
Pagi yang hangat menyambut,sinar matahari pun sudah masuk ke ruangan dari jendela membuat kedua orang yang masih setia berpelukan jadi menggeliat manja.
"Uhhh rasanya masih ngantuk"kata Keenan yang memang semalam kurang tidur karena bolak balik kamar mandi karena mual.
"Tidur aja,ini weekend" kata Alena yang juga masih memejamkan mata.
"Peluk aku sayang" Keenan dalam mode manja
"Kakak tidur lagi aja,Alena mau masak buat sarapan" kata Alena yang perlahan bangkit
"No,no,no,,kamu nggak boleh kecapekan.Sepertinya kakak harus cari pembantu buat bantuin kamu" kata Keenan
"Untuk apa?Alena senang begini" kata Alena
"Tidak ada penolakan,aku nggak mau kamu kecapekan ya" kata Keenan
"Terus nanti sarapan apa kalau Alena nggak masak"
"Kamu disini saja,biar kakak yang masak" Keenan bangkit lalu mengambil masker di lacinya.Ia bersiap-siap memakai masker agar tidak mencium bau-bau yang sensitif di hidungnya.
Keenan mulai berperang dengan alat-alat dapurnya.Ia akan memasak makanan yang mengandung nutrisi bagi ibu hamil.
Setelah memasak,Keenan membuat jus alpukat untuk istrinya.Mereka akhirnya sarapan bersama.
"Kakak hanya makan sandwich saja?mau Alena buatkan susu?" tanya Alena .
"Sayang yang seharusnya minum susu itu kamu"kata Keenan
"Oh iya ya" Alena menepuk keningnya
"Setelah sarapan,kita pergi ke rumah mommy ya.Kita harus berbagi kabar bahagia ini" kata Keenan
"Baiklah"
Mereka kemudian mandi dan bersiap-siap kerumah utama Raka.Hari ini weekend pasti mommy dan daddynya juga tidak pergi kemana-mana.
Keenan melajukan mobilnya,hanya 5 menit saja mereka sampai.Raka dan Viana sedang meminum teh di teras rumah.
"Mommy" Alena berlari memeluk mommynya.
"Sayang,apa kabar?" tanya Viana
"Alena baik"Alena tersenyum
"Mom,dad" sapa Keenan
"Sudah sehat?katanya sakit" tanya Raka
"Bukan sakit,tapi sudah sehat sekarang" jawab Keenan
"Ayo kita masuk,nggak enak ngobrol disini" ajak Viana
Mereka berganti duduk di ruang keluarga,Viana menyiapkan teh dan cemilan untuk anak dan menantunya.
"Kata Alena kemarin kamu sakit?"tanya Viana pada putranya
"Sebenernya sih nggak sakit mom,ya mungkin Alena ngiranya aku sakit tapi enggak" kata Keenan
__ADS_1
"Lalu?"
"Karena Keenan ngidam mom" jawab Keenan membuat Viana bengong
"Ha? maksud kamu?"Viana masih loading
"Maksudnya,menantu kita hamil sayang" kata Raka
"Benarkah Alena?"tanya Viana memastikan dan di angguki kepala oleh Alena
"Ya Tuhan terimakasih" Viana memeluk Alena dengan erat sambil mengecup kepala menantunya.
"Selamat ya sayang,mommy seneng banget dengernya"
"Iya mommy,Alena juga bahagia"Alena tersenyum manis
"Jadi kamu yang ngidam dan mual-mual ken?" tanya Raka
"Iya dad,bau nasi aja Keenan mual banget" kata Keenan
"Astaga,hahahaha nikmati saja ya" kata Raka terbahak
"Kamu pingin makan apa sayang?biar mommy buatkan" tanya Viana pada Alena
"Alena nggak pingin apa-apa mom" jujur Alena
"Keenan ingin makan asinan mom,bisa buatkan"kata Keenan yang memang tiba-tiba ingin makan asinan.
"Yang hamil Alena,kenapa kamu yang banyak makan" kata Viana
"Iya-iya"Viana bangkit ke dapur.
Sementara kini Vebrina takut sekali keluar kamar karena pasti mama dan papanya akan marah padanya.
Tapi perutnya tidak bisa diajak kompromi,cacing-cacingnya meronta ingin diberi makan
Semalam Vebrina keluar bersama Bimo,tapi ia tidak ijin kepada orang tuanya.Hal itu yang membuatnya takut keluar kamar, apalagi tadi malam ia pulang cukup larut di antar Bimo di depan gerbang.
Dengan sedikit keberanian,Vebrina keluar kamarnya.Ini sudah agak siang, seharusnya mama dan papanya ada di teras depan atau di gazebo belakang.
Vebrina mengendap-endap berjalan menuruni tangga.Ia celingukan mencari mamanya tapi tidak ada.Dia langsung duduk di meja makan dan mulai mengambil nasi.
"Ehem" Agim berdehem membuat Vebrina yang tengah mengambil nasi menghentikan aksinya.
"Eh papa" Vebrina meringis garing
"Lapar?"tanya Agim yang mulai mendekat
"Hehe iya"Vebrina jadi kikuk sendiri
"Siapa laki-laki tadi malam?" tanya Agim serius
"Ee itu,anu..ee" Vebrina bingung menjawab apa
"Anu-anu apa?yang jelas kalau ngomong" kata Agim membuat Vebrina menunduk
Tari yang baru dari taman belakang,ikut menghampiri suaminya.Ia tahu Agim marah karena ulah Vebrina kali ini.
__ADS_1
"Jawab Vebrina"Tanya Agim tegas
"Dia pacar Vebrina" Vebrina semakin menunduk,ia takut menatap papanya yang marah.
"Pacar?Kalian sudah pacaran?" tanya Agim
"I..iya" jawab Vebrina
"Berani sekali membawa anak orang pergi malam-malam sampai larut dan tidak ijin denganku" Agim sedikit kesal.
"Tadi malam kami buru-buru pa"jawab Vebrina
"Buru-buru mau kemana memangnya?Ha?"
"Kami pergi makan malam dan nonton" kata Vebrina
"Vebrina,kamu itu perempuan.Nggak sewajarnya perempuan pulang larut malam diantar laki-laki yang kami tidak kenal siapa dia" Kata Agim mulai melembut.
"Vebrina minta maaf pa" Vebrina masih tertunduk
"Bilang sama dia,kalau masih ingin berhubungan sama kamu.Segera temui papa" setelah mengatakan itu,Agim langsung pergi meninggalkan anak dan istrinya.
"Mama" Vebrina memeluk mamanya.
"Udah jangan nangis,,papa nggak bermaksud bentak-bentak kamu.Dia cuma khawatir,kamu pulangnya semalem juga larut banget kan"Tari memeluk putrinya
"Semalem, mobilnya kempes jadi ke bengkel dulu.Makanya pulangnya larut" kata Vebrina
"Iya nggak papa,yang penting jangan di ulang lagi.Kalau mau keluar malem,dia harus ijin sama papa kamu ya" tari mengelus rambut putrinya.
"Iya ma"
"Ya sudah kamu makan dulu" Tari mengambilkan makan untuk anaknya.
Setelah menyiapkan makanan,Tari meninggalkan Vebrina di meja makan.Oma Sania turun,ia tadi melihat cucunya di marahi oleh papanya.
"Vebrina" Oma Sania berjalan menghampirinya
"Oma" Vebrina berdiri dan menuntun Omanya untuk duduk.
"Kamu sudah punya pacar?"tanya Oma Sania
"Emm iya Oma"
"Kenalkan sama Oma,sebelum Oma nggak ada" kata Oma Sania
"Oma ngomong apa sih? Oma harus nemenin Vebrina sampai nanti" Vebrina sedih kalau Omanya berbicara tentang itu.
"Iya,makanya cepetan ajak dia kesini" kata Oma Sania tersenyum
"Iya Oma nanti Vebrina bilang sama dia" Vebrina tersenyum
Holla gayss,,sorry telat up
Happy reading yaw
Love you pull ❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1