Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Makan malam


__ADS_3

Seperti rencana tadi siang,kini orang tua Viana sudah datang ke kediaman Raka Mahendra.


Hidangan telah terjajar rapi diatas meja makan,Viana sendiri yang memasaknya.Bagas tadi ingin memesan makanan tapi dilarang oleh Viana karena ia sendiri yang akan masak.


Malam ini Viana dandan begitu cantik, begitu anggun dan menawan.


"Sempurna" katanya di depan cermin



Saat keluar kamar,Viana berpapasan dengan Raka.Raka terpesona dengan penampilan Viana malam ini, terlihat lebih cantik dan seksi.


"Mas" kata Viana saat Raka diam dan memandangi wajah nya dengan mata tak berkedip


"Ah iya" Raka sadar dari lamunannya


"Mas kenapa?" tanya Viana


"Gapapa sayang,,yaudah ayo turun" ajak Raka menggandeng tangan Viana


"Risa udah tidur?" tanya Raka saat menuruni tangga


"Udah mas,, katanya ngantuk banget tadi" jawab Viana


"Ya sudah"


Saat sampai di bawah,sudah terlihat Mega , Anton dan Bagas sedang berbincang.Viana dan Raka menghampiri


Anton menceritakan tentang masalah yang menimpa keluarganya.tak ada rasa malu,memang seperti itu keadaannya.ia tak ingin menutupi apapun dari sang besan.Bagas juga memahami keadaan tersebut dan tak mempermasalahkan.


"Baiklah semuanya mari kita makan malam,,Viana sudah menyiapkan semuanya" kata Raka karena para orang tua sudah asik bercerita


"Kau ini ganggu saja" Bagas kesal karena acara ceritanya terganggu


"Maaf pa,tapi Raka memang sudah lapar" Raka menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Ya sudah,,mari makan" Bagas mengajak orang tua Viana makan


"Kau sangat cantik" bisik Mega pada sang anak


"Mama" Viana merona.mega tersenyum melihat anaknya malu seperti itu


"Ini semua masakanmu Vian" tanya Anton

__ADS_1


"Iya pa,tadinya papa Bagas mau pesan di restoran tapi Viana larang karena Viana ingin masak sendiri untuk kalian semua" jelas Viana


"Sangat enak" ucap Bagas yang sudah mencicipi menu sapi lada Hitam


sementara Raka,tidak bicara sama sekali.ia hanya makan dengan lahap,seharian tidak makan membuatnya kelaparan.


"Oh iya,,dimana Risa?" tanya Bagas menatap Viana


"Risa sudah tidur pa,,tadi dia bilang sangat mengantuk" jelas Viana


"Ya sudah"


30 menit mereka makan malam bersama.setelah ini mereka akan membahas tentang pernikahan anak-anak mereka


"Bagaimana tuan Anton,,kapan baiknya tanggal pernikahan mereka di laksanakan?" tanya Bagas


"Saya serahkan ini kepada mereka berdua tuan,,mereka yang melaksanakan jadi biar mereka yang tentukan tanggal dan kita akan mempersiapkan semuanya." kata Anton


"Bagaimana Raka?" tanya Bagas


"Gimana sayang?" Raka malah berbalik tanya pada Viana


"Untuk tanggal dan harinya,, silahkan kalian para orang tua yang atur, kami siap kapan saja" Viana tersenyum


"Baiklah,kalau begitu bagaimana jika satu bulan lagi?" tanya Bagas


"Tapi nanti Viana akan tinggal di rumahnya sendiri" kata Mega ikut bicara


"Tapi Bu,, bagaimana dengan Risa" tanya raka keberatan


"Risa atau dirimu?" tanya Mega menyelidik


"Risa ibuuu" Raka cemberut


"Nanti kalau siang biar Viana kesini,,tapi tidurnya di rumah" tegas Mega tak mau mereka berbuat khilaf


"Baik Bu" Raka pasrah.Ia pasti akan merindukan tunangannya itu.Tapi demi pernikahannya,ia rela menahan rindu


"Kau itu berbahaya Raka,,jadi kami akan memisahkan kau dan Viana dulu sebelum pernikahan" Bagas tertawa


"Tapi pa,," Raka hendak membantah tapi Viana menatapnya


"Benar yang di katakan papamu nak Raka,,kami hanya ingin agar kalian tak khilaf" seloroh Mega membuat Anton dan Bagas tertawa terbahak-bahak

__ADS_1


"Ahahahahaha nikmati saja rindumu itu" Bagas sangat tak bersahabat dengan putranya.


"Hisshh" Raka kesal


"Sudah mas,,lagian ini juga demi kebaikan kita" Viana akhirnya bicara.jujur ia juga pasti sangat merindukan prianya itu nanti.


"Ya sudah" Raka luluh jika yang bicara Viana


"Jika Viana sudah angkat bicara,, Raka akan tunduk" Bagas memang senang jika menggoda Raka seperti sekarang.


"Sudahlah pa,," raka menghela nafas panjang


"Baiklah kalau begitu,saya dan istri saya pamit pulang dulu ya" Anton berpamitan kepada Bagas


"Ah, baiklah tuan Anton,, hati-hati di jalan" Bagas bersalaman dengan Anton dan Mega


"Biar Raka antar pa" calon menantu sudah siap mengantar


"Tidak usah nak Raka, kami bisa pesan taksi" kata Mega


"Tak apa Bu,,ini sudah malam dan pasti sudah jarang taksi lewat"


"Baiklah kalau begitu" Mega mengalah


"Sayang aku antar papa sama ibu dulu ya" pamit Raka pada Viana


"Iya mas hati-hati" kata Viana


"Mama pulang dulu ya nak" Mega memeluk putrinya


"Iya ma, hati-hati ya"


"Papa pulang ya Vian" pamit Anton


"Iya pa" Viana mencium tangan orang tuanya


"Ya sudah.saya permisi tuan Bagas" pamit Anton


"Baiklah tuan Anton hati-hati di jalan" ucap Bagas


Lalu Raka mengantarkan mereka sampai dirumah.


Viana masuk ke dalam kamar risa untuk melihat, apakah Risa bangun atau tidak.

__ADS_1


Terimakasih 🤗


Happy reading


__ADS_2