Antara Cinta Dan Corona

Antara Cinta Dan Corona
Kue Bulan


__ADS_3

"Bulan, kenapa kamu enggak menjual kue bolu buatanmu? Kue Bolu buatanmu enak." ucap Bintang tiba-tiba yang membuat Bulan melebarkan matanya.


Bulan jadi mengingat-ingat kapan dia membuat Kue Bolu dan membaginya dengan Bintang, sehingga temannya ini bisa berkata jika Kue Bolu buatan Bulan rasanya enak.


"Euhm, Kue Bolu yang mana ya Bin? Sorry, aku lupa." ucap Bulan sembari tersenyum kebingungan.


Bintang nampak tersenyum. Mungkin saja Bulan sudah lupa, karena kejadian itu sudah berlalu bertahun-tahun lamanya.


...🌸🌸🌸...


Jogjakarta, 2015


Saat itu ketika Bulan masih SMA. Gadis ayu itu membawa sebuah Kue Bolu yang ia buat dengan tangannya sendiri di rumah.


Ketika istirahat pertama, Bulan membawa sebuah paper bag yang berisi kotak makanan. Namun, kotak makanan itu bukan berisi nasi dan sayur, melainkan berisi Kue Bolu.


Bulan saat itu menemui Surya yang tengah duduk-duduk di depan Laboratorium bersama Bintang. "Surya, aku bawa bekal dari rumah." ucap Bulan menghampiri Surya dan Bintang saat itu.


"Hei Bulan, kamu membawa apa emangnya?" tanya Surya dengan tersenyum kepada Bulan, sementara Bintang yang duduk di samping Surya hanya mengamati interaksi kedua temannya yang tengah berpacaran itu.


Bulan duduk tidak jauh dari Surya, lalu mengeluarkan kotak bekalnya. "Aku membawa Kue Bolu, aku membuatnya sendiri di rumah." ucap Bulan nampak bahagia menunjukkan Kue Bolu buatannya. "Ini cobalah Surya. Bagaimana enak tidak?" Bulan menawarkan Kue Bolu buatannya kepada Surya, lalu pria itu mencobanya.


"Ini enak, Bulan ... kamu yakin kamu yang bikin kue ini sendiri?" tanya Surya sembari mengunyah Kue Bolu dalam mulutnya.


Bulan pun menganggukkan kepalanya. "Iya, aku membuatnya sendiri." jawabnya sembari tersenyum.


Melihat ada Bintang yang kala itu duduk di sisi Surya, lantas Bulan pun menawarkan sepotong Kue Bolu untuk Bintang juga. "Bin, ambillah. Cobalah Kue Bolu ini, aku membuatnya sendiri." ucap Bulan yang menyodorkan kotak bekalnya kepada Bintang.

__ADS_1


Dengan ragu-ragu, tangan kanan Bintang pun terulur dan mengambil satu potong Kue Bolu dari kotak bekal Bulan itu.


Bintang memang tipe cowok yang tidak banyak bicara, pembawaannya tenang. Bintang baru benar-benar banyak bicara jika hanya pada orang-orang tertentu saja.


Merasakan Kue Bolu yang begitu enak itu, Bintang yakin bahwa Bulan pasti bisa membuat Kue dengan enak. Bakat tersembunyi dari seorang Bulan Maheswari yang hanya diketahui oleh Bintang.


"Kue ini enak, Bulan. Makasih ya...." ucap Bintang sembari merasai Kue Bolu dalam kunyahannya.


Mendengar penilaian yang diberikan oleh Bintang, Bulan pun tersenyum. "Makasih Bin, kamu mau ambil lagi?"


Bulan pun kembali menyodorkan kotak bekal berisi Kue Bolu itu kepada Bintang. Mempersilakan temannya itu untuk bisa mengambil kembali.


Namun segera kotak bekal itu disergah oleh Surya, lantaran Surya tak ingin membagi Kue Bolu buatan Bulan itu dengan siapa pun, termasuk dengan Bintang, sahabatnya sendiri.


Flashback off


...🌸🌸🌸...


Ya, Bintang tidak yakin. Mungkin saja Bulan telah melupakannya. Lagipula, kejadian itu sudah berlangsung cukup lama. Ingatan seseorang bisa hilang bukan? Maka dari itu, Bintang pun tidak berharap bahwa Bulan akan mengingat saat ia memberikan sepotong Kue Bolu.


Bulan nampak mengernyitkan keningnya, berusaha mengingat-ingat kembali, peristiwa saat ia memberikan sepotong Kue Bolu kepada Bintang. Sinapsis di dalam otaknya berusaha mengingat perkataan Bintang.


Kue Bolu?


Saat SMA?


Beberapa menit Bulan berpikir, akhirnya dia mengingat peristiwa saat dia pertama kalinya membuat Kue Bolu dan memberikannya untuk Surya. Bulan juga ingat bahwa saat itu ia memberikan sepotong untuk Bintang.

__ADS_1


"Ahh, apa waktu SMA saat aku membawa kotak bekal yang berisi Kue Bolu itu?" tanya Bulan, walaupun sebenarnya dia juga tidak yakin.


Bintang segera menganggukkan kepalanya. "Iya ... saat itu, kamu pernah memberiku sepotong Kue Bolu." kenang Bintang saat jam istirahat dan Bulan memberikan sepotong kue.


Mendengar cerita Bintang, Bulan pun tersenyum. Walaupun wajah ayu yang tengah tersenyum tak terlihat lantaran masker yang menutupi separuh wajahnya, tetapi matanya begitu terlihat bahwa gadis itu tengah tersenyum lebar.


"Bagaimana kau masih mengingatnya Bintang? Padahal itu sudah berlalu lama sekali. Juga untuk rasanya apakah benar-benar seenak itu? Padahal waktu itu untuk pertama kalinya aku membuat Kue Bolu." ucapnya sembari mengingat bahwa itu pertama kalinya Bulan belajar membuat kue.


"Hmm, aku hanya sebatas mengingatnya saja Bulan. Akan tetapi, untuk rasa dan teksturnya benar-benar enak. Tidak kalah dengan Kue Bolu buatan toko-toko kue. Mengapa kamu tidak berpikir atau mencoba untuk menjajal usaha kuliner juga Bulan? Di masa pandemi seperti ini, usaha kuliner lebih bisa bertahan." ucap Bintang dengan meyakinkan.


Perkataan Bintang nampaknya cukup menyita perhatian Bulan. Ya, di masa pandemi semua uang yang didapatkan praktis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal pangan dan kesehatan menjadi prioritas para warga, sementara hal sandang tidak begitu menjadi prioritas. Apa yang diucapkan Bintang sangat masuk akal.


"Jika aku mencobanya? Apakah akan laku terjual?" tanya Bulan dengan tidak percaya diri sama sekali.


Bintang pun menganggukkan kepalanya. "Coba saja dulu. Kita tidak pernah tahu hasilnya, apabila kita tidak mencoba. Aku akan menjadi pelanggan setiamu, Bulan. Aku juga akan membantu untuk mempromosikannya. Bagaimana?"


Seolah ragu lantaran sudah lama sekali, Bulan tidak berjibaku dengan berbagai bahan baku pembuatan kue dan juga oven. Kesibukannya sebagai guru Sekolah Dasar cukup menyita waktunya. Namun, Bulan teringat bahwa Ibunya sangat ahli dalam hal masak-memasak dan membuat kue. Mungkin Bulan bisa melibatkan ibunya.


"Euhm, baiklah. Aku akan mencoba membuatnya terlebih dahulu. Janji ya, kalau kamu akan membelinya dan membantu mempromosikannya?" kata Bulan.


Bintang pun menganggukkan kepalanya. "Iya, kirim pesan aja padaku, aku akan membeli Kue Bolu buatanmu."


"Jika aku membuat usaha kue, nama apa yang bisa ku pakai untuk nama brand-nya Bin? Butuh brand juga kan untuk memasarkan barang produksi kita?" tanyanya kepada Bintang.


Mendengar pertanyaan Bulan sejenak Bintang pun berpikir, nama untuk kue buatan Bulan. Tiba-tiba dia terpikirkan sebuah nama. "Bagaimana kalau Kue Bulan?"


Bulan mendengarnya lantas tertawa. "Kue Bulan itu kue tradisional China yang wajib ada pada perayaan musim gugur di setiap tahunnya. Biasa juga disebut Mooncake. Kamu yakin mengusulkan nama itu?" ucapnya sembari terkekeh geli.

__ADS_1


Bintang malahan terlihat serius dan menganggukkan kepalanya. "Iya ... Kue Bulan. Bagus bukan? Nama yang tidak hanya pas, tetapi unik juga. Sehingga pembeli akan memiliki pengenalan baru bahwa Kue Bulan itu bukan sekadar Mooncake pada festival musim gugur. Kue Bulan adalah kue yang dibuat olehmu. Bulan ... Kue Bulan."


__ADS_2