
Sudah tiga hari ini Reza tak ada kabar,Jessi tentu saja jadi kesal sendiri. Tak ada notif pesan maupun telepon masuk dari pencuri hatinya itu.
Sore ini cuaca tak seindah biasanya,nampak mendung hitam di langit yang biasanya berwarna jingga itu.Menjadi saksi kegundahan hati Jessi yang tak menentu itu.
Jessi sedang duduk di kursi teras rumahnya,di temani teh hangat yang sudah dingin karena tak diminumnya.Hatinya resah, memikirkan laki-laki yang tak ada kabar.
"Dia suka nggak ya sama gue" tanya Jessi pada dirinya sendiri
"Kalau dia nggak suka sama gue gimana ya?" Jessi terus bertanya-tanya
"Aaaa Jessi Lo kenapa jadi mikir itu terus sih" Jessi mengusap wajahnya kasar.
Tepat pukul 6 sore,hujan mulai turun mengguyur kota Jakarta.Jessi yang masih setia duduk di teras kini mulai berdiri, tubuhnya kedinginan.Saat akan masuk ke rumah tiba-tiba ada sebuah mobil silver yang masuk ke halaman rumahnya.
Tin..tin..
Jessi berhenti,ia melihat mobil siapa yang datang ke rumahnya.
Deg..
Deg..
Deg..
Reza keluar dari mobil,membuat hati Jessi berdetak dengan kencang. Jessi tak mengenali mobil itu karena ia baru pertama kali melihatnya.Biasanya Reza menggunakan mobil putih kesukaannya.
Reza sedikit berlari menuju teras, rambutnya basah, wajahnya tampak semakin tampan dengan air yang mengalir di wajahnya.
Jessi tak berkedip, menatap laki-laki yang berada di depannya itu.Reza yang di tatap jadi senyum,ia yakin Jessi pasti sedang memujinya dalam hati.
"Ganteng kan" kata Reza menyadarkan lamunan Jessi
Jessi merona,ia tertangkap basah sedang memperhatikan wajah tampan Reza.Jessi mengalihkan pandangannya,ia sangat malu sekali.
"Lo nggak mau nyuruh gue masuk? dingin banget nih"
"Yaudah masuk"
Mereka masuk ke dalam rumah,rumah yang sederhana tapi nampak elegan dan nyaman.Reza duduk di kursi kayu yang ada di dekat ruang tamu, sedangkan Jessi masuk ke dalam kamar.
Reza memandangi seluruh isi rumah itu,cukup simpel dan elegan.Ini pertama kalinya ia masuk ke dalam rumah gadis cantik itu.Saat melihat-lihat,mata Reza menangkap bingkai foto yang terpajang di dinding.
Reza menghampiri foto itu, ternyata itu foto keluarga Jessi.Gadis cantik itu tak berubah, wajahnya memang sudah cantik dari dulu.
"Itu ayah sama ibu gue" kata Jessi saat melihat Reza mengamati foto keluarganya
"Lo cantik dari dulu ya" puji Reza yang masih memandangi foto itu
"Baru sadar Lo" Jessi jadi besar kepala
__ADS_1
"Nih gue kasih baju,,baju ayah gue" Jessi memberikan kemeja dan celana panjang
"Gue ganti dimana nih?"
"Ya di dalem lah masa mau ganti disini" Jessi kesal,kenapa saat jauh mereka saling rindu tapi saat sudah bertemu mereka justru selalu ribut.
Reza masuk ke dalam kamar ayah Jessi sambil tersenyum.Beberapa menit kemudian ia sudah duduk di sofa bersama Jessi.
"Lo ngapain ke sini?"tanya Jessi
"Mau main, emang nggak boleh?" tanya Reza
"Emang Lo pulang kapan?"
"Ini baru pulang, sekalian main ke rumah lo"
"Ooh"
Mereka diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.Reza mencuri pandang kepada Jessi namun gadis itu tak menyadarinya.
"Ehemm,,gue mau ngomong sesuatu nih"Kata Reza membuat jantung Jessi berdetak semakin kencang
"Apa?"
"Gue...
Duarrr....
"Udah,, hujannya udah reda" kata Reza membuat Jessi langsung melepaskan pelukannya
"Sorry,gue takut banget sama petir soalnya"Jessi malu sendiri,kenapa ia harus memeluk Reza?
"Oh iya Lo mau ngomong apa tadi?" Jessi mengalihkan pembicaraan
"Gue tuh suka sama cewek tapi gue bingung, soalnya dia kayaknya nggak suka sama gue" jelas Reza membuat Jessi diam
"Terus?" Jessi menahan sesak yang ada di dadanya, apakah cintanya akan bertepuk sebelah tangan?atau dia akan bahagia bersama Reza?
"Menurut Lo apa yang harus gue lakuin supaya dia bisa suka sama gue.Secara kan Lo cewek ya pasti tau lah"
"Ya Lo tinggal buktiin ke dia lah kalo Lo serius sama dia.Kasih bunga atau apa gitu" Jessi mencoba terlihat baik-baik saja, padahal hatinya sesak bukan main
"Iya juga ya" Reza tampak berpikir, sedangkan Jessi mengalihkan pandangannya.Siapa yang tak akan sedih jika saat kita mencintai seseorang,tapi orang itu malah mencintai orang lain.
"Lo pulang sekarang ya,,ini udah malem gue nggak enak sama tetangga"
Jessi mengakhiri pembicaraan karena hatinya sangat tak nyaman
"Ya udah gue pulang ya" Reza berdiri dan pamit
__ADS_1
"Iya" Jessi mengantarkan Reza ke depan.Saat mobil itu sudah tak terlihat oleh mata,Jessi kembali masuk ke dalam.Hatinya masih bertanya-tanya,siapa wanita yang di cintai Reza?
Apakah dirinya? ah jangan terlalu percaya diri nanti kalau tidak sesuai ekspektasi jadinya diri sendiri yang terluka, batinnya.Jessi merebahkan tubuhnya di kasur,ia memejamkan matanya.Merasakan nyamannya tempat tidur Jessi jadi tertidur pulas.
Berbeda dengan Jessi yang sudah terlelap,kini tari justru sedang makan malam untuk yang kedua kalinya.Bumil itu sekarang sedikit berisi karena porsi makannya sangat banyak.
Agim senang istrinya mau makan dengan lahap,,ia selalu menuruti keinginan bumil yang satu ini.Sania yang melihat menantunya makan dengan lahap juga merasa senang,kini dirinya sudah mulai menjalankan cafe yang dulu sempat tutup karena papa Hengki meninggal.
"Sayang pelan-pelan" Agim mengusap bibir istrinya
"Hehe" tari terus saja mengunyah
"Mas mau?" tanya tari menyodorkan makanan di depan agim
"Kamu aja yang makan,,mas masih kenyang" agim mengelus rambut tari
Tari melanjutkan makannya,ia sekarang benar-benar berubah.Tari yang dulu pemalu sekarang kini justru sangat manja kepada suaminya.
Mungkin karena pengaruh hormon kehamilan,jadi tari kini semakin banyak berubah.Kini gantian agim yang harus extra sabar menghadapi sikap bumil yang gampang berubah-ubah moodnya.
Raka kini sedang berada di ruang tamu, tangannya masih sibuk menari di atas keyboard laptopnya. Sedangkan Viana dan Risa sedang menonton TV sambil memakan cemilan.Baby Ken sudah tertidur,Susi yang menjaganya.
"Hoaam" Sudah berkali-kali Viana menguap membuat Raka terkikik
"Mommy jangan tidur dong,, filmnya masih lama" gadis kecil itu masih setia menonton film kesukaannya.
"Iya sayang"Viana hanya bisa menurut
"Kalian nonton apa sih?" tanya Raka yang ikut bergabung dengan mereka
"Nonton ini Daddy,, filmnya bagus banget"
"Kakak Risa belum ngantuk?" tanya Raka
"Belum"
"Ya sudah,,kakak nonton lagi ya"
Sedangkan Viana hanya diam, matanya sudah tinggal 20% lagi.Raka yang melihat istrinya tengah memejamkan mata, tersenyum nakal.Dengan jahil Raka merem*s bok*ng Viana membuatnya jadi melotot.
"Mas apa sih" Viana menepis tangan suaminya
"Biar nggak ngantuk" Raka tersenyum nakal
"Ish" Viana cemberut
Viana tak jadi mengantuk,ia takut suaminya akan semakin menjadi padahal ada anaknya disana.Akhirnya mereka menonton TV bersama hingga Risa ketiduran di pangkuan Viana
Sorry baru up lagi..
__ADS_1
Happy reading gayysss 😘😘😘
Komen yang banyak yukk,,dan jangan lupa jempolnya 🙏🤗