Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Nendang-nendang


__ADS_3

Hari ini Viana sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah.Ia merasa bosan di rumah sakit karena hanya rebahan dan makan.Bahkan Raka kini semakin posesif padanya, mengingat kondisinya juga belum pulih sesungguhnya.


"Hati-hati sayang" Raka memapah Viana untuk ke mobil


"Iya mas"


Setelah beberapa menit mereka sampai di rumah.Viana turun dari mobil dengan hati-hati.


"Mas Viana laper deh" kata Viana setelah duduk di sofa


"Kamu udah laper lagi?" Raka heran padahal saat akan pulang Viana sudah sarapan


"Iya mas,,kenapa sih?"


"Nggak papa kok sayang" Raka menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Mas ambilin ya,,bentar" Raka berlalu ke dapur untuk mengambil makan untuk istrinya


"Mommyyyyy" Risa berlari memeluk sang mommy


"Uhh sayangnya mommy,,udah makan belum?" tanya Viana


"Udah tadi di suapin sama Oma" jawab Risa


"Kamu udah sampai sayang"


"Iya ma,, Viana sengaja duduk disini soalnya Viana bosen kalau rebahan terus"


"Ya sudah tapi jangan lama-lama duduknya"


"Ini sayang" Raka duduk dan menyodorkan sepiring makanan


"Makasih ya mas"


"Risa mau nggak?" tanya Viana


"Mau mommy"Risa mendekat ke samping Viana


"Ya udah sini biar Daddy suapin kalian berdua" Raka mengambil alih piring yang di pegang Viana


"Terimakasih Daddy" kata Viana dan Risa bersamaan


"Mommy-mommy dedek Lisa kapan kelualnya?" tanya gadis itu


"Emm delapan bulan lagi sayang,, nanti kalau perut mommy udah besar dedeknya baru keluar" jelas Viana


"Belalti nunggu mommy jadi gendut dulu ya"


"Hehehe iya sayang"


"Menurut Risa sekarang mommy gendut nggak?" tanya Viana


"Enggak kok mommy,, mommy tetep cantik" Risa mencium pipi Viana


"Anak mommy memang pintar memuji hahaha" Risa dan Viana tertawa


"Udah ah becandanya nanti aja,, sekarang makanannya di habisin dulu" ujar Raka membuat mereka menghentikan tawanya.

__ADS_1


"Iya Daddy" lagi-lagi mereka menjawab dengan kompak


"Kalian ini kompak sekali" kata Mega


"Iya dong Oma,,kita kan halus kompak sama mommy" jawab Risa


"Iya sayang"jawab Mega


Berbeda dengan keluarga Raka yang sangat bahagia dan ceria justru kini tari sedang menenangkan sahabatnya yang tengah menangis tersedu-sedu.


"Aku nggak nyangka ternyata Nino hianatin aku tar"


"Apa salah aku,,selama ini aku udah sabar ngadepin sikapnya yang selalu nuduh aku yang enggak-enggak"


"Tapi sekarang justru dia sendiri yang hianatin aku,,aku benci sama dia" Jessi emosi di depan kamar mandi, untung saja cafe masih sepi jadi tak ada yang melihat


Semalam saat Jessi keluar untuk membeli sesuatu,ia melihat Nino sedang berjalan bersama seorang wanita menuju ke parkiran.Dengan penasaran akhirnya Jessi mengikuti Nino diam-diam.Saat sampai di dalam mobil,Nino dan wanita itu berciuman dengan sangat mesra.Jessi terkejut melihat adegan tersebut,air matanya menetes seakan mengungkapkan betapa sakitnya hati wanita itu.


Jessi menguatkan hatinya,ia memutuskan pergi dari tempat itu dengan terus terisak.Ia tak menyangka bahwa kekasihnya yang sangat ia cintai tega mengkhianatinya.


"Kamu yang sabar ya Jess,,kamu pasti bisa dapat pengganti Nino yang lebih baik lagi" hibur Tari


"Dan yang lebih parah,tadi pagi dia telfon aku tar dia bilang dia sangat rindu sama aku" Jessi sesegukan


"Hari ini juga aku harus ketemu sama dia,,aku mau putusin dia aku udah nggak kuat" Jessi masih saja menangis


"Udah ya kamu tenang,,jangan buang air mata kamu buat laki-laki seperti itu" kata Tari bijak


"Apa ini yang membuat dia nggak pernah bawa aku ketemu sama orang tuanya,,dia cuma mainin aku"


"Hiks..hiks..kenapa semua orang yang aku cintai pergi ninggalin aku"


"Aku salah apa sampai tuhan ngehukum aku kayak gini" Lirih Jessi


"Hei Jessi yang cantik,,kamu masih punya aku kamu masih punya ibu aku.Kita sayang sama kamu,kamu harus kuat ya" tari masih setia memeluk Jessi


"Ya udah kamu bersihin wajah kamu dulu ya,,habis ini kita ke depan.Nggak enak sama yang lain"


"Iya tar" Jessi masuk ke dalam kamar mandi


Lalu mereka kembali ke depan untuk melayani pembeli.Terlihat sudah ada banyak pengunjung yang memesan kopi.


"Tunjukin ke dia kalo kamu bisa dapat yang lebih baik dari dia" kata tari


"Thank ya tar,,kamu emang sahabat terbaik aku" mereka berpelukan


"Iya" tari tersenyum tulus


Sementara kini Viana sedang merajuk karena Raka tak kunjung punya kumis dan brewok


"Mas kalau nggak mau yaudah bilang aja,,nggak usah kasih harapan sama Viana"


"Sayang mas nggak bermaksud kasih harapan palsu sama kamu,,tapi mas belum sempet kasih obat penumbuh bulu"


"Pokoknya Viana mau Minggu ini mas harus punya kumis sama brewok"


"Baik sayang,,udah jangan cemberut Mulu ah" Raka mencium bibir Viana singkat

__ADS_1


"Ehh udah jago ngambil kesempatan ya sekarang" Viana mencubit perut Raka


"Au sakit sayang" Raka pura-pura kesakitan


"Sakit ya mas? maaf ya Viana nyubitnya kekencangan" Viana mengelus perut Raka


"Cie perhatian" goda Raka


"Ihh mas bohongin Viana ya,,awas ya mas" Viana menggelitik pinggang Raka


"Ahahaha ampun sayang,,udah hahaha" Raka tertawa terbahak-bahak karena kegelian


"Nakal banget sih" Viana duduk di pinggir ranjang


"Jangan capek-capek sayang,, kasian anak kita sama kamu" Raka berjongkok sambil mengelus perut Viana yang masih rata


"Sayangnya Daddy,, sehat-sehat ya di perut mommy.Daddy sayangggg banget sama kamu"


"Iya Daddy" Viana menirukan suara anak kecil


"Wah dia nendang-nendang sayang" kata Raka konyol


"Ahahaha mas halu banget deh,,masa baru sebulan udah nendang-nendang" Viana justru tertawa terbahak-bahak


"Hahahaha mas nggak sabar" kata Raka


"Sabar mas"Viana mengelus rambut Raka


"Sayang mas sampai kapan sih puasanya?" Raka dalam mode sedikit memelas


"Masih lama,,sampai dedeknya lahir" goda Viana


"Ha? kamu tega banget sama mas" Raka cemberut


"Hahaha,, tunggu sampai tiga bulan baru bisa mas.Tapi harus pelan-pelan"


"Biasanya juga pelan-pelan kok" bantah Raka


"Pelan apanya"


"Tapi kamu menikmati tuh,,bahkan sampai mendesah sambil jambakin rambut mas" Raka berkata blak-blakan


"Ih siapa juga yang mendesah,,orang Viana biasa aja" Wajah Viana memerah seperti kepiting rebus


"Beneran? kenapa wajahnya merah begitu?apa perlu mas buktiin" Raka tersenyum nakal


"Ih apa sih,,udah ah Viana mau tidur siang" Viana menaiki ranjang dan merebahkan tubuhnya


"Hahaha ya udah kamu istirahat ya,,mas mau ke ruang kerja dulu" Raka mencium kening Viana.Viana hanya mengangguk sambil memejamkan matanya.


Happy reading 🤗


Untuk bab ini saya sengaja tampilkan tentang Jessi dan doinya yaw


Semoga selalu suka💜


Salam manis dari Hesty lestari 🤭

__ADS_1


__ADS_2