
Sudah satu Minggu Raka belum sadar, membuat kondisi Viana semakin drop.Bahkan kini Viana sedang di rawat karena kondisinya sangat lemah.Beberapa hari berturut-turut ia menangis sambil menemani suaminya.
Mega tak kuat melihat anaknya,ia terus saja memukuli dada Anton sambil terisak.Putrinya sangat mencintai suaminya, terlihat sangat terpuruk dengan kondisi raka.
Dokter bilang bahwa Raka terbentur tak terlalu keras tapi Raka belum sadarkan diri hingga saat ini.
Risa menangis melihat kedua orang tuanya sedang di rawat.Tak ada lagi canda tawa yang mereka lakukan saat bermain dengannya.
Bagas tak kuat menahan tangisnya saat melihat cucu kesayangannya menangis menanyakan Daddy dan mommynya terus.
"Mommy.." teriak Risa sambil terisak
"Opa Lisa mau mommy sama Daddy"
"Sayang sssstt...Risa nggak boleh nangis ya.Nanti kalau nangis lagi di marahin pak dokter" kata Bagas memeluk cucunya
"Pak bagas,,sini biar saja yang menenangkan Risa" tawar Mega
Bagas memberikan Risa untuk di gendong Mega.Gadis itu masih terisak,Mega membawanya ke taman untuk menghiburnya.
Tari masih disana,ia setia menemani Mega untuk merawat viana.Begitu juga dengan Agim,ia setiap hari ke rumah sakit saat pulang kerja.
Kini Agim sedang berada di ruangan Raka,menatap wajah sahabatnya yang gagah itu kini menjadi pucat.
"Bro,,bangun,, kasihan istri Lo" Agim yang tak pernah memanggil sahabatnya dengan sebutan Lo gue kini ia melakukannya.
"Bantuin gue ngurus berkas-berkas di kantor"
"Lo tega banget liat gue kerja sendirian"
"Kerjaan Lo banyak tuh,,gue nggak sanggup" Agim terus saja berbicara
"Viana sakit,,kasihan dia" Agim berkaca-kaca tapi ia berusaha tegar
"Sampe kapan Lo mau enak-enakan tidur kayak gini?"
"Bangun bro" Air mata Agim tak terbendung lagi
Bagas masuk ke dalam ruangan itu,ia memegang pundak Agim.Bagas juga sangat terpukul,tapi ia berusaha menahannya sebisa mungkin.
"Om"
"Gimana? ada tanda-tanda?" tanya Bagas ,yang di maksud adalah tanda-tanda kesadaran Raka.Agim menggeleng.
"Keadaan Viana gimana om?" tanya Agim
"Viana sedang tidur,tadi sempat menangis tapi sudah di tenangkan oleh Tari" Jawab Bagas
"Syukurlah"
"Agim permisi dulu ya om"
"Iya"
Agim keluar dari ruangan itu, memberikan luang untuk Bagas dan Raka.Agim menyusul tari ke ruangan Viana,bumil itu kini terlihat sedikit kurus.Untung saja kandungannya sangat kuat jadi saat ia sakit tak mempengaruhi kesehatan anaknya.
"Mas" sapa tari
"Gimana kondisi mas Raka?" tanya tari
"Masih sama" jawab Agim
"Mbak Viana tadi nangis,pengen ketemu mas Raka tapi kondisinya nggak memungkinkan" jelas Tari
__ADS_1
"Iya tadi om Bagas cerita sama mas" Agim duduk di samping Tari
"Tari kasihan sama mereka,di saat mereka sedang bahagia menunggu kehadiran anak mereka justru ada sakit yang mendalam di tengah-tengahnya"
"Itulah hidup,,kadang memang tak semulus sesuai apa yang kita kira"
"Iya mas"
Sore yang indah berganti malam yang dingin,membuat siapa pun pasti merasakan kedinginan.Viana sedang duduk di ranjang pasien,matanya sayu dengan mata panda,bibirnya pucat.Tangannya mengelus perutnya, merasakan tendangan sang anak.
"Sayang" Mega masuk ke dalam ruangan Viana
"Ini mama bawakan bubur buat kamu,, makan ya?"
Dengan telaten Mega menyuapi Viana,ia merasa terluka melihat kondisi putrinya.
"Sudah ma" lirih Viana
"Sedikit lagi ya" Mega terus menyuapi Viana,agar perutnya tak kosong karena tak mau makan.
"Risa dimana ma?" tanya Viana
"Risa di bawa pulang sama mertua kamu,,tadi dia nangis nyariin kamu"
"Maafin mommy Risa" Viana sedih karena tak bisa merawat putrinya beberapa hari ini.
"Kamu nggak salah sayang,,makanya kamu harus kuat ya.Kasihan Risa masih butuh kamu" Mega tersenyum menahan tangisnya
"Viana mau tidur sama mas Raka" kata Viana
"Tapi.."
"Viana mohon..." mata bumil itu sudah berkaca-kaca
Setelah menyuapi Viana,Mega keluar untuk menemui dokter.Meminta ijin,apakah Viana boleh tidur bersama suaminya dalam kondisi Raka yang seperti itu.
"Boleh Bu,,siapa tahu dengan keberadaan ibu Viana di samping pak Raka bisa merangsang kesadaran pak Raka" jelas dokter
"Baiklah dokter terimakasih"
Mega dan Anton membawa Viana menuju ruangan Raka.Anton mengangkat Viana dan membaringkannya di samping raka.Mata Viana tak berhenti menatap wajah suaminya yang pucat.
Mega dan Anton meninggalkan Viana dan Raka.Membiarkan mereka melepas rindu meskipun Raka masih belum sadar.
"Sayang" Viana mengusap pipi Raka
"Kamu jahat,,katanya mau jagain aku terus"
"Tapi kok nggak bangun?" Viana tak mampu membendung air matanya
"Kasihan Risa mas,,tadi dia menangis mencari kita"
"Tuh liat mas,,anak kita nendang-nendang terus.Dia kangen sama ciuman kamu setiap hari" Viana terus menghibur dirinya sendiri
"Mas cepet bangun ya,,Viana sayangggg banget sama mas" Viana mencium pipi suaminya
"Aku akan memelukmu sayang,, supaya kamu nggak kedinginan"
Lalu ia terlelap sambil memeluk suaminya.Viana sangat berharap suaminya akan segera sadar dan berkumpul bersama keluarganya lagi.
Pukul 5 pagi,tangan Raka bergerak-gerak.Matanya terbuka perlahan-lahan, menetralkan pandangannya yang masih kabur.Viana masih terlelap, beberapa hari tidurnya memang tak teratur.
Saat sudah sadar sepenuhnya,ia menatap sekelilingnya.Ia melihat istrinya memeluknya dengan erat.Tangannya bergerak mengelus rambut Viana.Viana yang merasakan ada sesuatu di atas kepalanya bangun.
__ADS_1
Matanya melotot melihat Raka yang tengah tersenyum padanya.Viana bangkit dari ranjang,ia ingin memastikan bahwa ini nyata bukan mimpi.
Viana mengucek matanya, memastikan bahwa Raka telah sadar.Dan memang benar, suaminya sudah sadar dan kini tengah tersenyum manis kepadanya.
"Masss" Viana menitikkan air mata
"Viana kangen...hiks hiks" Viana memeluk suaminya
"Sayang" suara Raka masih lemah
"Maafin mas ya,," Raka mengelus rambut Viana
"Mass nggak perlu minta maaf,,Viana seneng banget mas udah siuman"
"Jangan menangis"
"Ini air mata kebahagiaan,, sebentar ya mas Viana panggil mama sama papa dulu"
Viana keluar dengan wajah sumringah.Ia menghampiri mama dan papanya di luar.
"Ma, pa mas Raka udah Sadar"
"Apa? beneran sayang?" tanya Mega
"Iya ma"
Mega, Anton,Bagas bergegas masuk ke ruangan.Mereka tersenyum melihat Raka yang tersenyum juga.
"Akhirnya kau sadar" Bagas menghampiri anaknya
"Iya pa"
"Syukurlah"
Setelah mereka berbincang dengan Raka mereka keluar.Membiarkan Viana berduaan dengan suaminya.
"Kamu kenapa pakai baju rumah sakit" tanya Raka
"Nggak papa kok mas,,Viana mau samaan aja sama mas" jawab Viana bohong,ia tak ingin suaminya khawatir
"Kamu pasti sakit ya,,maafin mas ya sayang" Raka menggenggam tangan Viana
"Nggak kok mas"
"Anak Daddy apa kabar?" Raka mengelus perut istrinya
"Baik Daddy" viana tersenyum manis,ia sudah kembali ceria saat melihat suaminya sudah sadar.
"Risa nggak kesini?" tanya Raka
"Kemarin kesini,,dia nangis nyariin kita"
"Mas istirahat lagi ya,,biar cepet sembuh"
"Iya sayang"
Lalu Viana menyelimuti Raka agar tak kedinginan.Setelah Raka tertidur,Viana mandi dan berganti pakaian.
Happy reading 🤗
Like,komen se banyak-banyaknya yessðŸ¤
Love you 💜
__ADS_1