Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Di rumah sakit


__ADS_3

Keenan membawa Alena kerumah sakit karena pingsan saat dalam perjalanan.Wajah Alena nampak pucat, mungkin tidak makan dari kemarin.Keenan menggendong istrinya masuk ke dalam rumah sakit,ia berteriak memanggil dokter.


"Mohon anda tunggu diluar saja" kata suster sambil menutup pintu ruangan.


Keenan hanya menurut,ia duduk di kursi tunggu.Mengusap wajahnya yang kusut, memikirkan bagaimana kondisi istrinya.


Sementara jenazah Nadine juga di bawa ke rumah sakit. Tadi polisi sempat menelepon Danang yang merupakan ayah Nadine,tapi Danang tidak merespon dengan baik.


Akhirnya Raka memutuskan untuk memakamkan Nadine tanpa kedatangan keluarganya setelah berdiskusi dengan polisi.


Keenan menelepon mommynya,ia ingin memberi kabar bahwa Alena selamat dan sekarang berada di rumah sakit.


"Hallo mom" sapa Keenan dengan suara pelan


"Iya sayang,gimana? alenanya udah ketemu?" tanya Viana


"Sudah,sekarang Keenan lagi di rumah sakit.Tadi Alena pingsan" jelas Keenan


"Kamu di rumah sakit mana,mommy kesana sekarang"


"Rumah sakit Harapan" kata Keenan


"Ya sudah,tunggu mommy" Viana langsung mematikan sambungan telepon.Sebelum ia berangkat kerumah sakit,Viana mampir terlebih dahulu kerumah Risa.Ia ingin mengabarkan bahwa Alena sudah ditemukan.


"Risaa" panggil Viana yang melihat Risa di kursi teras bersama bi Jumi


"Mommy,kenapa? Alena sudah ketemu?" tanya Risa


"Sudah, sekarang di rumah sakit.Mommy kesana dulu ya" pamit Viana


"Iya mom, hati-hati ya"


Setelah berpamitan dengan Risa,Viana mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit Harapan.Cukup 15 menit,Viana sudah sampai.Ia langsung bertanya ke resepsionis dimana ruangan Alena berada.


Keenan melihat mommynya yang sedang berjalan menuju dirinya.Dengan cepat ia langsung memeluk mommynya,rasanya ia butuh sandaran saat ini.


"Kamu tenang ya, istri kamu baik-baik aja" Viana mengelus punggung putranya


"Keenan hanya khawatir saja mom" Keenan melepaskan pelukannya


"Lalu bagaimana dengan Ayu dan anaknya?" tanya Viana yang memang belum mengerti bahwa Nadine sudah meninggal.


"Nadine sudah meninggal akibat ulah mamanya sendiri mom" kata Keenan membuat Viana menutup mulutnya


"Kok bisa?" tanya Viana penasaran


"Nadine nolongin Keenan pas Keenan mau di tembak sama mamanya" jelas Keenan


"Kasihan juga gadis itu,terus jenazahnya gimana?" tanya Viana


"Daddy sama polisi udah ngatur semuanya, jenazahnya tadi juga ada di rumah sakit ini tapi udah di kebumikan sekarang" jelas Keenan


"Ini Daddy kamu telepon" kata Viana yang melihat ponselnya berdering


"Halo mas?" sapa Viana


"Iya,aku lagi di rumah sakit nemenin Keenan"


"Ya udah nanti kalau udah selesai kamu langsung kesini aja ya mas" perintah Viana


"Kenapa mom?" tanya Keenan


"Daddy kamu mau kesini,tapi ada urusan sama polisi dulu" kata Viana

__ADS_1


Saat mereka tengah mengobrol,dokter keluar dari ruangan Alena.Keenan dan Viana langsung berdiri dan bertanya bagaimana kondisi Alena.


"Dokter gimana kondisi istrinya saya?" tanya Keenan


"Istri bapak sudah membaik,hanya saja ia kekurangan cairan sehingga mengakibatkan lemas dan pingsan" kata dokter


"Saya boleh masuk?" tanya Keenan


"Silahkan"


Keenan dan Viana masuk ke dalam,tampak Alena masih memejamkan matanya.Wajahnya pucat, bahkan ada memang di bagian pelipisnya karena penculikan kemarin.


"Sayang" Keenan mengelus rambut Alena


"Mommy keluar ya" Viana memberikan ruang untuk Keenan dan Alena


Viana keluar dan duduk di kursi tunggu,tak beberapa lama Raka datang menyusul anak dan istrinya.


"Mas" Viana memeluk suaminya


"Bagaimana kondisi Alena?" tanya Raka


"Sudah membaik,tapi masih belum sadar" jelas Viana


"Syukurlah"


"Bagaimana pemakamannya?" tanya Viana


"Sudah selesai,tapi keluarganya tak mau menghadiri pemakaman tersebut"


"Kasihan sekali,bahwa di waktu terakhir pun keluarganya tidak mengantarkan dia" Viana nampak berkaca-kaca membayangkan bagaimana rasanya menjadi Nadine.


"Sudahlah, yang penting sekarang semuanya selamat" Raka memeluk Viana lagi.


"Dia sudah di penjara seumur hidup,mungkin dia akan gila karena kehilangan putri kesayangannya karena ulahnya sendiri" jelas Raka


"Semoga dia jera" Viana berharap


Sementara di dalam,Keenan masih menunggu istrinya sadar.Ia terus menggenggam tangan Alena,seakan tak mau kehilangan lagi.


Saat Keenan menundukkan kepalanya di samping Alena,tangan Alena bergerak perlahan.


"Sayang" Keenan langsung memanggil Alena


beberapa detik berikutnya,Alena sudah sadar.Matanya menatap sekeliling ruangan,lalu beralih menatap Keenan.


"Kak"


"Iya sayang, kamu sudah sadar" Keenan mengecup tangan istrinya


"Aku takut" kata Alena menggenggam erat tangan suaminya


"Sudah jangan takut,aku disini bersamamu" Keenan menenangkan istrinya


"Aku mau pulang" kata Alena


"Iya nanti kakak bicara sama dokter ya,semoga kamu udah boleh pulang" Keenan tersenyum manis


"Daddy, mommy" kata Alena saat Raka dan Viana masuk kedalam


"Sudah siuman sayang? apa masih pusing? atau masih lemas?" cecar Viana


"Sayang, satu-satu nanyanya" kata Raka membuat Viana meringis

__ADS_1


"Alena udah baikan mom,Alena mau pulang"


"Kita tunggu dokter dulu ya, nanti kalau udah di ijinin pulang kita langsung gass" kata Viana membuat Alena tersenyum


Saat semuanya tengah berbicara di dalam, Vebrina dan tari datang untuk menjenguk Alena.Tadi Viana mengabarkan kepada tari bahwa Alena sudah ditemukan dan sekarang berada di rumah sakit.


"Alena" vebrina langsung memeluk sahabatnya


"Kamu nggak papa kan? ya ampun aku khawatir banget sama kamu" Vebrina berkaca-kaca


"Aku nggak papa veb" Alena tersenyum


"Mbak" Tari memeluk Viana


"Alena gimana keadaan kamu sayang?" tanya Tari yang prihatin


"Sudah membaik Tante"jawab Alena


"Syukurlah"


"Sorry ya Al, harusnya waktu itu aku nggak ninggalin kamu" vebrina merasa bersalah


"Kamu nggak salah Vebrina,udah takdirnya begitu mau di hindari gimanapun juga tetep kejadian" kata Alena


"Emmm" Vebrina memeluk sahabatnya lagi..


Keenan dan Raka bahwa sudah tergeser oleh wanita-wanita di ruangan itu.Mereka akhirnya duduk di sofa sambil melihat para wanita itu berbicara tanpa henti.


"Lihat, mereka tidak akan berhenti bicara" kata Raka yang sudah hafal


"Ini masih belum lengkap dad,jika ada kak Risa pasti semakin heboh" timpal Keenan


Tak lama, yang di bahas pun muncul bersama suaminya.Risa yang menelepon Rey dan mengajaknya untuk menjenguk Alena kini sudah ada di tempat.


"Panjang umur" kata Raka dan Keenan bersamaan


"Selamat siang semuanya" sapa Risa


"Tante tari, vebrina" Risa langsung memeluk keduanya


"Apa kabar sayang? makin cantik aja deh bumil ini" puji Tari


"Baik Tante,Tante bisa aja sih" ..


"Alena,kamu baik-baik aja kan?" tanya Risa beralih pada Alena yang terbaring


"Alena baik-baik aja kak" jawab alena


"Alhamdulillah"Risa mengelus pundak adik iparnya


Wanita-wanita sudah lengkap,Keenan, Rey dan Raka hanya duduk sambil melihat para wanita berbicara.


"Entah apa yang mereka bicarakan, sepertinya tidak akan selesai" kata Raka membuat Keenan dan Rey tersenyum


"Wanita jika berkumpul, mustahil tidak menggosip" kata Rey membuat Keenan dan Raka tertawa.


"Untung Agim tidak ikut,jadi kita juga tidak akan menggosip seperti mereka" kata Raka yang secara tidak langsung mengatai bahwa Agim juga senang menggosip.


"Hahaha" Keenan tertawa


Haduh seneng banget liat mereka kumpul lagi,,,


Happy reading yaw gays,,Love you pull ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2