ASMARA DIUJUNG WAKTU

ASMARA DIUJUNG WAKTU
SANG PRABU DALAM BAHAYA


__ADS_3

...***...


Setan Tombak Pencabut nyawa tiba-tiba muncul di belakang prabu Praja Permana. Sedari tadi ia ternyata telah menyiapkan serangannya dengan menggunakan jurus tombaknya.


Namun ketika itu sang prabu masih bisa menyadarinya. Ia sempat menghindarinya, sayangnya lengan kirinya sempat tergores oleh tombak itu. Sehingga meninggalkan gores luka yang lumayan parah.


"Kegh." Sang Prabu meringis sambil menyentuh luka itu. Luka yang mengeluarkan darah, sehingga lengan kirinya basah karena darahnya.


Sementara itu mereka yang melihat itu merasa senang, apalagi saat sang prabu sedang mengatur tenaga dalamnya. Setan Selendang jingga Kematian memanfaatkan kesempatan itu, untuk


menaburkan serbuk beracun ke arah mata Prabu Praja Permana hingga ia semakin kesakitan.


"AHahahaha rasakan itu prabu bodoh!." Mereka tertawa keras diatas penderitaan sang Prabu. Ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat sang prabu kesakitan seperti itu. Apakah mereka tidak punya hati sehingga mereka suka melihat orang lain menderita seperti itu?.


"Lihatlah yunda. Tidak ada apa-apanya dia ternyata!." Ucap Setan Cambuk Neraka dengan tawanya yang aneh.


"Ya. Aku kira akan mendapatkan perlawanan yang seru. Tapi ternyata-," Setan Sabit Jahanam malah semakin tertawa. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Mata sang Prabu terasa sakit. Matanya tidak bisa dibuka seperti biasanya. Racun apa yang telah diberikan padanya hingga ia kesakitan?.


"Yunda. Inilah saatnya kita menghabisi raja bodoh itu!." Setan Cambuk Neraka merasa bersemangat. Ia telah melambari cambuknya dengan jurusnya. Jurus lecutan halilintar penghancur roh. Konon katanya, jurus itu sangat berbahaya. Karena dampak dari lecutan itu, membuat tubuh seseorang bisa hancur lebur jika terkena cambuk itu.


"Lakukan saja!. Aku akan senang, jik kau berhasil membunuhnya." Senyuman menyeringai lebar diwajahnya itu, menunjukkan kepuasan yang luar biasa ia tunjukkan. "Aku tidak menyangka akan dengan mudah membunuh seorang raja dengan cara seperti ini." Lanjutnya lagi.


"Dengan senang hati aku akan melakukannya yunda." Mata itu telah dipenuhi oleh ambisi. Hatinya tidak sabar lagi ingin segera menghabisi nyawa sang prabu. Namun ia harus menyiapkan tenaga dalamnya, menyalurkan tenaga dalamnya ke cambuk itu, agar serangannya benar-benar bertenaga, hingga menghancurkan sang Prabu tanpa sisa.


"Sisakan sedikit nimas. Agar kita bisa mengirim tubuhnya yang hancur itu ke istana."

__ADS_1


"Benar itu. Aku yakin mereka akan sangat berduka karena sang prabu pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa."


"Itu ide yang sangat bagus."


Lagi-lagi mereka tertawa terbahak-bahak. Membayangkan yang akan terjadi, sehingga mereka tertawa keras seperti itu?.


Setelah rasanya cukup menyalurkan tenaga dalamnya ke cambuk miliknya. Setan Cambuk Neraka melompat ke arah Sang Prabu. Ia sedikit memainkan cambuknya itu, dengan memutarnya ke atas. Sehingga menghasilkan angin yang lumayan kencang.


Dampak angin yang ditimbulkannya, angin sekitar menerpa tubuh Prabu Praja Permana. Membuat sang Prabu terkejut, namun sayangnya ia tidak dapat melihat dengan jelas.


Ia hanya berusaha melindungi dirinya dari terpaan angin itu, karena kendala matanya. "Ya Allah. Hanya kepada-Mu lah hamba berserah diri. Selamatkan hamba dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita." Dalam hati sang prabu berdo'a, memohon perlindungan dari Allah SWT.


"Hei! Sang prabu!. Melawan lah sedikit. Jika tidak, kau akan celaka karena cambuk itu!." Teriak Setan Tombak Pencabut nyawa dengan suara yang sangat keras. Membuat sang Prabu sedikit bereaksi.


"Hidup dan matiku. Hanya aku serahkan kepada Allah SWT." Balasnya, meskipun ia tidak dapat melihat ke arah siapa ia berbicara. "Jika Allah SWT menghendaki aku mati dalam keadaan seperti ini. Maka seperti itulah takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT untukku. Bukan kalian yang berhak menentukan kematianku seperti apa." Lanjutnya lagi.


Setelah itu mereka yang melihat itu malah tertawa kegirangan?. Segitu inginnya mereka menginginkan kematian sang prabu?.


"Kau tidak akan bisa menghindari kematianmu prabu busuk!." Setan Cambuk Neraka melepaskan satu lecutan keras ke arah Prabu Praja Permana.


Namun saat itu juga, ada sekelebat bayangan hitam menyambar tubuh sang Prabu. Sehingga yang terkena serangan itu hanyalah ruang kosong. Sang prabu selamat dari serangan mematikan itu, orang misterius itu kini mendarat di sebelah kanan agak jauh dari ledakan akibat serangan tadi


Mereka yang melihat itu terkejut, siapa yang berani menyelamatkan sang prabu dari kematiannya?.


"Bedebah busuk!. Siapa kau beraninya ikut campur masalah kami." umpat Setan Cambuk Neraka dengan marahnya. Ia melihat sosok misterius yang menyelamatkan sang Prabu. Hatinya telah dipenuhi oleh kemarahan. Karena serangan yang telah ia persiapkan dengan baik malah digagalkan begitu saja?.


"Hei!. Siapa kau berani sekali kau ikut campur dengan urusan kami!." Setan Sabit Jahanam merasa kesal. Bagaimana bisa ada orang lain yang ikut ambil bagian dengan menyelamatkan sang prabu?.

__ADS_1


"Heh!. Dasar tidak tau malu!. Bisanya hanya main keroyokan." Sosok yang berhasil menyelamatkan sang prabu menatap mereka satu persatu dengan tatapan merendahkan.


"Diam kau!. Kau juga akan mati karena berani mencampuri urusan kami." Setan Tombak Pencabut nyawa juga marah. Padahal tadi ia berharap sang Prabu benar-benar mati ditangan adiknya itu.


Tetapi siapa sangka sosok yang tak diharapakan malah menyelamatkan sang prabu?. Karena itulah ia marah, kesal dan benci, hingga ada keinginan mereka untuk membunuh orang asing itu.


"Si, siapa kau Kisanak. mengapa kau membantuku." Sang Prabu yang masih kesakitan bertanya, kepada sosok yang sama sekali tidak bisa ia lihat, karena matanya yang sakit saat ini.


"Mohon ampun gusti prabu. Nanti saja bertanya siapa hamba. Saat ini, yang pasti biarkan hamba menghadapi mereka terlebih dahulu." Sosok misterius itu memberi hormat pada sang Prabu.


Jadi sosok yang sama sekali tidak ia kenali itu mengetahui jati dirinya?.


"Baiklah Kisanak. Berhati-hatilah menghadapi mereka." Sang Prabu mencoba mempercayai sosok itu datang membantunya.


Bolehkah ia berharap?. Ya, semoga saja orang itu adalah orang baik yang dikirim oleh Allah SWT, untuk menolongnya dari marabahaya yang sedang mengincar nyawanya.


Sosok misterius itu menghampiri kelompok setan jahat, ia akan menghadapi mereka satu persatu?.


"Siapa sangka, aku malah berhadapan dengan kelompok setan jahat yang sudah terkenal kejahatannya dimana-mana." ucapnya dengan nada yang cukup santai.


"Heh!. Kalau kau sudah tau siapa kami, sebaiknya tinggalkan tempat ini jika kau masih sayang nyawamu." setan Selendang Jingga kematian dengan bangganya berkata seperti itu. menyombongkan dirinya, membanggakan dirinya karena ia telah dikenali sampai kemana-mana?.


Akan tetapi siapa sangka sosok misterius itu malah tertawa terbahak-bahak, mendengarkan apa yang dikatakan oleh Setan Selendang jingga kematian. Tentunya membuat mereka semua terheran, apa yang membuat sosok itu tertawa?. Apa yang ia tertawakan?. Apakah ada sesuatu yang lucu dari ucapan setan selendang jingga kematian


Sampai jumpa di halaman berikutnya. Mohon dukungannya ya.


Senin, Januari 2021.

__ADS_1


__ADS_2