending sama-sama mengenal satu sama lain. Mana yang baik dipertahankan. Sementara yang buruk dibuang." lagi sahut Bintang.
"Angel-angel (susah-susah dalam bahasa Jawa) bicara sama kamu. Aku itu ngasih tahu yang benar. Coba membuka diri, menambah relasi, menambah kenalan. Kalau menunggu jodoh datang kapan datangnya?" celetuk Surya yang seolah jengah dengan karakter temannya yang memang tenang dan terkesan slow.
__ADS_1
"Santai ae (santai saja dalam Bahasa Jawa) Bro. Pasti suatu saat aku akan berjuang untuk gadis yang benar-benar aku sukai. Sekarang aku cukup sekolah yang benar, menuntut ilmu biar jadi orang. Setelah itu, baru aku akan serius mengejar gadis yang aku sukai. Gak usah keburu-buru, Belanda masih jauh. Asam di gunung, garam di laut, bertemu di belanga juga. Aku tetap percaya jodoh pasti bertemu. Yen pancen jodoh, mesti ana dalane (Kalau memang berjodoh, pasti ada jalannya)." ucapnya dengan menepuk bahu Surya.
Dua pria itu pun tertawa bersama, dan tanpa sepengetahuan Surya dalam diam Bintang kembali memandang Bulan dari kejauhan. Hanya cukup memandang, sudah membuat Bintang bahagia. Sejak itu, Bintang membuktikan diri untuk sekolah menuntut ilmu dengan serius. Setiap penerimaan raport di akhir Semester, Bintang selalu mendapat rangking satu di kelasnya. Lantaran begitu pintar, Bintang pun juga lolos PMDK di salah satu universitas bergengsi di Kota Gudeg itu. Bahkan selama kuliah, Bintang selalu mendapatkan IPK tertinggi. Sebelum wisuda pun, Bintang sudah diterima bekerja sebagai Programmer di salah satu perusahaan rintisan di Jogjakarta dengan gaji yang cukup tinggi.
Bintang benar-benar membuktikan diri menjadi seorang yang berhasil, hanya saja karakternya yang diam dan tenang, orang-orang di sekitarnya merasa bahwa dia memang tidak memikirkan perihal jodoh. Padahal bertahun-tahun lamanya hatinya sudah menjadi milik sesosok gadis yang sudah dikenalnya sejak SMA.
Mungkin takdir juga yang membuat, sahabatnya lah yang justru menjadi pacar dari gadis itu. Patah hati? Sudah pasti Bintang merasa patah hati, tetapi dia hanya berpikir selama janur kuning belum melengkung setidaknya dia masih memiliki kesempatan.
...🌸🌸🌸...
Kini usai mengakhiri teleponnya dengan Surya. Bintang pun duduk menyandarkan bahu dan kepalanya di kursi. Pria itu tengah berpikir dengan situasi sekarang ini dan tentang perasaannya.
"Esok, aku tidak bisa mengirimimu makanan, Bulan ... tetapi, aku tetap akan menengokmu dari jauh. Aku tahu, kamu pasti kesepian. Aku tahu, saat ini berat untukmu. Setidaknya ada orang yang memperhatikanmu. Setidaknya ada aku yang selalu berdoa untuk kesembuhanmu. Namun, aku harus sportif, Bulan. Sebagaimana janjiku dengan Surya, aku membiarkannya untuk melakukan apa yang dia inginkan."
Bintang mengusap wajahnya dengan kasar dan menghela nafasnya. Mungkinkah dia memang harus menjadi sadboy di antara Surya dan Bulan?
__ADS_1
Jika sekarang Bintang ingin berjuang menyatakan perasaannya apakah terlambat? Jika Bintang mengatakan bahwa dia menyukai Bulan, apakah pertemanannya dengan Bulan akan berubah? Apakah benar semuanya sudah terlambat jika Bintang ingin memperjuangkan Bulan?
Bintang hanya tidak ingin Bulan berubah dengannya. Jika memang level tertinggi dari mencintai adalah harus dengan mengorbankan perasaan dan membiarkan orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain, maka Bintang akan melakukan semua itu. Baginya, kebahagiaan Bulan adalah nomor satu baginya. Asalkan Bulan bahagia, dia juga akan bahagia.