
"Ini nggak akan terjadi kalau kamu nggak terlalu baik sama para pembantu disini" Raka emosi pada Viana yang terlalu baik
"Viana juga nggak tahu mas kalau Minah bakalan nekat kayak gitu" bumil sudah berkaca-kaca karena di marahi suaminya
"Sekarang nyatanya dia nekat begitu,,"Raka masih saja emosi
"Mas kenapa marahin Viana terus sih" Air matanya sudah meluncur deras di pipi mulus itu
Raka terdiam,entah mengapa emosinya hari ini sangat tak terkontrol.Pekerjaan yang menumpuk membuatnya pusing dan sekarang di tambah lagi dengan masalah minah yang mencuri perhiasan Viana.
Flashback on....
Hari ini Raka berangkat kerja seperti biasa,bersama Viana dan Risa yang akan mengunjungi Omanya.Mereka berangkat pagi karena Raka ada rapat mendadak.Namun kejadian tak mengenakan terjadi,saat rumah sepi ,,Minah yang merupakan pembantu juga disana mencuri perhiasan Viana di kamarnya.Kebetulan Susi,dan 2 pembantu yang lain sedang berbelanja keperluan dapur jadi kesempatan untuk melakukan aksinya.Mumpung Risa sedang tidak di rumah jadi Susi membantu pembantu yang lain.
"Bu Minah nggak ikut kita belanja?" tanya Susi
"Nggak sus,,ibu tunggu di rumah aja" jawab Minah berdebar
"Oh ya udah kalau gitu kita berangkat dulu ya" Susi pergi bersama Nina dan Marsila
Setelah kepergian mereka,Minah keluar rumah untuk memastikan bahwa rumah dalam kondisi sepi.Ia lalu berjalan ke lantai atas untuk melakukan aksinya.Ia tak sadar bahwa aksinya terpantau oleh cctv di rumah itu.
Ceklekk..
Dengan langkah mengendap-endap,Minah memasuki kamar utama yang merupakan kamar sang tuan rumah.Matanya menatap kagum ruangan yang sangat mewah itu.Matanya mencari sesuatu yang akan di curinya.Di bukanya lemari pakaian,tidak ada apa-apa disana.Matanya beralih pada laci yang berada di meja rias Viana.Di bukanya laci tersebut dan benar saja disana terdapat perhiasan Viana mulai dari cincin,gelang,kalung hingga Bros cantik.Viana memang tak pernah memakai perhiasan yang berlebihan,Hanya saja Raka terus membelikannya perhiasan mahal.
Diambilnya satu kotak kalung dan gelang milik Viana.Matanya berkaca-kaca,hatinya merasa sakit saat harus mencuri milik majikannya yang selama ini sudah sangat baik padanya.Tapi keadaan yang memaksanya untuk melakukan perbuatan tercela ini.
Minah merupakan pembantu rumah tangga Viana,wanita paruh baya itu terpaksa melakukan perbuatan ini karena sedang membutuhkan uang untuk melunasi hutang suaminya.Sedangkan gajinya sudah ia ambil membuatnya tak ingin meminjam pada majikannya.
"Maafkan saya nyonya.." jika suaminya tak mengancamnya mungkin Minah tak akan melakukannya
Minah Keluar dari kamar Viana,ia buru-buru masuk ke dalam kamarnya.Minah mengemasi semua barang-barangnya,ia akan meninggalkan rumah ini karena takut dengan majikannya. Buru-buru ia akan pergi dari rumah ini, mumpung Susi,Nina dan Marsila belum pulang.
Saat di gerbang ia bertemu dengan pak Tejo..
"Bu Minah mau kemana?" tanya pak Tejo penasaran karena Minah membawa tasnya.
"Anu pak...saya mau pulang kampung.Emm Anak saya sakit" jawab Minah terbata-bata, wajahnya pias
"Sudah ijin tuan sama nyonya?" tanya pak Tejo
"Sudah pak,,saya permisi" Minah sedikit berlari menjauh dari rumah itu untuk mencari angkot
"Kenapa mendadak sekali,, mencurigakan" batin pak Tejo menatap Minah yang sudah menjauh
"Ah sudahlah jangan berpikir yang macam-macam" Pak tejo tak mau berburuk sangka
Setelah berhasil menaiki angkot,Minah menuju ke terminal untuk pulang.Wajahnya masih pucat karena ketakutan.
Setelah kepergian Minah,Susi dan 2 pembantu lainnya pulang.Mereka nampak kompak dan saling membantu.Pak Tejo yang melihat Susi sampai di gerbang langsung menghampirinya.
__ADS_1
"Mbak Susi" panggil pak Tejo
"Ada apa pak?" tanya Susi
"Tadi Bu Minah pulang" kata pak Tejo
"Ha? pulang? pulang ke mana?" tanya Susi bingung
"Pulang ke kampung Mbak,,katanya anaknya sakit" jawab pak Tejo
"Anak? anak siapa? bukannya Bu Minah nggak punya anak ya?" tanya Susi
"Loh tadi katanya anaknya sakit Mbak"
"Iya pak tapi Bu Minah nggak punya anak"
"Jadi Bu Minah bohong,,tadi dia bilang sudah ijin dengan tuan dan nyonya" kata pak Tejo lagi
"Ya sudah kami masuk dulu,, nanti saya tanyakan ke nyonya" kata Susi
"Iya mbak"
Susi,Nina dan Marsila masuk ke dalam rumah.Mereka masih berfikir,apa yang membuat Minah pulang kampung dengan berbohong.
"Bu Minah kenapa ya? kok bohong sama pak Tejo" tanya Nina
"Entahlah,,tapi perasaan aku nggak enak deh" kata Susi
"Iya,,yaudah ayo kita beres-beres" Ajak Nina
Kini jam sudah menunjukkan pukul 16.00, terdengar suara mobil Raka di depan.viana dan Risa ikut pulang sore karena menunggu suaminya dulu
Saat Viana duduk di sofa,Susi menghampirinya.
"Nyonya" panggil Susi
"Ada apa sus?" tanya Viana mendongakkan kepalanya
"Saya mau tanya,, apa tadi pagi Bu Minah ijin pulang kampung sama nyonya?"
"Pulang kampung? tidak dia tidak ijin padaku.Apa dia benar-benar pulang?"
"Tadi saat saya,Nina dan Marsila belanja,,Bu Minah pulang kampung.Pak Tejo yang melihatnya,bahkan sempat di tanya pak Tejo katanya anaknya sakit" jelas Susi
"Loh bukannya Bu Minah nggak punya anak ya?" tanya Viana
"Iya nyonya,,itu yang membuat saya penasaran" kata Susi
"Ya sudah nanti biar saya telepon dia" kata Viana
"Baik nyonya,saya permisi" Susi berlalu ke kamar nona kecilnya
__ADS_1
Viana memasuki kamarnya, terdengar bunyi kran air pasti suaminya sedang mandi.Viana duduk di meja rias untuk menguncir rambutnya.Matanya menatap laci meja riasnya yang sedikit terbuka dan sedikit miring.
Viana membuka laci tersebut,matanya melotot melihat kotak perhiasannya hilang.Di carinya kotak perhiasan itu di laci-laci yang lain namun nihil.
Raka keluar dari kamar mandi, melihat istrinya di meja rias seperti mencari sesuatu,Raka menghampirinya
"Kamu cari apa?" tanya Raka
"Mas perhiasan Viana hilang" jawab Viana
"Kok bisa? bukannya biasanya di laci itu" kata Raka
"Iya mas tapi ini nggak ada.Tadi lacinya sedikit kebuka terus Viana lihat perhiasannya udah nggak ada" jawab Viana
Lalu Raka masuk ke dalam ruang kerjanya,ia mengecek cctv yang mengarah di sekitar kamarnya.Matanya memicing melihat siapa yang masuk ke dalam kamarnya.
Flashback off.....
"Kalian juga kemana aja sih? kenapa sampai nggak lihat" bentak Raka pada ketiga pembantunya
"Maaf tuan tadi kami sedang belanja" jawab Susi
"Sudahlah mas kamu jangan emosi sama mereka,,mereka nggak salah" jawab Viana
"Itulah kamu,,selalu membela mereka,dan sekarang kamu lihat apa yang di lakukan Minah." bentak Raka pada istrinya
"Iya mas,,terus saja kamu marahin aku.Aku juga pernah berada di posisi mereka mas.Saat majikan memperlakukan mereka dengan kasar, hatinya sakit mas.Aku paham itu,itulah kenapa aku berusaha selalu memperlakukan mereka seperti keluarga sendiri" bumil itu menangis tersedu-sedu
"Iya tapi Minah sudah berhianat sama kita,,kalau kamu nggak terlalu baik sama dia,,dia nggak akan pernah nekat begini" emosi Raka tak kunjung reda
"Ya,,aku salah.aku berbuat baik salah, apalagi berbuat kasar?" Viana masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu dengan keras.
Raka mengusap wajahnya kasar,ia paling tidak suka dengan penghianatan.Entah setan apa yang merasukinya hingga tega membentak istrinya.
Viana keluar membawa tas kecil,,ia akan pulang ke rumah orang tuanya lagi.Hatinya sakit karena di marahi oleh suaminya.
"Kamu mau kemana?" tanya Raka
"Pulang" jawab bumil itu tanpa menatap Raka
"Sayang tunggu" Raka mengejar istrinya.namun bumil itu tak menggubrisnya.
Viana memasuki mobilnya lalu berjalan membelah jalanan sore yang cerah.Ia masih terisak,hatinya sakit,suaminya tega memarahinya.Ia masih tak percaya bahwa Raka akan membentaknya seperti tadi.
Raka mengejar istrinya,,ia khawatir dengan kondisi Viana karena sedang hamil.Mobil Viana memasuki halaman rumah orang tuanya,Raka berhenti di jalanan.Hatinya tenang melihat istrinya dengan selamat menuju ke rumah orang tuanya.Raka memutar balik mobilnya,ia akan memberikan waktu istrinya untuk menenangkan diri.Nanti malam ia akan kesini bersama anaknya untuk mengajak istrinya pulang.
Sorry telat up๐
Happy reading ๐ค
Miss you all๐
__ADS_1