Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Memasak


__ADS_3

Mentari pagi menyapa,membuat seseorang menggeliat manja di bawah selimut tebal.Matanya menerjap menatap sekeliling ruangan itu, menuruni ranjang dan berlalu ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Memakai dress selutut berwarna biru dengan motif bunga yang bermekaran.Viana keluar dari kamarnya,menyium bau masakan sang mama yang sangat lezat.Namun langkahnya terhenti saat melihat sosok Raka berada di meja makan bersama Anton.


Viana menyusul sang mama ke dapur,tak memperdulikan Raka yang sedang menatapnya dengan sayu.


"Selamat pagi sayang" sapa Viana pada Risa Yang ikut memasak Omanya


"Pagi mommy" Risa mencium pipi Viana yang setengah berjongkok di depannya


"Risa masak apa ini?" tanya Viana


"Mau masak ayam kecap sama kentang balado mommy"


"Emm mommy bantuin ya"


"No mommy,, nanti capek" Risa menggoyangkan jari telunjuknya


"Terus mommy ngapain?" tanya Viana


"Mommy duduk di sana sama daddy" Risa menunjuk Daddynya yang sedang meminum kopi


"Mommy di sini aja deh nungguin kalian"


Setelah makanan siap,Viana membantu mamanya membawa makanan ke meja makan.Viana mengambilkan makanan untuk suaminya, meskipun ia marah tapi tak meninggalkan kewajibannya melayani suaminya.


"Sama apa?" tanya Viana yang sudah jelas di tujukan kepada Raka


"Sama ayam aja sayang" kata Raka,namun bumil itu tak akan tergoda.


"Kakak sama apa?" tanya Viana


"Sama kayak daddyyy mommy"


Setelah menyelesaikan sarapan paginya,Viana dan Mega membereskan meja makan.Tapi Raka tak kunjung pergi dari sana , justru laki-laki itu malah membaca koran.


"Kenapa masih disini?" tanya Viana judes


"Suka aja disini soalnya istriku juga disini" jawab Raka


"Pergi ke kantor sana" usir Viana


Raka bangkit dari duduknya, mengambil jas yang di letakkan di kursi.Viana yang melihat suaminya pergi langsung kesal,ia meremas dress yang ia pakai.


"Dasar suami nggak peka" teriak Viana saat Raka akan membuka pintu


Raka berhenti dan terdiam, bibirnya tersenyum mendengar istrinya kesal.Raka berbalik, menatap bumil yang sedang menangis di meja makan.Viana tak tahu jika Raka belum berangkat,bumil itu posisinya membelakangi pintu.


"Siapa yang nggak peka?" tanya Raka di telinga viana membuatnya terkejut


"Nggak ada" Viana berdiri ingin meninggalkan meja makan namun tangannya di cekal oleh Raka.


Raka memeluk Viana, awalnya Viana menolak untuk di peluk tapi merasa usahanya gagal akhirnya Viana menangis di pelukan sang suami.


"Maafin mas" kata Raka lirih


Viana tak bereaksi, sejujurnya ia sangat rindu dengan suaminya.Tapi ego mengalahkan segalanya,ia tak mau dengan mudah di goda.


"Maaf sayang,,mas nggak berniat bentak-bentak kamu" sesal Raka


Viana melepaskan pelukannya,di tatapnya wajah Raka yang teduh.Mata itu tak menunjukkan adanya kebohongan,Viana berkaca-kaca.Ia pergi meninggalkan Raka di meja makan,ia takut akan luluh dengan tatapan Raka itu.

__ADS_1


"Sayang" Raka menyusul istrinya ke kamar,namun pintunya sudah di kunci.Mega yang melihat kejadian itu merasa kasihan dengan menantunya.Tapi ia tak mau ikut campur.


"Sayang,,plis buka pintunya" Raka memohon


Ceklekk...


Viana membuka pintu,ia masih tak berbicara.Ia hanya kasihan dengan suaminya yang memohon untuk di bukakan pintu.Raka memasuki kamarnya,memeluk Viana dari belakang.


"Maafin mas" Raka menenggelamkan wajahnya di tengkuk sang istri


"Mas mohon"


Viana masih diam, matanya sudah berkaca-kaca mendengar kata-kata suaminya.Raka membalikkan badan Viana agar menghadapnya.


"Jangan menangis" Raka mengusap air mata Viana yang sudah meluncur di pipi mulus itu


"Maafin mas" kata Raka hanya di angguki kepala oleh Viana


"Beneran?" tanya Raka hanya di angguki kepala lagi


"Makasih sayang" Raka memeluk istrinya


"Tapi,Viana nggak mau tidur sama mas" kata Viana


"Loh,,kenapa?" tanya Raka


"Nggak papa" jawab bumil tanpa beban.


"Tapi mas rindu sama kamu" rengek Raka


"Mau di maafin nggak?" tanya Viana menatap Raka


"Tapi sayang...."


"Iya-iya" Raka cemberut


"Kita pulang ya?" ajak Raka


"Nggak mau,,Viana mau disini dulu"


"Iya sayang,tapi mas boleh kan manja-manja sama kamu?" tanya Raka


"Nggak,,udah sana pergi ke kantor" Viana mendorong dada suaminya


"Nggak mauuuu,,mas mau berduaan sama kamu" Raka sedang dalam mode manja


"Ih modus"


Mereka akhirnya berdamai,tapi hanya berdamai di luar saja yang di dalam tidak.Setidaknya Raka sudah senang, istrinya mau memaafkannya.Meskipun ia tak bisa menengok anaknya.


Pagi yang cerah kini sudah berganti malam yang dingin.Raka yang sedang ngopi malam bersama mertuanya, sedangkan Viana sudah tidur selesai makan malam tadi.


Bahkan Viana sering tidur sore sehabis itu terbangun tengah malam karena lapar.Maklum saja ia lapar tak kenal waktu karena bukan hanya ia yang butuh asupan tapi calon anaknya juga.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam,akhirnya Raka dan Anton masuk ke dalam rumah.Raka menuju ke kamar tamu untuk istirahat,ia sengaja tak melihat istrinya di kamar.


Begitu juga Viana kini sudah tidur sangat pulas tanpa selimut.keringatnya sudah bercucuran,namun tak mengganggu tidur ibu hamil itu.


Jika viana merasa gerah justru berbeda dengan suaminya yang tengah memeluk guling di dalam selimut tebal untuk menghangatkan tubuhnya.Sudah dua malam dirinya tidur kedinginan seperti itu.


Tengah malam menyapa, Viana terbangun karena merasa lapar.Di rabanya ponsel di nakas untuk melihat jam, ternyata sudah pukul 1 malam.

__ADS_1


Viana keluar dari kamarnya,berniat memasak sesuatu untuk dimakannya.Tapi saat melihat dapur yang gelap, membuatnya sedikit merinding.Viana clingak-clinguk melihat sekitar,matanya berhenti di pintu kamar tamu.


Tok...tok...tok..


Di ketuknya pintu berkali-kali,namun tak ada sahutan.Mungkin Raka tak mendengar istrinya karena tertutup selimut tebal.


"Mas Raka" panggil Viana


"Mas"


Sayup-sayup Raka mendengar suara yang memanggilnya.Ia membuka selimutnya, ternyata istrinya yang memanggilnya.Bibirnya melengkung, pasti istrinya kedinginan dan memintanya untuk memeluknya.


"Iya sayang?" Raka membuka pintu dengan semangat


"Mas ngantuk?" tanya Viana


"Nggak kok,,kenapa? kamu pasti mau ngajakin mas tidur bareng ya" tebak Raka


"Idih GR,,orang Viana mau minta mas masakin buat Viana" ucap bumil itu enteng


"Ha??" Raka melongo tak percaya


"Kenapa? nggak mau ya"


"Ya udah kalau nggak mau,,dedek kita masak sendiri ya" Viana mengelus perutnya yang buncit


"Eh tunggu sayang,,mas mau kok.Yaudah ayo" Raka mengajak istrinya ke dapur


"Mau makan apa?" tanya Raka saat sudah di dapur


"Nasi goreng telur ceplok" jawab Viana cepat


"Iya,, tunggu sebentar ya" Raka memakai apron


"Telurnya setengah Mateng aja ya mas"


"Iya sayang"


Setelah berperang dengan peralatan masak, akhirnya nasi goreng spesial untuk bumil sudah jadi.Viana menyantap makanannya dengan gembira,sampai Raka tak di tawari.


"Pelan-pelan sayang,,nggak ada yang mau minta" kata Raka tersenyum


"Ini enak banget" puji Viana


Raka tersenyum senang melihat istrinya dengan lahap memakan masakannya.Semoga saja setelah makan ini,hati Viana luluh dan membiarkan Raka tidur dengannya.


Setelah memakannya habis,Viana mengajak Raka untuk menonton televisi.Raka hanya menurut saja,agar istrinya tak marah lagi.


"Kamu belum ngantuk?" tanya Raka melihat Viana yang bersandar di bahunya sambil memakan Snack


"Belum" jawab Viana sambil mengunyah


Setelah 10 menit, Raka melirik ke arah istrinya, ternyata bumil itu sudah terlelap.Raka menggeleng melihat tingkah istrinya yang menurutnya lucu.Tidur sore,tengah malam bangun karena lapar,memakan Snack lalu tertidur kembali.


Raka menggendong Viana ke kamarnya, akhirnya ia ikut tidur bersama istrinya.Mumpung bumil sudah tidur,jadi aman hehehe.


Daddy Raka memang pandai memanfaatkan kesempatan 🤭


Happy reading 🤗


Jan lupa jempolnya yaw..xixi

__ADS_1


Lope lope dah💜


__ADS_2