Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Sama-sama modus


__ADS_3

Malam ini, selesai makan malam.Keenan mengumpulkan semua anggota keluarganya.Ia berniat membicarakan tentang dirinya dan Alena yang akan pindah rumah.


Viana juga penasaran dengan apa yang akan Keenan bicarakan.Ia duduk di samping Alena, sedangkan Keenan bersama daddynya.


"Sebenernya ada apa sih?"tanya Viana


"Emm,Keenan mau bicara sama mommy" kata Keenan


"Iya bicara apa? jangan bikin mommy penasaran deh" kata Viana


"Keenan sama Alena mau pindah dari sini" kata Keenan hati-hati


"Maksudmu?" Viana sudah mulai ngegas


"Sayang dengarkan dulu" Raka mulai berbicara


"Mommy,Keenan sudah menikah dan sudah menjadi kepala rumah tangga.Keenan tidak mau membebani kalian,Keenan ingin hidup mandiri bersama Alena" kata Keenan lembut


"Siapa yang merasa terbebani? mommy tidak menganggap kamu dan istrimu beban" Viana tampaknya sudah mulai kesal


"Kak Keenan benar mom,kami sudah menikah.Tidak mungkin kita akan bergantung hidup pada mommy dan Daddy" imbuh Alena


"Sudahlah kalian sama saja,pergi saja semuanya.Jangan perdulikan mommy" Viana yang emosi langsung pergi meninggalkan ruang tamu.Ia kesal, bagaimana nanti kalau kedua anaknya meninggalkan ia sendiri di rumah besar itu.Pertama Risa,dan sekarang Keenan,Viana kesal sekali.


"Sudah jangan khawatir, nanti biar Daddy yang bicara sama mommy" kata Raka menepuk pundak putranya


"Iya dad"Keenan tetap merasa bersalah pada mommynya.


Setelah itu mereka masuk ke kamar masing-masing.Alena merebahkan tubuhnya di ranjang, sedangkan Keenan bermain ponsel di sampingnya.


"Mommy benar marah sama kita kak" kata Alena


"Ya,mungkin mommy akan merasa kesepian.Tapi kakak juga tidak ingin bergantung pada mereka seterusnya" kata Keenan


"Iya,Alena paham.Kita tunggu aja kabar dari Daddy" jawab Alena


Sementara di kamar Viana, wanita itu tengah duduk di sofa sambil bermain ponsel.ia sama sekali tak menghiraukan suaminya yang memanggilnya untuk tidur.


"Sayang, kemarilah" kata Raka yang mampu membuat Viana bangkit namun masih dengan ekspresi cemberut


"Kenapa sih mas? anak-anak pada mau ninggalin aku? apa aku terlalu cerewet sama mereka?" tanya Viana


"Bukan begitu sayang, mereka hanya ingin mandiri" bujuk Raka


"Kamu dukung mereka banget sih?ini pasti ada hubungannya juga sama kamu mas" kata Viana mencurigai suaminya


"Engga ada,tapi waktu itu Keenan udah pernah ngomong sama mas.Terus mas nyuruh Keenan buat ngomong sama kamu" jelas Raka


"Tuh kan sama aja,tega banget kalian" Viana masih cemberut


"Sayang,mereka itu pengantin baru.Butuh waktu berdua yang bebas,siapa tahu dengan mereka pindah nanti Alena akan segera hamil" jelas Raka


"Tapi tetap saja, nanti Viana sendirian mas"


"Apa mas sudah tak terlihat?" tanya Raka menggoda


"Ya hanya kita berdua,mana seru" kata Viana masih dengan bibir monyong karena cemberut

__ADS_1


"Ya nggak papa,jadi kita bebas juga mau melakukannya dimana aja" kata Raka semakin menggoda istrinya


"Ih udah tua juga masih itu aja yang dipikirin" kata Viana


"Owh jadi mas sudah tua? baiklah waktunya cari sugar baby" kata Raka yang hendak beranjak pergi


"Eh jangan dong,enak aja.Walaupun tua gini masih banyak yang mau,nanti Viana sama siapa?" tanya Viana ..


"Pak Tejo,,hahahaha" Raka terbahak-bahak


"Aaaa mas rakaaaaaa"teriak Viana


"Kenapa? katanya udah nggak mau sama mas.Yaudah mas cari sugar baby aja deh"Raka masih saja menggoda


"Mauuuuuuu" rengek Viana


"Yaudah ayok"Raka tersenyum licik


"Aduhhh kepala Viana tiba-tiba pusing banget mas" akting Viana membuat Raka gemas


"Oh ya? dimana yang sakit? disini?" Raka merem*s gunung istrinya.


"Aaaaa mas rakaaa" setelah itu sudah tidak ada suara lagi dari dalam.Mungkin sudah tidur atau ibadah malam hahaha.


Sementara Keenan dan Alena juga baru saja menyelesaikan tugas.Terlihat mereka juga kelelahan di atas ranjang, keringatnya pun juga bercucuran.(anak sama Daddy sama modusnya.. hemmm author ngedumel)


Pagi harinya,Alena bangun pagi-pagi seperti biasa.Ia turun ke dapur dan membantu menyiapkan sarapan.


Viana belum bangun,mungkin kelelahan habis di gempur opa Raka.


"Aduh mommy telat bangun,kalian jadi masak sendiri"kata Viana yang di tujukan untuk Alena dan Susi


"Nggak papa mom"kata Alena tersenyum,ia senang mommynya sudah tidak marah padanya


Saat mereka menyiapkan di meja makan,Viana duduk.Ia juga meminta menantunya duduk bersamanya.


"Alena,mommy minta maaf ya soal sikap mommy tadi malam.Mommy terbawa emosi,nggak sengaja bentak kalian" kata Viana tulus,ia merasa bersalah telah membentak anak dan menantunya.


"Nggak papa mommy,Alena paham perasaan mommy." kata Alena tersenyum manis


"Mommy ijinkan kalian pindah,tapi kalian harus sering-sering kesini atau mommy yang akan sering kesana juga" kata Viana


"Iya mom,kita bakal sering-sering kesini.Lagian kita pindah juga nggak jauh dari sini" timpal Keenan yang baru saja turun bersama Daddynya .


"Awas saja kalau jarang kesini,,nanti mommy marah" kata Viana membuat Keenan terkikik.


"Tenang,kalau mommy marah jangan khawatir.Ada pawangnya disini" Raka membanggakan diri


"Yayaya,,kalau Daddy yang membujuk mommy tidak akan bisa marah"kata Viana membuat mereka semua tertawa.


"Sudah-sudah ayo sarapan,Daddy sudah kelaparan" kata Raka


"Bagaimana nggak kelaparan orang semalem..." kata Viana keceplosan


"Sayang,sudah jangan bicara ayo makan" Raka menyela ucapan istrinya yang akan membuat dirinya malu nanti.


"Ups,,iya mas"Viana menutup mulutnya menahan tawa

__ADS_1


Sementara Keenan dan alena saling pandang,ternyata tidak hanya mereka yang beribadah malam tapi Daddy dan mommynya juga.


Setelah sarapan,Keenan berangkat ke kantor.Sementara Raka tidak, karena ini hari Sabtu ia akan menghabiskan waktu bersama istrinya.


Alena juga ada kelas pagi hari ini,jadi ia bersiap untuk berangkat kuliah.Seperti biasa, Vebrina yang akan menjemput Alena nanti.


Saat Viana dan Raka di teras, mobil vebrina masuk ke halaman rumahnya.


"Selamat pagi om, Tante" Vebrina salaman dengan Raka dan Viana.


"Pagi,mau jemput Alena ya?" tanya Viana


"Iya Tante,masih di dalam ya?" tanya Vebrina


"Iya masih di kamarnya,, tunggu disini aja bentar lagi juga keluar" kata Viana membuat Vebrina duduk di sebelah Viana


"Bagaimana hubungan kamu sama Bimo?" tanya Viana membuat Vebrina melotot


"Ha? em maksud Tante gimana?" tanya balik Vebrina


"Udah nggak usah pura-pura,Tante kemarin lihat kamu makan siang sama Bimo.Kalian pasti pacaran kan?" Viana menggoda


"Ah enggak kok Tante,kita cuma temenan biasa aja" jelas Vebrina


"Oh ya? tapi kata Alena kalian memang dekat" kata Viana lagi.


"(Dasar Alena,,ember banget sihh)" batin Vebrina


"Enggak kok Tante"Vebrina tersenyum kikuk


Saat Alena menuruni tangga,, punggungnya terasa dingin.


"Siapa yang membicarakan aku?" Alena mengelus tengkuknya dan segera berlari menuju depan


Saat sudah di depan,Alena dan Vebrina pamit berangkat.Mereka masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.


"Kamu rese banget sih" kata Vebrina mencubit lengan Alena


"Aw,,kenapa sih?" tanya Alena


"Kamu bilang kan sama Tante Viana kalau aku Deket sama kak Bimo?" tanya Vebrina


"Enggak" bohong Alena tersenyum


"Bohong banget,tadi kata Tante Viana kamu yang ngomong"


"Oh berarti kamu yang ngomongin aku? pantesan punggung aku rasanya dingin" kata Alena


"Mana ada begitu,,alasan" Vebrina cemberut sedangkan Alena menahan tawanya.


Melihat temannya yang cemberut,Alena akan menggodanya nanti kalau sudah sampai.


Akhirnya mommy ngijinin,tapi kasian nanti kesepian huhu🥺


Semoga Alena cepat hamil ya,,doakan saja😘😘


Love you pull ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2