
Hari ini Raka membuat janji dengan Jane untuk memberi peringatan agar tak mengganggu keluarganya lagi.Raka tak sendiri,ia sengaja mengajak agim agar Viana tak salah paham.
"Disini ketemuannya?" tanya agim saat mereka sampai di restoran
"Iya,,dia bilang disini" jawab Raka
"Ya sudah ayo kita masuk"
Mereka masuk ke dalam restoran tersebut.Kelihatannya wanita itu belum datang.
"Kita duduk disini aja" kata agim sengaja duduk di depan pintu
"Oke"
Setelah menunggu selama 15 menit, akhirnya Jane datang dengan pakaian yang sangat kurang bahan.
"Haii sayang,,tumben kamu ngajakin aku ketemuan" Jane ingin memeluk Raka tapi buru-buru Raka menghindar
"Kenapa sih,,pasti kamu ketagihan lihat foto aku kan" dengan percaya dirinya Jane tersenyum puas
"Cih menjijikkan" Agim berdecih
"Hei jaga mulut kamu ya" Jane memang tak pernah akur dengan Agim
"Saya ngajak kamu ketemuan disini bukan untuk lihat foto kamu yang nggak tahu malu itu,,tapi saya ingin memberi peringatan buat kamu agar kamu tidak menggangu keluarga saya lagi" tegas Raka menatap Jane tajam
"Apa sih bagusnya dia? cuma baby sitter miskin yang goda kamu cuma buat nguasain harta kamu" kata Jane
"Jaga ya mulut kamu,,saya selama ini diam hanya untuk menghargai orang tua kamu.Tapi kalau kamu menghina istri saya,saya tidak akan tinggal diam" Raka murka
"Emang bener kan apa yang aku bilang? dia itu wanita penggoda.Dia cuma mau harta kamu Raka" kata Jane
"Apa kamu sedang membicarakan diri kamu sendiri? jika Viana kau sebut wanita penggoda,lalu sebutan apa yang cocok untuk kamu?" tanya balik Raka
"Toilet umum" jawab Agim enteng lalu menutup mulutnya
"Jangan kurang ajar kamu ya,,cuma asisten aja belagu" ejek Jane
"Setidaknya saya tidak pernah memakai toilet umum" Agim tersenyum sinis
"Ini baru peringatan untuk kamu,,kalau kamu masih tetap mengganggu keluarga saya,saya akan hancurkan karir kamu" Ancam raka
"Awas aja ya Raka ,,aku akan buat kamu tunduk sama aku" Jane menunjuk wajah Raka
"Mbak ini masih siang,,jangan mimpi" Lagi-lagi Agim membuat Jane kesal
"Dasar asisten belagu" kata Jane berlalu pergi.
"Hahaha lucu banget sih" Agim tertawa terbahak-bahak
"Apanya yang lucu?" tanya Raka menatap Agim
"Nggak papa" Raka menahan tawanya.
"Kok ada ya orang kayak gitu?" tanya Agim
"Mana aku tahu" Raka meninggalkan Agim di cafe
"Heii tunggu" Agim mengejar Raka
Sementara Jane sudah pergi meninggalkan cafe tersebut.Ia sangat murka dengan sifat Raka yang tak pernah menyukainya.
"Awas aja ya kamu Viana ,,aku akan membuat kamu menyesal" Jane memukul stang mobilnya.
Sedangkan kini raka dan Agim kembali ke kantor untuk bekerja.Di dalam perjalanan, mereka hanya diam tanpa ada yang mulai berbicara.
"Apa menurutmu aku cocok jika punya kumis?" tanya Raka
"Cocok saja,tapi akan sedikit aneh jika tidak terbiasa"
"Tapi aku malu" kata Raka
"Heii lalu apa gunanya masker?"
__ADS_1
"Iya ya,,ya sudah nanti tolong belikan aku obat penumbuh kumis"
"Oke" Agim mengangguk senang
Kini jam sudah menunjukkan pukul 15.45,Raka sudah dalam perjalanan pulang.Entah mengapa ia sangat rindu dengan sang istri dan putri ciliknya.
"Sayang.." teriak Raka saat sampai di ruang tamu
"Mass kenapa teriak-teriak sih?" tanya Viana yang berjalan dari arah dapur
"Mas kangen sama kamu" mode manja sedang on
"Tumben,, biasanya nggak kangen tuh"
"Kata siapa? mas selalu kangen sama kamu" Raka menciumi kedua pipi Viana
"Gombal"
"Eh Risa dimana?" tanya Raka
"Risa lagi di kamarnya mas"
"Ya udah kita ke kamar aja yuk,,ada yang mau mas omongin sama kamu"
"Mas mau ngomongin apa sih kok kelihatannya serius banget"
"Tadi siang mas ketemuan sama Jane"
"Ngapain?"
"Mas sengaja ngajakin Jane ketemu, soalnya mas kasih peringatan buat dia agar nggak ganggu keluarga kecil kita lagi sayang"
"Emmm sayang" Viana memeluk Raka
"Viana kirain mas ngapain,, ternyata demi keluarga kita"
"Iya sayang,,makanya kamu kalau denger Jane ngomong yang nggak bener tentang mas kamu nggak usah percaya"
"Siap mas suami" Viana mengecup pipi Raka
"Apa sih mas ih" Viana tersenyum
"Mandi sana,,bau acem tauk" Viana mendorong tubuh suaminya
"Tapi kamu suka kan" goda Raka
"Emm mas kapan punya kumis?" tagih Viana
"Lagi proses sayang,,masa tiba-tiba tebel kumisnya"
"Iya deh"
"Mas Viana pengen makan sate deh"
"Ya sudah nanti kita cari ya"
"Eh nggak mau,,Viana maunya kita buat sate sendiri terus kita bakar sendiri juga"
"Ya sudah habis ini,kita buat ya"
"Mas nanti kumisnya di tambah sama jambang tipis ya" Viana meringis
"Jambang?" Raka heran
"Iya biar brewok-brewok gimana gitu" Viana menangkup wajah Raka
"Iy..iya sayang" Raka tak bisa membayangkan bentuk wajahnya nanti
"Janji loh mas"
"Iya sayang"
"Ya udah mandi sana gih"
__ADS_1
"Mandiin"
"Yakin?" tanya Viana
"Ahahaha nggak usah deh nanti malah nggak mau tidur" Raka terbahak-bahak
"Ih nggak jelas deh mas Raka" Viana berjalan ke arah lemari
Lalu setelah mandi mereka turun untuk membuat sate yang di inginkan Viana.Semua pelayan di rumahnya turut serta dalam acara bakar-bakar nanti malam.
"Mas gimana kalau kita ajak Tari sama Agim?"
"Boleh juga"
"Iya mas kan kita bikin satenya juga banyak banget"
"Ya sudah mas telfon Agim dulu ya"
"Iya sayang,, Sekalian suruh ajak tari"
"Halo bro" sapa Agim di balik telepon
"Kau dimana?"
"Di rumah calon bini"jawab agim cengengesan
"Wah kebetulan sekali,,bisa ke rumah sekarang?"
"Ada apa? apa ada masalah?" tanya Agim penasaran
"Tidak,,tadi istriku minta di buatkan sate dan satenya banyak sekali.Jadi kemarilah ikut kami buat sate" jelas Raka
"Oh begitu,,ya sudah aku kesana sekarang ya"
"Jangan lupa ajak tari juga"
"Pasti lah"
"Ya sudah"
Lalu Agim dan tari langsung menuju ke rumah Raka untuk ikut bakar-bakar.
Tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di taman belakang rumah mewah itu.Terlihat sangat ramai karena memang acaranya di laksanakan di taman belakang.
"Uncle Agim"panggil risa
"Ya sayang?"
"Besok kita pelgi jalan-jalan ya" Risa menagih janji agim
"Siap tuan putri" Agim mengecup pipi Risa
"Sama aunty tali juga" kata Risa membuat tari tertawa
"Kamu ini lucu sekali" tari menoel pipi gembul Risa
"Memangnya Risa mau jalan-jalan kemana?" tanya Agim
"Ke mall" Risa berteriak gembira
"Oke cantik"
"Bro besok ijin bawa Risa jalan-jalan ya" ijin Agim pada sang bos
"Iya tapi jaga putriku baik-baik"
"Tenang saja"
"Ya sudah ayo kita lanjutkan" Ajak Viana yang sudah tidak sabar untuk memakan satenya.
Sorry gays kalo garing😌
Soalnya mood saya sedang buruk.
__ADS_1
Jan lupa like.komen.vote.
Happy reading 🤗