ASMARA DIUJUNG WAKTU

ASMARA DIUJUNG WAKTU
DIHADANG MUSUH


__ADS_3

...***...


Di Hutan, malam hari. Seorang laki-laki sedang berjalan melangkah hendak menuju perkampungan. Rasanya ia ingin beristirahat, untuk melaksanakan sholat isya jika mendapatkan tempat penginapan. Akan tetapi ia dihadang oleh beberapa orang hingga membuatnya menghentikan langkahnya.


"Sepertinya kalian bermalam di hutan, apakah kalian juga hendak mencari penginapan di sekitar sini?." Ramah, senyuman lembut, begitulah gambaran lelaki itu sekarang pada mereka yang sedang berdiri di hadapannya.


"Heh!. Kau tidak usah sok baik pada kami lagi, prabu bodoh!." Lelaki kurus tinggi yang memegang sabit tajam mendengus keras. Ia terlihat sangat marah, pada lelaki yang ia panggil prabu itu?.


Prabu?. Apakah ia seorang raja?. Apa yang dilakukan seorang raja di hutan seperti itu?. Apakah ia sedang melakukan penyamaran sehingga ia bisa berada di sini?. Entahlah. Siapa yang mengetahui apa yang membuat sang prabu malam-malam seperti ini, hingga dihadang oleh beberapa orang yang sepertinya sangat tidak menyukai dirinya.


"Astaghfirullah hal'azim. Apa yang kisanak katakan?. Saya hanyalah orang biasa. Seorang pengembara yang kebetulan lewat, dan ingin mencari penginapan." Lelaki yang dipanggil prabu merasa heran. Apakah ia dikenali oleh mereka?. Hingga menimbulkan gelak tawa bagi mereka?. Apakah ada hal yang patut ditertawakan dari ucapannya tadi?.


"Ya Allah. Kuatkan lah hati hamba ya Allah. Jangan sampai kemarahan menguasai diri hamba, hanya karena mereka ya Allah." Dalam hatinya berusaha untuk bersikap tenang. Ia berusaha menahan diri. Ia tidak mau terpancing amarah, hingga membuat mereka semua mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.


"Kau tidak perlu menipu kami prabu busuk!. Karena kami mengetahui kau siapa!." Seorang wanita dengan senjata cambuk tertawa dengan keras, ia tidak menyangka bahwa lelaki itu pandai bermain peran. Sungguh luar biasa sekali dalam menyembunyikan diri dengan mengatakan bahwa ia hanyalah seorang pengembara?.


"Kau pikir kami ini bodoh prabu praja Permana!." Bentak seorang laki-laki dengan suara yang sangat keras. "Kau tidak perlu menyamar dihadapan kami. Karena kami sangat mengenali wajahmu itu. Dan juga sebentar lagi kau akan mati ditangan kami!." Lanjutnya lagi, sambil mengacungkan tombak aneh ditangannya.


Tentunya mereka semakin tertawa, entah dari mana letak lucunya perkataan itu, akan tetapi mereka malah tertawa terbahak-bahak. Sungguh sangat mengherankan melihat tingkah mereka yah sedang tertawa seperti itu.


"Ya Allah. aku serahkan hidup dan mati ku hanya pada-Mu, aamiin ya Rabbal a'lamin." Dalam hatinya ia berdoa kepada Allah SWT, agar mendapatkan perlindungan dari marabahaya yang akan mengancam keselamatan nyawanya.

__ADS_1


"Tidak perlu banyak bicara lagi, ayo kita serang dia!." Perintah seorang wanita dengan selendang jingga ditangannya. Tanpa basa-basi lagi, mereka semua benar-benar menyerang laki-laki itu.


Lelaki itu sebenarnya adalah prabu praja Permana. Seorang raja yang sedang dalam perjalanan mengembara. Dalam pengembangannya ia ingin mengetahui bagaimana kehidupan rakyatnya. Apa saja yang dialami oleh rakyatnya. Karena itulah ia melakukan perjalanan ini untuk mengetahui segalanya.


"Astaghfirullah hal'azim. Sebaiknya kalian segera bertaubat. Selagi masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk segera bertaubat." Prabu Praja Permana mencoba untuk menasehati mereka semua. Tapi rasanya itu hal yang mustahil akan mereka terima begitu saja dengan mudah. Rasanya itu sangat mustahil, sama seperti ketika ia bertemu dengan kelompok setan jahat. Tidak ada yang menduga atau mengira pertemuan langka itu.


Namun siapa sangka ia malah bertemu dengan kelompok setan jahat yang selama ini cukup meresahkan. Kelompok pendekar jahat yang namanya telah diketahui siapa saja. Termasuk Prabu Praja Permana yang hendak memulai pengembaraannya.


Sudah banyak hal buruk yang mereka lakukan selama ini. Salah satunya yaitu, mereka menjarah, merampas harta milik rakyat. Selain itu mereka selalu mengancam keselamatan rakyat. Karena itulah prabu Praja Permana ingin melihat dan menyambangi mereka. Mengingatkan mereka agar tidak melakukan kerusuhan yang membuat ketakutan yang luar biasa dikalangan rakyat.


Dan tidak pernah diduga sebelumnya adalah, mereka lah yang mendatanginya. Dan malam ini Prabu Praja Permana berhadapan langsung dengan mereka. Apakah sang prabu bisa mengatasi masalah yang sedang terjadi?.


Ada kabar juga yang ia dapatkan, yaitunya, kelompok setan jahat dipimpin oleh seorang wanita dengan nama julukan Setan Selendang jingga kematian. Yang kini terus menyerang sang prabu dengan menggunakan jurus-jurus andalan yang ia miliki, untuk menghajar Prabu Praja Permana.


"Heh!. Hanya segitu saja kemampuanmu?. Prabu lemah!. Sangat lemah, sehingga aku tidak berselera untuk menghadapimu." Setan selendang jingga kematian sangat meremehkan ilmu Kanuragan yang dimiliki oleh sang prabu. Hanya karena seperti itu ia terlalu cepat untuk menilai, mengambilkan kesimpulan dengan apa yang mereka lakukan tadi?.


Prabu Praja Permana yang sedang mengatur hawa murninya tersenyum kecil. Ia masih bisa menahan dirinya, ia tidak mau kemarahan menguasai dirinya hanya karena perkataan-perkataan seperti itu.


Prabu Praja Permana diserang oleh lelaki dengan senjata sabit tajam. Nama julukannya adalah setan Sabit pencabut nyawa. Sungguh nama julukan yang tidak enak untuk didengar. Sangat mengerikan, sehingga tidak enak untuk dipanggil.


Setan Sabit pencabut nyawa terus menyerang Prabu Praja Permana dengan senjatanya. Namun sang Prabu berhasil menghindari serangan itu, dan ia bahkan dapat menahan serangan itu dengan menyerang balik lawannya.

__ADS_1


"Sepertinya dia memang kuat. Apa yang harus aku lakukan?. Dalam hatinya bertanya-tanya apa yang akan ia lakukan melihat gerakan Prabu Praja Permana yang nampak sudah ahli dalam bertarung.


Disatu sisi Setan Cambuk Neraka. Wanita muda cantik yang melihat itu tidak tinggal diam. Ia juga ikut menyerang Prabu Praja Permana dengan melecuti sang Prabu menggunakan cambuknya.


Beruntung sang Prabu menyadari serangan itu. Sehingga ia menghindarinya dengan melompat ke belakang, ia berhasil terhindar dari maut yang mengintainya. Allah SWT masih menyayanginya, dan ia akan selalu meminta pertolongan kepada Allah SWT.


"Kurang ajar!. Dia berhasil menghindari serangan ku?." Setan Cambuk Neraka sangat kesal karena serangannya berhasil dihindari oleh prabu Praja Permana. "Tidak ada yang bisa mengalahkan, atau menolak keinginan dari Cambuk Neraka jika ia masih sayang dengan nyawanya." Lanjutnya lagi dengan perasaan yang menggebu-gebu.


Prabu Praja Permana terus menghadapi mereka semua. Ia tidak boleh lengah, jika ia tidak ingin celaka dari kejahatan mereka padanya. Meskipun ia telah bersikap waspada, tetapi siapa saangka ternyata, dari arah belakangnya. Setan Tombak Kegelapan membokongnya, sehingga ia terkena serangan kuat salah satu dari mereka, yang dapat melihat kesempatan disaat Prabu Praja Permana sedang lengah.


Serangan itu cukup membuatnya merasakan sakit yang luar biasa. Apa yang terjadi?. Apakah prabu praja Permana bisa menghindarinya? Baca terus ceritanya


See jumpa.


Jangan lupa vote n komentar agar Arthur yang tidak berwujud ini semangat lanjutin ceritnya


Kamis, 6 Januari 2022.


Mohon dukungannya ya pembaca tercinta.


...***...

__ADS_1


__ADS_2