Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Rencana pertunangan


__ADS_3

Keluarga Hatmoko datang ke kediaman Raymond bersama putra yang akan mereka jodohkan dengan Alena.Mereka datang untuk membahas hari pertunangan Candra dan Alena.


Alena masih tetap tak mau menemui keluarga Hatmoko, karena ia menolak keras perjodohan ini.


Candra Hatmoko, Orangnya kurus kering.Memakai kacamata tebal dan penampilannya sedikit norak.


Natasya menatap Candra dari atas hingga bawah,ia benar-benar syock.Yang benar saja, anak semata wayangnya akan di nikahkan dengan orang modelan seperti itu.Benar-benar di luar dugaan.


"Baiklah tuan dan nyonya,kita tentukan saja hari dan tanggal pertunangan putra dan putri kita" kata Raymond


"Bagaimana jika secepatnya saja pa? Aku sudah tidak sabar" kata Candra sambil tersenyum-senyum membuat Raymond dan Natasya saling pandang


"Eem bagaimana jika dua Minggu lagi?" tanya Renaldy


"Apa itu tidak terlalu cepat,,ah maksudnya biarkan mereka saling kenal dulu" kata Natasya


"Bagaimana mau kenal,,putri anda saja tidak mau menemui kita" kata keluarga yang lain


"Ah mohon maaf,, mungkin putri saya masih butuh waktu untuk menerima semua ini" kata Raymond


"Baiklah,,sudah kami putuskan bahwa pertunangan mereka akan di laksanakan dua Minggu lagi" kata Renaldy


"Baik tuan Renal" Raymond hanya bisa menurut saja


Setelah membicarakan semuanya, akhirnya keluarga Hatmoko pulang.Kini tinggallah Raymond dan Natasya di ruang tamu.Mereka saling diam,larut dalam pikiran masing-masing.


"Papa nggak salah?" tanya Natasya yang masih memikirkan tentang putrinya


"Maksud mama?"


"Pernikahan itu bukan hanya sehari dua hari pa,tapi seumur hidup.Mama nggak mau putri semata wayang mama menderita nantinya" kata Natasya


"Tapi papa bisa apa ma? Papa sebenarnya juga nggak rela" bantah Raymond


"Papa lihat tadi, bagaimana Candra.Apa papa yakin mau memberikan putri kita sama laki-laki yang begitu?"


"Sudahlah ma,,papa pusing" Raymond meninggalkan Natasya di ruang tamu.


Natasya berdiri, melangkahkan kakinya menuju kamar sang putri.Disana Alena sedang duduk di balkon sambil memeluk boneka bulan kesayangannya.


"Nak" panggil Natasya membuat Alena langsung menghapus air matanya


"Eh mama" Alena tersenyum


"Kamu ngapain disini? udah malem loh nanti kamu kedinginan"


"Iya ma,, nanti Alena masuk kok" Alena memaksakan senyumnya


"Ma,,apa papa sudah menentukan tanggal pertunangan aku?" tanya Alena yang terlihat sangat sedih


"Em iya,,2 Minggu lagi" kata Natasya yang mengalihkan pandangannya


"Oh" Alena tampak kecewa, Natasya paham ada gurat kekecewaan dalam hati Alena pada sang papa.

__ADS_1


"Maafin mama sama papa ya" Natasya memeluk putrinya


"Gapapa kok ma,,hiks" bulir bening yang tertahan akhirnya berjatuhan di pipi yang mulus itu.


"Maafin kami ya nak,, seharusnya kami membuatmu bahagia bukan menderita seperti ini" Natasya memeluk erat-erat Alena


"Ini udah jadi tugas Alena buat nurut sama papa dan mama,,asalkan kalian bahagia Alena rela ngelakuin apa aja" Dada Alena terasa sangat sesak


"Ya sudah,,kamu istirahat ya udah malem"


"Iya ma"


Natasya meninggalkan kamar Alena dengan perasaan gundah, bagaimana bisa rela ia menyerahkan anak semata wayangnya kepada laki-laki seperti Candra.


Setelah pintu tertutup rapat,Alena tampak berdiri sambil memandangi bulan dan bintang yang menghiasi langit malam ini.


Perlahan kakinya melangkah, nyatanya air mata yang ditahan karena ada mamanya kini kembali mengalir deras.


"Demi kalian,, Alena akan berkorban Pa Ma" 8 lekat-lekat foto yang terpajang di dalam kamarnya itu.


Drrrtttt..drrttt..


Mendengar ponselnya berbunyi, Alena beranjak untuk melihat siapa yang menelepon.


_Kak Keenan_


Nama yang tertera di atas panggilan tersebut


"Hai,,kamu sibuk ya?" tanya keenan


"Ah enggak kok kak,,btw ada apa kak Keenan telpon Alena?"


"Em nggak papa cuma mau ngetes aja" Keenan salah tingkah


"Ngetes?" tanya Alena memastikan


"Ya udah kalo gitu,,kamu tidur gih udah malem"


"Iya kak,, selamat malam" Alena mengakhiri panggilan


"Malam" Keenan tersenyum lebar,,entah mengapa jantungnya tiba-tiba berdetak begitu kencang


Waktu malam berjalan dengan cepat,hingga kini matahari sudah berada di atas kepala.


Alena yang tak bisa tidur semalaman dan akhirnya tidur jam 5 shubuh tadi membuatnya terlambat bangun untuk pergi ke kampus.


Mandi hanya 5 menit, memakai pakaian dan mengambil tas serta ponselnya lalu turun kebawah.Alena melewatkan sarapan pagi ini karena ia sudah telat.


Natasya hanya bergeleng melihat tingkah putrinya,, pikiran kembali ke rencana pertunangan Alena dengan Candra membuatnya menghela nafas panjang.


Alena yang sedang mengemudi nampak membelah jalanan yang tampak ramai,hingga tepat di jalanan yang sepi mobilnya tiba-tiba berhenti.


Ia bingung,,lalu turun untuk mengecek mesin mobilnya.Tapi ia malah semakin bingung karena ia tak mengerti masalah permesinan.

__ADS_1


Alena nampak frustasi, karena pagi ini ia ada mata kuliah dengan dosen galak.Ia mencoba menghubungi vebrina,,namun gadis itu tak mendengar ada telepon masuk dari sahabatnya.


Alena yang kesal,,lalu mengambil tas.Ia akan mencari taksi untuk berangkat ke kampus.


Saat dalam perjalanan Keenan tak sengaja melihat Alena yang berada di tepi jalan.Dengan cepat Keenan menghampiri Alena.


Tin,,tin.


Bunyi klakson mobil Keenan membuat Alena kaget


"Ayo masuk" ajak Keenan


"Nggak usah kak,, Alena naik taksi aja" tolak Alena


"Yakin??,,bukannya kamu ada kelas pagi?" tanya keenan


"Tapi ini mobilnya?" tanya Alena sambil menunjuk mobilnya


"Nanti biar supir aku yang urus,,ayo cepet masuk"


Alena nampak berfikir,kalau ia menolak ajakan Keenan ia bisa terlambat.Akhirnya ia masuk ke mobil Keenan.


"Maaf ya kak ngrepotin kakak" kata Alena saat di dalam mobil


"Nggak papa"


"Kakak ada kelas pagi juga?" tanya Alena


"Enggak,,aku mau ke kantor terus tadi liat kamu di tepi jalan" jelas Keenan


"Oh gitu,,"


Hanya 15 menit perjalanan, mereka sampai di depan kampus.


"Kamu yakin turun disini aja?" tanya keenan


"Iya kak,,lagian ini juga udah di kampus kan"


"Ya udah,, belajar yang pinter" Keenan mengacak rambut Alena membuat sang pemilik rambut memanyunkan bibirnya


"Makasih ya kak" ucapnya sekali lagi


"Iya,,udah sana masuk"


Setelah Alena tak terlihat lagi,,Keenan melajukan mobilnya ke kantor.Kebetulan ia tak ada kelas hari ini jadi ia ikut daddynya ke kantor.


Hai hai hai


Keenan & Alena comeback nihhh


maaf ya sayang"author sempet berhenti di tengah jalan karena sibuk kerja dll😣


Semoga kalian masih suka🤗

__ADS_1


__ADS_2