
Seorang anak yang masih berusia 9 tahun, belum banyak tahu tentang segala sesuatu. Namun, tiba-tiba dia harus terpisah dengan kedua orang tuanya sekaligus lantaran virus Corona tentu membuat Kartika begitu sedih dan menangis.
"Tika mau enggak ikut Bu Guru selama Bapak dan Ibu dirawat di Rumah Sakit?" ajak Bulan kepada muridnya itu.
Anak berusia 9 tahun itu segera menganggukkan kepalanya. "Tika mau Bu...."
Setelahnya Bulan membantu Kartika berkemas, membawa buku-buku sekolah dan baju seperlunya saja. Bulan tidak keberatan bolak-balik ke rumah Kartika untuk mengambil baju.
Dirasa Kartika telah siap, Bulan terlebih dahulu meminta izin kepada warga dan Linmas yang masih berjaga untuk membawa Kartika pulang ke rumahnya. Tidak lupa, Bulan meninggalkan alamat dan nomor telepon untuk dihubungi.
Para warga pun memberikan izin bagi Bulan untuk membawa Kartika.
"Kalau Ibu benar-benar Gurunya Kartika, kami tidak keberatan. Akan tetapi, Kartika di rumah juga tidak apa-apa. Nanti akan ada dari Rukun Tetangga yang akan memberi makan dan menemani Kartika walaupun tidak bisa 24 jam." ucap salah satu perwakilan warga.
"Biar Kartika bersama saya saja Pak ... di rumah ada Bapak dan Ibu saya yang bisa menolong Kartika. Saya juga akan bolak-balik kemari untuk mengambil baju-baju Kartika, karena kami hanya membawa seperlunya saja. Baik Pak, kami mohon pamit ya Pak...." pamit Bulan kepada warga dan Linmas yang berada di depan rumah Kartika.
Dengan hati-hati, Bulan memboncengkan Kartika dengan sepeda motornya kembali menulusuri jalan-jalan di Kota Jogjakarta dan membawanya pulang.
"Ayo Kartika ... ini rumah Bu Guru. Tika di sini dulu ya, selama Bapak dan Ibu dirawat di Rumah Sakit." ucap Bulan sembari menggandeng tangan Kartika dan membawanya masuk ke rumah.
"Bapak ... Ibu ..., Bulan pulang." seru Bulan begitu memasuki rumahnya.
Tidak berselang lama, Bapak Hartono dan Ibu Sundari pun keluar.
"Kok sampai jam segini Bulan? Ini murid kamu itu?" tanya Bu Sundari kepada Bulan.
"Iya Bu ... dia Kartika, muridnya Bulan. Saat ini kedua orang tuanya positif Covid dan tengah dirawat di Rumah Sakit Dr. Sardjito. Tika biar di rumah kita dulu ya Bu ... kasihan Tika tidak ada yang menjaganya di rumah." ucap Bulan sembari membawa Tika masuk ke dalam rumahnya.
"Ya sudah, kalian mandi dulu. Abis dari luar, supaya bersih dan tidak membawa virus masuk ke rumah." ucap Bu Sundari.
__ADS_1
Usai mandi dan bersih, Bulan mengajak Kartika untuk makan siang. Anak kecil itu sedari pagi belum makan nasi, hanya sempat makan roti dan susu.
"Nama kamu siapa Nak?" tanya Bu Sundari kepada muridnya Bulan itu.
"Saya Kartika, biasa dipanggil Tika...." jawabnya dengan lembut.
"Tika di rumah Bu Guru dulu ya, nanti kalau Bapak dan Ibu sudah sembuh Tika boleh pulang lagi ke rumah." ucap Bu Sundari sembari menatap wajah Tika dengan perasaan iba.
Anak itu menganggukkan kepalanya. "Terima kasih sudah mau menolong Tika...."
Bulan pun mengelus puncak kepala muridnya itu. "Sekarang Tika makan dulu ya ... makan sendiri bisa kan?"
Tika menganggukkan kepalanya. "Iya, bisa Bu Guru."
Mereka menikmati makan siang bersama, tentu keluarga Bulan merasa iba dengan Kartika. Bocah sekecil itu harus ditinggal sendirian di rumah saat kedua orang tuanya dijemput menggunakan mobil ambulance.
...🌸🌸🌸...
"Kamu kenapa Tika, kenapa belum tidur? Ini sudah malam." ucap Bulan yang turut berdiri di samping Kartika.
"Tika kangen sama Bapak dan Ibu, Bu Guru ... bagaimana keadaan Bapak dan Ibu di Rumah Sakit? Tika takut terjadi apa-apa sama Bapak dan Ibu." ucapan yang tiba-tiba berubah menjadi tangisan.
Tidak semua orang akan kuat saat cobaan datang, begitu pula bagi Kartika, seorang anak berusia 9 tahun yang harus berpisah secara paksa dengan orang tuanya. Saat teringat dan merindukan orang tuanya, Tika menangis.
Bulan segera memeluk muridnya itu. "Kita berdoa kepada Allah ya Tika. Semoga Bapak dan Ibu Tika segera sembuh. Tika boleh menangis biar hati Tika merasa lega. Akan tetapi, jangan lupa berdoa ya buat Bapak dan Ibu. Mau Bu Guru temanin berdoa? Kita shalat bersama yuk, sebut Bapak dan Ibu dalam doa ... kiranya Allah berbelas kasihan untuk menyembuhkan Bapak dan Ibu ya."
Bulan pun membimbing Tika menjalankan kewajiban mereka sebagai seorang Muslim yaitu Shalat.
Gadis kecil itu berderai air mata saat bersujud di atas sajadah.
__ADS_1
Ya Tuhan...
Tika datang kepada-Mu...
Mohon berikan kesehatan untuk Bapak dan Ibu...
Pulihkan dan berikan kesehatan...
Tika takut saat ini, Tuhan...
Hanya Tuhan tempat Tika memohon dan berharap...
Sakit penyakit kiranya beroleh mukjizat kesembuhan dari Engkau.
Limpahi kami dengan rahmat-Mu...
Amin.
Doa itulah yang Tika ucapkan dalam hatinya dengan berderai air mata. Bulan pun tak kuasa menangis melihat Tika yang berdoa memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh.
"Tika sudah berdoa kepada Allah? Sudah membawa Bapak dan Ibu dalam doa?" tanya Bulan sembari melipat mukena yang sebelumnya dia kenakan.
Tika pun menganggukkan kepalanya. "Iya Bu Guru ... Tika sudah mendoakan Bapak dan Ibu. Biasanya sakit karena Covid dirawat berapa lama di Rumah Sakit, Bu?" tanya anak kecil yang masih polos itu.
"Paling tidak 14 hari Tika ... akan tetapi, bisa lebih jika hasil pemeriksaan masih positif dan ada gejala lainnya. Tika jangan takut ya, Tika juga jangan terus-menerus bersedih ada Bu Guru di sini. Bu Guru akan menemani Tika ya...." ucap Bulan dengan sungguh-sungguh.
"Terima kasih Bu Guru karena sudah menolong Tika. Saat Tika ketakutan ada Bu Guru yang menjenguk Tika. Jika tidak ada Bu Guru, malam ini Tika pasti akan sendirian di rumah tanpa ada Bapak dan Ibu." ucap anak kecil itu sembari sedikit tersenyum.
Bulan pun menganggukkan kepalanya. "Sama-sama Tika ... siapa pun murid Ibu di sekolah jika mereka membutuhkan pertolongan selama Ibu bisa membantu, pasti Ibu akan membantu. Sekarang sudah malam, Tika tidur ya. Besok pagi bangun, sekolah dari rumah Bu Guru. Ada orang tua Bu Guru yang akan menemani Tika di sini saat Ibu ke Sekolah ya."
__ADS_1
Mendengar ucapan Bulan yang penuh perhatian dan kasih sayang, Tika pun tidur di tempat tidur Bulan. Hari ini bisa dikatakan adalah hari yang berat bagi Kartika, bersyukur ada orang-orang yang Tuhan gerakkan untuk menolongnya.
Bulan masih saja berwajah sendu melihat Tika yang mulai tertidur. "Kasihan kamu Tika, semoga Bapak dan Ibu segera sembuh dan kalian bisa berkumpul kembali ya Tika...." doa Bulan sungguh-sungguh untuk Tika dan keluarganya.