
Setelah kesadaran Raka,Bagas menelepon Agim untuk memberi tahu bahwa Raka sudah sadar.Agim pun langsung menuju ke rumah sakit bersama Tari.
Saat sudah sampai di sana,ternyata Raka tertidur jadi ia tak bisa berbicara dengan sahabatnya itu.Jadi Agim memutuskan untuk pergi ke kantor.
Sedangkan Tari,kini sedang menemani Viana sarapan.Bumil itu kini tampak sudah sehat,mungkin karena suaminya juga sudah siuman.
"Mbak udah sehat?" tanya tari
"Udah,,saat Mbak lihat kalau mas Raka udah bangun Mbak jadi ikutan sehat" jawab Viana sambil mengunyah makanan
"Mungkin ikatan batin kalian sangat erat"
"Iya" Viana tersenyum
"Makan yang banyak Mbak,, beberapa hari ini kan Mbak susah makan"
"Iya,, sekarang Mbak baru ngerasa laper" Viana meringis
Selesai sarapan Viana menemani suaminya lagi, sedangkan tari duduk di depan bersama Mega dan yang lain.Mega sudah menganggap Tari seperti anaknya sendiri.
Pukul 9 pagi,Raka terbangun.Matanya menerjap melihat istrinya tengah tertidur sambil duduk.Raka tersenyum melihat istrinya yang sudah tertidur pulas padahal baru jam 9 pagi.
Raka mengelus pipi Viana, membuat bumil itu terbangun.Viana gelagapan saat Raka mengelusnya.Terlihat menyeka air liur yang sedikit keluar membuat Raka tersenyum.
"Bumil sekarang ileran ya?" goda Raka
"Mana ada,,tadi itu keringet" elak Viana malu
"Emang ada ya keringet keluar dari mulut" Raka masih menggoda istrinya
"Ihhh mas Rakaaaaaa" Viana reflek menepuk lengan Raka
"Aduh..aduh sakit" Raka pura-pura kesakitan di bagian pipinya
"Eh mana mas,,aduh maafin Viana ya mas" Viana mengelus pipi Raka,tapi saat melihat Raka tersenyum ia baru sadar bahwa raka sedang menggodanya
"Ihhh nyebelinnnn,, yang di pukul lengan yang sakit pipi"
"Ini tandanya minta di cium mommy" kata Raka
"Nggak mau ah,,mas belum mandi" jawab Viana kembali ceria
"Mandiin" rengek Raka manja
"Hahahaha nanti kalau sudah sembuh ya daddyyy" Viana mencium pipi Raka
"Mas sayang sama kamu" ucap Raka
"Viana juga,,bahkan sayanggggggggggg banget" Viana tersenyum
"Bisa aja,,mas kangen banget sama Risa"
"Nanti siang dia kesini mas,,tadi Viana udah nyuruh susi nganterin Risa" jawab Viana di angguki kepala oleh Raka
Mereka bercerita, sampai tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12 siang hari.Saat raka akan tidur, tiba-tiba gadis kecilnya berteriak memanggil Viana dan dirinya.
__ADS_1
"Daddy..mommy" teriak Risa
"Sayang"
Risa berlari, memeluk sang mommy dengan sayang.Satu Minggu tak bertemu dengan orang tuanya membuat gadis kecil itu merasa sedih.
"Mommy udah sembuh?" tanya Risa membuat Viana diam
"Mommy nggak sakit sayang,,Daddy yang sakit"
"Tapi kemalin Waktu Lisa kesini, mommy tidul di kamar sebelah"
"Emm katanya kangen sama Daddy,,itu Daddy udah bangun" Viana mengalihkan pembicaraan membuat Raka curiga
"Hallo Daddy,,Lisa kangen banget sama Daddy" Risa mencium pipi Raka
"Daddy juga kangen sama kakak" Raka tersenyum
Mereka mengobrol bertiga, melepas rindu selama satu Minggu tak bertemu.Risa begitu ceria saat menceritakan kegiatannya beberapa hari ini,Susi selalu mengajaknya bermain.
Raka bersyukur karena masih di beri umur untuk menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya.Menanti anaknya yang akan segera lahir di dunia.
Begitu juga dengan Viana, yang sudah kembali ceria seperti semula.Kini ia semakin bahagia karena suaminya sudah siuman.
Bagas yang melihat mereka bercanda tawa jadi tersenyum.Ia tak menyangka bahwa putranya akan sebahagia ini setelah kepergian istri pertamanya.
Ia berharap semoga Viana menjadi istri yang baik, begitu juga Raka menjadi suami yang penuh kasih sayang.Bagas tak mau kisah pedihnya di alami juga oleh Raka,cukup ia saja.
Setiap orang tua,pasti mengharapkan kebahagiaan bagi semua anak-anaknya.Begitu juga dengan bagas, Mega dan Anton.
Satu hari ini terasa begitu cepat,hingga siang yang terik kini berganti senja yang indah.Agim yang baru pulang dari kantor kini sedang membelah jalanan sore yang padat.
Saat di depan ruangan Raka,Agim bertemu dengan Viana yang baru saja berbicara dengan mamanya.
"Viana,,Raka lagi istirahat?" tanya Agim
"Tadi lagi bicara sama papa"
"Oh iya" Agim masuk ke dalam ruangan Raka
Agim membuka pintu, berpapasan dengan Bagas yang akan keluar.
"Om"
"Baru pulang gim?" tanya Bagas
"Iya om,,kejebak macet"
"Ya sudah,, masuklah"
Agim berdiri menatap sahabatnya yang juga menatapnya.Wajah ceria yang di rindukan Agim kini sudah kembali.
"Apa kau ingin berdiri saja?" telak Raka yang melihat Agim bengong
"Ah kau ini"
__ADS_1
"Apa kabar?" tanya Raka sambil berusaha duduk
"Baik,, bagaimana denganmu,,sudah merasa baik?" tanya Agim membantu Raka duduk
"Sudah,,hanya sedikit pusing"
Sejenak mereka hening,hanya mata mereka yang melihat sekeliling..
"Bagaimana keadaan kantor?" tanya Raka memecah keheningan
"Baik,,kau jangan pikirkan tentang kantor.Fokus sama kesembuhanmu dulu"
"Iya" Mereka kembali diam
"Oh iya,,ada yang ingin aku tanyakan" kata Raka
"Apa?"
"Apa beberapa hari ini Viana sakit?" tanya Raka.
"Em apa dia tak memberitahumu?" tanya balik Agim
"Jika dia memberi tahuku,lalu untuk apa aku bertanya padamu" Raka sewot
"Memang beberapa hari ini Viana di rawat, kondisinya drop saat kamu nggak sadar.Mungkin dia kepikiran terus jadinya jatuh sakit."
"Kenapa dia nggak bilang?"
"Mana ku tahu,,kau pikir aku dukun?" Agim sewot juga,baru saja sembuh sahabatnya itu sudah mau ngajak perang mulut
"Lalu bagaimana kondisinya sekarang?"
"Ya seperti yang kau lihat,,saat kau sadar dirinya juga sembuh.Sudah pasti dia terus kepikiran denganmu"
"Dia sampai pingsan dua kali" kata Agim lagi
"Aku telah membuat semuanya khawatir" Kata Raka mengalihkan pandangannya
"Ya,,kau juga membuatku kuwalahan di kantor" Agim memukul lutut Raka
"Aaaaaa" teriak Raka
"Eh apa sakit?" Agim memegang lutut raka
"Nggak ada" jawab Raka enteng
"Lalu kenapa kau teriak?" Agim melotot
"Suka-suka aku lah"
Agim memukul lagi lutut Raka karena kesal.Sementara Raka tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya sewot.
Jika sedang sakit, mereka saling merindukan.Tapi saat sudah sembuh,jadi tom and jerry lagi.
Huapppyyyyyy readinggggg🤗
__ADS_1
Sorry kalau garing yaw,hehe
Jangan lupa jempol + komen oke 👍