Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Kangen Mommy


__ADS_3

Pagi ini Viana di bawa Raka ke rumah sakit yang lebih besar.Semua keluarga sudah menunggu kabar dari Raka.Risa pun tak kalah paniknya mengenai keadaan sang mommy dan calon dedek bayinya.


"Risa sarapan dulu yukk" Ajak Mega


"Nggak mau Oma,,Lisa mau nunggu mommy" jawab Risa


"Mommy lagi sakit sayang,,habis sarapan kita susul mommy di rumah sakit ya" bujuk Mega


"Benelan Oma?" tanya gadis kecil itu dengan mata berbinar


"Iya sayang"


Saat tengah menyuapi Risa,ponsel Mega berbunyi.Ternyata sang menantu yang menelepon.


"Halo nak Raka"


"Halo ma,,Raka mau ngabarin kalau kita sudah di rumah sakit Medika utama sekarang" jelas Raka


"Baiklah nak,,kami akan kesana ya"


"Iya ma" Mega mematikan teleponnya


"Daddy ya Oma?" tanya Risa


"Iya sayang,,mereka sudah sampai di rumah sakit" kata Mega


"Asikkkkk,,ayo kita kesana Oma" ajak Risa bersemangat


"Iya,,tapi habisin dulu sarapannya ya"


"Oke Oma"


Setelah selesai sarapan,Risa , Anton, dan Mega bergegas menuju ke rumah sakit.Risa begitu bersemangat, karena ia begitu merindukan sang mommy.


Setelah 30 menit perjalanan mereka akhirnya sampai di rumah sakit.Setelah bertanya di resepsionis,mereka langsung menuju ke ruangan Viana.


Ceklekk...


"Mama"Sapa Raka


"Mommy... Daddyyy" Risa berlari memeluk Raka


"Sayang" Mega tersenyum sambil berlari memeluk sang putri


"Kamu udah enakan?" tanya Mega membelai rambut viana


"Viana udah nggak papa ma,,cuma masih lemas aja"


"Syukurlah kamu nggak papa sayang" Anton tersenyum


"Iya pa"


"Sayang" panggil Viana pada Raka


"Mommy,,Lisa kangen banget sama mommy" ujar gadis kecil itu


"Sama sayang,, mommy juga kangennn banget sama Risa"


"Mommy udah sembuh?" tanya Risa


"Sudah sayang"


Mereka mengobrol mengenai penculikan Viana.sedangkan Agim kini tengah tertidur pulas di ranjang empuknya.Semalaman menemani Raka di klinik membuatnya tak bisa tidur karena banyak sekali nyamuk.


Tok..tok..tok...


"Agim..Agim" panggil Sania


"Gim..kamu nggak sarapan dulu?"Tanya Sania pada Agim


"Pergi pagi pulang pagi..udah kayak bang Toyib aja ini anak" ujar Sania menggelengkan kepalanya


Ceklekk..

__ADS_1


"Loh ternyata nggak di kunci" kata Sania


"Astaga anak ini" Sania melihat Agim tertidur pulas dengan kemeja yang masih melekat


"Agim" panggil Sania


"Hemmm" sahut Agim


"Kamu nggak sarapan dulu?" tanya Sania sambil mengelus rambut Agim


"Nanti aja" Jawab Agim dengan suara parau


"Ya sudah,, nanti kalau sudah bangun langsung mandi ya" pesan Sania


"Hemmm" sahut Agim lagi


Lalu Sania meninggalkan kamar Agim.Sania berjalan ke bawah untuk menemani sang suami.Hengki sekarang memang sering bekerja dari rumah.Ia mempercayakan sekretaris nya untuk mengatur semuanya.


"Agim nggak bangun?" tanya hengki saat Sania duduk di sampingnya


"Nggak pa, kayaknya dia ngantuk berat" kata Sania


"Ya gitu kalau belum punya istri,pulang seenak jidatnya sendiri" kata Hengki


"Udahlah pa"


"Ma,,katanya Agim punya pacar.Tapi kok nggak pernah di bawa kerumah sih?" tanya Hengki penasaran


"Entahlah pa namanya juga anak muda,udah biarin aja"


"Tapi kan papa juga pengen ketemu sama calon mantu ma"


"Eh waktu itu mama pernah lihat deh,,Agim pajang foto cewek di wallpaper ponselnya" kata Sania


"Siapa ma?"


"Mungkin itu pacarnya pa,, cantik banget loh pa" kata Sania membuat Hengki semakin penasaran


"Papa makin penasaran"


Kini jam sudah menunjukkan pukul 15.25.Agim baru saja bangun 10 menit yang lalu.ia menelepon tari untuk mengajaknya ke rumah sakit menjenguk Viana.


"Ya sudah nanti aku jemput ya,,kita langsung ke rumah sakit"


"Iya mas"


"Iya,,aku siap-siap dulu"


"Iya mas Agimmmmm"


"Hahaha kau ini lucu sekali"


"Ya sudah sana mas Agim siap-siap duluuu" Rajuk Tari


"Iya sayang"


Agim bersiap-siap dan keluar dari kamarnya.Menuruni tangga dengan sedikit berlari karena perutnya sudah kelaparan.


"Akhirnya kamu keluar juga" kata Sania


"Hehe iya mas,,Agim laper banget" memang sejak semalam Agim tak memakan apapun.


"Ya sudah ayo Mama siapkan" Sania berdir, sedangkan Hengki sedang memberi makan burung kesayangannya.


"Tadi papa kamu nanya,,kenapa kamu nggak bawa pacar kamu kerumah?" kata Sania saat menemani Agim makan


"Kapan-kapan Agim ajak kesini kok ma" jawab Agim


"Iya mama sih terserah kamu,,tapi papa kamu tuh"


"Tapi kamu niat serius kan sama yang sekarang?" tanya Sania memastikan


"Serius lah ma,,bahkan keluarga dia juga udah kenal banget sama Agim"

__ADS_1


"Kamu udah sempet kesana,,tapi kamu nggak pernah bawa dia kesini?" Sania melotot


"Hehehe nanti agim ajakin kesini deh"


"Awas aja kamu kalau bohong" ancam Sania


"Iya Mamaku cantik"


"Oh iya ma,,habis ini Agim mau ke rumah sakit" Agim memang sudah memberi tahu orang tuanya mengenai kejadian kemarin


"Iya,,mama titip salam ya buat Raka sekeluarga"


"Iya ma"


Selesai makan,Agim langsung menuju ke cafe.Ia terlihat begitu tampan dengan baju santai yang melekat di tubuhnya.Menambah kesan cool yang sempurna.


Agim memasuki cafe,, terlihat tari sedang berbicara dengan pria.Ya pria itu..Reza


"Aku mau nanya sama kamu,kamu beneran udah punya pacar?" tanya Reza menatap wajah tari.Agim sengaja tak menegur Reza karena ia penasaran dengan apa yang di bicarakan Reza dengan kekasihnya.


"Iya,,gue pacarnya" Jawab Agim tiba-tiba dengan gaya sok coolnya


"Mas" Tari menghampiri Agim


"Oh jadi bener ya,,kamu udah punya pacar.Yaudah sorry ganggu" Reza berlalu meninggalkan cafe tersebut dengan perasaan sakit hati.


"Mas sejak kapan datangnya?" tanya tari


"Baru aja,,kita berangkat sekarang?" tanya Agim


"Bentar Aku ambil tas dulu ya" tari berlalu ke dapur


"Ayo mas,, Jess aku duluan ya" teriak tari


"Oke" jawab Jessica


Lalu mereka berangkat ke rumah sakit.Setelah melalui banyak kendaraan di jalan akhirnya mereka sampai di rumah sakit.


"Kamarnya dimana mas?" tanya tari saat mereka berjalan di lobby


"Sudah ayo ikut" Agim menggandeng tangan tari


Ceklekk...


"Assalamualaikum" sapa tari


"Waalaikumsalam" jawab Raka


"Mbak,,Tuan"


"Panggil mas aja" sahut Raka di jawab senyuman oleh tari


"Mbak gimana kondisinya?" tanya tari memegang tangan Viana


"Sudah lebih baik Tari,,Makasih ya udah jengukin aku" Viana tersenyum


"Iya mbak,, waktu mas Agim bilang kalau Mbak mengalami pendarahan tari khawatir banget sama mbak"


"Makasih,,tapi Mbak sekarang udah lebih baik kok"


"Syukurlah Mbak"


"Sepertinya mereka cocok jadi teman sekaligus saudara" ucap Agim


"Iya,, setelah kau menikahi tari pasti mereka berdua akan selalu berkumpul bersama seperti itu"


"Ya,, doakan saja"


"Tentu,,mereka seperti kakak beradik"


"Kau benar,, padahal mereka baru kenal tapi sudah sedekat ini" jawab Agim


Happy reading semuanya 💜💜💜🌹

__ADS_1


Semoga selalu suka dengan karya saya..


Selamat beraktifitas..😘


__ADS_2