Antara Cinta Dan Corona

Antara Cinta Dan Corona
Susah Signal


__ADS_3

Usai Bintang pulang, Bulan lantas ingin mengabarkan kabar bahagia bahwa dirinya sudah sembuh kepada Surya. Bagi Bulan, Surya juga harus mendengar kabar bahagia ini. Tanpa menunggu lama, Bulan segera mencari nama kontak Surya di handphonenya dan mulai menekan tombol telepon.


Surya


Calling....


Bulan menunggu hingga panggilan seluler itu tersambung. Sayangnya Bulan belum beruntung, panggilan teleponnya tidak terjawab. Akan tetapi, Bulan tidak patah semangat. Dia mencoba sekali lagi untuk menghubungi Surya. Membiarkan detik demi detik berlalu, panggilan itu tersambung, sayangnya Surya memang tidak mengangkatnya.


Pada akhirnya Bulan mencoba bersabar, dia berpikir bahwa Surya tengah bekerja karena sekarang di Jogja sedang jam 10.00 WIB, sehingga di Makassar saat ini jam 11.00 WIB. Saat makan siang nanti, Bulan akan mencoba menghubungi Surya kembali.


Bulan yang sejak tadi masih berdiri di balkon kamarnya, memilih kembali masuk ke dalam kamar. Dia mulai membersihkan kamarnya. Setelah terpapar virus Corona, Bulan yang memang adalah orang yang cukup bersih, kini dia justru berusaha untuk menjaga kebersihan sebisa mungkin. Bulan monarch handphonenya begitu saja di atas tempat tidurnya, lalu dia mulai mengambil sapu untuk membersihkan kamarnya.


Tanpa Bulan sadari, ternyata Surya balik menelpon Bulan. Sayangnya karena handphone Bulan dalam mode silent dan Bulab sendiri sedang fokus menyapu, sehingga gadis itu tidak lagi memegang handphonenya.


Usai menyapu lantai kamarnya, Bulan juga membersihkan balkonnya. Belum sepenuhnya selesai, Bulan mengistirahatkan dirinya karena merasa kehabisan napas. Memilih duduk sejenak di kursi yang berada di balkonnya, sembari menikmati angin yang bertiup sepoi-sepoi, Bulan menyeka buliran keringat yang membasahi keningnya. Dia juga menghirup oksigen sebanyak-banyaknya dan berharap paru-parunya tercukupi stok oksigennya, sehingga dia tidak lagi kesusahan bernapas.


Beberapa menit Bulan hanya duduk, kemudian saat di rasa bahwa dia mulai bisa bernapas dan tidak terasa berat, Bulan kembali membersihkan balkon kamarnya. Usai membersihkan balkon, Bulan berniat mengganti sprei tempat tidurnya. Tangannya bergerak mengambil handphonenya yang sejak tadi tergeletak di atas tempat tidur. Betapa terkejutnya Bulan saat melihat handphonenya dan terdapat belasan panggilan telepon dari Surya. Maka dari itu, Bulan pun kembali menghubungi Surya.


Surya

__ADS_1


Calling


"Halo Surya...." sapa Bulan begitu panggilan telepon itu terhubung.


Tidak menjawab pertanyaan Bulan, Surya justru memberondong berbagai pertanyaan kepada Bulan.


"Kamu di mana saja sih Bulan? Tadi menelponku, setelah aku telepon balik kamu enggan menjawab. Kenapa sih bikin aku kepikiran." ucapnya begitu panjang lebar kepada Bulan.


"Aku di rumah ... di kamar aja, aku baru bersih-bersih kamar, Surya. Tadi aku menghubungi kamu, setelah tidak ada jawaban, aku memilih membersihkan kamar lebih dulu. Nanti aku akan menghubungi kamu kembali, lagipula handphoneku dalam mode silent. Jadi aku tidak tahu kalau ternyata kamu balik menelponku." Bulan menjelaskan panjang lebar kepada Surya.


Keinginannya untuk memberitahukan kabar bahagia hilang sudah. Yang ada Bulan menjadi sebal karena Surya mencecarnya dengan begitu banyak pertanyaan.


"Maaf Bulan ... tiba-tiba saja aku merasa emosi. Maaf." Surya meminta maaf dan dia mengakui bahwa saat ini dia tengah emosi.


Sementara raut wajah Bulan pun seketika menjadi cemberut. Hasrat ingin menyampaikan kabar bahagia, tetapi kini dirinya juga tersulut emosi. Pada akhirnya, Bulan mengurungkan niatnya untuk memberitahu kabar kepada Surya bahwa dirinya telah negatif.


"Tidak apa-apa Surya." jawab Bulan dengan singkat.


"Bulan, besok aku akan perjalanan dinas ke Toraja selama lima hari. Kemungkinan saja dalam perjalanan nanti bisa susah signal." ucapnya memberitahu Bulan bahwa dia akan ada perjalanan dinas ke Toraja.

__ADS_1


Jarak dari kota Makassar ke Tana Toraja ditempuh dengan perjalanan darat selama hampir 8 jam lamanya. Dipastikan selama dalam perjalanan, Surya akan kesulitan mendapatkan sinyal. Oleh karena itu, Surya memberitahu keadaannya di Toraja nanti kepada Bulan.


Bulan pun hanya bisa mengangguk saat Surya memberitahunya bahwa dia akan melakukan perjalanan dinas ke Toraja. Namun sebelum Surya pergi, Bulan ingin memberitahukan kepadanya bahwa sekarang dirinya sudah negatif.


"Iya ... Hati-hati dalam perjalanan. Oh, iya ... Ada yang hampir aku sampaikan kepadamu, Surya." ucapnya dengan hati-hati.


"Apa Bulan? Katakan." jawab Surya dengan begitu cepat.


"Aku sudah negatif Surya. Hasil tes usap terakhirku negatif. Aku sudah sembuh sekarang." Akhirnya Bulan bisa memberitahukan kepada Surya bahwa dirinya telah sembuh. Lega sudah perasaannya bisa memberitahukan kepada orang-orang yang dekat di hatinya kalau perjuangannya untuk sembuh berhasil.


"Akhirnya kamu sembuh juga. Selamat ya...." Sahut Surya. "Baiklah Bulan, pekerjaanku banyak. Nanti aku hubungi lagi ya." Surya pun mematikan panggilan teleponnya.


Di satu sisi, kenapa perasaan dan ungkapan yang Surya tunjukkan terdengar begitu formalitas belaka. Tidak ada rasa syukur dan bahagia saat mendengar dirinya telah negatif. Bulan memilih diam dan menaruh handphonenya di atas nakasnya.


...🌸🌸🌸...


Keesokan harinya, Surya pergi ke Toraja. Sebagai pegawai pajak memang sering kali ada perjalanan dinas dan kali ini Surya akan menuju ke Tana Toraja. Perjalanan menuju Toraja membutuhkan waktu hampir 8 jam lamanya, dan kali ini Surya akan menuju Toraja dengan menaiki Bus Primadona, salah satu layanan bus yang begitu digemari masyarakat kota Makassar untuk menuju Toraja. Bus tingkat dengan cat berwarna biru ituitu melayani rute dari Makassar menuju Toraja setiap hari sehingga penumpang tidak perlu kesulitan mendapatkan alat transportasi dari dan ke Toraja.


Tepat jam 21.00 WITA, Surya berangkat dari Makassar menuju Toraja. Jalanan yang naik turun, memang Surya tidak bisa mengharapkan adanya sinyal. Seolah hanya bisa pasrah dengan keadaan. Terkadang bisa mendapat sinyal saat melewati satu kota, kemudian kehilangan sinyal lagi di daerah selanjutnya. Surya rasanya harus benar-benar bersabar. Pesan yang Surya kirimkan kepada Bulan pun hanya centang satu, membuat Surya frustasi rasanya. Ingin berkabar dengan Bulan, tetapi susah sinyal.

__ADS_1


Hanya saja Surya masih berharap saat di Toraja selama lima hari nanti, jaringan sinyal sudah lebih bagus sehingga dia tidak mengalami kendala komunikasi dengan Bulan. Ya, hubungan jarak jauh memang membutuhkan komitmen untuk membangun komunikasi. Sayangnya, Surya tidak tahu apakah selama perjalanan dinas ini, dia bisa mendapatkan sinyal sehingga tidak ada kendala dalam komunikasi dengan Bulan. Terlebih kondisi perjalanan dengan naik turun dataran tinggi dan melewati beberapa kawasan kebun kopi yang membuat sinyal tidak sepenuhnya ada. Sinyal menjadi hal paling penting bagi mereka yang menjalin hubungan jarak jauh.


__ADS_2