Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Benar-benar Gila


__ADS_3

Siang ini Raka pulang kerumah untuk makan siang.Tapi ia tak bersemangat karena hari ini Viana tak ada.Tapi ia harus pulang untuk menemani putri kecilnya


"Sayang"panggil raka untuk putrinya yang duduk di ruang tengah


"Daddy sudah pulang?" tanya Risa


"Iya sayang" Raka mengecup kening putrinya


"Ya sudah,,ayo kita makan" ajak Raka


Mereka makan dalam keheningan,Risa juga tidak begitu senang hari ini karena kakak Viana nya tidak disini lagi.


"Daddy nanti malam kita kelumah kak Viana ya" ajak Risa


"Besok saja ya.. nanti kita video call kak Viana bagaimana?" tanya Raka


"Setuju" Risa bersemangat


Susi yang sedang menyuapi Risa pun tersenyum.ia bersyukur karena majikannya di beri kebahagiaan bersama Risa dan calon istrinya.


Sementara Ayu hanya diam dengan wajah seperti sedang memikirkan rencana.entah apa yang akan dia perbuat nanti.


Malam ini Raka berencana tidur bersama sang putri.karena biasanya ada Viana yang menemani Risa tapi sekarang tidak.


Setelah makan malam,Raka menghubungi Viana dengan video call.


Tut..Tut..Tut..


"Halo mas" sapa Viana dari sebrang sana


"Halo sayang" Raka tersenyum


"Dimana Risa mas?" tanya Viana


Lalu Raka mengalihkan kameranya ke wajah Risa yang sudah siap untuk tidur


"Halo sayang" Viana tampak rindu sekali dengan Risa


"Kakak" Risa langsung duduk kembali


"Kakak kenapa tidak kesini?" tanya Risa dengan cemberut


"Besok sayang" jawab Viana


"Eh..kenapa belum bobo?" tanya Viana lagi


"Nungguin kakak,,kata Daddy setelah makan malam akan video call kakak,jadi Lisa nggak bobo dulu" jawab Risa


"Baiklah..kalau begitu sekarang ayo bobo" perintah Viana


Dan tak butuh waktu lama kini Risa sudah terlelap dalam tidurnya.


"sayang" sekarang gantian Raka yang cemberut


"Apa mas?" tanya Viana santai


"Apa kau tak merindukan aku " tanya Raka


"Tidak sama sekali" Viana tertawa kecil


"Kau jahat sekali" Raka masih dalam mode merajuk


"Hei..sejak kapan CEO dingin ini jadi manja begini?" tanya Viana heran kenapa raka sangat manja sekali

__ADS_1


"Sejak kau jadi milikku" jawab Raka tersenyum


"Ehkem.... sepertinya ada yang sudah bucin tingkat dewa nih" kata Viana tersenyum


"Siapa?" tanya Raka tanpa rasa berdosa


"CEO dingin yang suka marah-marah dulu,, waktu mobilnya benyok gara-gara kaleng minuman" Viana tertawa,, mengingat awal mula mereka bertemu selalu ribut


"Dan kau gadis garang yang juga marah-marah saat aku akan menabrakmu dulu" Raka tertawa juga


"Hehehe.. sekarang jadi jodoh ya mas" Viana tersenyum manis


"Iya..siapa sangka kita yang dulu selalu ribut saat bertemu kini justru akan menikah" ujar Raka


"Memang sudah jodoh" Viana menatap wajah Raka


"Ya sudah kamu istirahat ya,,salam untuk ibu dan papa" pamit raka


"Iya mas,,kamu juga istirahat oke" kata viana


"Siap sayang... selamat malam" Raka tersenyum


"Selamat malam mas" lalu panggilan video call nya terputus


Raka menaruh ponselnya di nakas lalu mendekap putrinya dan ikut tidur.


Berbeda dengan Raka yang sedang bahagia karena akan menikah. Agim justru tak bisa tidur karena memikirkan permintaan papanya yang menyuruhnya menikah juga.Ia memang ingin punya kekasih,,tapi rasa trauma dulu masih membekas di hatinya. Penghianatan seperti itu memang sangat menyakiti hati.


"Huftt" agim mengehela nafas panjang


Lalu ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.Ya seseorang itu adalah Raka..


Drrt...drt...drt....


"Ada apa lagi sayang?" tanya Raka,,ia pikir yang menelepon adalah Viana


"Sayang kepalamu" agim menebak pasti tadi Raka menghubungi Viana


"Kau,,ada apa?" tanya Raka yang sudah sadar


"Aku ingin curhat" agim berkata dengan lirih


"Besok saja saat di kantor,,aku sedang tidur dan kau menggangguku" kata Raka kesal karena tidurnya terganggu


"Tidak bisa..ini urgent" jawab Agim


"Sudahlah aku sangat mengantuk" Raka malas


"Ayolah kawan,,kita bertemu di club" mereka memang sering ke club tapi hanya untuk minum,, bukan yang lain


"Hei..aku tidak bisa" tapi agim sudah mematikan sambungan telepon nya. membuat Raka kesal,, dengan pelan ia turun dari tempat tidur agar tak mengganggu tidur Risa.


Raka berganti baju dan mengambil kunci mobil lalu turun mencari Susi,ia ingin menitipkan Risa karena ia akan pergi menemui agim


Tok..tok..tok.


"Tuan,,ada apa?" tanya Susi dengan wajah bangun tidur


"Kau temani Risa di atas,,aku ada urusan" kata Raka


"Baik tuan" kata susi.laku Raka berlalu begitu saja.


Hanya 20 menit Raka sudah sampai karena jalanan sudah sepi jadi ia bebas berkendara.

__ADS_1


Sudah terlihat mobil Agim terparkir di depan club tersebut.Raka masuk dan mencari sahabat nya itu.


"Akhirnya kau datang juga" kata Agim yang sudah meminum anggur.


"Sebenarnya ada apa? sampai kau tega membangunkan aku?" tanya Raka


"Aku hanya ingin minta saranmu" kata agim


"Untuk?" tanya Raka


"Saat papa tahu kau akan menikah dia juga memaksaku untuk menikah juga.kau tau kan aku tidak punya kekasih,,lalu aku harus bagaimana?" tanya Agim


"Hanya karena itu kau membangunkan aku dan menyuruhku kemari?" tanya Raka sewot


"Iya lah ,,lalu untuk apa lagi aku memanggilmu" jawab agim santai


"Astaga..kalau hanya itu saja kau bisa bicara di telepon tadi" Raka sudah bersungut-sungut


"Tidak bisa..aku galau" kata agim


"Lalu aku harus bagaimana?" Raka juga tak tahu harus berbuat apa


"Setidaknya kau bisa mendengarkan curhatan ku" kata Agim


"Kenapa kau jadi lebay begini" tanya Raka melirik sahabatnya itu


"Lalu kenapa kau juga jadi bucin begitu?" agim bertanya balik


"Entahlah" jawab Raka


"Dan aku juga entahlah mengapa aku jadi lebay begini” jawab agim santai


"Kau” Raka memukul pundak Agim


Mereka diam sejenak,larut dalam pikiran masing-masing.


"Bagaimana kalau kau adakan saja ajang pencarian jodoh?" ide gila Raka


"Kau pikir aku sudah tidak laku?" agim yang tadinya santai jadi sewot


"Memang tidak laku bukan? buktinya kau belum menikah" Raka mengejek Agim dengan cara halus


"Aku trauma bukan tidak laku" kata agim


"Sampai kapan kau trauma ?" tanya Raka


"Entah" jawab agim


"Kalau begitu aku akan adakan saja pencarian jodoh untukmu" Raka berdiri


"Benar-benar gila CEO satu ini" ujar agim sudah tak habis pikir dengan pemikiran Raka


"Apa kau bilang?" tanya Raka


"Kau,, benar-benar gila" ucap agim di depan wajah Raka .lalu ia pergi meninggalkan Raka sendiri di club


"Hei tunggu aku" Raka berteriak memanggil Agim yang sudah di luar club.


"Ayolah,,kau ini lambat sekali" agim memarahi Raka


"Berani kau" Raka menatap tajam wajah agim yang tersenyum kikuk


Lalu mereka pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


Happy reading 🤗


__ADS_2