Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Obrolan malam


__ADS_3

Alena,gadis cantik itu kini sedang menangis di balkon kamarnya. Matanya sembab, rambutnya sedikit acak-acakan.Ia menangis karena akan di jodohkan dengan pria dari keluarga Hatmoko.


Alena tak mau di jodoh-jodohkan, apalagi ia tak mengenal pria itu.Tapi sang papa sudah berbicara, jadi pasti akan sangat sulit untuk Alena bujuk.


Flashback on...


"Sayang"Natasya masuk ke dalam kamar alena


"Ya ma?"


"Mama mau bicara sama kamu" kata Natasya dengan mimik wajah yang serius


"Ada apa ma?" tanya Alena


"Papamu akan menjodohkan kamu dengan putra dari keluarga Hatmoko,,Candra Hatmoko" kata Natasya dengan mata yang sedikit berair.


"Ih mama deh,,jangan bercanda masa jaman sekarang masih ada jodoh-jodohan" Alena sedikit tertawa


"Mama nggak bercanda Alena,,besok malam keluarga Hatmoko akan datang kemari untuk melamarmu"


"Nggak,, mama pasti bohong.Aku kan masih kuliah ma"kata Alena


"Ini semua sudah jadi keputusan papa kamu Alena" Natasya menatap putri semata wayangnya dengan mata sayu.


"Tapi Alena nggak mau di jodohkan ma,,Alena udah punya pacar" bohong Alena


"Bicaralah dengan papamu" Natasya keluar dari kamar alena dengan hati yang sakit,ia tak ingin memaksa putrinya tapi ia juga tak mampu melawan suaminya.


Alena mencari sang papa,ia ingin memastikan apa yang di katakan sang mama.Saat akan menuruni tangga,Alena mendengar papanya sedang berbicara di telepon.


"Iya tuan Hatmoko,,besok malam kami akan menyambut Anda dengan senang hati" kata Raymond


"Tentu saja,,putri saya memang sangat cantik" jawab Raymond dengan seseorang yang di telepon


Deg..


Hati Alena semakin berdetak kencang,ia semakin yakin bahwa mamanya tidak berbohong.Alena berbalik dan berlari ke kamarnya lagi.


Setelah memasuki kamarnya,Alena menuju balkon.Ia duduk bersimpuh di lantai,air matanya mengalir deras.


Alena tak mau di jodohkan,ia punya kriteria sendiri.Ia tak habis pikir dengan papanya, bisa-bisanya ia menjodohkan Alena dengan seseorang yang belum pernah Alena kenal.


Gadis cantik itu terisak sambil memeluk lututnya.Angin berhembus kencang membuat Alena kedinginan,dan akhirnya ia masuk kedalam kamarnya.


Ia duduk di meja belajarnya,meraih buku kecil dan bolpoin untuk menulis.Alena meluapkan kesedihannya di dalam buku diarynya.


Banyak hal yang sudah tercatat disana, bahkan saat pertemuannya dengan Keenan pun ia tuliskan pada buku itu.


Jari lentiknya terus saja bergerak, menuliskan kisah hari ini yang begitu membuatnya sedih.Namun tak lama kemudian,Alena terlelap sambil duduk di meja belajarnya.


Lelah setelah menangis, membuat Alena cepat terlelap.Wajah cantik dan manis itu sangat damai saat tertidur.

__ADS_1


Tak berselang lama, Raymond masuk ke kamar alena.Tapi saat ingin masuk,ia melihat putrinya sedang terlelap sambil duduk di meja belajarnya.


Raymond menghampiri Alena,di elusnya rambut sang putri. Raymond menangis,ia telah mengorbankan anaknya sendiri demi perusahaannya.


"Maafkan papa nak,,maafkan papa" Raymond terisak


Merasa ada sesuatu di kepalanya,Alena terbangun.Dengan cepat-cepat Raymond menghapus air matanya.


"Papa"


"Ah papa ganggu kamu tidur ya" Raymond tertawa kecil


"Enggak kok,,papa kok belum tidur?" tanya Alena


"Belum,,papa tadi dari dapur terus mau lihat kamu eh ternyata udah tidur" jelas Raymond


"Iya pa,,tadi nulis eh tiba-tiba tidur" Alena memaksakan senyumnya


"Ya udah kamu lanjut tidur di kasur ya,,papa istirahat dulu" kata Raymond


"Iya pa"


Raymond keluar dari kamar Alena.Sedangkan Alena kini merebahkan tubuhnya di atas kasur.Mencoba memejamkan matanya kembali.


Sedangkan Keenan kini sedang berada di sofa kamarnya,ia gelisah.Entah permasalahan apa yang membuatnya sampai bingung sendiri seperti itu.


Ia berjalan menuju ruang dimana ia menyimpan gitar kesayangannya.Di ambilnya gitar tersebut lalu ia mainkan.


Raka yang belum tidur pun mendengar suara Keenan.Ia menghampiri putranya itu.


"Keenan" Raka muncul di balik pintu


"Daddy boleh masuk?" tanya Raka


Keenan tak menjawab,ia hanya menganggukkan kepalanya.


"Belum tidur kamu?" tanya Raka


"Nggak bisa tidur dad" jawab Keenan


"Kenapa? apa ada masalah?"


"Nggak papa,,nggak ada masalah" jawab Keenan datar


Mereka berdua diam,hanyut dalam pikiran sendiri-sendiri.


"Dad" panggil Keenan


"Ya?"


"Saat kita sedang bersama seseorang,hati kita merasa bahagia, tenang,nyaman,apakah itu bisa di namakan jatuh cinta??" tanya Keenan

__ADS_1


Raka terdiam,ia mulai paham dengan permasalahan putranya.Ternyata pria dingin itu sudah mulai membuka hatinya untuk wanita.


"Mungkin,, karena dulu Daddy juga merasakan itu saat bersama mommymu" jawab Raka


"Tapi dulu Daddy gengsi untuk mengungkapkan,, sampai akhirnya Uncle Agim yang membantu Daddy" Raka bercerita


"Lalu?" tanya Keenan penasaran


"Sebelum Daddy melamar mommy dulu,Daddy pernah mengungkapkan perasaan Daddy,tapi di tolak oleh mommymu.Katanya ia ingin fokus pada kesembuhan Oma waktu sakit dulu"


"Apakah kamu menyukai seseorang?" tanya Raka to the poin


"Entahlah,, Keenan sendiri masih bingung" jawab Keenan


"Kenapa?"


"Ya mungkin sifat gengsi Daddy menurun pada Keenan.Saat Keenan melihat dia, Keenan senang.Tapi saat bersamanya Keenan bersikap cuek, padahal hati Keenan deg-degan"jelas Keenan


Raka tersenyum, ternyata sifatnya menurun semua pada putranya.


"Coba dekati dulu,, menyesuaikan diri dengan gadis itu" nasihat Raka


"Tapi siapa gadis itu?" tanya Raka penasaran


"Ah Daddy ingin tau aja" Keenan tersenyum


"Ayolah,,Daddy juga perlu memperhatikan calon menantu Daddy"


"Daddy sudah mengenalnya" kata Keenan


"Siapa? Vebrina?"tanya Raka


"Bukan,, Vebrina itu udah Keenan anggap sebagai adik sendiri"


"Lalu?"


"Sudahlah dad,, nanti juga tahu"


"Ya sudah,,cepat bawa pulang kalau kau serius" kata Raka


"Baru juga pendekatan" jawab Keenan


"Hahaha ya sudah tidurlah,,agar besok punya stamina untuk mendekati gadis itu" Raka pergi meninggalkan Keenan


"Yaya" teriak Keenan menjawab daddynya.


Happy reading 😍


Maaf lama up,,semoga selalu suka dengan karya saya 🥺


❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2