Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Salah paham


__ADS_3

Hari ini Tari sudah kembali bekerja.Ia tetap harus semangat untuk menghidupi keluarganya.saat jam makan siang tari istirahat di kursi depan pintu, tiba-tiba Reza datang dan membawa bunga mawar.


"Tari" panggil Reza tersenyum


"Eh kak Reza" tari berdiri


"Nggak sia-sia aku beli bunga,, akhirnya kamu masuk kerja juga" kata Reza


"Iya kak"


"Kamu tau nggak, kemarin-kemarin aku kesini nyariin kamu tapi katanya kamu lagi cuti" jelas Reza


"oh iya kak tari cuti"


"Kita duduk dulu yuk" ajak Reza


"Ah iya kak" terpaksa tari duduk


"Oh iya ini bunga buat kamu" Reza memberikan sekuntum mawar merah


"Buat tari?"


"Iya"


"Makasih kak"


"Em tari aku mau ngomong sesuatu sama kamu" Reza berkata serius


"Mau ngomong apa kak?" tanya tari


"Sebenarnya aku itu masih cinta sama kamu,,sejak kita ketemu lagi,aku selalu kepikiran sama kamu" kata Reza


"Kamu mau nggak jadi pacar aku?" tanya Reza serius


Brakkk...


Sebuah coklat jatuh ke lantai.


Tari dan Reza menoleh, ternyata Agim sudah berdiri di pintu dengan tatapan kecewa.Tari berdiri,berniat ingin menjelaskan.


"Jadi ini yang kamu maksud temen?" tanya Agim pada Tari


"Mas tari bisa jelasin.."


Tapi Agim pergi begitu saja dengan perasaan kecewa.Masih ingat kata tari yang bilang bahwa mereka cuma temen.Tapi nyatanya sekarang apa?


"Mas agim tunggu tari..." tari mengejar Agim,,tapi sepertinya laki-laki itu sudah sangat kecewa


"Hahhhhh..."Agim memukul stang mobilnya


"Kenapa lo kasih harapan palsu ke guaa" Agim berteriak di dalam mobil


"Apa kurangnya gua?,,gua tuh sayang sama lo..tapi kenapa lo kecewain gua?" Agim berkaca-kaca


Sementara kini tari sedang menangis di parkiran,entah mengapa hatinya sakit saat agim pergi tak mau mendengarkan penjelasannya.


"Tari" panggil Reza


"Tari permisi" Tari berlari meninggalkan Reza di parkiran


"Kamu kenapa tar?" tanya Jessi saat melihat tari memeluknya


"Jes,,Mas agim salah paham sama aku" jawab tari


"Agim? agim yang kamu ceritain itu" tanya Jessi mengingat-ingat kembali


"Iya,,jadi tadi kak Reza nembak aku dan mas agim denger"


"Ohhh itu tandanya dia suka sama kamu,,dia cemburu" kata Jessi


"Kamu beneran?" tanya tari


"Iya,,dia pasti cemburu"


"Terus tari harus gimana?"

__ADS_1


"Ya kamu harus jelasin sama dia,, kalo kamu nggak nerima si Reza itu"


"Iya deh nanti aku coba" jawab Agim


Kini Agim sudah sampai di kantor, berjalan dengan cepat menuju ruangannya.


"Kenapa anak itu" gumam Raka yang melihat agim masuk ke dalam ruangannya dengan cepat.


Akhirnya Raka menyusul Agim ke ruangannya.


"Kau kenapa?" tanya Raka saat sudah di dalam ruangan Agim


"Tidak papa" jawab singkat agim


"Apa kau pandai berbohong?" tanya Raka


"Huhhh....Tari" jawab Agim


"Tari? kenapa?"


"Sudah punya pacar"


"Oh ya?..Kau tau dari mana?" tanya Raka


"Aku lihat sendiri,,saat aku ingin menemuinya di cafe,aku melihat dan mendengar bahwa si Reza itu nembak Tari"


"Apakah tari menerimanya?" tanya Raka


"Entahlah,,tapi aku kecewa saja padanya.Seolah dia memberiku harapan palsu"


"Heh Bodoh,, yang salah itu kamu.Udah tau punya kesempatan buat nembak Tari tapi malah nggak di tembak-tembak" seloroh Raka geram


"Bukan begitu,,aku hanya mencari waktu yang pas saja" elak Agim


"Cihh,,giliran di patok orang,kecewa" sindir Agim


"Sudah sana pergi,,kau ini hanya bisa mengejekku saja" usir Agim


"Aku hanya perhatian kepada sahabatku yang jomblo ini,, sebaiknya kamu harus mengungkapkan perasaanmu secepatnya pada tari"


"Bedohhh,, bawakan saja bunga dan minta maaflah tentang kejadian hari ini" Raka menoyor kepala Agim


"Iya-iya"


"Jangan hanya iya-iya,,tapi buktikan"


"Iya bos cerewet" Agim menatap malas ke arah Raka.


"Ya sudah aku pergi" kata Raka


"Pergi sana,,syuh-syuh" Agim mengusir Raka seperti mengusir ayam


Lalu Agim menyelesaikan pekerjaannya dan pulang pukul 16.00.


saat pulang Agim ingat pesanan mamanya yang menyuruhnya membeli beberapa bahan masakan.


Saat tengah memilih bahan makanan, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.


"Agim" panggil Jessi


"Kau siapa?" tanya Agim


"Oh iya,kenalin gue Jessi temennya tari" Jawab Jessi mengulurkan tangannya


"Agim" agim menerima uluran tangan Jessi


"Oh ya tadi lu berantem ya sama tari?" tanya Jessi


"Nggak berantem" Jawab sambil meneruskan memilih bahan makanan


"Tadi dia nangis,, dia takut banget Lo marah sama dia" kata Jessi membuat agim menghentikan kegiatannya


"Dia nangis?"


"Iya,,Dia suka cerita tentang lu" kata Jessi mencoba membantu sahabatnya

__ADS_1


"Tapi dia udah punya pacar" Agim tersenyum miris


"Lu salah,dia nolak laki-laki tadi"


"Iya,,gue permisi dulu" Agim memilih menghindar dari Jessi


"Semoga kalian berjodoh" gumam Jessi.Ia yakin bahwa Agim juga cinta sama Tari.


"Tari kenapa nangis ya? apa dia beneran takut aku marah?" gumam agim saat di jalan.


Kini Agim sudah sampai di rumahnya.


"Ma ini pesanan mama" Agim memberikan belanjaannya


"Terimakasih ya sayang" kata Sania


"Agim ke atas dulu ya ma" pamit Agim


"Agim"panggil Sania saat agim di tengah tangga


"Ya ma?"


"Kamu nggak papa?" tanya Sania yang melihat wajah putranya tak seperti biasanya.


"Nggak papa ma" Agim berlari menuju kamarnya


"Dasar anak muda" Sania menggelengkan kepalanya


Sedangkan Raka kini sedang bermanja-manja dengan sang istri di kamarnya.


"Oh iya sayang,,tadi Agim patah hati lagi" Raka tersenyum


"Lihat sahabatnya susah kok malah seneng sih mas" ujar Viana


"Bukan begitu,,mas Hanya jengkel saja sama dia"


"Memangnya kenapa?" tanya Viana


"Tadi saat agim ingin menemui tari di cafe,,ada pria lain yang nembak tari"


"Oh ya? siapa mas?" tanya Viana penasaran


"mas kurang tahu sih"


"Kasihan sekali Agim,, padahal dia sangat menyukai tari"


"Tapi mas juga jengkel sama dia,,udah tau punya kesempatan buat nembak tari dari dulu ehhh malah diem aja"


"Sekarang udah keduluan sama orang, kecewa" Raka kesal membahas sahabatnya itu


"Ya mungkin Agim nunggu waktu yang pas mas"


"Iya katanya juga begitu"


"Udah kita nggak usah ikut campur masalah mereka,biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri." kata bijak Viana


"Mass bangga deh punya istri yang dewasa kayak kamu" Raka menoel hidung Viana


"Mas apa sih" Viana tersenyum malu-malu


"Udah mau jadi ibu,masih aja malu-malu" ujar Raka


"Ih mas nggak asik ah" Viana berdiri meninggalkan Raka di kamarnya.


Ini reza



Ini Agim



Hayoo kalian tim siapa?


hehehehe ganteng semua

__ADS_1


Happy reading ya🤗


__ADS_2