
Setelah Viana di rawat satu malam,kini sudah di bawa pulang oleh raka.
Sementara agim sudah menemukan siapa pelaku yang sudah menabrak Viana kemarin.
"Sayang,kamu istirahat dulu ya" kata Raka sambil mengelus rambut Viana
"Iya mas" Viana masih belum bisa berjalan karena kakinya terkilir
"Kamu gausah mikirin pernikahan dulu,,kamu fokus sama kesembuhan aja ya.Pernikahan bisa kita laksanain setelah kamu sembuh" kata Raka yang tak mau egois
"Iya mas,,maaf ya" Viana meminta maaf
"Nggak papa sayang" Raka tersenyum tulus
"Kalian tetap menikah Minggu depan,,tapi hanya ijab qobul saja.untuk resepsi dan pestanya nanti saja saat Viana sudah sembuh" kata Bagas menimpali
"Gimana sayang?" tanya Raka
"Iya mas nggak papa" viana tersenyum manis
Drt...drt...drt..
Ponsel Raka berdering dan menampilkan nama Agim disana.
Raka berpamitan dengan Viana untuk mengangkat telepon
"Sayang,,mas keluar dulu ya,,mau angkat telepon" pamit Raka
"Iya mas" jawab Viana
Raka keluar dari kamar Viana.
"Halo" sapa Raka
"Halo,,aku sudah menemukan siapa pelaku yang sudah menabrak Viana" jelas agim
"Siapa?" tanya Raka penasaran dengan orang yang sudah berani mencelakai calon istrinya
"Dia adik dari pembantumu" kata Agim
"Ternyata dia berani berulah,,kau kerumahku sekarang dan hubungi polisi" perintah Raka dengan emosi
"Baik,,aku sudah menangkap adiknya, sekarang giliran sumber rencananya" kata Agim tersenyum licik
"Ku tunggu di rumah" kata Raka
"Oke" agim mematikan sambungan telepon.
Lalu Raka pamit kepada Viana untuk pergi karena ada urusan mendadak.
"Sayang,,mas pergi dulu ya ada urusan di kantor" pamit Raka
"Iya mas hati-hati ya"
"Papa juga pamit ya nak,,lekas sembuh" kata Bagas
"Iya pa terimakasih"jawab Viana
lalu Raka dan Bagas berpamitan dengan Mega dan Anton.
"Apa pelakunya sudah ketemu?" tanya Bagas saat di depan rumah Viana
"Sudah pa" jawab Raka
__ADS_1
"Penjarakan saja dia,,agar tak melukai orang lagi" kata Bagas
"Sudah ku urus" jawab Raka lalu masuk ke mobilnya dan pulang kerumahnya.
Sementara kini Ayu sedang memikirkan adiknya yang tak memberi kabar dari semalam.
Ayu mulai panik, bagaimana jika adiknya tertangkap oleh Raka.
Ayu sudah bersiap kabur dari rumah Raka, bajunya sudah di bereskan tinggal menunggu sang adik menelpon
"Sialan,,kemana anak ini" Ayu mengumpat sendiri
"Sepertinya aku harus segera pergi" kata Ayu mengambil tas ranselnya
Saat ayu menuruni tangga,,Agim sudah berdiri di depan pintu.
Ayu panik,,ia memikirkan cara untuk kabur.
"Kau mau kemana yu?" tanya agim seolah biasa saja
"Saya mau pulang tuan,,adik saya sakit" kata ayu berbohong
"Sakit apa,,biar aku antar kamu ya" agim terus berpura-pura agar ayu tak curiga.
"Tidak usah tuan,, saya bisa sendiri" kata ayu mulai gugup
"Kenapa kau gugup begitu?" tanya agim
"Ah tidak tuan,,saya sedang menghawatirkan adik saya" jawab ayu
"Saya permisi tuan" ayu berlari menuju pintu rumah Raka dan tiba-tiba ada 3 orang polisi yang mengarahkan pistol ke arah ayu
"Angkat tangan" kata polisi tersebut
"Adikmu sudah ku penjarakan,,lalu adik mana lagi yang kau bilang sakit!" agim masih saja tertawa
Saat yang bersamaan Raka dan Bagas tiba di rumah,,
Raka tersenyum penuh kemenangan,,lalu ia bertepuk tangan sambil tersenyum
Prok...prok...prok
Raka berjalan maju ke arah Ayu.Di tatapnya wajah licik itu terlihat panik.Raka mencengkeram dagu ayu
"Apa kau pikir kau sudah hebat?" tanya Raka dengan tatapan tajam
"Kau pikir kau siapa? ha?" bentak Raka yang sudah emosi
"Kenapa kau menyakiti Viana" tanya Raka
"Karena aku iri dengan dia,,aku yang sudah mencintai kamu sejak dulu tak pernah kamu hargai.Sedangkan Viana,, yang baru masuk saja kamu jadikan nyonya.Aku ingin membunuhnya hahahaha" entah kerasukan atau apa ayu dengan lantang mengatakan itu di depan Raka
"Kau harusnya sadar diri,,dengan sifatmu yang seperti ini apa pantas untuk di hargai?" Raka berteriak juga
"Sudahlah,,pak cepat bawa wanita gila ini ke kantor polisi" perintah Raka
"Baik" kata polisi
"Tidak,,aku tidak bersalah hahahaha.Aku tidak melakukan apapun,,Rakaaaaaa aku mencintaimu" Sepertinya ayu sudah mulai depresi.
"Ayo ikut kami" ayu di seret oleh 2 orang polisi
"Tidak,,aku tidak mau.Rakaaa sayangkuu tolong aku" ayu berteriak-teriak
__ADS_1
"Sepertinya dia sudah gila" kata agim menepuk pundak Raka
"Biar saja,,itu sudah setimpal dengan apa yang sudah dia perbuat" kata Raka
Sedangkan Bagas hanya diam sambil menatap ayu yang di seret oleh polisi.Tak menyangka putranya bisa membuat orang gila juga
"Kau keren sekali" kata Bagas di samping Raka
"Keren bagaimana pa?" tanya Raka bingung
"Kua bisa membuat orang gila juga" Bagas tersenyum
"Aneh" kata Raka lalu pergi masuk ke dalam rumah.
Raka berjalan menaiki tangga dan menuju kamar sang putri.terlihat disana Risa sedang bermain dengan Susi.Raka masuk kedalam.
"Daddy" Risa berlari masuk dalam pelukan sang Daddy
"Daddy dali mana saja,,semalam nggak pulang" tanya Risa dengan wajah cemberut
"Tadi malam kak Viana di tabrak orang,,terus Daddy ngurusin kak Viana di rumah sakit" jelas Raka.
"Telus sekalang kak Viana dimana dad? udah sembuh?" tanya Risa dengan wajah terkejut
"Sekarang kak Viana lagi di rumahnya,, nanti sore kita jenguk ya" ajak Raka
"Siap dad,,aku mau nemenin kak Viana bial nggak sakit lagi" kata Risa bersemangat.
"Iya sayang,,ya sudah Risa main lagi ya Daddy mau bicara sama uncle Agim" kata Raka dan di angguki kepala oleh Risa
Agim sedang duduk di ruang tengah bersama Bagas,, mereka sedang membahas mengenai permintaan Hengki yang menyuruh anaknya menikah.
"Lalu kapan kau akan menuruti keinginan papamu" tanya Bagas pada Agim
"Entahlah paman,,tapi aku sudah punya incaran" kata agim tersenyum
"Memangnya siapa yang mau denganmu?" tanya Raka saat sudah sampai di sofa
"Rahasia,, yang pasti kau sudah kenal" agim semakin melebarkan senyumnya
"Oh ya.. nanti kau ikut aku ke rumah siapa kemarin yang menyelamatkan Viana?" tanya Raka lupa
"Tari" kata agim dengan cepat
"Kau mengenalnya?" tanya Raka
"Aku mengenalnya tapi dia tidak" agim cengengesan
"Mungkin dia takut denganmu" ucap Raka sembarangan
"Wajahku tampan begini,,apa yang dia takuti" tanya agim
"Wajahmu memang tampan,,tapi kau belum laku hahahaha" Raka tertawa terbahak-bahak
"Awas saja kau" kata agim sewot
Bagas tersenyum melihat persahabatan anaknya dengan anak temannya begitu akrab dan saling melengkapi.
Yang request minta ayu di buat gila,,udah di kabulin ya hehe
maaf kalo garing
Happy reading 🤗
__ADS_1