Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Surat terakhir


__ADS_3

Agim membawa mayat papanya pulang untuk di makamkan,Raka menyemangati sahabatnya itu.Bagas menangis, melihat temannya yang sudah terbujur kaku.


Agim sangat terpukul,bahkan ia tak mengurus istrinya karena sibuk mengurus mayat papanya.


Pukul 3 sore,Hengki di makamkan di pemakaman umum setempat.Agim duduk di depan nisan papanya, pikirannya kosong.


Semua orang sudah meninggalkan pemakaman,hanya tinggal Raka dan Bagas yang masih menemani Agim.


"Pa" lirih Agim memegang nisan papanya,air matanya mengalir lagi.


"Gim,,kita pulang ya.Kasihan mama sama istri kamu di rumah" kata Raka memegang pundak sahabatnya


"Iya gim,,biarkan papa kamu istirahat dengan tenang ya" Bagas ikut bicara


Agim berdiri,ia berjalan sedikit demi sedikit.Langkahnya gontai,ini semua seperti mimpi,Agim masih belum bisa menerima kenyataan itu.


Raka menjalankan mobilnya menuju kediaman Agim.Rumah itu tampak sudah sepi,hanya tinggal mobil Anton dan mobil Agim.


Sania masih memejamkan matanya,ia benar-benar hancur.Hengki yang menemani hidupnya selama 31 tahun kini sudah pergi untuk selamanya.


Wanita mana yang tak hancur jika suami tercintanya harus pergi meninggalkan mereka untuk selamanya.Tari dan Viana menemani Sania di kamarnya,tari menangis di pelukan Viana.


Rasanya tari tak percaya,baru sebentar ia mengenal papa Hengki tapi beliau kini sudah tiada.Bahkan permintaan Hengki yang meminta cucu darinya baru saja terkabul,tapi pria tua itu sudah pergi jauh,bahkan sangat jauh.


Agim,raka dan Bagas sampai di rumah.Marni tahu bahwa menantunya Sangat merasa kehilangan sosok papa yang hebat itu.Marni hanya terisak dalam diam,ia kasihan dengan Sania.Bagaimanapun ia pernah di posisi ini,saat ayah tari meninggal dulu.


Agim masuk ke dalam kamar mamanya,ia melihat mamanya yang masih memejamkan mata.Hatinya bagai di sayat sembilu,mamanya yang selalu ceria kini berbaring lemah tanpa membuka mata.


Agim mendekati mamanya,wajah yang cantik itu kini berubah pucat.Agim mengelus rambut mamanya.Air matanya tak mampu terbendung,akhirnya lolos begitu saja.


"Mas"Panggil tari


Agim menatap istrinya,ada rasa bersalah karena ia tak mengurus istrinya seharian ini.


"Sayang" Agim memeluk istrinya, hatinya sedikit tenang.


Viana keluar, memberikan ruang untuk mereka berdua.Saat di ruang tamu,Raka menanyai istrinya tentang keadaan Sania.


"Sayang bagaimana kondisi Tante Sania ?"


"Masih sama mas,Tante Sania belum sadar"


Semua orang terdiam dalam pikiran masing-masing.Tentu saja mereka tak menyangka bahwa Hengki akan pergi secepat ini.Kemarin masih tersenyum saat pernikahan anak semata wayangnya.

__ADS_1


Agim berjalan menuju meja rias mamanya, berniat mencari minyak gosok untuk membuat mamanya sadar.Agim tak menemukan minyak itu,ia membuka laci.Matanya menemukan sebuah surat kecil yang berwarna putih polos.


UNTUK ORANG YANG KUCINTAI..


"Hari ini,papa menulis surat ini di kantor.Maafkan papa jika papa belum menjadi papa yang baik buat mama dan juga Agim.Papa disini ingin mengatakan sesuatu yang papa simpan selama dua tahun terakhir ini. Papa sakit,sakit yang sudah parah. kanker paru-paru,dan sekarang sudah masuk pada stadium akhir.Maafkan papa yang tak memberi tahu kalian, karena papa tak ingin membuat kalian khawatir.Papa berharap,kalian bahagia walaupun tak bersama papa nanti.Papa tak tahu sampai kapan bisa bertahan,papa sudah lelah meminum obat,dokter juga bilang kalau umur papa tak akan lama lagi..Untuk mama,jangan sedih jika suatu hari nanti papa tiada.Jadilah mama sekaligus papa untuk Agim dan juga menantu kita. Untuk putraku Agim, berjanjilah pada papa bahwa kau akan menjaga mama . Berjanjilah bahwa kau akan menjadi suami yang baik bagi istrimu.Papa hanya bisa berjuang sampai detik ini,I LOVE YOU MORE"


Tangan Agim bergetar, hatinya sesak.Ternyata papanya menyembunyikan penyakitnya selama dua tahun lalu.


"Papa" Agim terduduk di lantai


"Mas ada apa?" tanya tari


Tari membaca surat tersebut,air matanya mengalir deras.Hengki yang selalu tersenyum itu ternyata menyembunyikan penyakit yang merenggut nyawanya.


Ternyata Hengki sudah menyiapkan surat ini sejak dua hari yang lalu, mungkin waktu itu Hengki sudah merasa bahwa dirinya akan pergi jauh.


Raka,Marni dan Viana masuk ke dalam kamar Sania.Raka terkejut melihat Agim yang duduk di lantai sambil menangis tersedu-sedu.


"Gim,,kenapa?" tanya Raka membantu Agim berdiri


"Mas,, ini" Viana menyodorkan surat kecil itu pada Raka


Raka berkaca-kaca, ternyata karena ini hati Agim semakin hancur. Raka memapah Agim untuk duduk di sofa,ia memeluk sahabatnya itu.Agim terisak di dalam pelukan Raka.


Saat mereka masih berpelukan,Sania sadar.Matanya menerjap, menatap sekelilingnya yang terasa tak asing.


"Ma" Agim berlari menghampiri mamanya


"Mama" Agim menggenggam tangan mamanya


"Papa mana gim?" tanya Sania


"Kita harus ikhlas ma,,papa udah bahagia disana"


"Papa" Sania menangis lagi,ia berharap ini hanya mimpi yang tak akan pernah jadi kenyataan.Namun semua sudah tertulis di takdir yang maha kuasa.


"Mama jangan menangis lagi,,ada Agim yang jaga mama"


"Hiks..hiks" Sania masih terisak


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore,semua orang sudah pulang kecuali Marni.Ia akan menginap untuk menemani besannya yang sedang berduka.


Di dalam perjalanan..

__ADS_1


"Viana nggak nyangka mas,,om Hengki akan pergi secepat ini" kata Viana melihat suaminya


"Inilah yang di sebut takdir sayang,,kadang orang yang sekarang masih tersenyum masih bisa tertawa tapi besoknya meninggal,kita juga nggak akan tau"


"Iya mas,,Viana prihatin sama Tante Sania"


"Semoga Agim sekeluarga bisa mengikhlaskan kepergian om Hengki"


"Iya mas"


Senja yang indah berganti malam yang sunyi..sesunyi hati Sania saat ini.


Wanita itu kini sedang duduk termenung di atas ranjang,matanya menatap kosong.


Ia mengingat kenangan-kenangan manis saat pertama kali bertemu hengki,saat mereka pacaran,menikah dan saat dirinya melahirkan Agim, Hengki selalu ada di sampingnya.


Tangan yang sedikit keriput itu meraba foto yang ada di pelukannya.Foto saat mereka sedang berbulan madu di Jepang beberapa puluh tahun lalu.


Senyum Hengki sangat lebar waktu itu,Sania memeluk suaminya dengan posesif.Seakan memberi tahu kepada semua orang bahwa Hengki adalah miliknya.


Agim masuk ke dalam kamar mamanya,hatinya nyeri melihat mamanya memeluk bingkai foto itu dengan sayang.


Perlahan Agim menghampiri mamanya,ia membawakan makan malam untuk wanita itu.


"Ma" panggil Agim


Sania menatap putranya, perlahan ia menaruh bingkai foto itu di nakas sebelah ranjangnya.


"Mama makan dulu ya" Agim duduk di samping mamanya


"Mama nggak laper" tolak Sania dengan halus


"Mama harus makan,dari pagi mama kan belum makan" bujuk Agim


"Untuk apa Mama makan? papa udah ninggalin mama"


"Mungkin ini yang terbaik ma,,papa selama ini sudah tersiksa dengan penyakitnya"


"Kita harus ikhlas ya"


Sania hanya diam,ia pelan-pelan akan mencoba ikhlas.Ia memakan makanan yang di bawakan oleh putranya,Agim tersenyum melihat Sania yang mau makan.


Hiks hiks,,maafin authorr😭

__ADS_1


Semoga papa Hengki tenang ya disana 😭


Love you pull💕


__ADS_2