
"Selamat siang Pak ... Bulan...."
Bulan dan Bapaknya yang tengah menata kain-kain Batik, seketika menoleh kepada sumber suara.
Rupanya di belakang mereka telah berdiri seorang pria dengan mengenakan baju putih dan kemeja kotak-kotak, serta menggendong tas ransel berwarna hitam. Tidak lupa pria itu mengenakan masker berwarna hitam yang menutupi separuh wajahnya.
"Sugeng siang (selamat siang) Pak, saya Bintang... temannya Bulan." ucap pria itu sembari menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda hormat.
Merasa ada yang mencarinya, Bulan lantas teringat bahwa dia sudah memiliki janji dengan Bintang akan bertemu di kios batiknya.
"Bintang ya...." sapa Bulan sembari berjalan beberapa langkah ke depan.
"Iya Bulan ... aku Bintang." jawabnya sembari tersenyum.
Bulan lantas menengok kepada Bapaknya. "Bapak, ini Bintang, Pak ... Teman SMA Bulan dulu, temannya Surya juga."
Pak Hartono nampak menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada pria tampan bernama Bintang itu.
"Tadi pagi kan Bulan sudah bilang kepada Bapak bagaimana kalau kita mencoba ke jual beli online, sapa tau bisa sedikit membantu kita, Pak. Bukan sekadar buat kita. Akan tetapi, buat para pegawai yang menggantungkan hidupnya kepada kios ini. Bintang kan seorang Programmer, Bulan meminta dia membantu Bulan membuat toko online di e-commerce." penjelasan Bulan kepada Bapaknya yang membuat Bintang hanya berdiri dan mendengarkan penjelasan anak ke Bapaknya itu.
Bintang pun menganggukkan kepalanya. "Iya, saya temannya Bulan dan Surya juga, Pak ... satu SMA dengan Bulan, satu kampus juga cuma beda fakultas."
"O ... ya, ya, ya ... silakan duduk Mas Bintang. Maaf kiosnya gerah. Seperti ini keadaannya." ucap Pak Hartono mempersilakan Bintang untuk duduk.
"Tidak apa-apa Pak ... terima kasih." Lantas Bintang pun dan mulai mengeluarkan handphone dari saku celananya.
Bulan juga mengambil tempat duduk tidak jauh dari Bintang. "Jadi gimana Bin, apakah susah?" tanya Bulan begitu sudah duduk tidak jauh dari Bintang.
__ADS_1
Pria itu melepas tas ransel dari punggungnya dan menaruhnya di lantai, di antara kedua kakinya. "Tadi aku sudah coba buatkan e-kios (sebutan untuk toko online) di e-commerce dengan nama Batik Maheswari ini." ucapnya sembari menunjukkan handphone-nya kepada Bulan.
Tangan Bulan pun terulur menerima handphone Bintang itu. Jarinya nampak men-scroll layar sentuh itu. "Terus gimana Bin?" tanya Bulan dengan pandangan yang masih mengarah ke layar handphone itu.
"Kamu log in dulu ya pakai handphone kamu. Aku masih email dan passwordnya, nanti bisa kamu ganti." ucap Bintang.
Bulan menyerahkan handphone itu kepada Bintang, dan mulai mengeluarkan handphone nya dari tas dan log in dengan instruksi yang sudah diberikan Bintang.
"Kalau sudah, tahap selanjutnya lebih mudah karena kamu tinggal ambil foto aja, lalu kamu upload seperti biasa." ucap Bintang.
"Hmm, tetapi lebih baik kamu coba jualan dengan media sosial juga, Bulan. Karena sekarang ada market place di media sosial juga, bisa kamu pakai untuk berjualan secara online." ucap Bintang yang diangguki oleh Bulan.
Bulan nampak memperhatikan setiap instruksi yang diberikan oleh Bintang, bagaimana ini hal baru baginya jadi Bulan harus belajar terlebih dahulu.
"Coba kamu potret salah satu kain batik, kalu unggah ke sini ya...." perintah Bintang yang diangguki oleh Bulan.
Dibantu dengan salah satu pegawai yang berjaga di kios batik itu, Bulan mengambil satu foto. Memastikan foto yang diambil jelas, pencahayaan yang pas, dan membuat deskripsi produk. Setelah merasa foto yang diperoleh hasilnya bagus, Bulan menunjukkan handphone-nya kepada Bintang.
Baru saja, Bintang ingin melihat hasil foto itu, nampaknya sebuah telepon masuk dari Surya.
"Itu ada panggilan telepon dari Surya, kamu terima dulu aja." ucap Bintang yang kemudian pria itu berdiri dan melihat-lihat berbagai kain batik yang ada di kios itu.
Bulan mengernyitkan keningnya, lalu jarinya menggeser tombol hijau di layar handphone-nya.
"Ya, halo Surya ... ada apa?" tanya Bulan melalui panggilan telepon itu.
"Kenapa kamu tidak menghubungiku sejak tadi? Bukankah aku bilang, hubungi aku begitu sudah sampai di Kios Batik." ucap pria itu dengan sebal.
__ADS_1
Bulan mencoba menghela sejenak nafasnya. Dia memang tidak langsung menghubungi Surya, lantaran dia berbincang-bincang dengan Bapaknya terlebih dahulu.
"Maaf Surya, tadi aku ngobrol sama Bapak. Sampai belum menghubungimu." jawab Bulan dengan jujur. Lagipula memang sedari tadi dia ngobrol cukup lama dengan Bapaknya.
"Hmm, baiklah ... kamu sudah bertemu Bintang? Ingat jangan terlalu dekat, jaga hati. Kamu sudah punya aku di sini." ucap Surya yang seolah dia tidak rela jika Bulan bertemu dengan Bintang.
Bulan pun mengernyitkan keningnya lagi. "Kenapa posesif banget sih? Ya sudah, aku lanjutkan kerjaanku dulu di sini. Aku akan pulang menjelang sore nanti, Surya. Bye...."
Bulan memutuskan panggilan itu, lantas dia kembali mendekat kepada Bintang. "Sorry Bin ... tadi Surya menelpon." ucapnya sembari menatap Bintang.
Bintang menganggukkan kepalanya. "Iya ... gak papa. Surya udah di Makassar ya sekarang?" tanya Bintang kepada Bulan.
"Iya, sudah hampir satu bulan Surya di sana." sahut Bulan.
"O ... sudah lumayan lama juga ya. Eh, jadi mana hasil fotonya Bulan? Aku bisa lihat dulu, foto yang tadi kamu ambil?" tanya Bintang sembari tangannya seolah meminta untuk meminjam handphone Bulan.
"Ini Bin, gimana menurutmu hasilnya?" ucap Bulan sembari menyerahkan handphone-nya kepada Bintang.
Pria itu menerima handphone dari tangan Bulan dan melihat hasil foto yang sudah diambil Bulan.
"Menurutku, fotonya sudah bagus. Nanti kamu bisa ambil foto set batik seperti ini juga Bulan. Ada kain kebaya dan kain batiknya, jadi sudah satu set. Biasanya costumer akan lebih seneng dengan set kebaya seperti ini." ucap Bintang sembari memperlihatkan berbagai jenis foto yang menjual satu set kebaya dan kain batik.
Bulan melihat foto-foto yang diberikan Bintang. "Iya ya... bisa satu set sekalian ya. Berarti kita juga harus pintar mempadu-padankan kebaya dan kain batik sebagai bawahannya dong ya?" tanyanya sembari masih mengamati contoh foto yang diberikan Bintang.
Bintang pun menganggukkan kepalanya. "Iya. Kamu bisa buat seperti ini, lalu kamu unggah ke e-commerce itu dan ke media sosial Kios batik ini. Begitu ada pembeli, kamu tinggal packing, menulis alamat, dan mengirimkannya. Dengan begitu, produk yang kamu miliki memungkinkan untuk dilihat dan dibeli oleh seluruh user (pengguna) di seluruh Indonesia. Bagaimana mudah bukan?"
Bulan pun mengerti dengan kemudahan digital seperti ini memang bisa mengkampanyekan brand atau produk yang dia miliki.
__ADS_1
"Iya ... makasih ya Bintang. Jadi aku tinggal foto-foto aja dan mengunggahnya kan?" lagi Bulan memastikan dengan bertanya.
Bintang pun menganggukkan kepala. "Iya ... Hmm, tetapi Bulan, kenapa kamu tidak berjualan kue bolu buatanmu? Kue bolu yang kamu buat itu enak."