Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Penculikan


__ADS_3

Satu Minggu di rumah saja, membuat Viana bosan dan jenuh.Hari ini Viana akan mengajak Susi dan Risa ke mall untuk jalan-jalan.


"Sayang mas ikut ya" Raka ingin menempel Terus pada istrinya.Entah mengapa perasaannya tak enak


"Mas kan ada meeting hari ini,,lagian Viana sudah sama Risa sama Susi juga"


"Mas bisa nyuruh agim yang meeting,,ya mas ikut ya" Raka ngotot


"Mas nggak kasihan sama Agim,, mendingan mas berangkat sekarang aja ya" Viana mengusap pundak suaminya


"Ya sudah mas berangkat,,kamu hati-hati ya kalau ada apa-apa segera hubungi mas" pesan Raka


"Iya mas"


Raka berlalu meninggalkan ruang tengah.Viana naik ke atas untuk mandi dan bersiap-siap.


Risa pun juga sudah cantik dengan casual mininya.


Setelah melakukan ritual mandi dan berdandan,Viana menuruni tangga dan bergabung dengan Risa dan Susi di ruang tengah.


"Kita berangkat sekarang yukk" Ajak Viana karena jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi


"Tapi pak Eko sedang menservis mobilnya nyonya" kata Susi


"Kita pakai mobil yang satunya aja,,biar saya yang nyetir" kata Viana


"Tapi nyonya.."


"Sudah ayo,, nanti keburu siang" Viana seperti tak sabar


"Baik nyonya"


"Ayo sayang" Viana menggandeng tangan Risa


"Nanti kita beli boneka ya mommy"


"Siap tuan putri" Viana mencubit gemas pipi risa


Mereka sudah sampai di mall mereka masuk ke toko pakaian.Viana membeli beberapa baju untuk Risa dan Susi.


"Nyonya terimakasih" kata Susi karena sudah di belikan baju


"Iya sama-sama"


"Kita istirahat dulu bagaimana nyonya? nanti nyonya kecapekan" kata suci


"Iya sus,,kita istirahat sambil makan yuk" ajak Viana


"Iya nyonya"


"Mbak saya pesan ini,ini,ini,ini" Viana memesan begitu banyak makanan, karena semenjak hamil dirinya doyan sekali makan.


"Kamu apa sus?"


"Saya ini saja nyonya" Susi menunjuk menu makanan


"Sayang?"


"Lisa nggak lapel mommy,,Lisa mau cemilan sama es krim aja" kata gadis kecil itu


Beberapa menit pesanan mereka sudah sampai,Viana memakan dengan semangat.Saat di tengah makan siang,Viana ijin ke kamar mandi untuk membuang air kecil.


"Saya ke kamar mandi dulu ya,,kalian lanjut makan"


"Perlu saya temani nyonya?" tawar Susi


"Oh nggak usah kamu disini aja sama Risa,,saya cuma sebentar kok" Viana pergi meninggalkan meja makan dan berjalan menuju kamar mandi.


Saat Viana keluar dari kamar mandi,ada 2 orang laki yang sedang mengawasinya.Viana menatap satu persatu laki-laki tersebut,lalu ia berlari menuju meja makan lagi.

__ADS_1


"Target di depan mata bos" ucap salah satu laki-laki itu sambil menelepon seseorang.


Kedua pria itu mengikuti viana Secara sembunyi-sembunyi.Viana kini sudah sampai di meja makan dengan wajah sedikit takut


"Nyonya kenapa?" tanya Susi melihat wajah Viana yang panik


"Ah nggak papa,,tadi ada orang yang liatin saya" jawab Viana


"Siapa mommy" tanya Risa


"Mommy juga nggak tahu sayang" Viana jadi tak selera makan lagi


"Mommy kita main itu yuk" Ajak Risa


"Non Risa main sama Mbak Susi aja,, mommy biar istirahat nanti dedeknya capek" kata Susi


"Oh iya deh,,ya udah mommy duduk di sana aja ya"


"Iya sayang" Viana bahagia saat putrinya mengerti keadaannya


Risa dan Susi menuju wahana yang di tunjuk Risa, sementara Viana duduk di kursi dekat permainan tersebut.Tiba-tiba ada seseorang yang sengaja menumpahkan es krim ke bajunya.


"Ah maaf saya tidak sengaja" Kata orang itu


"Iya nggak papa" Viana berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan bajunya.


"Berhasil" Gumam laki-laki itu.Ya itu laki-laki yang tadi Viana temui di toilet,tapi dia sudah berganti pakaian sehingga Viana tak mengenalinya di tambah lagi laki-laki itu memakai masker.


"Jalan nggak lihat-lihat,,bajuku jadi kotor" Ucap Viana di depan cermin kamar mandi.


Lalu Viana keluar,saat sampai di depan pintu.Mulut Viana di bekap oleh seseorang di samping pintu.


Viana sempat berteriak sebelum dirinya pingsan.Kedua laki-laki itu membawa Viana pergi dari sana.


"Nyonya..nyonya" Susi mencari Viana,,saat dirinya menengok ke arah Viana duduk ternyata Viana sudah tak ada di tempat.


"Mbak juga tidak tahu non,,kita cari lagi ya" Susi menuntun Risa untuk mencari mommy nya


"Aduh nyonya kemana ya?" Susi panik


"Coba aku telepon dulu" Susi berniat menelepon viana,,tapi sayang ponselnya mati.


"Non bagaimana ini? nyonya tidak ada" Susi serasa ingin menangis


"Hiks hiks mommy dimana?" gadis kecil itu menangis


"Nona tenang ya,,kita cari lagi" Susi menggendong Risa dan mencari Viana di berbagai toko


"Mbak mommy dimana? hiks.. hiks" Risa masih saja menangis


"Kita telepon tuan Raka ya non" Susi menelepon tuannya


"Halo" sapa Raka


"Ha..halo tuan"


"Susi ada apa? kenapa kau terlihat panik?" tanya Raka tegang karena Susi sedang bersama Viana


"Anu tuan,, nyonya.."


"Nyonya kenapa?" Raka ngegas


"Nyonya hilang tuan" Tangis Susi pecah


"Apa?? ya sudah saya kesana" Raka mematikan sambungan teleponnya


"Ada apa?" tanya Agim


"Viana hilang"jawab Raka dengan wajah pias

__ADS_1


"Ha??? kok bisa?" tanya agim


"Sudah jangan banyak tanya,,ayo kesana"


"Ayo"


Raka dan agim memasuki lift,wajah Raka berubah panik saat mengetahui istrinya hilang.Apalagi istrinya sedang hamil muda, menambah kepanikan raka.Raka melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Agim tak berani bicara.


"Pelan-pelan,,kau jangan sampai membahayakan dirimu sendiri" kata Agim sudah tak tahan dengan kecepatan tinggi.


"Diam" jawab Raka


Hanya butuh 15 menit,Raka dan Agim sudah sampai di mall.Susi sudah mengirimkan lokasinya langkah Raka begitu lebar dan terburu-buru, membuat orang-orang menatapnya heran.


"Daddyyy" Risa berteriak sambil menangis


"Sayang" Raka memeluk putrinya


"Gimana bisa hilang? kamu kemana aja?" tanya Raka pada Susi


"Saya minta maaf tuan,,tadi saya dan non Risa bermain di sana dan nyonya menunggu disini.Tapi saat saya kembali, nyonya sudah tidak ada.Saya sudah mencarinya di sekitar sini tuan" Susi menangis sambil menunduk


"Kau sudah coba menelponnya?"


"Sudah tuan,,tapi ponselnya mati" Jawab Susi


"Agim kita periksa cctv-nya" Raka mengajak Agim ke ruang cctv


"Iya,, pasti ini rencana penculikan"


"Ya sudah ayo" Raka sedikit berlari sambil menggendong Risa.


Saat Raka sudah di depan ruang cctv,, ponselnya berdering menampilkan nomor tak di ketahui.


"Halo"


"Halo Raka ,,hahaha gimana? kamu lagi cari istri kamu kan" ucap seorang laki-laki di balik telepon


"Beraninya kau menculik istriku,,Cepat katakan dimana kau membawa istriku" Raka murka


"Ooo sabar Raka sabar,,dia sedang tidur sekarang"


"Kalau kau berani macam-macam dengannya,,aku pastikan akan menghancurkanmu"


"Tenang,,aku hanya akan bermain sedikit dengannya hahaha" laki-laki itu tertawa keras


"Cepat katakan dimana istriku" bentak Raka


"Jangan gegabah,,aku belum cukup bermain dengannya hahaha" laki-laki tersebut mematikan sambungan teleponnya


"Halo..halo"


"Sial" Raka emosi


"Kau tenang dulu,,biar anak kita mencari orang itu" kata agim


"Bagaimana aku bisa tenang,,Viana sedang hamil dan kondisinya masih lemah"


"Iya aku tahu,,tapi kau jangan emosi begini.Kasihan Risa" tutur Agim


"Sayang maafkan Daddy" Raka memeluk putrinya


Lalu mereka pulang untuk mengatur anak buahnya mencari Viana.


Hayoo tebak siapa yang menculik Viana?


Pada penasaran kan hehe🤭


Jangan lupa tinggalkan like.komen.vote

__ADS_1


__ADS_2