ASMARA DIUJUNG WAKTU

ASMARA DIUJUNG WAKTU
KEBAHAGIAAN DAN RENCANA JAHAT


__ADS_3

...***...


Prabu Praja Permana menyimak dengan baik penjelasan dari Selendang Merah. Ia tidak menyangka mereka masih berani berbuat keonaran.


"Izinkan hamba untuk mengatasi mereka semua. Hamba akan menyelesaikannya dengan cepat." Selendang Merah memberi hormat pada Prabu Praja Permana.


"Rasanya aku sangat berat untuk menugaskan mu dalam keadaan seperti ini nimas. Aku akan menyuruh adimas kelalawar hitam, sandi praha, juga nanda andara wijaya. Akan tetapi aku belum percaya dengan mereka berdua." Prabu Praja mengetahui sedikit bimbang. "Aku harap nimas baik-baik saja. Jangan sampai terluka. Atau terjadi sesuatu padamu nimas." Terlihat jelas, bagaimana Prabu Praja Permana khawati akan keselamatan Selendang Merah.


"Hamba akan berhati-hati gusti prabu. Doakan saja semoga hamba baik-baik saja." Selendang Merah tersenyum kecil. Rasanya ia benar-benar menjadi wanita seutuhnya. Karena perhatian yang diberikan Prabu Praja Permana padanya.


"Aku akan selalu mendoakan keselamatanmu nimas. Bahkan saat pertama kita bertemu. Aku selalu mendoakan keselamatan mu nimas. Karena aku ingin bertemu denganmu." Prabu Praja Permana tanpa ragu mengungkapkan perasaannya lagi.


"Terima kasih gusti prabu. Hamba sangat bersyukur, bertemu dengan orang baik seperti gusti prabu. Semoga kebaikan selalu menyertai gusti prabu." Perasaan Selendang Merah yang luar biasa bahagia.


Senyuman dua insan yang sama-sama mengalami kepahitan cinta. Dan kini mereka akan dipersatukan oleh janji darah. Bisakah mereka mempertahankan apa yang telah mereka ikat dalam janji darah itu?.


Tanpa mereka sadar, ada beberapa orang yang mendengarkan apa yang telah mereka ucapkan tadi. Mereka semua merasa bahagia, dan ikut merasakan apa yang mereka rasakan.

__ADS_1


"Oh, putraku nanda prabu. Rasanya ibunda ingin menangis nak." Dalam hati Ratu Sawitri Dewi merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa. "Semoga Allah SWT selalu memberikan kebahagiaan padamu nak. Ibunda sangat berharap kau bisa bahagiain bersama dengan nini kasih purnama. Ibunda selalu mendoakan yang terbaik untukmu, putraku." Ratu Sawitri Dewi sampai menangis terharu. Ia hanya berharap, anaknya akan mendapatkan kebahagiaan, setelah selama ini mengalami kepahitan karena korban dari Pangeran Wira Wijaksana.


"Ayuk. Semoga ayuk bahagia bersama gusti prabu. Sebenarnya aku juga mencintai ayuk. Tapi sayangnya kita hanya sebatas kakak dan adik. Tapi setidaknya aku bahagia, jika ayuk memang bahagia bersama gusti prabu." Kelalawar Hitam juga merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Ia sangat mendukung hubungan kakaknya dengan Prabu Praja Permana.


"Ibunda. Semoga saja ibunda bahagia. Aku akan selalu bersama ibunda." Andara Wijaya juga merasakan kebahagiaan itu. Ia hanya ingin ibundanya merasakan cinta. Bukan hanya dirinya saja yang mendapatkan cinta dari ibundanya. Akan tetapi ibundanya juga harus mendapatkan cinta.


"Meskipun aku belum mengenal mereka semua. Aku harap bibi selendang merah dan ayahanda prabu mendapatkan kebahagiaan yang mereka inginkan." Sandi Praha dapat merasakan bagaimana kebahagiaan yang mereka inginkan. Ia merasa beruntung bisa hadir diantara mereka.


...***...


Di gunung Merapi setan merah. Patih Arya Serupa telah bertemu dengan seseorang yang terlihat sangat gahar. Memiliki tanduk aneh di kepalanya.


"Aku mempunyai musuh yang sangat sulit untuk aku hadapi, karena dia adalah Pendekar pembunuh bayaran." Patih Arya Serupa mengatakan alasan kedatangannya. "Saya ingin mbah membunuh wanita itu. Saya tidak mau ia menjadi penghalang anak saya menjadi ratu agung di kerajaan Sendang agung. Saya ingin menyingkirkan wanita itu mbah." Lanjut Patih Arya Serupa.


Akan tetapi mbah Kuasa malah tertawa keras mendengarkan apa yang dikatakan Patih Arya Serupa. "Kau tidak bisa menghadapi seorang wanita?. Patih macam apa kau!. Hahaha!." Suara tawanya saja mengerikan begitu. Apalagi kekuatan yang ia miliki?.


"Saya sudah berusaha untuk mengatasinya dengan menyewa Pendekar pembunuh bayaran. Akan tetapi tidak ada kabar dari mereka semua Mbah." Jawab Patih Arya Serupa. "Dia sangat kuat Mbah. Bahkan saya sendiri memperhatikan bagaimana dia berhadapan dengan Pendekar yang paling ditakuti oleh kerajaan sendang agung mbah." Patih Arya Serupa sangat ingat bagaimana Selendang Merah berhadapan dengan Nila Ambarawati atau yang mereka kenal dengan sebutan Setan Selendang Jingga Kematian.

__ADS_1


Lagi-lagi Mbah Kuasa tertawa. "Kalau begitu akan aku coba menjajal kekuatannya dengan ilmu gaib yang aku miliki. Tapi syaratnya tidak lah mudah." Mbah kuasa menatap tajam ke arah Patih Arya Serupa. Dan ia menghentikan tawanya, karena ia sedang berbicara serius.


"Akan saya penuhi apa saja yang mbah inginkan. Asalkan Mbah berhasil membunuhnya." Balas Patih Arya Serupa dengan sangat yakin.


"Baiklah. Perjanjian telah kita sepakati. Aku akan melakukan apa yang kau inginkan." Mbah Kuasa menyeringai lebar. Ia melihat ada benang merah gaib yang telah terhubung ke tubuh Patih Arya Serupa. Hatinya lebih bergejolak dari yang sebelumnya.


"Ini hadiah pembukanya mbah." Patih Arya Serupa mengeluarkan kotak hadiah yang lumayan besar. Hadiah yang cukup menawan mata. Karena berisi beberapa kalung emas permata yang sangat banyak. "Jika Mbah berhasil membunuhnya, saya akan memberikannya lebih pada mbah." Lanjutnya lagi.


Mbah Kuasa tertawa untuk yang kesekian kalinya. "Aku tidak membutuhkan hartamu arya serupa. Aku ini bangsa jin, bukan manusia yang silau akan harta yang kau bawa itu."


"Lantas apa yang harus saya berikan pada mbah, agar mbah mau menerima pemberian dari saya?." Patih Arya Serupa merasa penasaran, dan sekaligus merasa takut jika Mbah Kuasa menginginkan nyawanya.


"Aku belum bisa mengatakannya arya serupa. Tapi setelah aku berhasil membunuh orang itu. Aku akan mengatakannya setelah tugas ini selesai dengan baik." Ia semakin menyeringai semakin lebar. "Jadi kau pulang saja, nanti aku akan menemuimu, sambil membawa mayat wanita itu." Setelah itu ia tertawa terbahak-bahak. Seakan-akan ia bahagia membayangkan apa yang akan ia lakukan nanti adalah sesuatu yang menyenangkan hatinya.


"Terima kasih mbah. Terima kasih banyak karena mbah telah mengabulkan keinginan saya." Patih Arya Serupa sangat bahagia, ia tak henti-hentinya memberi hormat pada Mbah kuasa. Meskipun pada awalnya ia ingin menemui pendekar gunung Merapi, akan tetapi ada seseorang yang menyarankan dirinya untuk menemui Mbah kuasa. Katanya Mbah kuasa lebih hebat membunuh orang lain dari pada pendekar gunung Merapi.


Patih Arya Serupa meninggalkan tempat, dan ia segera kembali ke kerajaan Sendang Agung. Langkahnya terasa ringan, karena kebahagiaan yang ia rasakan. "Awas saja kau wanita sombong!. Setelah ini kau tidak akan merasakan dirimu lagi. Kau akan menemui ajal mu!." Patih Arya Serupa menyeringai lebar. Hasratnya yang membuncah itu semakin kuat mengalir dari dalam dirinya. Ia tidak menyadari sama sekali, jika hasrat itu membuat ia akan celaka nantinya. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2