Antara Cinta Dan Corona

Antara Cinta Dan Corona
Cincin di Jari Manis


__ADS_3

Mendengar ucapan Surya yang mengingatkannya bahwa hubungan keduanya lebih dari sekadar pacaran, sontak Bulan teringat sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya.


Tentu cincin bertahta berlian itu bukan sekadar perhiasan, di dalamnya tersirat kasih sayang dan perjuangan Bulan dan Surya dalam membina hubungan hingga akhirnya mereka bertunangan.


Cincin pertunangannya dengan Surya yang dilangsungkan beberapa bulan yang lalu sebelum akhirnya keluarga Surya datang untuk melamar Bulan.


...🌸🌸🌸...


Jogjakarta, Oktober 2018


Hari ini keluarga Bulan nampak sibuk mempersiapkan kedatangan dari pihak keluarga Surya yang datang dan hendak melangsungkan tunangan dengan putri semata wayang mereka ya itu Bulan.


Sudah pasti, keluarga Bulan menyambut baik kedatangan keluarga Surya. Terlebih baik keluarga Bulan dan keluarga Surya sudah sama-sama tahu bahwa Bulan dan Surya sama-sama menjalin cinta sejak SMA.


Semula pihak keluarga juga hanya berpikir bahwa mungkin cinta monyet, atau cinta remaja. Mereka sungguh tidak berpikir bahwa Bulan dan Surya bisa menjalani hubungan hingga bertahun-tahun lamanya.


Sore itu, Bulan telah bersiap dengan mengenakan kebaya berwarna pink dan rok batik panjang. Gadis ayu berambut panjang itu, hanya memoles wajahnya sendiri ala kadarnya. Di dalam kamarnya tentu Bulan bahagia lantaran hubungan dengan Surya naik kelas ke tahap yang lebih serius.


Usai adzan Magrib, mulailah Surya datang bersama kedua orang tuanya, kakak perempuannya, dan wali dari warga yang berupa Ketua RT dan RW.

__ADS_1


"Bapak Hartono, kami ke sini untuk mengikat Bulan, anak Bapak. Mengingat hubungan keduanya sudah berlangsung lama sejak mereka SMA hingga sekarang. Maka, Surya datang kemari untuk bertunangan dengan putri Bapak yaitu Bulan." ucap dari Bapak Sasongko, orang tua Surya.


Bapak Hartono sebagai orang tua Bulan pun menerima niatan baik kedatangan orang tua Surya waktu itu. "Terima kasih Bapak Sasongko dan keluarga yang sudah sudi kemari. Saya dengan senang hati merestui hubungan pertunangan antara putri saya satu-satunya Bulan Maheswari dengan Surya."


Setelah ramah tamah dan sepatah dua patah kata dari orang tua, Bulan dijemput oleh Ibunya untuk keluar dari kamar. Sekaligus menemui Surya.


Betapa dua insan yang saling mencintai itu melempar senyuman satu sama lain. Mata keduanya berbinar penuh dengan rasa sayang.


Bulan kini berdiri di hadapan Surya. Setelahnya, Ibunya Surya menyerahkan sebuah cincin emas kepada Surya. Pria itu membuka perlahan kotak cincin berwarna merah itu, lalu mengambilnya.


"Bulan, cincin ini sebagai tanda bahwa hubungan kita telah semakin serius. Lingkaran cincin ini sebagai bukti bahwa rasa sayangku kepadamu tidak akan pernah berakhir layaknya cincin ini. Bulan, maukah kamu menerima cincin ini dan bertunangan denganku?" ucap Surya dengan begitu tulus.


Dengan segenap perasaan haru sekaligus bahagia, Surya menyematkan sebuah cincin di jari manis Bulan. Setelah selesai, giliran Bulan yang mengambil cincin lainnya dan menyematkannya di jari manis Surya.


Kedua keluarga yang menghadiri pun terlihat begitu bahagia. Surya bahagia akhirnya cinta pertamanya saat SMA kini telah beralih status menjadi tunangannya.


"Kamu bahagia Bulan?" tanya Surya sembari sedikit berbisik lirih kepada Bulan yang malam itu terlihat begitu cantik di mata Surya.


Gadis yang mengenakan kebaya berwarna merah muda itu menganggukkan kepala. "Sudah pasti aku senang, Surya. Terima kasih." ucap gadis itu sembari tersenyum.

__ADS_1


Surya pun turut tersenyum. "Ingatlah cincin yang melingkar di jari manis kita ini ya Bulan. Jika suatu saat aku harus jauh darimu, cincin ini adalah tanda bahwa perasaan sayangku kepadamu tidak akan pernah putus layaknya cincin pertunangan kita ini. Perasaan kita akan selalu menyatu, tidak ada ujungnya layaknya lingkaran cincin ini."


Flashback off


...🌸🌸🌸...


Dengan masih menempelkan handphone di telinganya, Bulan mengamati cincin pertunangan yang masih melingkar dengan indah di jari manisnya itu. Ibu jarinya menggerakkan cincin di jari manis itu, sehingga cincin itu berputar ke kanan dan ke kiri.


"Aku akan selalu ingat cincin pertunangan kita ini Surya. Akan tetapi, aku tidak menyangka bahwa pada akhirnya kamu akan meninggalkanku sejauh ini. Jogjakarta - Makassar itu sangat jauh. Kita tidak hanya berbeda pulau, tetapi juga berbeda waktu." ucap Bulan dengan serius.


Di Makassar, Surya pun menatap lekat cincin pertunangan yang juga melingkar di jari manisnya. "Aku akan mengulangi ucapanku sekali lagi Bulan bahwa rasa sayangku kepadamu seperti cincin ini yang tidak akan pernah berakhir. Cincin ini adalah lambang kasih sayang dan perjuangan kita selama ini. Ku mohon jangan menyerah Bulan, ingatlah berapa tahun lamanya kita jalani bersama. Aku sungguh-sungguh Bulan."


"Hmm, iya ... baiklah, tetapi lebih baik sekarang jangan menjanjikan apa pun, Surya. Kita jalani saja sebisa kita, semampu kita. Itu semua karena keadaan kita berdua sudah jauh berbeda. Jujur aku kecewa Surya, selama ini kamu tidak pernah melibatkanku untuk apa pun di hidupmu. Jika posisiku memang begitu penting di hatimu, mengapa kamu selalu seenaknya sendiri? Dari mulai awal kita berpacaran saat kamu selalu menghabiskan masa liburan di Jakarta, tes CPNS yang kamu ambil, hingga waktu kamu berangkat ke Makassar, pernahkah kamu meminta pendapatku Surya? Tidak kan?" gadis ayu itu tersenyum kecut sembari menahan sesak di dadanya.


Di satu sisi Bulan memang diam dengan semua yang Surya lakukan, namun bukan berarti dia tidak dilibatkan sama sekali.


Surya menghela nafasnya secara kasar. "Maafkan aku, Bulan ... aku memang tidak melibatkan dirimu. Aku kira kamu sudah pasti setuju dengan tindakanku, lagipula itu semua kulakukan untuk masa depan kita berdua. Untuk membahagiakanmu juga."


"Dulu, beberapa kali aku menahanmu untuk tinggal di sisiku, Surya. Ingatkah kamu bagaimana aku memintamu untuk menghabiskan liburan di Jogjakarta, tetapi nyatanya kamu juga pergi ke Jakarta, meninggalkanku begitu saja. Bukannya aku kekanak-kanakan Surya, bukan. Sebagai pacarmu, sebagai orang yang dekat denganmu, aku juga ingin kamu sekali-kali memilihku dan memprioritaskanku. Euhm, tetapi nyatanya selama ini tidak akan pernah bisa kan Surya? Prioritaskan dan libatkan aku sekali saja, Surya. Seperti aku yang selalu melibatkanmu dalam apa yang aku ambil dan lakukan. Aku menghargaimu sebagai orang yang dekat di hatiku, Surya ... karena itu aku selalu melibatkanmu." lagi gadis itu tersenyum getir.

__ADS_1


Pertama kali dalam enam tahun, Bulan mengutarakan isi hatinya kepada Surya. Diam bukan berarti menyetujui, membiarkan bukan berarti menerima dalam hati. Bulan ini Surya melibatkannya dalam setiap keputusan yang dia ambil. Apa artinya cinta jika selama ini tidak pernah dilibatkan? Apa artinya cinta jika masih menjalani hidup semau-maunya sendiri? Benarkah cinta akan melakukan semua tanpa menghiraukan pasangannya.


__ADS_2