Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Rencana pindahan


__ADS_3

Pagi harinya,Viana menghampiri Alena di dalam kamarnya.Alena sekarang tidak banyak bicara,hanya seperlunya saja.Setelah sarapan tadi,Alena kembali kedalam kamarnya.


Tok..tok.


Viana ingin mengetuk pintu tapi pintunya tidak tertutup rapat.Viana mencoba memanggil Alena,tapi juga tidak ada sahutan dari dalam


"Alena" sudah beberapa kali Viana memanggil menantunya


"Apa aku masuk saja ya?" tanya Viana


Dengan hati-hati ia masuk ke kamar,mencari sosok Alena namun tidak ada di tempat.Matanya melihat pintu menuju balkon terbuka,ia tahu pasti Alena disana.


Saat di pintu,Viana melihat Alena tengah duduk sambil membaca buku.Pantas saja tidak dengar, ternyata Alena sedang fokus membaca.


"Alena" panggil Viana membuat Alena kaget


"Mommy"


"Ah maaf mommy masuk begitu saja,tapi tadi mommy manggil kamu tapi nggak ada jawaban" kata Viana meminta maaf


"Nggak apa-apa" Alena tersenyum


"Kamu sedang apa?" tanya Viana .


"Hanya membaca buku, kebetulan hari tidak ada kelas jadi Alena bersantai" kata Alena


"Em mommy bisa bicara sebentar?" tanya Viana


"Tentu saja,ada apa mom?" tanya Alena menutup bukunya.Sementara Viana duduk di lantai,di susul oleh Alena yang duduk di samping mommy nya.


"Mommy ingin minta maaf perihal tadi malam,Mbak Mirna memang seperti itu orangnya.mommy harap kamu tidak memasukkannya dalam hati" kata Viana


"Alena tidak apa-apa, memang yang di ucapkan bibi Mirna benar adanya" kata Alena membuat Viana terdiam


"Sayang, pernikahan kalian baru lima bulan.Wajar saja kalau kamu belum hamil,toh banyak juga yang di luar sana lebih lama dari kamu.Kamu jangan berkecil hati, takdir tidak ada yang tahu" kata Viana menggenggam tangan Alena


"Bagaimana jika nanti Alena tidak bisa punya anak? apa mommy akan memisahkan Alena dengan kak Keenan?" tanya Alena membuat Viana berkaca-kaca


"Apa mommy terlihat sejahat itu? Anak itu titipan dari Tuhan,dan mommy yakin kalian pasti nanti punya anak" kata Viana


"Semoga saja begitu" Alena memeluk Viana


"Risa tadi malam nggak enak sama kamu, perihal ucapan itu.Mommy harap kalian masih seperti dulu,jangan ada jarak di antara kalian." kata Viana dan di balas senyuman oleh Alena


"Mommy tau perasaan kamu,tapi apa boleh buat.Usaha dan doa juga sudah kita lakukan,tunggu saja waktunya tiba" Viana memeluk Alena


"Ya mommy benar" Alena memejamkan matanya,air matanya meluncur membasahi pipi mulus itu.


"Bagaimana jika kita pergi,sudah lama mommy tidak shopping" ajak Viana agar Alena kembali ceria


"Baiklah,Alena ganti baju dulu" Viana keluar dan Alena ganti baju.


Cukup 10 menit,Alena sudah siap dengan dress selutut berwarna biru.Viana juga sudah turun,wanita yang hampir berusia 43 tahun itu masih tetap awet muda dan terlihat cantik.

__ADS_1


"Sudah siap?" tanya Viana


"Sudah mom"


"Sebentar,mommy telepon Daddy dulu" kata Viana ingin meminta ijin pada suaminya, kebetulan hari ini Raka ada urusan bersama Agim.


Setelah menelepon Raka,Viana dan Alena berangkat.Ia tidak mengajak Risa karena Risa sudah gampang lelah.


"Sudah minta ijin pada Keenan?" tanya Viana sambil bermain ponsel, sedangkan Alena yang menyetir.Sengaja tidak membawa supir karena mereka mungkin akan lama.


"Sudah,tapi Alena kirim pesan aja" kata Alena


Setelah beberapa menit, mereka sampai di Mall terbesar di Jakarta.Viana dan Alena turun,membuat beberapa orang yang melihatnya terpukau dengan kecantikan dan penampilan mereka.


Viana dan Alena berjalan beriringan,memasuki Mall dengan percaya diri.


Sampai di dalam,mereka masuk ke butik langganan Viana.Membeli beberapa baju untuk mereka dan para suami.


Setelah berbelanja baju, mereka masuk ke toko sepatu.Melihat heels keluaran terbaru, sementara Alena mencari flatshoes karena ia jarang memakai heels kecuali di acara penting.


Mereka kalap,kedua tangan mereka sudah penuh dengan paper bag.Tak lupa juga mereka membeli baju hamil untuk Risa.


Saat memilih baju hamil,Alena melihat baju hamil yang sangat cantik menurutnya.Tapi untuk apa ia beli?,hamil juga belum batinnya.


Akhirnya ia meninggalkan baju itu dengan berat hati.


Setelah membayar,Viana dan Alena pergi untuk makan siang.


"Bukankah itu Vebrina?" tanya Viana yang juga melihatnya


"Iya mom"


"Itu Bimo kan? mereka pacaran?"


"Engga tau mom,tapi mereka emang Deket" jawab Alena


"Ohh, syukurlah"kata Viana


Setelah makan siang,Viana dan Alena pulang.Rasanya lelah sekali berkeliling Mall sambil membawa banyak paper bag.


Sebelum sampai rumah, mereka mampir ke rumah Risa.


Dengan senang Risa menerima paper bag pemberian Alena.


"Wah cantik sekali, terimakasih ya" Risa memegang tangan Adik iparnya


"sama-sama kak"


"Oh ya,kakak minta maaf ya soal kemarin" kata Risa


"Sudah tidak usah dipikirkan,Alena nggak papa" Alena tersenyum


"Ya sudah kami pulang dulu,kamu istirahat aja ya"kata Viana

__ADS_1


"Iya mom, hati-hati"


Mereka kemudian pulang kerumah.Alena dan Viana masuk ke kamar masing-masing.


Sudah pukul 4 sore,Alena sudah mandi dan duduk di meja riasnya.Keenan baru pulang,saat membuka kamar ia langsung tersenyum melihat istrinya yang sedang menyisir rambut.


Perlahan Keenan mendekat, berdiri di belakang Alena.


Alena memutar tubuhnya menghadap Keenan,ia minta peluk suaminya.


"Kenapa manja sekali Hem?" tanya Keenan masih memeluk Alena


"Memangnya nggak boleh?" tanya balik Alena


"Boleh, justru kakak semakin senang kalau kamu manja seperti ini" kata Keenan menoel hidung istrinya


"Oh ya, belanja apa aja tadi?" tanya Keenan lagi


"Banyak,itu masih disana" Alena menunjuk meja sofa di samping pintu.


"Ada kemeja dan sepatu buat kakak juga,semoga suka" kata Alena


"Sudah pasti suka,kan istri kakak yang beliin" Keenan mengecup kening Alena


"Ada yang ingin kakak bicarakan sama kamu" kata Keenan


"Apa?" Alena mendongakkan kepalanya


Cup.... Keenan mengecup bibir mungil istrinya


"Kita akan pindah dari rumah ini,kakak sudah membeli rumah di komplek ini" kata Keenan


"Kenapa tidak bilang?" tanya Alena


"Sudah lama kakak membelinya,Daddy juga sudah tahu.


Tinggal pindah saja" kata Keenan


"Alena ikut saja kemanapun kakak pergi,apa mommy sudah tau?" tanya Alena ..


"Belum, nanti malam kakak akan bicara sama mommy"


"Ya sudah terserah kakak"


"Agar kita lebih leluasa beribadah di rumah kita sendiri" Keenan menggigit telinga Alena.


"Modus sekali" Alena menarik hidung Keenan


"Mau kemana? kamu tidak bisa pergi kemana-mana" Keenan menggendong Alena menuju kamar mandi dan beribadah sore di dalamnya.Alhasil Alena yang sudah mandi harus mandi lagi akibat ulah bayi besarnya.


Duhh mau pindah semua,, kira-kira mommy Viana bolehin nggak ya?


Happy reading yaw,,love you pull ❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2